Perencanaan saluran drainase ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui bentuk, ukuran , sistem distribusi dan arah aliran drainase yang sesuai dengan kondisi lingkungan pada struktur bangunan sirkuit di sekitarnya, komplek perumahan grand taman sari pada gambaran luasnya. Permukaan air sungai Mahakam sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut, pada musim penghujan dimana curah hujan yang besar diikuti oleh pasang air laut. Hampir sebagian kota Samarinda cenderung tergenang air, terutama didaerah yang topografinya relatif rendah/ cekungan dengan daerah sekitarnya atau aliran daerah sebelumnya telah mengalami penimbunan rawa tanpa pengalihan sub lokasi retensi. Penulis menganalisa keefektifan dan keakuratan desain pendistribusian saluran drainase sarana sirkuit pada khususnya & areal sekitar perumahan pada globalnya tersebut sesuai dengan prosedur Dinas Pekerjaan Umum kota samarinda dan acuan perencanaan developer yang saling berkait dengan perwakilan dari Dinas Permukiman Dan Pengembangan kota samarinda yang di tunjuk sebagai rekanan adalah PT. Cipta Jasa Consultant yang bertugas untuk membuat sebuah acuan dan rencana pembangunan dan pengawasan pembangunan sebuah sirkuit balap motor,yang di anggap bersama-sama oleh banyak kalangan sebagai sarana pendukung PON Nasional yang akan di adakan di wilayah ibukota Kalimantan Timur sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kota Samarinda merupakan daerah perkotaan yang sedang berkembang, sesuai fungsinya sebagai ibukota Kalimantan Timur, dan menjadi pusat pemerintahan dan pusat perekonomian daerah. Seiring dengan perkembangan kota pada umumnya, terutama perkembangan daerah pemukiman dan pusat perekonomian, kota Samarinda juga mengalami permasalahan yang komplek seperti daerah perkotaan yang sedang berkembang lainnya yaitu masalah drainase kota. Keragaman penduduk juga menimbulkan perbedaannya perilaku yang ada pada masyarakat terhadap sarana dan prasarana umum.
Sebagian besar wilayah kota Samarinda merupakan daerah dataran rendah, berawa dan banyak memiliki sungai- sungai yang mengalir disekitar kota.Sungai Mahakam merupakan sungai yang terbesar dan terpanjang yang membagi kota Samarinda menjadi dua bagian yaitu bagian hilir dan bagian hulu. Fungsi Sungai Mahakam sangat besar yaitu selain menjadi tempat bermuaranya sungai- sungai lain disekitarnya juga menjadi tempat lalu lintas perdagangan transportasi dan wahana wisata air bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Dengan semakin berkembangnya kegiatan dan bertambahnya jumlah penduduk yang bermukim di daerah kota, menimbulkan dampak yang cukup besar pada sistem drainase perkotaan dan permukaan jalan, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem drainase tersebut. Hal ini disebabkan karena banyaknya lahan ( rawa ) yang direklamasi menjadi daerah permukiman sehingga terjadi perubahan pada sistem aliran yang ada dan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan bagian daerah rawa sebagai sarana retensi yang dapat menampung kelebihan air saat terjadi hujan.
Dengan keadaan yang demikian bila terjadi hujan pada areal wilayah sekitar rencana pembangunan sirkuit balap motor – Kalan, yang tepat berada di tengah – tengah komplek perumahan Grand Taman Sari Samarinda seringkali terdapat genangan – genangan air atau banjir yang sangat mengganggu aktifitas pekerja yang berlangsung sekarang dan pandangan rencana ke depan bilamana masyarakat dan kelancaran lalu lintas pada kawasan disekitarnya tatkala sarana pembangunan sirkuit balap motor – Kalan sudah selesai dan layak untuk di fungsikan guna menantang kesiapan kegiatan PON di Kalimantan Timur sebagai tuan rumah.
Secara umum terjadinya genangan- genangan air / banjir didalam areal rencana pembangunan sirkuit disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain :
a. Terjadinya pendangkalan sungai- sungai / rawa-rawa kecil akibat penumpukan lumpur, sampah dan Top Soil pengupasan lahan yang berasal dari limbah rumah tangga dan efek dari pematangan lahan yang dialirkan langsung melalui sungai / rawa tersebut.
b. Kurangnya kemampuan tanah dalam penyerapan air untuk mencegah terjadinya genangan air.
c. Dimensi saluran yang tidak ada sebelumnya jelas tidak dapat menampung aliran yang ada.
d. Sistem drainase yang kurang terpadu dan perencanaannya tidak disertai dengan survey yang akurat sebelumnya pada saat akan di kerjakannya proyek sirkuit ini.
e. Pengembangan kawasan rawa untuk dijadikan kawasan pemukiman dan perkantoran yang tidak mengindahkan sistem tata air yang membentuk wilayah tersebut.
f. Penimbunan tanah pada kawasan berawa tanpa substitusi drainase yang tepat.
g. Curah hujan yang tinggi sehingga saluran yang telah ada baik yang sudah permanen maupun sementara tidak dapat menampung dan mengalirkan air.
h. Tidak tersedianya kolam penampung air hujan yang cukup untuk menampung kelebihan air yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
Melihat kondisi kawasan areal rencana pembangunan sirkuit balap motor Kalan dan komplek perumahan Grand Taman Sari sebagian lahan disekitar kawasan tersebut masih berupa semak- semak dan rawa, sehingga kurang menguntungkan bagi sistem pembuangan air. Jadi, untuk penanggulangan permasalahan banjir yang sering terjadi pada kawasan dataran rendah diperlukan observasi mendalam bagaimana mengatasi kelebihan air yang terjadi sehingga kelebihan air tersebut tidak menimbulkan banjir di kemudian hari tatkala selesainya pekerjaan yang menjadi prioritas IMI ( Ikatan Motor Indonesia ) dan pemerintah kota.
Adapun permasalahan yang dianalisa dalam perencanaan ini adalah meliputi debit air hujan dan debit air kotor yang ditinjau berdasarkan kemiringan lereng dan pola pemanfaatan lahan. Perhitungan kapasitas saluran ditinjau berdasarkan tinggi muka air maksimum yang terjadi pada sungai atau kolam penampungan.
Dalam penelitian perencanaan ini kawasan yang ditinjau adalah kawasan komplek perumahan Grand Taman sari di Jl. Riffadin Noor, kecamatan Loa janan samarinda Seberang. Kawasan tersebut mengalami perubahan pemanfaatan lahan resapan air yang akan berkembang menjadi kawasan pemukiman dan perdagangan serta jalur akses jalan antar daerah maupun propinsi.
1.2 Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud Penulisan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk merencanakan sistem jaringan pengairan dari jaringan drainase sederhana menjadi jaringan drainase teknis, serta pelestarian sumber air agar kuantitas dan kualitas sumber air tidak merosot karena erosi/sedimentasi, pencemaran, dsb.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan laporan Tugas Akhir ini adalah untuk merancang sistem drainase yang terjadi pada kawasan dataran rendah yang mengalami perubahan pola pemanfaatan lahan dari area yang tak terbangun menjadi area terbangun. Hal ini dilakukan agar perubahan tersebut tidak menimbulkan genangan – genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan bangunan infrastruktur yang ada / sedang di kerjakan, terutama membebaskan wilayah Sirkuit yang sedang di bangun dari banjir yang disebabkan oleh air limpasan ( run off ), hujan & genangan.
1.3 Rumusan masalah
Dalam perhitungan perencanaan drainase Pada pekerjaan Pembangunan Sirkuit Balap Motor – Kalan di Samarinda ini permasalahan / kasus yang ingin dibahas / dipecahkan adalah sebagai berikut :
Berdasarkan latar belakang diatas, menimbulkan analisa sistem drainase yang tepat sebagai substistusi daerah resapan untuk menghasilkan dan membuat kondisi jalan ( arena balap ) daerah areal sekitar Komplek Perumahan/Sirkuit pada khususnya dapat semakin baik dan aman. Jika pembangunan drainase tidak memperhatikan aspek seperti intensitas, frekuensi dan durasi atau lamanya hujan, maka pada saat turun hujan pada peristiwa ekstrim dikhawatirkan timbulnya bahaya banjir yang sangat merugikan di kemudian hari

