Pada dasarnya Konstruksi bangunan yang bertumpu pada tanah harus didukung oleh struktur pondasi. Struktur pondasi adalah bagian dari suatu sistem rekayasa teknik yang mempunyai fungsi untuk memikul beban luar yang bekerja dan beratnya sendiri yang pada akhirnya didistribusikan dan disebarkan pada lapisan tanah dan batuan yang berada dibawahnya untuk distabilisasi.
Seperti yang disebutkan pada suatu filosofi, ”When we deals with something uncertainty we have to get ready to be end-up in a humiliation”. Menanggapi kondisi tersebut, ilmu analisa dan perencanaan pondasi saat ini dituntut untuk dapat berinteraksi dengan kondisi seperti diatas sehingga dapat menghasilkan hasil perencanaan struktur pondasi yang memadai, layak, estetik dan yang terutama dapat menjamin bahwa kekuatan suatu pondasi adalah aman. Kontras dengan persyaratan tersebut, maka dibutuhkan suatu tes pembuktian langsung dilapangan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Konstruksi bangunan yang bertumpu pada tanah harus didukung oleh struktur pondasi. Struktur pondasi adalah bagian dari suatu sistem rekayasa teknik yang mempunyai fungsi untuk memikul beban luar yang bekerja dan beratnya sendiri yang pada akhirnya didistribusikan dan disebarkan pada lapisan tanah dan batuan yang berada dibawahnya untuk distabilisasi.
Seperti yang disebutkan pada suatu filosofi, ”When we deals with something uncertainty we have to get ready to be end-up in a humiliation”. Menanggapi kondisi tersebut, ilmu analisa dan perencanaan pondasi saat ini dituntut untuk dapat berinteraksi dengan kondisi seperti diatas sehingga dapat menghasilkan hasil perencanaan struktur pondasi yang memadai, layak, estetik dan yang terutama dapat menjamin bahwa kekuatan suatu pondasi adalah aman. Kontras dengan persyaratan tersebut, maka dibutuhkan suatu tes pembuktian langsung dilapangan.
Pengujian beban dilapangan pada umumnya sangat berkaitan dengan perencanaan struktur pondasi dalam (deep foundation) sebagai pembuktian dari kekuatannya. Untuk itu dibutuhkan metode pengujian pembebanan pada struktur pondasi yang memenuhi kebutuhan industri konstruksi dengan metode yang lebih teliti pada pengujian pondasi dengan kapasitas yang besar, serta dapat memberikan perubahan yang radikal dalam merencanakan, mengaplikasikan, dan menafsirkan metode pengujian pembebanan pondasi dengan kapasitas beban yang tinggi. Dalam hal ini metode yang memenuhi kriteria tersebut adalah Loading Test. Pembuktian pembebanan static konvensional dengan metode ini telah secara luas diterima pada dunia konstruksi yang merupakan keharusan untuk digunakan dan ruang lingkup aplikasinya yang fleksibel.
Oleh karena itu atas pertimbangan tersebut dilakukan pengujian dengan metode loading test untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile pada bangunan yang direncanakan, sekaligus sebagai bentuk pengawasan yang ketat terhadap kinerja proyek.
1.2. Maksud dan Tujuan Penulisan
1.2.1. Maksud Penulisan
Maksud dari penulisan ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengujian beban di lapangan sebagai bentuk pembuktian kekuatan pondasi bored pile di lapangan dengan menggunakan metode pembebanan static konvensional loading test.
1.2.2. Tujuan Penulisan
Tujuannya adalah untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile di lapangan, dan sebagai pembuktian bahwa bored pile telah teruji dan layak untuk digunakan.
1.3. Pembatasan Masalah
Sesuai dengan judul tugas akhir ini yaitu “ Aplikasi Pembebanan Static Konvensional Loading Test Pada Pondasi Bored Pile” maka ruang lingkup pembahasan dibatasi mengenai pelaksanaan loading test dengan pengujian beban aksial (axial Load test) pada pondasi bored pile dengan mekanisme pembebanan secara berulang (cyclic loading) sampai didapat hasil kapasitas daya dukung. Studi kasus pada Pembangunan Gedung Technoworld Jl. Veteran No 49E Bogor.
1.4. Metode Penulisan
Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan data-data proyek yang dikumpulkan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut:
1. Studi Pustaka (Library Research)
Yaitu Pengumpulan data teoritis yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku referensi perpustakaan, internet, dan buku-buku panduan lainnya yang menunjang laporan ini.
2. Data Lapangan (Field Research)
Metode ini dilakukan dengan cara :
a. Interview
Yaitu dengan mengadakan wawancara atau mengajukan pertanyaan kepada kepala proyek, staf, pengawas proyek, dan pihak-pihak yang berwenang dilapangan yang berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan isi laporan tugas akhir ini.
b. Observasi
Yaitu dengan meninjau langsung atau dengan cara melakukan pengamatan visual terhadap objek dan mengikuti proses kerja yang berlangsung dilapangan, serta melakukan pengambilan gambar (foto) secara langsung saat pelaksanaan loading test.
1.5. Sistematika Penulisan
Penyusunan tugas akhir ini secara garis besar dibagi menjadi 5 bab, dengan susunan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup dan batasan masalah, metode penulisan serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang pengetahuan dasar dan teori tentang klasifikasi tanah, gambaran umum pondasi bored pile, dan pengertian loading test beserta metode-metode analisa daya dukung.
BAB III STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN GEDUNG TECHNOWORLD
Bab ini membahas mengenai test pembebanan dengan metode loading test, tempat/lokasi pengetesan, waktu pengetesan, parameter yang digunakan, dan tata cara tes pembebanan.
BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA
Bab ini menguraikan, menganalisis serta mengevaluasi data yang telah diperoleh dari hasil test pembebanan di lapangan dan memberikan penilaian akhir terhadap kekuatan tiang yang di tes.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan yang dapat diambil dari keseluruhan materi yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, serta memberikan saran konstruktif yang dapat bermanfaat bagi pembangunan proyek.
1.6. Kerangka Pemikiran
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran


