Pendidikan Ekonomi

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU

abstraks: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo. (2) Pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo. (3) Pengaruh persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 7 Purworejo. Jumlah populasi adalah 315 siswa. Pengumpulan data di lakukan dengan metode angket yaitu untuk mengetahui data tentang persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan gaya belajar siswa, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengetahui prestasi belajar ekonomi yaitu dari nilai raport semester gasal. Sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu diadakan uji instrumen terhadap 30 siswa. Uji validitas dengan teknik analisis product moment, sedangkan koefisien alpha digunakan untuk mengetes reliabilitasnya. Setelah data diperoleh dengan uji normalitas, linieritas, multikolinieritas dan homosedastisitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dan analisis regresi ganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang metode mengajar guru dengan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo, hal ini ditunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari pada r tabel yaitu r h 0,472 > r t 0,220. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya belajar siswa dengan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo, hal ini ditunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari pada r tabel yaitu r h 0,546 > r t 0,220. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA N 7 Purworejo.

Pendidikan dalam sejarah peradaban manusia adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Aktivitas ini telah dan akan terus berjalan sejak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Sejak manusia berinteraksi dengan aktivitas pendidikan ini, maka sejak itulah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala kehidupan mereka. Bahkan pendidikan adalah suatu hal yang alami dalam perkembangan peradaban manusia.

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA PRODUKTIVITAS

abstraks: 

Yumelda, 2009. Analisis Faktor Penyebab Menurunnya Produktivitas tenaga Kerja Pemanen Kelapa Sawit Pada PT. Wanajingga Timur Dikecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan PIPS FKIP Universitas Riau. Pembimbing : (1) Drs. Hendripides M. Si, (II) Drs. Ngadlan

Kata Kunci : Tenaga Kerja., Produktivitas.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit pada PT. Wanajingga Timur dan juga untuk mengetahui kebijakkan yang akan ditempuh oleh perusahaan sehubungan dengan permasalahan yang terjadi serta untuk mencari solusi yang terbaik dalam rangka mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Penelitian ini dimulai pada bulan juni 2008 sampai bulan Februari 2009 penelitian ini dilakukan di PT. Wanajingga Timur di Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Jenis data yang digunakan ada dua yaitu data primer dan data Sekunder. Data Primer adalah data yang diperoleh dari hasil angket, Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk yang sudah jadi. Teknik Pengumpulan data adalah interview dan angket serta teknik analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yaitu faktor upah, pendidikan dan latihan, motivasi kerja dan lingkungan kerja.

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT penulis ucapkan atas rahmat dan berkatn Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dengan judul “Analisis Faktor Penyebab Menurunnya Produktivitas Tenaga Kerja Pemanen Kelapa Sawit Pada PT. Wanajingga Timur”

Pengaruh Penggunaan Peralatan KIT IPA dalam Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

abstraks: 


ABSTRAK
Tisnoherawati Nanik. 2004. Pengaruh Penggunaan Peralatan KIT IPA dalam
Pembelajaran IPA terhadap Prestasi belajar IPA Siswa Kelas VI
Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.
Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, (II) Drs.
H. Sugeng Pradikto, M.Pd
Kata Kunci: Peralatan Kit IPA, Prestasi Belajar, Pasuruan
Lingkungan kelas sebaiknya senantiasa menyenangkan bagi siswa untuk
belajar dan berpartisipasi dalam proses-proses intelektual dan sosial di dalamnya.
Penggunaan kit IPA yang baik merupakan salah satu prasarana bagi terjadinya
interaksi belajar mengajar yang baik dalam rangka meningkatkan kualitas proses
dan hasil belajar.
Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan:
1. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA
siswa SD yang diajar dengan Kit IPA dengan prestasi belajar IPA siswa
SD yang diajar tanpa Kit IPA;
2. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA
siswa SD dengan motivasi belajar tinggi yang diajar dengan Kit IPA
dengan prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar tanpa Kit IPA;
3. Mengetahui apakah ada perbedaan signifikan pada prestasi belajar IPA
siswa SD dengan motivasi belajar rendah yang diajar dengan Kit IPA
dengan prestasi belajar IPA siswa SD yang diajar tanpa Kit IPA.
Penelitian menggunakan jenis penelitian experimental, dengan teknik acak
sederhana. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar negeri kelas VI di
Kecamatan Purworejo Pasuruan. Sampel adalah siswa kelas VI SD Tembokrejo
1 dan 2. Variabel bebas yang digunakan adalah pembelajaran IPA dengan KIT
dan pembelajaran tanpa KIT IPA. Variabel dependen adalah prestasi belajar IPA.

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan
bangsa yang ingin maju. Dengan keyakinan, bahwa pendidikan yang bermutu
dapat menunjang pembangunan di segala bidang. Oleh karena itu, pendidikan
perlu mendapat perhatian yang besar agar kita dapat mengejar ketinggalan di
bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mutlak kita perlukan untuk
mempererat pembangunan dewasa ini. Karena itu pendidikan yang bermutu
perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SIS

abstraks: 

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) Dalam Meningkatkan Kompetensi Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 16 Surakarta Tahun Pelajaran 2005/2006. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2006.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: (1) Keaktifan siswa secara keseluruhan siswa kelas VII E SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2005/2006, (2) Hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 16 Surakarta.
Metodologi penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2005/2006, sejumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi keaktifan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung; (b) wawancara kepada siswa; (c) ulangan harian. Prosedur pelaksanaan tindakan meliputi: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) observasi; (d) analisis dan refleksi.
Hasil penelitian mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan sebelum penerapan metode GI, yaitu pada aspek semangat dalam KBM pada siklus I yaitu indikator BS= 5%; B= 70%; C= 22,5%; K= 2,5% dan pada siklus II indikator BS= 17,5%; B= 67,5%; C= 15%. Pada pengukuran aspek kerjasama antar siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator B= 22,5%; C= 70%; K= 7,5% dan pada siklus II indikator BS= 2,5%; B= 32,5%; C= 60%; K= 5%. Pengukuran aspek mengeluarkan pendapat untuk memecahkan masalah mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator B= 20%; C= 47,5%; K= 32,5% dan pada siklus II indikator BS= 7,5%; B= 22,5%; C= 57,5%; K= 12,5%. Pengukuran aspek memberikan pertanyaan juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator BS= 2,5%; B= 5%; C= 67,5%; K= 15% dan pada siklus II indikator BS= 7,5%; B= 22,5%; C= 57,5%; K= 12,5%. Rata-rata ulangan harian siswa siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 1,05 (siklus I= 6,31; siklus II= 7,36). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum.

faktor-faktor yang mempengaruhi wanita untuk memilih wirausaha salon di kota bengkulu

abstraks: 

Dunia wirausaha dan bisnis seringkali didominasi oleh lelaki dalam dekade ini, situasi tersebut berubah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Foundation For Women Business Owners, jumlah wanita pemilik bisnis bertumbuh antara 78% antara tahun 1987 dan 1996, dan wanita sekarang 37% dari bisnis yang ada. Wanita tidak hanya memulai bsinis yang telah mereka lakukan sebelumnya, tapi juga memulai bisnis dalam industri nontradisional, dengan perencanaan pertumbuhan bisnis yang ambisius. Dalam beberapa tahun ini, wirausaha wanita melakukan/menjalankan toko kecantikan, toko pakaian, salon kecantikan Moore (2001:11)

Dunia wirausaha dan bisnis seringkali didominasi oleh lelaki dalam dekade ini, situasi tersebut berubah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Foundation For Women Business Owners, jumlah wanita pemilik bisnis bertumbuh antara 78% antara tahun 1987 dan 1996, dan wanita sekarang 37% dari bisnis yang ada. Wanita tidak hanya memulai bsinis yang telah mereka lakukan sebelumnya, tapi juga memulai bisnis dalam industri nontradisional, dengan perencanaan pertumbuhan bisnis yang ambisius.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -