PENGARUH PRESTASI MATA DIKLAT KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT WIRAUSAHA SISWA KELAS II BIDANG KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN SMK 2 KENDAL

abstraks: 

Ketersediaan lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMK dari tahun ke tahun yang meningkat sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran. Menyikapi hal tersebut maka dalam kurikulum SMK diberikan mata diklat kewirausahaan dengan harapan dapat menumbuhkan perilaku wirausaha dan jiwa kepemimpinan yang sangat terkait dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik agar dapat berusaha secara mandiri. Menyikapi hal tersebut peneliti tertarik mengangkat permasalahan tentang pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa kelas II bidang keahlian teknik bangunan SMK Negeri 2 Kendal.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas II Bidang Keahlian Teknik Bangunan SMK Negeri 2 Kendal yang terdiri dari 30 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik sampling jenuh yaitu mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah prestasi mata diklat kewirausahaan sebagai variabel bebas dan minat wirausaha sebagai variabel terikat. Data penelitian dikumpulkan dengan metode angket dan observasi. Analisis data penelitian menggunakan rumus deskriptif persentase dan rumus regresi linier sederhana.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UU Nomor 20 tahun 2003). Pendidikan merupakan aspek penting bagi pengembangan sumber daya manusia, sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, melainkan juga dari kebodohan dan kemiskinan. Pendidikan diyakini mampu menanamkan kapasitas baru bagi semua orang untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru sehingga dapat diperoleh manusia produktif.
Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan sistem ini bertujuan untuk memasuki era globalisasi, dimana persaingan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang semakin ketat di semua sektor kehidupan, baik di sektor pendidikan maupun disektor industri. Sektor pendidikan mempunyai peranan besar dalam menghasilkan output atau tamatan yang berkualitas dan terampil. Sektor industri membutuhkan tenaga kerja produktif yang dapat menghasilkan suatu produk atau jasa tertentu yang dapat bersaing di pasaran.
Kreatifitas manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang sehingga mendorong penemuan-penemuan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan umat manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai keterkaitan yang sangat erat, hal ini terbukti bahwa perkembangan ilmu pengetahuan telah mendorong perkembangan dalam bidang teknologi, bidang bangunanpun berkembang dengan pesat, selaras dengan berkembangnya pengetahuan dan rekayasa dalam bidang bangunan.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga kerja yang terampil dan mengutamakan kemampuan untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Siswa sekolah menengah kejuruan setelah menyelesaikan pendidikannya diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh dan mampu mengembangkan diri di dalam usaha, disamping juga melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pendidikan di sekolah menengah kejuruan pada dasarnya menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja. SMK dalam proses pendidikannya bekerja sama dengan dunia industri yaitu dengan memberikan Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau magang di perusahaan. Pelaksanaan prakerin ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Prakerin hanya mungkin dilaksanakan apabila terdapat kerjasama dan kesepakatan antara institusi pendidikan pelatihan kejuruan dan institusi lain yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan keahlian kejuruan untuk bersama-sama menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan. Keputusan Mendikbud No. 060/U/1993 tentang penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dalam dua jalur yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Pada dasarnya prakerin merupakan milik dan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan pelatihan kejuruan dan institusi pasangannya, maka program pendidikan yang akan digunakan harus merupakan program yang dirancang dan disepakati bersama oleh kedua belah pihak.
Permasalahan dewasa ini adalah ketersediaan lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMK yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sekarang ini ada kecenderungan satu lapangan pekerjaan diperebutkan oleh banyak pelamar kerja sehingga lulusan sekolah kejuruan juga harus bersaing dengan ahli madya ataupun sarjana dari berbagai perguruan tinggi yang menyebabkan kesempatan mereka untuk diterimapun semakin sulit. Oleh karena itu lulusan dari SMK diharapkan tidak hanya bekerja didalam sektor industri saja tetapi juga dapat mengembangkan potensi dalam dirinya untuk bekerja mandiri (wirausaha atau wirausaha) sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan wirausaha lulusan sekolah menengah kejuruan tidak bergantung pada lapangan pekerjaan di sektor industri saja tetapi dapat membuka lapangan kerja sendiri.
Wirausaha adalah orang yang berani berusaha atas kekuatan sendiri (tim penyusun KBBI 2003:1113). Dengan wirausaha dapat mengurangi terjadinya pengangguran dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) untuk sekolah menengah kejuruan terdapat mata diklat kewirausahaan yang materinya berisi pengelolaan usaha. Fungsi dari mata diklat kewirausahaan adalah memberikan pengetahuan dasar dalam berwirausaha bagi siswa. Dengan adanya materi kewirausahaan diharapkan siswa akan mempunyai pengetahuan dan teknik dasar untuk berwirausaha sehingga akan mempunyai bekal untuk menghadapi tantangan kerja setelah mereka lulus dari sekolah.
SMK Negeri 2 Kendal merupakan salah satu bagian dari SMK sebagai penghasil tenaga kerja tingkat menengah, terdiri dari berbagai bidang keahlian antara lain mesin otomotif, teknik elektro dan teknik bangunan.bidang keahlian teknik bangunan merupakan salah satu program keahlian yang menghasilkan lulusan tenaga kerja terampil dan profesional yang siap pakai.
Permasalahan yang dihadapi oleh SMK Negeri 2 Kendal khususnya bidang keahlian teknik bangunan ialah adanya kecenderungan untuk langsung bekerja setelah lulus sekolah tanpa didasari keinginan untuk berwirausaha. Standar kompetensi dari mata diklat kewirausahaan adalah pembelajaran kewirausahaan dapat menghasilkan perilaku wirausaha dan jiwa kepemimpinan, yang sangat terkait dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik agar dapat berusaha secara mandiri. Jadi secara tidak langsung peserta didik sudah diberi bekal untuk berwirausaha secara mandiri selain bekerja kepada perusahaan lain.
Berdasarkan uraian diatas, maka mendorong penulis untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Pengaruh Prestasi Mata Diklat Kewirausahaan terhadap Minat Wirausaha Siswa Kelas II Bidang Keahlian Teknik Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kendal”.
B. Permasalahan
Dari latar belakang diatas maka dapat ditarik suatu permasalahan sebagai berikut:
1. Di SMK terdapat mata diklat kewirausahaan yang fungsinya untuk memberikan gambaran dan bekal bewirausaha, sehingga perlu diungkap adakah pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa kelas II bidang keahlian teknik bangunan SMK Negeri 2 Kendal?
2. Seberapa besar pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa kelas II bidang keahlian teknik bangunan SMK Negeri 2 Kendal?

C. Batasan Masalah
1. Banyak aspek yang mempengaruhi minat wirausaha siswa, namun penekanan penelitian ini hanya difokuskan pada pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan.
2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh presatasi mata diklat kewirausahaan terhadap minat dan bukan sebaliknya.

D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa kelas II bidang keahlian teknik bangunan SMK Negeri 2 Kendal.
2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh prestasi mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa kelas II bidang keahlian teknik bangunan SMK Negeri 2 Kendal.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Memberikan masukan kepada sekolah tentang pengaruh mata diklat kewirausahaan terhadap pembentukan minat wirausaha siswa khususnya bidang keahlian bangunan.
2. Memberikan masukan kepada pengelola pendidikan kejuruan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pendidikan kewirausahaan sehingga potensi siswa untuk berwirausaha dapat berkembang.

F. Penegasan Istilah
Untuk menghindari terjadinya salah penafsiran maka peneliti memberikan penegasan istilah sebagai berikut:
1. Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dari Poewadarminta (1983:731) pengaruh dapat diartikan daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu yang berkuasa. Pengaruh yang dimaksud dalam penelitian ini adalah daya yang ada dari variabel bebas yaitu prestasi mata diklat kewirausaahan dan variabel terikat yaitu minat wirausaha siswa kelas II SMK Negeri 2 Kendal.
2. Prestasi
Menurut Partanto A. Pius (1994:623), prestasi adalah hasil yang telah dicapai.
3. Mata Diklat Kewirausahaan
Mata diklat yang pokok pelajarannya berisikan perilaku wirausaha sebagai suatu fenomena yang terjadi di lingkungan peserta didik.
4. Minat
Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam diri subjek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu atau mersa senang berkecimpung dalam bidang itu (Winkel 1984:30).
5. Wirausaha
Wirausaha adalah keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Soemanto 1993:42). Wirausaha dalam penelitian ini adalah suatu sikap dan keberanian untuk bekerja dengan kemampuannya sendiri serta menanggung resiko yang akan dihadapi. Bekerja wirausaha tidak hanya membuka usaha sendiri tetapi juga dapat bekerja ikut orang lain dengan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap resiko kerjanya.
6. Siswa Kelas II Bidang Keahlian Teknik Bangunan
Anak didik yang duduk di bangku kelas II jurusan Teknik Bangunan. Penggunaan populasi ini didasarkan pada pertimbangan: 1) Tidak mengganggu konsentrasi siswa menghadapi ujian akhir. 2) Tidak dalam pelaksanaan praktik kerja industri.
7. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 2 Kendal
SMK Negeri yang berada di kota Kendal yang mempunyai program pendidikan teknik.
8. Pengaruh Prestasi Mata Diklat Kewirausahaan terhadap Minat Wirasawasta Siswa Kelas II bidang Keahlian Teknik Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kendal.
Merupakan hasil belajar dari mata diklat kewirausahaan peserta didik yang akan mempengaruhi keinginan siswa sekolah menengah kejuruan untuk berusaha mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -