Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan
Pemanfaatan lahan untuk kawasan hutan diharapkan dapat memberikan
dampak berupa penurunan laju erosi tanah, dibandingkan dengan lahan yang
dibiarkan kosong pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelerengan
curam. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menaksir tingkat erosi tanah,
nilai ekonomi fungsi hutan dalam pengurangan tingkat erosi, serta untuk
mengetahui efisiensi ekonomi fungsi hutan dalam pengurangan tingkat erosi.
Lokasi penelitian berupa anak petak yang memiliki kelas hutan TJKL seluas 7,3
Ha dan anak petak dengan kelas hutan tanah kosong seluas 12,9 Ha di RPH
Dawung, BKPH Dungus, KPH Madiun, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur.
Penaksiran tingkat erosi tanah di lokasi penelitian dilakukan dengan
menggunakan Persamaan Umum Kehilangan Tanah (USLE). Nilai ekonomi
fungsi hutan dalam pengurangan tingkat erosi ditaksir dengan menggunakan
pendekatan biaya ganti (replacement cost) yaitu biaya ganti kehilangan tanah dan
unsur hara. Selisih antara nilai kerugian lingkungan di kedua lokasi merupakan
manfaat loss avoided dari keberadaan hutan. Profitabilitas ekonomi sumberdaya
hutan diperoleh dengan menggunakan analisis biaya-manfaat. Komponen biaya
yang diperhitungkan yaitu biaya pembangunan tanaman hutan yang dikeluarkan
oleh Perhutani. Komponen manfaat yang diperhitungkan adalah manfaat loss
avoided.
Dengan menggunkan jangka analisis 53 tahun, hasil penelitian
menunjukkan bahwa keberadaan hutan mampu menurunkan tingkat erosi tanah
sampai 59,77% terhadap erosi yang terjadi pada tanah kosong. Keberadaan hutan
dapat menghemat biaya kerugian lingkungan akibat kehilangan tanah dan unsur
hara. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa keberadaan hutan sangat
menguntungkan secara ekonomi.
I. PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Hutan merupakan sumberdaya alam yang memiliki berbagai macam
ngsi. Keberadaannya harus dipertahankan untuk menjaga kelangsungan
ngsinya. Menurut Manan (1978), masyarakat telah mengenal sedikitnya lima
ngsi hutan di Indonesia, yaitu fungsi hutan untuk produksi kayu dan hasil hutan
kan kayu, hutan lindung untuk tata air dan pengawetan tanah, cagar alam dan
aka marga satwa, sumber makanan ternak dan keperluan untuk pariwisata.
Pada kawasan yang memiliki kelerengan tinggi, hutan berfungsi sebagai

