Kesehatan Masyarakat

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG MEROKOK DENGAN KEBIASAAN MEROKOK SISWA SMA LAKI-LAKI DI KECAMATAN BANGKINANG

abstraks: 

ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN EDUCATION DEGREE AND ORIENTATION OF SMOKING WITH SMOKING HABIT ON SENIOR HIGH SCHOOL MALE STUDENT IN BANGKINANG REGION KAMPAR DISTRICT

by

FIRDAUS PRATAMA SABRI

Smoking is one of many habits can be found in community and serious problem in healthy thing. In Indonesia, highly numbers of smoking in young generation especially Senior High School Student is very poor. Based on Lawrence Green (1980), there is a factor that effect smoking habit on teenager as a predisposition factor is Education Degree and orientation of smoking.
Analitic Descriptif research have been done by using Cross Sectional Study Research design to Snior High School Student in Bangkinag region from July until November 2007. The aim of this research is to know the relationship between education degree and orientation of smoking with smoking habit on senior high school male student. Collected data as primary data include respondent identity, education about smoking, orientation of smoking dan smoking habit with interview methode using quesioners. Statistic test done for compare between variable using ‘Chi-Square’ with degree of freedom 95%.
The result of this research to 293 sample was 53.9% respondent with bad education. Orientation of smoking 72% in good orientation. Smoking habit respondent much on mild smokers, it’s about 34%. From statistic analitic shows that means relationship between education degree about smoking with smoking habit and there is no realationship between orientation about smoking with smoking habit on senior hich schol male student in Bangkinang Region. It’s needed to giving more information about the danger of smoking to senior high school student.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

ETIKA KEPERAWATAN

abstraks: 

KODE ETIK KEPERAWATAN
PPNI

DISUSUN OLEH:
1. Mardi Rahmadi

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Pelayanan keperawatan yang dilaksanakan oleh tenaga perawat profesional, dalam melaksanakan tugasnya dapat bekerja secara mandiri dan dapat pula bekerja sama dengan profesi lain. Untuk itu, perawat dituntut untuk melaksanakan asuhan keperawatan untuk pasien/klien baik secara individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan memandang manusia secara biopsikososial spiritual yang komprehensif. Sebagai tenaga yang profesional, dalam melaksanakan tugasnya diperlukan suatu sikap yang menjamin terlaksananya tugas tersebut dengan baik dan bertanggung jawab secara moral. Dan didalam makalah ini, menjelaskan tentang kode etik keperawatan yang dikeluarkan PPNI.

Rumusan masalah

Menjelaskan kode etik keperawatan yang dikeluarkan oleh DPP PPNI pada Munas PPNI tanggal 20 november 1989, di Jakarta. Yang di dalamnya terdapat 5 bab dan 16 pasal.
Bab 1. Tanggung jawab perawat kepada klien
Bab 2. Tanggung jawab perawat terhadap tugas
Bab 3. Tanggung jawab perawat terhadap teman sejawat
Bab 4. Tanggung jawab perawat terhadap profesi
Bab 5. Tanggung jawab perawat terhadap negara

Tujuan
1. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar-perawat, klien/pasien, teman sebaya, masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi keperawatan sendiri maupun hubungannya dengan profesi lain di luar profesi keperawatan.
2. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang dilakukan oleh praktisi keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaay tugasnya.
3. Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam emnjalankan tugasnya dilakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat.
4. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan perawatan agar dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional keperawatan.
5. Memberikan pemahaman kepada masyarakat poemakai / pengguna tenaga keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas praktik keperawatan.

Kode Etik Keperawatan
Kode etik keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan nilai etika terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat. Kode etik keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Nasional Indonesia melalui musyawarah Nasional PPNI di Jakarta pada tanggal 29 November 1989.

PENGGUNAAN KAPUR TOHOR TERHADAP PENURUNAN KESADAHAN AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN CANREGO KECAMATAN POLOMBANGKENG SELATAN K

abstraks: 

ABSTRAK
Politeknik Kesehatan
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Makassar
Karya Tulis Ilmiah, September 2005

ADI ARDIYANSYAH
“ Penggunanan Kapur Tohor Terhadap Penurunan Kesadahan Air Sumur Gali di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar “
Pembimbing : Ronny Muntu, SKM, M.Kes
xii + 38 Halaman + 7 Tabel + 4 Gambar + Daftar Pustaka 10 buah (1984-2002).

Masih terdapatnya air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar yaitu tingginya tingkat kesadahan. Sudah dirasakan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaannya dari segi ekonomis, teknis maupun kesehatan. Hal ini merupakan masalah dalam penanganan dan pemanfaatannya di masyarakat, karena penduduk kebutuhan air bersihnya sebagian besar berasal dari air sumur gali.
Bertolak dari pemikiran tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak konsentrasi efektif kapur tohor yang digunakan terhadap penurunan tingkat kesadahan air.
Penelitian ini adalah eksperimen yaitu membuat larutan kapur tohor dengan perlakuan penambahan dosis pada sampel yang berisi 1000 ml. Air sumur gali yang diolah dilakukan di Laboratorium Politeknik Kesehatan Jurusan Kesehatan Lingkungan Makassar. Hasil percobaan dengan penambahan konsentrasi larutan kapur tohor 1 N, 2 N, 3 N dan 4 N dengan dosis yang digunakan pada setiap konsentrasi adalah 5 ml, 10 ml 15 ml dan ternyata mendapatkan penurunan yang berbeda-beda.
Dalam penelitian ini konsentrasi dengan dosis yang digunakan ternyata mampu menurunkan kesadahan. Namun konsentrasi 2 N dengan dosis 15 ml yang paling efektif karena menurunkan kesadahan dari 728,5 mg/l menjadi 394,64 mg/l dengan persentase penurunan sebesar (45,3 %) dengan pH dan temperatur normal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan diterapkan di masyarakat.

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu kebutuhan pokok hidup manusia adalah air, bahkan hampir 70 % tubuh manusia mengandung air. Selain itu hewan dan tumbuh-tumbuhan juga kehidupannya sangat dipengaruhi oleh air, sehingga air merupakan kebutuhan yang sangat penting di bumi. Dari jumlah air yang sangat besar di alam ini, hanya sebagian kecil saja yang dipergunakan untuk kebutuhan manusia dan terbatas pada proporsi tersedianya maupun dalam memperoleh air, sementara kebutuhan air bagi kehidupan semakin besar.

ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT BESI DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU DI SMA NEGERI 3 KAYUAGUNG

abstraks: 

ABSTRAK

Skripsi, 12 November 2008
Sabar Wahyu Wanda
Analisis Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi dan Kadar Hemoglobin dengan Produktivitas Kerja Guru di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2008

xiv + 75 halaman + 11 tabel + 3 gambar + 8 lampiran

Guru mempunyai peranan dan kedudukan penting dalam dunia pendidikan yang menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Asupan zat besi yang tidak adekuat diikuti kadar hemoglobin darah yang rendah dapat menurunkan produktivitas kerja. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak didiknya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat besi dan kadar hemoglobin dengan produktivitas kerja guru di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah sama dengan jumlah total populasi yaitu sebesar 40 orang guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung tahun 2008. Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja digunakan kuesioner, tingkat kecukupan asupan zat besi dinilai melalui metode Recall 2x24 jam dan pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan metode Sahli. Uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square dan Uji Regresi Linier Sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keseimbangan jumlah laki-laki dan perempuan (50%), rata-rata berumur 36,36 tahun dan rata-rata memiliki jenjang kepangkatan sebagai Penata Tk.1 (32,14%). Rata-rata asupan zat besi pada laki-laki, yaitu 13,18 mg/orang/hari dan pada perempuan 12,75 mg (91% AKG). Rata-rata kadar hemoglobin laki-laki 13,69 g/dl dan pada perempuan 12,44 g/dl. Uji satistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kecukupan asupan zat besi (p=0,703 dan r=0,207) dan kadar hemoglobin (p=1,000 dan r=0,062) dengan produktivitas kerja, namun arah hubungan berlangsung positif walaupun dengan kekuatan yang lemah.
Saran yang diberikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah dengan tidak adanya hubungan yang signifikan dari kedua variabel independen tersebut, bukan berarti untuk mengesampingkan faktor asupan zat besi dan kadar hemoglobin dalam usaha peningkatan produktivitas kerja.
Kata Kunci: tingkat kecukupan zat besi, kadar hemoglobin, produktivitas kerja
Kepustakaan : 30 (1990 – 2008)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Parasitologi kesehatan

abstraks: 

Parasitologi mengenai helmintologi (berupa cacing) yang dispesifikasikan pada Toxocara canis dan Toxocara cati merupakan bahasan yang akan kami uraikan selanjutnya. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Parasitologi, yang menjadi pembelajaran bagi kami agar bertambahnya wawasan kami mengenai kesehatan, terutama pada kesehatan manusia.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan apa yang kami harapkan.

Makalah Parasitologi mengenai helmintologi (berupa cacing) yang dispesifikasikan pada Toxocara canis dan Toxocara cati merupakan bahasan yang akan kami uraikan selanjutnya. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Parasitologi, yang menjadi pembelajaran bagi kami agar bertambahnya wawasan kami mengenai kesehatan, terutama pada kesehatan manusia.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -