Proses konstruksi realitas yang dilakukan oleh media merupakan usaha “menceritakan” (konseptualisasi) sebuah peristiwa atau keadaan. Realitas tersebut tidak serta merta melahirkan berita, melainkan melalui proses interaksi antara penulis berita, atau wartawan, dengan fakta. Penelitian ini menganalisis pemberitaan Harian Kompas dan Republika menggunakan metode analisis framing dari model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki, yang meneliti unsur-unsur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dari sebuah berita. Konstruktivisme memandang realitas sebagai sesuatu yang ada dalam beragam bentuk konstruksi mental yang didasarkan pada pengalaman sosial, bersikap lokal dan spesifik, serta tergantung pada pihak yang melakukannya. Pembuatan berita pada dasarnya merupakan proses penyusunan atau konstruksi kumpulan realitas sehingga menimbulkan wacana yang bermakna.
Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui bingkai pemberitaan Kompas dan Republika mengenai sengketa nuklir Iran. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas dan Republika memiliki bingkai yang memiliki kecenderungan keberpihakan yang berbeda dalam memberitakan sengketa nuklir Iran.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam beberapa bulan terakhir ini, sengketa nuklir Iran menjadi berita hangat di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Masalah ini dimulai ketika Iran memutuskan untuk melanjutkan kembali program pengayaan uranium, dengan alasan penggunaan program nuklir untuk kepentingan sipil yaitu memperoleh tenaga listrik. Namun usaha ini justru memicu tuduhan mengaktifkan program senjata nuklir independen dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, sebagai suatu bentuk pelanggaran dari Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).

