Manajemen dan Keuangan

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP RENTABILITAS PADA PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI, Tbk PERIODE 2001-2006 YANG BERAK

abstraks: 

ABSTRAKSI

Dalam menghadapi persaingan usaha, setiap perusahaan perlu memiliki kemampuan manajemen yang baik untuk dapat tetap bertahan melanjutkan usahanya. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah keseimbangan antara likuiditas dan rentabilitasnya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis rentabilitas PT Aqua Golden Mississippi Tbk periode 2001-2006 dengan menggunakan analisis rasio likuiditas. Dari hasil analisis rasio likuiditas, diketahui bahwa secara keseluruhan PT Aqua Golden Mississippi Tbk cukup likuid, mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan tepat waktu.
Berdasarkan analisa regresi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengaruh likuiditas terhadap rentabilitas sangat kuat dan bersifat negatif yaitu apabila perusahaan memiliki rasio likuiditas yang cukup tinggi yang diukur melalui current ratio dan quick ratio maka rentabilitas perusahaan yang diukur melalui return on equity akan semakin menurun ini lebih dikarenakan perusahaan kurang produktif dalam mengelola modal baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal saham, sehingga banyak modal yang menganggur. Disini dapat terlihat bahwa tahun 2006, kebijakan yang dilakukan perusaahaan memberikan ROE yang paling rendah, tingkat aktiva lancar yang tinggi menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan juga tinggi, sehinnga tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya juga rendah, sedangkan tahun 2001, kebijakan yang dilakukan perusaahaan memberikan return on equity (ROE) yang paling tinggi, tetapi tingkat aktiva lancar yang rendah menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan juga rendah, sehinnga meningkatkan risiko ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Oleh karena itu, perlunya keseimbangan antara likuiditas dengan rentabilitas.
Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian Studi Kasus dan Lapangan yang bertujuan melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai subyek untuk memberikan gambaran yang lengkap. Dan berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan yang telah dilakukan didapat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara likuiditas (current ratio dan quick ratio) terhadap rentabilitas (return on equity) pada PT Aqua Golden Mississippi Tbk periode 2001 - 2006.

Kata kunci: likuiditas, rentabilitas.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era yang sangat memperhatikan kelestarian lingkungan dan meningkatnya pola hidup yang lebih sehat dengan kembali pada alam, popularitas air minum dalam kemasan semakin meningkat karena manfaatnya yang besar bagi kesehatan dan merupakan produk yang paling alamiah. Mengkonsumsi air minum dalam kemasan menjasi trend di banyak negara didunia termasuk Indonesia.

ANALISIS SITUASI PERSAINGAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA PD. BPR BKK DI KABUPATEN BANYUMAS

abstraks: 

Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, “ Analisis Situasi Persaingan Dan Strategi Pemasaran Pada PD. BPR-BKK di Kabupaten Banyumas”, Komisi Pembimbing Prof. Dra. Buntarti, MM. ; Drs. Haryadi, MSc.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi pemasaran yang dilaksanakan BPR BKK di Kabupaten Banyumas sesuai dengan situasi persaingan yang dihadapi, untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi manajemen dengan nasabah terhadap kinerja pelayanan kredit, untuk mengetahui apakah kinerja BPR BKK sudah sesuai dengan kepentingan/ harapan nasabah dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan posisi keunggulan bersaing antara BPR BKK dengan pesaingnya. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah :
1. Strategi pemasaran BPR BKK di Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan situasi persaingan yang dihadapi.
2. Terjadi perbedaan antara persepsi manajemen dengan nasabah terhadap kinerja pelayanan kredit BPR BKK di Kabupaten Banyumas.
3. Kinerja BPR BKK di Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan kepentingan/harapan nasabah.
4. Terdapat perbedaan posisi persaingan antara BPR BKK dengan pesaingnya.

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
Lembaga keuangan perbankan memiliki fungsi yang penting dalam perekonomian suatu negara. Fungsi tersebut adalah fungsi intermediasi keuangan, artinya bank sebagai lembaga perantara dalam penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan penyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk pinjaman/kredit.
Menurut Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 yang telah disempurnakan dengan Undang-Undang RI. No. 10 tahun 1998 bank dibedakan menjadi dua kategori yaitu bank umum dan bank perkreditan Rakyat (BPR).

PENGARUH ARUS KAS OPERASI, ARUS KAS INVESTASI, ARUS KAS PENDANAAN, DAN ROI (RETURN ON INVESMENT ) TERHADAP RETURN SAHAM (Studi p

abstraks: 

Laporan arus kas dan rasio profitabilitas merupakan bagian dari laporan keuangan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku investor, dimana memperoleh return merupakan tujuan utama aktivitas perdagangan para investor di pasar modal. Dalam berinvestasi, investor menggunakan informasi dari laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan dan untuk meminimalisasi resiko investasinya, karena dalam laporan keuangan dapat diperoleh informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, aliran kas, dan informasi lainnya yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi return saham. Variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap tingkat return, antara lain: arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan, dan ROI (Return On Invesment). Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varibel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan menggunakan periode tahun penelitian terbaru yaitu dari tahun 2003 sampai 2005, yaitu sebanyak 145 perusahaan manufaktur. Penentuan sampel dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data keuangan yang ada di Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2006 untuk tiga tahun secara berurutan dengan mendapatkan 59 perusahaan manufaktur sebagai sampel penelitian. Metode analisis yang digunakan untuk meguji hipotesis pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, dimana uji hipotesis secara parsial dengan menggunakan uji t dan uji hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F.
Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Sedangkan ROI (Return On Invesment) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan, dan ROI (Return On Invesment) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Koefisien determinasi yang didapat, adalah sebesar 4 persen return saham dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sebanyak 96 persen dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian.

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH
Dewasa ini pasar modal Indonesia berkembang sangat pesat, hal ini ditandai dengan melonjaknya jumlah saham yang ditransaksikan dan semakin tingginya volume perdagangan saham. Seiring dengan perkembangan yang pesat tersebut, kebutuhan akan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin meningkat.

ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45

abstraks: 

ABSTRAK
Dewasa ini banyak sekali Invertor baik asing maupun swasta yang
menginvestkan dananya pada perusahan, tentunya pada perusahaan yang memiliki
kinerja yang baik, harapan investor adalah dapat memperoleh tingkat
pengembalian saham yang diharapkan. Hal ini harus dilakukan investor dengan
menanamkan modalnya pada perusahaan yang berkinerja baik. Untuk itu
diperlukan konsep penilaian kinerja yang mampu mengukur seberapa baik kinerja
yang dimiliki sebuah perusahaan. Dalam penelitian ini akan diungkap masalah
penilaian kinerja perusahaan dan hasilnya. Konsep penilaian kinerja ada dua
macam, yaitu konsep konvensional dan konsep value based. Konsep konvensional
sering menggunakan laba dan arus kas sebagai indikator utama keberhasilan
kinerja suatu perusahaan. Konsep value based dinilai lebih baik karena
mempertimbangkan resiko biaya modal yang dihadapi oleh perusahaan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis apakah konsep penilaian kinerja perusahaan,
baik konvensional maupun value based, berpengaruh terhadap rate or return.
Penelitian ini menggunakan Rate of Return (ROR) sebagai variabel
dependen dan Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return On
Equity (ROE), Return on Investment (ROI), Operating Cashflow (OCF), Earning
Per Share (EPS), Economic Value Added (EVA) sebagai variabel independen.
Hipotesis yang diajukan akan diuji dengan model regresi linear berganda. Sampel
sebanyak 38 perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 tahun 2004.

ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA
TERHADAP RATE OF RETURN
PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45
Skripsi
Jurusan Akuntansi
Diajukan oleh
Nama : Agung Fauzan
No. Mahasiswa : 01312063
Jurusan : Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2006
Lembar Pengesahan
ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA
TERHADAP RATE OF RETURN
PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45
Hasil Penelitian
Diajukan Oleh
Nama : Agung Fauzan
No. Mahasiswa : 01312063
Jurusan : Akuntansi
Telah Disetujui oleh Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing
(Prapti Antarwiyati)
iii

Analisis Kompetensi Finansial Perbankan (Kasus Bank-bank Go Publik di Indonesia)

abstraks: 

The purpose of this research is to analyze banking health level, to analyze public banking map in Indonesia and their readiness to apply the Indonesian Banking Architecture. Data were collected from 25 annual reports of public banking in Indonesia for 2005. CAMEL method and Biplot analysis are used for data analysis. The result shows that 21 of all samples are in healthy bank category, three banks are in sufficiently and one bank is less healthy bank category. Biplot analysis showed that ROA has a positive correlation with LDR or CAR and NPL has a positive correlation with BDR or CAD. Negative correlation is showed by the correlation between ROA and NPL, BDR, or CAD and also between LDR or CAR and NCM or BOPO. Most banks have the same characteristic of financial ratio, except for BNI, Bank Ekspor Indonesia, and Bank Eksekutif Internasional. Generally, public banking in Indonesia are ready to apply the Indonesian Banking Architecture, especially the implementation of the first principal about minimum accomplishment and CAR of 8%. BASEL II can be implemented gradually from 2005 until 2012.

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -