Teknik Telekomunikasi

UNJUK KERJA MULTI-CODE MULTICARRIER CDMA PADA KANAL MULTIPATH FADING

abstraks: 

INTISARI

Sistem yang diteliti adalah Multi-code Multicarrier CDMA (MTC-MC-CDMA) yang merupakan teknik gabungan Multi-code CDMA (MTC-CDMA) dan Multicarrier CDMA (MC-CDMA) menggunakan tiga jenis code sequence set yaitu Walsh-Hadamard code, Gold code, dan Kasami code. Kecepatan code sequence set adalah 1,2288 Mcps, panjang code sequence set adalah 256, dan ukuran code sequence set (M) adalah 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256. Jumlah subcarrier 16, menggunakan modulasi BPSK, dan kanal mengalami multipath fading yang terdistribusi Rayleigh.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan jumlah pengguna mengakibatkan nilai BER yang semakin besar. Nilai BER sebesar 0,0047 saat terdapat enam pengguna, namun nilai BER mencapai 0,0086 saat terdapat 15 pengguna. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan nilai SNR mengakibatkan nilai BER yang diperoleh semakin kecil. Saat SNR bernilai 5 dB nilai BER sebesar 0,2326 dan saat SNR bernilai 30 dB nilai BER sebesar 0,0003. Perubahan nilai M juga mempengaruhi nilai BER yang diperoleh, semakin besar nilai M maka BER akan semakin besar. Untuk SNR bernilai 20 dB dan sepuluh pengguna, sistem dengan M bernilai 2 memiliki BER yang terkecil yaitu 0,0028 dan M bernilai 256 memiliki BER yang terbesar yaitu 0,0183.
Perbandingan sistem MTC-MC-CDMA, MTC-CDMA, dan MC-CDMA dengan total bandwidth yang sama menunjukkan bahwa MTC-MC-CDMA merupakan sistem yang paling unggul. Untuk jumlah pengguna yang sama, yaitu sepuluh pengguna, BER yang diperoleh MTC-MC-CDMA sebesar 0,0074, sedangkan MC-CDMA mencapai 0.0104 dan MTC-CDMA mencapai 0,0643.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

PEMBUATAN ANTENA OMNI DIRECTIONAL 2,4 GHz UNTUK JARINGAN WIRELESS-LAN

abstraks: 

Tugas Akhir ini menitik-beratkan pada pembuatan antena
Omnidirectional dengan frekuensi kerja 2,4 GHz untuk jaringan
wireless-LAN. Mengingat semakin banyaknya pelanggan (client) yang
ingin sharing/terkoneksi pada jaringan komputer setempat, untuk
memudahkan koneksitivitas antara client dan server dibuatlah teknologi
nirkabel yaitu antena Omnidirectional 2,4 Ghz pada sisi server, selain
menghemat biaya untuk penarikan kabel, teknologi ini sangat praktis dan
efisien. Dengan memanfaatkan kabel koaxial tipe RG-214 yang tersusun
dari beberapa segmen ½ λ maka jadilah sebuah antena Omnidirectional
yang sesuai dengan standar aplikasi IEEE 802.11 b/g yang digunakan
dalam pengerjaan Tugas Akhir ini.

Kata Kunci − Omnidirectional, koneksi, jaringan, kabel koaxial.

B A B 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Di era informasi saat ini, manusia memerlukan komunikasi untuk
saling bertukar informasi di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Salah satu sistem komunikasi yang merupakan andalan bagi
terselenggaranya integrasi sistem telekomunikasi secara global adalah
sistem komunikasi nir-kabel (wireless), dimana fungsi antena sebagai
perangkat untuk komunikasi wireless.
Mengingat semakin banyaknya pelanggan (client) yang ingin
sharing/terhubung/terkoneksi pada jaringan komputer setempat, untuk

Makalah Jaringan Komputer ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

abstraks: 

BAB I
PENDAHULUAN
DSL adalah sebuah teknologi sambungan yang dapat mengirimkan sinyal digital melalui jalur telekomunikasi telepon. DSL meggunakan saluran telpon biasa untuk mengirimkan sinyal-sinyal digital berkecepatan tinggi. Pada DSL terdapat banyak sekali jenis DSL seperti ADSL, HDSL,SSDSL, dan ISDN yang secara keseluruhan sering disebut sebagai xDLS.
Dalam makalah ini kita tidak akan membicarakan secara keseluruhan dari xDSL tetapi kita hanya akan membahas mengenai ADSL saja.
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah suatu modem yang biasa kita gunakan sebagai “dial-up connection” dan bukan merupakan sebuah system sambungan atau jaringan. Teknologi ADSL adalah sebuah teknologi modem sehingga jika kita berbicara mengenai ADSL berarti kita sedang membicarakan menganai modem, dalam hal ini adalah modem ADSL.
Karna merupakan sebuah modem maka ADSL berfungsi utuk menghubungkan antara computer dengan telephone dan menunjang agar jalur telephone yang tedinya hanya dapat mengirimkan sinyal analog menjadi dapat mengirimkan sinyal digital.
Perbedaan antara modem biasa dengan modem ADSL adalah pada penggunaan frekuansi pada pengiriman data atau sinyal yang mengakibatkan perbedaan kecepatan pada saat terjadinya transferdata. Modem biasa menggunakan frekuensi dibawah 4 kHz sedang modem ADSL mengunakan frekuensi diatas 4 kHz tepatnya pada frekuensi 34 kHz – 1104 kHz. Modem ADSL dapat melakukan transfer data dengan kecepatan 1.5 Mpbs sampai 9 Mpbs sedang modem biasa hanya 56 Kpbs.
Gambar tersebut dalah gambaran yang dapat menjelaskan mengenai perbedaan frekuensi antara ADSL dengan modem yang biasa kita gunakan. Oleh karna itu dapat dikatakan bahwa salah satu keuntungan mengguanakan modem ADSL adalah kecepatan yang lebih tinggi dalam melakukan transfer data.
Ruang lingkup ADSL dalam layer model OSI mencakup pada Layer 1 (Physical Layer), 2 (Data Link Layer) dan 3 (Network Layer). Berikut adalah penjelasan mengenai ADSL dalam ketiga layer tersebut:

BAB I
PENDAHULUAN
DSL adalah sebuah teknologi sambungan yang dapat mengirimkan sinyal digital melalui jalur telekomunikasi telepon. DSL meggunakan saluran telpon biasa untuk mengirimkan sinyal-sinyal digital berkecepatan tinggi. Pada DSL terdapat banyak sekali jenis DSL seperti ADSL, HDSL,SSDSL, dan ISDN yang secara keseluruhan sering disebut sebagai xDLS.
Dalam makalah ini kita tidak akan membicarakan secara keseluruhan dari xDSL tetapi kita hanya akan membahas mengenai ADSL saja.

PERBANDINGAN KINERJA SISTEM OFDM DENGAN REDUKSI PAPR MENGGUNAKAN A-LAW DAN µ-LAW COMPANDING

abstraks: 

ABSTRAKSI

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah sebuah teknik modulasi yang menggunakan sejumlah besar carrier yang saling orthogonal. Konsep OFDM adalah memecah data serial dengan kecepatan tinggi menjadi data paralel dengan kecepatan yaang lebih rendah, kemudian data-data paralel tersebut dibawa oleh subcarrier yang saling orthogonal.
Salah satu kelemahan sistem OFDM adalah gejala PAPR (Peak to Average Power Ratio) dimana nilai daya maksimum sinyal OFDM akan jauh lebih besar dibandingkan daya rata-ratanya. Akibatnya, dibutuhkan perangkat ADC, DAC, dan penguat dengan jangkauan dynamic range yang lebar untuk menghindari distorsi non-linear.
Oleh karena itu, banyak yang mengkaji dan mengembangkan teknik-teknik untuk menurunkan PAPR tersebut. Teknik reduksi PAPR ini diantaranya adalah clipping. Tetapi teknik clipping ini akan menyebabkan timbulnya noise clipping yang juga akan menurunkan performansi sistem itu sendiri walaupun tidak begitu besar.
Dalam tugas akhir ini, akan digunakan teknik lain dalam mereduksi PAPR yaitu teknik companding. Proses pereduksian PAPR ini digunakan dengan transformasi companding dan mengubahnya dari distribusi amplituda sinyal OFDM tersebut. Teknik companding yang digunakan adalah A-law dan -law companding. Dalam kedua teknik ini akan dilihat dan dibandingkan hasil kinerjanya dan pengaruhnya terhadap reduksi PAPR dalam sistem OFDM tersebut.

Bab 1 Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan layanan komunikasi yang semakin pesat dan beragam,
tentunya membutuhkan data rate yang semakin tinggi. Dalam transmisi single
carrier, semakin tinggi laju data maka periode simbol akan semakin pendek,
sehingga periode simbol akan lebih kecil dari delay spread kanal. Hal ini dapat
menimbulkan terjadinya Inter Simbol Interference (ISI) dan akan menyebabkan
turunya kinerja sistem. Transmisi multicarrier merupakan solusi dalam
pentransmisian data dengan rate tinggi.

Perancangan Modulator BPSK dengan BR 64kbps

abstraks: 

Pada proyek akhir ini akan direalisasikan sebuah modulator digital dengan
menggunakan teknik modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK). Modulator ini
memiliki bit rate data sebesar 64 Kbps dengan frekuensi sinyal pembawa sebesar 12
MHz. Pada teknik modulasi BPSK sinyal termodulasi akan mengalami perubahan
fasasebesar 1800 dari fasa semula jika sinyal informasi memiliki level logika “0” dan
tidak akan mengalami perubahan fasa jika sinyal informasi memiliki level logika “1”.
Dalam realisasi modulator BPSK 64 Kbps sinyal Non Return to Zero (NRZ)
digunakan sebagai simulasi data. Rangkaian pembangkit data acak yang digunakan
berupa rangkaian Pseudo Random Generator (PRG) dengan clock yang berasal dari
rangkaian generator clock. Menurut transformasi Fourier sinyal baseband memiliki
bandwidth transmisi yang tidak terbatas oleh sebab itu bandwidth sinyal baseband
perlu dibatasi agar diperoleh bandwidth transmisi minimum tetapi masih dalam batasbatas
tertentu dimana sinyal tersebut masih dapat dikenali oleh penerima dengan
peluang kesalahan sekecil mungkin.
Dan untuk membatasi bandwidth sinyal baseband tersebut maka digunakan
rangkaian filter. Dan filter yang akan direalisasikan merupakan jenis filter aktif Bessel
Orde 6 dengan frekuensi cut-off sebesar 64 KHz. Karena sebagian besar daya sinyal
digital terletak pada frekuensi rendah maka diperlukan sebuah sinyal pembawa
dengan frekuensi yang lebih tinggi untuk mentransmisikannya. Dalam realisasinya
digunakan rangkaian mixer sebagai balance modulator dengan mengalikan sinyal
baseband dengan sinyal pembawa. Keluaran dari mixer merupakan sinyal BPSK.

Komunikasi berarti pengiriman informasi dari pengirim ke penerima yang
mempunyai tujuan tertentu serta dapat dimengerti dengan jelas. Di dalam suatu sistem
komunikasi analog maupun kominikasi digital, semua informasi akan ditransmisikan
melalui suatu medium yang memisahkan antara pengirim dan penerima.
Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini telah beralih dari sistem komunikasi
analog ke sistem komuniksi digital yaitu suatu sistem komunikasi dimana sinyal
informasi dikirimkan dalam bentuk sinyal digital.
Pada proses modulasi sinyal digital yang mengandung informasi

Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

INFO STUDENT LOAN CONSOLIDATION
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
CARI BEASISWA SKRIPSI / TESIS? KLIK DISINI
FREE JOURNAL - ARTICLE CLICK HERE


Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuan di sini

Design by xactive -