ARSITEKTUR JARINGAN UMTS

abstraks: 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Mengingat kebutuhan manusia untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya terus meningkat, maka para ahli komunikasi terus berupaya mencari metode komunikasi yang lebih maju lagi dan mutakhir dengan kualitas yang prima dan daerah cakupan yang lebih luas serta mendunia.
Oleh karena itu sejak tahun 1895 komunikasi wireless yang diperkenalkan oleh Gugliemo Marconi menjadi alat komunikasi pertama. Maka semenjak itulah awal berkembangnya komunikasi di dunia yang diawali dengan Wireless Communication Generasi Pertama dengan menggunakan Teknologi Analog kemudian berkembang lagi menjadi Wireless Communication Generasi Kedua (2G) yang menggunakan teknologi modulasi digital dan saat ini berkembang menjadi Wireless Communication Generasi Ketiga (3G) dimana pada saat itu munculah system komunikasi UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) dan FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System).
Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) merupakan salah satu sistem generasi ketiga yang dikembangkan di Eropa. Standarisasi dari UMTS ini dilakukan oleh European Telecommunication Standard Institution (ETSI), selain itu International Telecommunications Union Telecommunication Standardisation Sector (ITU-T) mengerjakan sistem yang sama dinamakan International Mobile Telecommunation System 2000 (IMT 2000). Kedua badan standarisasi ini dapat melakukan kerjasama sehingga terbentuk satu sistem untuk masa yang akan datang.
UMTS dirancang sehingga dapat menyediakan bandwith sebesar 2 Mbits/s. Layanan yang dapat diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan pemakai dimanapun berada, artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika tidak ada cell UMTS pada suatu daerah dapat di route-kan melalui satelit.
UMTS dapat digunakan oleh perkantoran, rumah dan kendaraan. Layanan yang sama dapat diberikan untuk pemakai indoors dan outdoors, public areas dan private areas, urban dan rural.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Mengingat kebutuhan manusia untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya terus meningkat, maka para ahli komunikasi terus berupaya mencari metode komunikasi yang lebih maju lagi dan mutakhir dengan kualitas yang prima dan daerah cakupan yang lebih luas serta mendunia.
Oleh karena itu sejak tahun 1895 komunikasi wireless yang diperkenalkan oleh Gugliemo Marconi menjadi alat komunikasi pertama. Maka semenjak itulah awal berkembangnya komunikasi di dunia yang diawali dengan Wireless Communication Generasi Pertama dengan menggunakan Teknologi Analog kemudian berkembang lagi menjadi Wireless Communication Generasi Kedua (2G) yang menggunakan teknologi modulasi digital dan saat ini berkembang menjadi Wireless Communication Generasi Ketiga (3G) dimana pada saat itu munculah system komunikasi UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) dan FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System).
Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) merupakan salah satu sistem generasi ketiga yang dikembangkan di Eropa. Standarisasi dari UMTS ini dilakukan oleh European Telecommunication Standard Institution (ETSI), selain itu International Telecommunications Union Telecommunication Standardisation Sector (ITU-T) mengerjakan sistem yang sama dinamakan International Mobile Telecommunation System 2000 (IMT 2000). Kedua badan standarisasi ini dapat melakukan kerjasama sehingga terbentuk satu sistem untuk masa yang akan datang.
UMTS dirancang sehingga dapat menyediakan bandwith sebesar 2 Mbits/s. Layanan yang dapat diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan pemakai dimanapun berada, artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika tidak ada cell UMTS pada suatu daerah dapat di route-kan melalui satelit.
UMTS dapat digunakan oleh perkantoran, rumah dan kendaraan. Layanan yang sama dapat diberikan untuk pemakai indoors dan outdoors, public areas dan private areas, urban dan rural.

1.2 Pokok Permasalahan
Memberikan gambaran beserta penjelasannya mengenai arsitektur jaringan pada UMTS.

1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah proyek akhir ini adalah :
1. Evolusi dari system komunikasi bergerak
2. UMTS : Universal Mobile Telecomunication System
3. Arsitektur Jaringan UMTS

1.4 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan adalah study pustaka berdasarkan buku-buku acuan, dan artikel-artikel yang didapat melalui situs-situs di intenet.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan proyek akhir ini terdiri dari :
BAB I Pendahuluan
Pada bab ini membahas tentang latar belakang masalah, pokok permasalahan, batasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan
BAB II Evolusi dari System Komunikasi Bergerak
Pada bab ini membahas tentang perkembangan system komunikasi bergerak.
BAB III UMTS : Universal Mobile Telecommunication System
Pada bab ini membahas tentang UMTS
BAB IV Arsitektur Jaringan UMTS
Pada bab ini membahas tentang arsitektur jaringan pada UMTS
BAB V Kesimpulan
Pada bab ini berisi kesimpulan dari bab-bab sebelumnya.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -