Pembangunan dinding penahan tanah harus benar-benar berdasarkan perhitungan kestabilan dan faktor keselamatan karena kesalahan yang terjadi dalam pembangunan dinding penahan tanah dapat berakibat fatal yaitu kerugian harta benda dan hilangnya korban jiwa. Kasus yang terjadi pada dinding penahan tanah lapangan parkir dermaga pengumbuk adalah tejadinya kerusakan dinding penahan, hal ini dapat dilihat dari pergeseran posisi horizontal dinding penahan tanah dan adanya keretakan-keretakan pada permukaan dinding yang dapat berakibat pada hancur dan runtuhnya dinding penahan tanah tersebut. Kerunruhan dinding penahan tanah secara umum disebabkan oleh ketidakstabilan dinding penahan terhadap geser, guling ataupun terhadap daya dukung tanah, selain itu keruntuhan dinding penahan bisa juga disebabkan ketidakstabilan terhadap gaya internal konstruksi badan. Karena itulah di dalam penelitian ini penulis menganalisa penyebab keruntuhan dinding penahan sehingga didapatkan alternatif penyelesaian masalah yang efektif dan efisisen.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Sebagian masyarakat daerah Sumatera Selatan khususnya di kabupaten Banyu Asin masih banyak yang menggunakan angkutan air sebagai sarana transportasi, perdagangan dan tempat tinggal. Kalau kita perhatikan ada ribuan angkutan air yang melintasi sungai musi setiap harinya, jenisnyapun bermacam-macam ada sampan, rakit, perahu, perahu ketek atau perahu motor, speed boat, jet foil, ferry, tongkang bahkan kapal tangker yang besarpun dapat melintasi sungai musi. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran dermaga sebagai salah satu syarat bagi angkutan air tersebut untuk melakukan aktifitas bongkar muat barang dan atau penumpang.
Keberadaan dermaga yang representatif adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi demi kelancaran arus transportasi dan bongkar muat kapal. Sebagian besar dermaga yang ada di perairan sungai musi khususnya di kabupaten Banyu Asin masih sangat sederhana sekali karena hanya dibangun oleh masyarakat sekitar sungai yang menggunakan angkutan sungai, sehingga tidak dapat digunakan untuk bersandar kapal-kapal yang berukuran besar.
Untuk menunjang kelancaran arus bongkar muat barang dan penumpang di dermaga pengumbuk ini, maka perlu disediakan fasilitas-fasilitas penunjang, misalnya :
(1). Tempat parkir kendaraan, (2). Loket penumpang, (3). Ruang tunggu penumpang, (4). Toilet umum, (5). Gudang dan sebagainya.
Lapangan parkir adalah salah satu fasilitas yang harus dibangun disamping fasilitas-fasilitas lainnya. Pembangunan lapangan parkir dermaga yang berada dipinggir sungai dengan jenis tanah dasar adalah umumnya tanah lunak yang senantiasa terkena air haruslah direncanakan dengan memperhitungkan kekuatan perkerasan aspal dan pondasi jalan. Karena berada di pinggir sungai maka kekuatan pondasi pada lapangan parkir ini harus didukung oleh dinding penahan tanah yang dapat menahan tekanan tanahdan beban kendaraan, sehingga lapisan aspal tidak mudah mengalami kerusakan.
Dinding Penahan (Retaining wall) merupakan istilah di bidang teknik sipil. Dinding Penahan merupakan struktur bangunan yang digunakan untuk menahan tanah atau memberikan kestabilan tanah atau bahan lain yang memiliki beda ketinggian dan tidak memperbolehkan tanah memiliki kemiringan longsor lebih dari kemiringan alaminya. Oleh karena itu, konstruksi ini sering digunakan untuk menahan atau menopang suatu peninggian tanah, onggokan batu bara, onggokan biji tambang, ataupun air(Donald P.Corduto, 1990).
Pembangunan dinding penahan tanah haruslah benar-benar berdasarkan perhitungan kestabilan dan faktor keselamatan karena kesalahan yang terjadi dalam pembangunan dinding penahan tanah dapat berakibat fatal yaitu kerugian harta benda dan hilangnya korban jiwa. Kasus yang terjadi pada dinding penahan tanah lapangan parkir dermaga pengumbuk adalah tejadinya kerusakan dinding penahan, hal ini dapat dilihat dari pergeseran posisi horizontal dinding penahan tanah dan adanya keretakan-keretakan pada permukaan dinding yang dapat berakibat pada hancur dan runtuhnya dinding penahan tanah tersebut. Hal inilah yang meletarbelakangi kami untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keruntuhan dinding penahan tanah ini dan mencari alternatif penanggulangannya.
1.2. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1. Menganalisa stabilitas dinding penahan tanah lapangan parkir dermaga pengumbuk
2. Menyimpulkan penyebab kerusakan dinding penahan.
3. Menggunakan hasil analisa untuk memprediksi alternatif penanggulangan masalah yang terjadi.
1.3. PERUMUSAN MASALAH
Kestabilan dinding penahan tanah dipengaruhi oleh tekanan tanah lateral massa tanah, aliran air dan stabilitas daya dukung tanah pondasi pada dinding penahan tanah. Pada penelitian ini masalah yang akan ditinjau adalah penyebab ketidak stabilan dinding penahan tanah yang dapat mengakibatkan keruntuhan dinding penahan dan mencari alternatif penyelesaiannya.
1.4. METODOLOGI PENELITIAN
Untuk mencapai maksud dan tujuan yang diharapkan dalam penyelesaian tugas akhir ini diperlukan beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Studi literatur yang berhubungan dengan kestabilan dinding penahan.
b. Kunjungan lapangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi lokasi dan permasalahan yang sebenarnya.
c. Pengujian laboratorium untuk mengetahui jenis dan kekuatan tanah yang terdapat pada lokasi bangunan dinding penahan.
d. Analisis stabilitas dinding penahan tanah terhadap geser, guling dan daya dukung tanah yang dipengaruhi oleh tekanan tanah, aliran air dan pergerakan tanah.
e. Menggunakan hasil analisis untuk menyimpulkan penyebab kerusakan dinding penahan dan alternatif penyelesaiannya.
1.4.1. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di lokasi bangunan dinding penahan tanah lapangan parkir dermaga Pengumbuk kecamatan Rantau Bayur kabupaten Banyuasin, yaitu dengan mengamati keadaan di lapangan dan melakukan pengambilan sample tanah untuk dilakukan uji laboratorium dengan percobaan Berat volume dan batas – batas Atterberg untuk menentukan klasipikasi tanah serta pengujianTriaxial UU untuk mengetahui kekuatan geser dan kohesi tanah.


