Banyaknya merek mi instan yang ada di pasar saat ini menyebabkan Indomie dan Mie Sedaap mengalami persaingan ketat. Di tengah persaingan tersebut, tentu saja Indomie dan Mie Sedaap perlu untuk mempertahankan dan mengembangkan pasarnya agar dapat tetap terus bertahan di pasar. Untuk itu Indomie dan Mie Sedaap perlu mengetahui posisinya di pasar dengan cara mengukur ekuitas merek dan pelanggannya. Dengan demikian Indomie dan Mie Sedaap dapat menyusun strategi untuk mengelola kedua aset tersebut. Elemen – elemen ekuitas merek yang akan diteliti adalah kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Untuk elemen – elemen ekuitas pelanggan yang akan diteliti adalah customer acquisition, customer retention, dan add on selling.
Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 150 responden yang pernah mengkonsumsi mi instan. Data – data dari kuesioner selanjutnya diolah untuk mengukur kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek, customer acquisition, customer retention, dan add on selling dari Indomie dan Mie Sedaap.
Hasil kuesioner akan dianalisis dengan menggunakan uji validitas konvergen dan uji reliabilitas terhadap data yang telah diperoleh dari kuesioner. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel dalam kuesioner sudah valid dan reliabel. Selain itu juga dilakukan uji validitas diskriminan untuk mengetahui apakah ada korelasi antar variable - variabel yang ada dalam kuesioner.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, analisis deskriptif untuk mengetahui latar belakang responden secara umum. Analisis statistik dengan menggunakan Z uji untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara variabel - variabel yang digunakan sebagai dasar pengukuran pada Indomie dan Mie Sedaap, kemudian dibuat scorecard untuk mengetahui nilai ekuitas total Indomie dan Mie Sedaap.
1.1 Latar Belakang Masalah
Saat memasuki era globalisasi, pada saat kondisi itulah yang menjanjikan suatu peluang bisnis serta tantangan bisnis yang baru buat perusahaan yang telah ada di Indonesia. Perusahaan juga perlu untuk memperluas pasar produk, akan tetapi persaingan juga akan semakin ketat, baik dengan perusahaan asing ataupun dengan perusahaan domestik.
Adanya persaingan menyebabkan pemasar harus bisa mempertahankan keadaannya saat ini di pasar, selain itu pemasar juga harus berusaha merebut pangsa pasar. Untuk dapat memenuhi target tersebut, maka hal yang terpenting adalah merek dan pelanggan.
Apabila perusahaan ingin dapat bertahan dalam menghadapi persaingan maka harus menjaga dan mengembangkan ekuitas merek dan pelanggannya. Merek merupakan aset yang prestisius buat perusahaan, dengan demikian perusahaan harus mengetahui brand equity produknya lewat riset kepada bagian – bagian brand equity. Aset lain yang penting juga buat perusahaan adalah pelanggan.
Seiring dengan tren gaya hidup modern, banyak orang yang menginginkan kepraktisan dan salah satu contohnya adalah mi instan, sehingga permintaan akan mi instan meningkat, oleh karena itu banyak merek baru yang keluar untuk berebut pangsa pasar. Indomie adalah merek mi instan yang telah dikenal oleh banyak orang dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar sedangkan Mie Sedaap adalah merek mi instan yg pangsa pasarnya meningkat cukup besar dan mulai dikenal oleh banyak orang. Hal ini dapat dilihat pada survei awal dengan cara melakukan wawancara terhadap responden tentang merek mi instan yang paling diingat, ternyata hasil survei menunjukkan bahwa Indomie dan Mie Sedaap merupakan dua merek mi instan yang paling banyak diingat oleh responden. Mengingat pentingnya ekuitas merek dan ekuitas pelanggan dalam persaingan, maka pada penelitian ini akan meneliti tentang besarnya brand equity dan customer equity dari Mie Sedaap dan Indomie, sebab dengan mengetahui kekuatan ekuitas merek dan ekuitas pelanggan maka Indomie dan Mie Sedaap dapat mengetahui posisi perusahaan di pasar sehingga Indomie dan Mie Sedaap dapat menyusun strategi untuk mengelola dan membangun kedua aset tersebut. Pada penelitian ini, customer equity yang dibahas semua dengan teori Blattberg (2001).
1.2 Perumusan Masalah
Semakin banyaknya merek mie instan yang ada di pasaran membuat persaingan mi instan semakin ketat, dan apabila ada merek mi instan yang tidak mampu bersaing maka merek tersebut akan tersingkirkan dari pasaran. Masalah yang utama adalah bagaimana memiliki ekuitas merek dan ekuitas pelanggan yang baik, apabila tidak memiliki ekuitas merek dan ekuitas pelanggan yang baik, maka perusahaan tidak dapat bersaing dalam pasaran, karena itu penting bagi perusahaan untuk memperkuat ekuitas merek dan ekuitas pelanggan.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
1.Mengetahui ekuitas merek dan ekuitas pelanggan dari Mie Sedaap dan Indomie.
2.Mengetahui bagaimana perbandingan ekuitas merek dan ekuitas pelanggan pada Indomie dan Mie Sedaap.
3.Menentukan strategi untuk mengelola brand equity dan customer equity berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian.
1.4 Pentingnya Masalah
Penelitian dilakukan karena berhubungan dengan banyaknya merek mi instan yang ada di pasar saat ini, oleh karena itu Mie Sedaap dan Indomie menghadapi persaingan yang ketat. Agar dapat mengembangkan dan mempertahankan pangsa pasar yang ada maka perusahaan harus mengelola merek dan pelanggan yang merupakan aset terbesar bagi perusahaan. Sehingga Indomie dan Mie Sedaap perlu mengetahui sejauh mana kekuatan ekuitas merek dan pelanggannya dibanding pesaing – pesaingnya.
1.5 Manfaat Penelitian
Adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan informasi untuk Indomie dan Mie Sedaap tentang kekuatan dari ekuitas merek dan pelanggan dibandingkan dengan pesaing – pesaingnya. Dengan demikian Indomie dan Mie Sedaap dapat mencari solusi terbaik dan menyusun strategi yang tepat dalam membangun dan mengelola ekuitas merek dan pelanggannya, sehingga diharapkan Indomie dan Mie Sedaap dapat meningkatkan ekuitas merek dan pelanggan sebagai aset terpenting dari perusahaan.
1.6 Batasan Masalah
Penelitian ini melakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1.Penyebaran kuesioner dilakukan pada responden yang bertempat tinggal di Surabaya.
2.Dalam brand equity, yang diteliti hanya empat elemen utama yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty, sedangkan untuk aset – aset lainnya seperti paten, cap, saluran hubungan, dan lain – lain tidak diteliti karena sudah dapat diwakili oleh empat elemen utama.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam tugas akhir ini dibagi menjadi enam bab secara berurutan sebagai berikut:
Bab I : PENDAHULUAN
Isi dari bab ini adalah latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, pentingnya masalah, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
Bab II : LANDASAN TEORI
Isi dari bab ini adalah teori – teori yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dan dijadikan sebagai dasar atau acuan dalam pemecahan masalah guna pencapaian tujuan penelitian tugas akhir ini.
Bab III : METODE PENELITIAN
Isi dari bab ini adalah garis besar langkah – langkah yang akan dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini, yaitu dari penetapan tujuan penelitian hingga sampai pada kesimpulan dan saran. Sehingga proses pemecahan masalah dapat berjalan dengan baik, benar, dan terarah.
Bab IV : PENGUMPULAN DATA
Isi dari bab ini adalah pengumpulan data yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan mengacu pada bab metodologi penelitian.
Bab V : PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS
Isi dari bab ini adalah pengolahan data – data yang diperoleh dari bab pengumpulan data dan analisis dari hasil pengolahan data tersebut agar diperoleh langkah – langkah perbaikan yang diharapkan.
Bab VI : KESIMPULAN DAN SARAN
Isi dari bab ini adalah kesimpulan dari semua hal yang telah diuraikan pada bab pengolahan dan analisis data, selain itu juga berisi tentang saran – saran yang diharapkan dapat bermanfaar bagi perusahaan dalam memberikan keunggulan bersaing dan juga memberikan sumbangan di bidang akademik.


