Fitur push-to-talk (PTT) adalah fitur yang memanfaatkan fasilitas pada perangkat mobile. Pada fitur ini, pengguna ponsel dapat berbicara satu arah dengan lawan bicaranya dengan cara menekan satu tombol untuk memulai percakapan sehingga terbentuk paket suara yang kemudian dikirim lewat jaringan GPRS.
Pada laporan akhir ini, dilakukan pengembangan perangkat lunak PTT. Pengembangan dilakukan pada sisi perangkat mobile dan pada sisi server. Server akan menyimpan semua koneksi yang terjadi dengan perangkat mobile sehingga kedua perangkat mobile tersebut dapat saling berkomunikasi. Server akan mengirimkan paket suara yang telah dikompresi dengan codec AMR ke perangkat tujuan. Perangkat mobile tujuan selanjutnya akan melakukan dekompresi sehingga suara dapat didengarkan kembali. Waktu pengiriman sangat dipengaruhi oleh kondisi dari jaringan, baik itu jaringan GPRS maupun internet. Sehingga bila lalu lintas jaringan sangat padat maka waktu pengiriman akan semakin lama.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi seluler saat ini yang berkembang dengan pesat telah mengantarkan manusia untuk memanfaatkan berbagai macam fasilitas tidak hanya untuk berkomunikasi layaknya secara biasa (secara audio saja layaknya telepon rumah biasa) tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas multimedia. Indonesia termasuk salah satu negara yang cepat mengadopsi teknologi di bidang seluler, contohnya dalam bidang pengimplementasian fitur GPRS (General Packet Radio Service). Tetapi, kecepatan operator di Indonesia dalam mengadopsi teknologi-teknologi tersebut kurang diimbangi dengan pemanfaatannya oleh konsumen.
Salah satu fitur GPRS adalah push-to-talk yang merupakan layanan pada jaringan seluler yang menyerupai fungsi walkie-talkie. Cara bertelepon normal biasanya adalah full-duplex artinya kedua belah pihak (penelepon dengan penerima telepon) dapat saling mendengarkan pada saat yang bersamaan. Tetapi push-to-talk adalah half-duplex artinya komunikasi hanya bergerak satu arah pada waktu tertentu.
Melalui fitur push-to-talk ini, pengguna ponsel / perangkat mobile dapat berbicara secara cepat dengan lawan berbicaranya baik secara personal maupun dengan grup. Fitur ini dapat diaktifkan dengan menekan satu tombol untuk memulai percakapan. Selanjutnya pengguna dapat memulai berbicara hingga terdengar pada ponsel yang diaktifkan oleh lawan berbicara.
Untuk dapat memanfaatkan layanan push-to-talk ini, dibutuhkan perangkat mobile khusus yang mendukung layanan ini seperti Nokia 5140 (perangkat mobile pertama yang mendukung layanan ini) dengan operator yang juga mendukung layanan ini. Selain menggunakan perangkat mobile yang khusus, sebenarnya dapat juga dibuat aplikasi yang serupa layaknya memanfaatkan layanan push-to-talk.
Aplikasi ini pada dasarnya adalah mengirimkan paket suara yang telah direkam dari perangkat mobile pengirim melalui jaringan GPRS ke perangkat mobile tujuan untuk didengarkan kembali setelah paket tersebut selesai terambil. Untuk menghemat biaya pengiriman paket suara (biaya layanan GPRS dihitung berdasarkan besarnya ukuran data) dan mempercepat pengirimannya, paket suara tersebut perlu untuk dimampatkan (compress) sekecil mungkin dengan tetap memperhitungkan aspek kualitas pada tingkat tertentu.
Untuk dapat mengirimkan data (dalam hal ini paket suara) melalui jaringan GPRS, dibutuhkan alamat IP perangkat mobile tujuan, sehingga kedua belah pihak harus saling mengetahui alamat IP perangkat mobile tujuannya. Selain itu alamat IP untuk tiap perangkat mobile bersifat dinamik, artinya berubah nilainya setelah putus koneksi dengan operator. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sebuah perantara (server) yang menampung data nama identifikasi perangkat mobile. Sehingga jika seorang pengguna ingin berkomunikasi, dia dapat memakai nama identifikasi dari perangkat mobile tujuan.
Layanan push-to-talk pada telepon seluler diperkirakan akan memiliki prospek yang cerah jika dikembangkan di Indonesia mengingat teknologi itu dapat memenuhi kebutuhan pengguna perangkat mobile dalam berkomunikasi dengan murah.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, yang akan dikerjakan untuk pelaksanaan Laporan akhir ini adalah :
1.Bagaimana membuat aplikasi yang dapat mengirimkan pesan suara dari satu perangkat mobile ke perangkat mobile yang lain dengan menggunakan layanan GPRS.
2.Bagaimana perangkat mobile pengirim melakukan komunikasi dengan perangkat mobile tujuan.
3.Bagaimana menganalisa delay pada saat pengiriman pesan suara dari perangkat mobile pengirim ke mobile tujuan.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka batasan masalah pada pelaksanaan laporan akhir ini adalah sebagai berikut :
1.Aplikasi yang dibuat hanya dapat melakukan komunikasi dengan satu pihak saja, tidak dapat melakukan ke suatu grup.
2. Handphone yang digunakan mendukung layanan GPRS, memiliki sistem operasi Symbian versi 6.1, dan terdapat memori eksternal.
3. Protokol yang digunakan sebagai pengiriman data adalah TCP/IP.
4. Server menggunakan sistem operasi Windows XP Proffessional dan Visual Studio .NET 2003 sebagai editor programnya.
1.4 Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan laporan akhir ini adalah sebagai berikut :
1.Membangun perangkat lunak yang mengimplementasikan layanan push-to-talk pada perangkat mobile.
2.Menganalisis hasil uji aplikasi perangkat lunak hasil implementasi layanan push-to-talk.
1.5 Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan laporan akhir ini adalah sebagai berikut :
1.Studi literatur, dengan cara mempelajari berbagai macam referensi, baik tulisan ilmiah, paper, artikel ataupun textbook berkaitan dengan push-to-talk.
2.Perancangan untuk mendapatkan gambaran perangkat lunak yang akan dibangun sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.Implementasi perangkat lunak sesuai dengan hasil rancangan yang telah dibuat.
4.Pengujian dan pembahasan hasil uji perangkat lunak yang telah dibangun.
1.6 Sistematika Penulisan
Penulisan laporan akhir ini terdiri dari beberapa bab. Penjelasan secara ringkas mengenai isi tiap bab adalah sebagai berikut :
1.BAB I Pendahuluan, berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, metodologi, dan sistematika penulisan laporan akhir.
2.BAB II Dasar Teori, berisi penjelasan GPRS, Symbian OS, dan kompresi suara dengan menggunakan codec AMR, protokol TCP/IP, SSH, dan layanan Push-to-talk.
3.BAB III Perencanaan, berisi penjelasan mengenai cara kerja sistem secara umum, perangkat lunak, arsitektur protokol, perancangan antarmuka, server, dan prosedur penggunaan alat.
4.BAB IV Hasil Pengujian dan Pembahasan, berisi penjelasan mengenai lingkungan dan proses implementasi perangkat lunak beserta dengan pengujian dan pembahasan terhadap kasus-kasus yang ditentukan.
5.BAB V Penutup, berisi kesimpulan dan saran.

