ABSTRAK
Di dalam abstrak ini penulis akan menjelaskan isi skripsi secara keseluruhan. Judul skripsi ini adalah “BUNUH DIRI DITINJAU DARI PERSPEKTIF ETIKA KRISTEN”.
Bunuh diri adalah tindakan mencabut nyawa diri sendiri dengan menggunakan segala macam cara. Banyak faktor yang berperan saat seseorang memutuskan untuk mati, misalnya: penderitan fisik, penderitaan psikis, penderitaan rohani, putus asa, masalah sosial, masalah ekonomi, dan lain-lain.
Penulis memilih judul ini untuk dijadikan penelitian skripsi karena merasa tertarik untuk mengupas pentingnya memenangkan jiwa bagi sebagian orang yang putus asa. Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28:19-20 diberikan kepada setiap orang percaya untuk dilakukan, dengan tujuan agar semua orang menjadi murid Tuhan Yesus. Sebagai orang Kristen yang ingin memuliakan Allah dalam hidupnya haruslah berpegang teguh pada Hukum Allah, yaitu jangan membunuh. Pada dasarnya, bunuh diri bertentangan dengan etika kristen, sebab bunuh diri merupakan suatu tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan dengan sengaja terhadap diri sendiri.
Sebaiknya setiap makhluk ciptaan Tuhan harus menyadari dan mengakui kodratnya sebagai ciptaan, bukan sebagai pencipta. Sebagai orang Kristen haruslah mempunyai hikmat dari Allah dan mengerti apa yang harus dilakukan, dalam membawa diri di tengah-tengah dunia yang penuh dengan dosa, sehingga tidak melanggar Firman Tuhan.
Oleh karena itu penulis dapat menarik kesimpulan dari penelitian skripsi ini yaitu Gereja sebagai organisasi memberi informasi kepada orang percaya, khususnya yang mengalami pergumulan untuk dapat mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Gereja sebagai saksi Kristus harus berperan aktif dengan penuh kasih, yang bersedia mendengar dan melayani keluhan orang-orang yang ada pergumulan. Dengan sikap mengasihi akan sanggup membimbing dan merangkul orang yang bermaksud bunuh diri dengan menunjukkan kepadanya bahwa Tuhan Yesus mengasihi manusia.
BAB I
PENDAHULUAN
Untuk mengawali penulisan skripsi ini, maka pada bagian pendahuluan ini akan dijelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, pentingnya penelitian, hipotesa, ruang lingkup, metodologi penelitian, definisi istilah judul, dan sistematika skripsi.
A. Latar Belakang Masalah
Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun terdapat satu juta kematian akibat bunuh diri lebih dari sembilan puluh persen kasus bunuh diri karena sakit mental diantaranya depresi. Bunuh diri merupakan fenomena menarik dalam kehidupan manusia, karena mempertahankan hidup adalah naluri dasar yang dimiliki mahluk hidup, sehingga kecoa pun akan lari menyelamatkan diri jika hendak dipukul dengan sapu. Bunuh diri juga sebagai bagian dari fenomena kehidupan, yang mungkin sudah ada sejak mulainya peradaban manusia.
Dilihat dalam perspektif luas kehidupan manusia secara menyeluruh, mungkin tidak ada seorang pun yang mengerti benar mengapa seorang melakukan bunuh diri. Alasan seseorang melakukan bunuh diri, sering hanya merupakan perasaan belaka, bukan penyebab sebenarnya. Persoalan yang sama, tidak mendorong orang lain untuk bunuh diri, karena banyak faktor lain yang ikut menentukan. Bagi seseorang mungkin akan terlihat sepele, namun bagi yang memiliki latar belakang tertentu sudah cukup untuk melakukan bunuh diri.
Dalam surat kabar dan majalah-majalah juga dalam buku-buku, penulis banyak membaca tentang orang-orang yang melakukan tindakan bunuh diri. Demikian juga di dalam Alkitab disebutkan beberapa peristiwa bunuh diri. Sebagai contoh yang dimaksud, berikut ini menyusul beberapa judul berita yang dikutip, baik dari surat kabar, majalah maupun buku sebagai berikut:
Dalam surat kabar Pos Kota ditulis: “Suhedi, berusia dua puluh enam tahun, tewas nyebur ke dalam sumur karena depresi di Jalan Sawah Lio gang tiga Jakarta pada tanggal 18 September 2007. Nursodik, berusia tiga puluh lima tahun, tewas gantung diri karena masalah ekonomi di jalan Krendeng Tengah RT.6/RW.3 Tambora, Jakarta pada tanggal 17 September 2007”
Dalam majalah Bahana ditulis: “Linda Utami, berusia lima belas tahun, tewas gantung diri di kamar tidurnya pada tanggal 21 April 2006 karena depresi akibat sering diejek temannya karena Linda Utami pernah tidak naik kelas.”
Melalui wawancara dengan Narni, berusia dua puluh empat tahun, pada tanggal 27 Agustus 2007 di Rumah Sakit Saraswati Karawang, dikatakan bahwa “Narni berniat bunuh diri pada tanggal 26 Agustus 2007 dengan cara minum air keras sebanyak setengah aqua gelas, karena kehidupannya terus tertekan, seolah-olah tidak ada orang yang memperdulikan dia lagi. Senin 27 Agustus 2007 Firman Tuhan disampaikan bersama perjamuan kudus. Akhirnya, pada hari Rabu tanggal 29 Agustus 2007, Narni mengalami kesembuhan Illahi.”
Selanjutnya, kasus bunuh diri yang terdapat dalam Alkitab yang dikutip oleh J. Verkuyl dalam bukunya Etika Kristen, sebagai berikut: “Saul bunuh diri. Ia hanya mendengar suara hati dan tidak mau mendengar suara Allah (I Sam. 31:1-7). Yudas Iskariot membunuh diri (Mat. 27:5), setelah ia mengkhianati Tuhan Yesus.”
Dengan adanya masalah-masalah yang penulis kemukakan, maka penulis tertarik menyusun skripsi yang berjudul Bunuh Diri Ditinjau dari Perspektif Etika Kristen. Adapun yang menjadi latar belakang masalah dalam skripsi ini akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.
Pertama, karena semakin meningkatnya jumlah orang yang melakukan tindakan bunuh diri, dengan bermacam-macam alasan. J.L.C.H. Abineno dalam bukunya pelayanan pastoral kepada orang sakit, menulis tentang orang yang bunuh diri bahwa: “Bunuh diri tidak hanya terdapat di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara lain. Di Nederland, tiap-tiap tahun kira-kira seribu orang bunuh diri. Di Amerika Serikat angka kematian karena bunuh diri kira-kira dua puluh ribu orang.”
Kedua, adanya orang Kristen yang juga terlibat dalam melakukan bunuh diri. Menurut J.L. CH. Abineno, “Kadang-kadang keinginan kuat akan kematian dapat menguasai orang begitu rupa, sehingga ia tidak dapat menolaknya.” Orang Kristen yang bunuh diri sudah tidak lagi menyadari bahwa tindakan yang dilakukan melanggar Firman Tuhan. Depresi adalah pengalaman tertekan luar biasa yang menyebabkan orang mengalami putus asa.
Al. Budayapranata PR. menulis dalam bukunya bahwa “Bunuh diri, berarti tidak mau mengakui bahwa kekuasaan hidup manusia itu ada pada Tuhan.” Artinya tindakan bunuh diri ini merupakan suatu tindakan yang tidak dapat diterima dalam Etika Kristen. Dari pernyataan ini, dapat diketahui bahwa melakukan bunuh diri adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan dan menolak kebaikan Allah merupakan suatu tindakan yang tidak benar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan apa yang telah disampaikan dalam permasalahan bunuh diri maka yang ingin dicari jawabannya adalah:
Pertama, hal-hal apakah yang berkaitan dengan bunuh diri?
Kedua, hal-hal apakah yang terkait dengan Etika Kristen?
Ketiga, upaya apakah yang dilakukan sebagai tindakan preventif terhadap orang yang akan bunuh diri?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: Pertama, untuk memahami permasalahan umum tentang bunuh diri. Kedua, untuk memahami tindakan bunuh diri dari Etika Kristen. Ketiga, agar memahami pandangan Etika Kristen tentang bunuh diri.
Penelitian ini dilakukan guna untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelasaikan program pendidikan di Sekolah Tinggi Theologia Tiberias Indonesia Jakarta.
D. Pentingnya Penelitian
Makna dan kontribusi yang diharapkan penulis dari hasil studi penelitian ini dinataranya adalah sebagai berikut:
Pertama, gereja sebagai organisasi memberi informasi kepada orang percaya, khususnya yang mengalami banyak pergumulan, untuk mengambil langkah-langkah tepat sesuai ajaran Firman Tuhan.
Kedua, sebagai pedoman penulis untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada penulis khususnya masalah bunuh diri, serta sebagai bahan khotbah penulis yang ditujukan kepada orang percaya supaya dapat mengatasi masalah-masalah yang dialaminya.
Ketiga, sebagai bahan konseling oleh penulis sebagai konselor untuk menyadarkan orang percaya yang berniat melakukan tindakan bunuh diri.
E. Hipotesa
Berdasarkan skripsi yang diteliti ini serta penelusuran kepustakaan, maka dihasilkan hipotesa sebagai berikut: “Jika orang percaya sudah memahami perspektif Etika Kristen tentang bunuh diri, maka orang percaya tersebut tidak akan melakukan tindakan bunuh diri.”
F. Ruang Lingkup
Bunuh diri ditinjau dari perspektif Etika Kristen merupakan suatu topik yang luas apabila dibahas tiap-tiap kasus bunuh diri yang dilakukan di dunia ini.
Mengingat luasnya ruang lingkup mengenai kasus bunuh diri, maka penulis membatasi penulisan skripsi ini hanya pada bunuh diri yang dilakukan secara langsung terhadap diri sendiri dan bagaimana pandangan Etika Kristen terhadap kasus bunuh diri sesuai dengan judul yang telah dipilih oleh penulis.
Dalam penulisan skripsi ini, jika terdapat praktek-praktek bunuh diri itu hanya sebagai pendukung saja.
G. Metode Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian kepustakaan bersifat analis deskriptif yaitu dengan membaca buku-buku theologi dan sekuler serta media cetak lainnya tentang topik yang dipilih agar dapat mendukung penelitian secara teori dan memperoleh data yang akurat, serta memudahkan penulis dalam menentukan model penelitian.
Data-data yang diperoleh dianalisa kemudian dituangkan dalam tulisan skripsi ini. Penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa orang yang mengalami upaya bunuh diri, dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk memperoleh data yang akurat.
H. Definisi Istilah Judul
Untuk dapat mengerti serta memahami judul skripsi ini, maka penulis memberikan penjelasan definisi masing-masing istilah judul skripsi, yaitu:
1. Istilah “Bunuh Diri” kata ini secara konsepsional berarti sengaja mematikan diri sendiri. Bunuh diri juga merupakan tindakan yang merusak diri sendiri atau menggunakan zat (racun atau obat) yang mengakibatkan kematian.
2. Istilah “Ditinjau” kata ini secara konsepsional berarti hasil meninjau, mengamati.
3. Istilah “Perspektif” kata ini secara konsepsional berarti sudut pandang, pandangan.
4. Istilah “Etika Kristen” kata ini secara konsepsional berarti ilmu pengetahuan tentang akhlak kekristenan. Etika Kristen itu bertitik tolak pada perintah Allah.
5. Istilah “Putus asa” kata ini secara konsepsional berarti habis harapan, tidak ada harapan lagi.
6. Istilah “depresi” kata ini secara konsepsional berarti gangguan jiwa ditandai dengan perasaan yang merosot, seperti muram, sedih, tertekan.
7. Istilah “egoistis” kata ini secara konsepsional berarti mementingkan diri sendiri.
8. Istilah “deskripsi” kata ini secara konsepsional berarti pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terinci.
Penjelasan dari setiap istilah yang ada pada judul Bunuh Diri Ditinjau dari Perspektif Etika Kristen dapat disimpulkan bahwa penulis ingin menguraikan bahwa pandangan-pandangan orang Kristen tentang seseorang yang nekad melakukan tindakan bunuh diri karena alasan tertentu, seperti merasa tidak ada harapan dalam hidup ini.
I. Sistimatika Skripsi
Sistimatika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan. Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, pentingnya penelitian, hipotesa, ruang lingkup, metode penelitian, definisi istilah judul, dan sistematika skripsi.
Bab II Permasalahan Umum tentang Bunuh Diri dibahas tentang istilah dan pengertian bunuh diri. Dalam bab ini penulis menjelaskan sub bab istilah dan pengertian. Permasalahan penyebab terjadinya bunuh diri, dalam bab ini menjelaskan masalah pribadi yang terdiri dari penderitaan dan putus asa; masalah sosial yang terdiri dari sub-sub bab tekanan dari penjahat, tekanan lingkungan kerja; sub bab masalah ekonomi yang terdiri dari sub-sub bab terlilit hutang, bisnis bangrut, kehilangan harta. Dalam bab cara-cara bunuh diri menjelaskan tentang sub bab dengan pola kasar yang terdiri dari sub-sub bab gantung diri, loncat dari gedung tinggi, tabrak diri dengan kereta api, menikam diri, menembak diri, menenggelamkan diri; sub bab tentang pola halus yang terdiri dari sub-sub bab narkoba, minum racun, obat over dosis, mogok makan. Dalam bab ini juga menjelaskan tentang sub bab euthanasia. Dalam bab akibat bunuh diri menjelaskan tentang sub bab hilangnya salah satu anggota keluarga, menjadi aib bagi keluarga, berdampak bagi individu keluarga.
Bab III. Pemahaman tentang Etika Kristen. Dalam bab ini menjelaskan sub-bab istilah etika, pengertian. Dalam bab tujuan Etika Kristen menjelaskan sub-bab mengasihi Tuhan dan sesama, mengembangkan kebijaksanaan manusia dalam mengambil keputusan yang rasional, menekankan keselarasan hidup sesama, memperhatikan ketaatan pada perintah Tuhan . Dalam bab ini juga menjelaskan tentang sub bab Dasar Etika Kristen yang terdiri dari sub-bab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam bab ini menjelaskan tentang ciri-ciri Etika Kristen yang terdiri dari sub- bab alkitabiah, kristosentris, empati, kosisten dan konsekuen.
Bab IV. Upaya preventif menghadapi tindakan bunuh diri berdasarkan Etika Kristen. Dalam bab ini menjelaskan sub-bab kewajiban dan tantangan tanggung jawab yang terdiri kewajiban bertanggung jawab, tantangan tanggung jawab. Dalam bab ini menjelaskan tentang sub bab perspektif Alkitab tentang bunuh diri yang terdiri dari merusak hubungan dengan Allah, tidak mengasihi diri sendiri, tidak mengasihi keluarga. Dalam bab ini menjelaskan menghadapi permasalahan bunuh diri yang terdiri dari mengasihi orang yang menghadapi permasalahan, memberi pengharapan dan solusi, menjadi Bapak Rohani.
Bab V. Penutup yang teridiri dari kesimpulan dan saran. Bab ini merupakan kesimpulan secara keseluruhan penelitian dari awal sampai akhir pembahasan, dan diakhiri dengan saran bagi setiap orang percaya dan gereja.


