Tujuan Penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan asal sekolah
terhadap pertisipasi dan hasil belajar mata kuliah Ilmu Ukur Tanah mahasiswa
program studi D III Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES.
Penelitian ini menggunakan metode Expost facto yaitu penelitian yang
menggunakan dan mengumpulkan datanya dari dokumentasi yang telah ada atau
cara- cara lain yang sejenis. Populasi yang digunakan adalah semua Mahasiswa
Program DIII Teknik Sipil Semester II Fakultas Teknik UNNES Tahun Ajaran
2004/2005. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi untuk
daftar nama mahasiswa, metode tes untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa
dan metode observasi untuk mengambil data tentang partisipasi mahasiswa.
Analisa yang digunakan adalah sistem uji t.
Berdasarkan anlisis data untuk menguji hipotesis pertama diperoleh thitung
>ttabel (5,051>1,69), maka hipotesis dinyatakan diterima artinya asal sekolah
berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa yaitu mahasiswa asal SMK lebih
baik hasil belajarnya disbanding mahasiswa asal SMU. Berdasarkan anlisis data
untuk menguji hipotesis kedua diperoleh nilai thitung >ttabel (1,938>1,69), maka
hipotesis diterima yang berarti asal sekolah juga berpengaruh terhadap partisipasi
mahasiswa yaitu mahasiswa asal SMK lebih tinggi partisipasinya disbanding
mahasiswa asal SMU.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Mata kuliah Ilmu Ukur Tanah berjumlah 2 SKS, yang merupakan salah satu
mata kuliah dasar umum (MKDU) yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa pada
Prodi D III T. Sipil di Uniersitas Negeri Semarang. Mata kuliah ini diharapkan
mampu membekali mahasiswa dalam dalam bidang pengukuran baik secara teori
maupun praktek. Para pengampu adalah dosen-dosen pada Prodi Pendidikan
Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Salah satu mata diklat di SMK adalah survai dan pemetaan yang sering
disebut Ilmu Ukur Tanah yaitu ilmu yang mempelajari berbagai macam
pengukuran di atas bumi, dan ini dilanjutkan dalam mempelajari Ilmu Ukur Tanah
di perguruan tinggi khususnya UNNES.
Sedangkan salah satu mata pelajaran di SMU adalah Matematika yang
mempelajari berbagai macam perhitungan. Salah satu diantaranya adalah sub
pokok bahasan trigonometri yaitu bahasan yang mempelajari tentang pengetahuan
sudut yang kemudian memungkinkan adanya transfer belajar dalam mempelajari
Ilmu Ukur Tanah di perguruan tinggi. Matematika merupakan ilmu penalaran
yang tersusun secara hirarki, sehingga untuk belajar matematika harus dilakukan
secara kontinyu dan berurutan. Matematika mempunyai peranan penting dalam
segala mata pelajaran terutama mata pelajaran yang menyangkut perhitungan
seperti Ilmu Ukur Tanah.
2
Ilmu Ukur Tanah (IUT) merupakan salah satu mata kuliah yang dianggap
sulit dan rumit oleh sebagian mahasiswa, pengalaman menunjukkan bahwa
banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari Ilmu Ukur
Tanah. Dalam mata kuliah IUT yang diajarkan di Perguruan tinggi metode yang
digunakan adalah metode teori dan praktek. Metode teori banyak melibatkan
perhitungan, sehingga untuk mempelajarinya diperlukan pengetahuan matematika
untuk membantunya. Bagi mahasiswa asal SMU ada kemungkinan untuk
terjadinya transfer of learning yaitu pemindahan atau pengalihan hasil belajar
yang diperoleh dalam bidang studi yang satu ke bidang studi yang lain atau ke
kehidupan sehari-hari di luar lingkup pendidikan sekolah. Mahasiswa asal SMU
lebih banyak mendapat pelajaran matematika pokok bahasan trigonometri yang
mendukung dalam mempelajari Ilmu Ukur Tanah dibanding mahasiswa asal
SMK. Namun mahasiswa asal SMK sendiri sudah mendapatkan Ilmu Ukur Tanah
sebelum kuliah di perguruan tinggi. Tentu saja hal ini juga berpengaruh terhadap
partisipasi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran Ilmu Ukur Tanah. Oleh
sebab itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh
Asal Sekolah Terhadap Partisipasi Dan Hasil Belajar Ilmu Ukur Tanah
Mahasiswa Program DIII Teknik Sipil Semester II Fakultas Teknik UNNES
Tahun Ajaran 2004/2005”.
1.2 BATASAN MASALAH
Penelitian ini mencoba untuk mengungkap permasalahan sekitar partisipasi
belajar mahasiswa dengan menghubungkan beberapa faktor yang berkaitan erat
3
dengan permasalahan tersebut. Penelitian ini juga akan dibatasi mengingat
luasnya permasalahan yang berhubungan dengan prestasi belajar Ilmu Ukur
Tanah di UNNES, sehingga peneliti tidak dapat membahas keseluruhan faktor.
Peneliti membatasi pengertian asal sekolah sebagai asal mahasiswa sebelum
masuk perguruan tinggi, sedangkan pembuktian fenomena dilakukan pada
mahasiswa progam studi D III Teknik Sipil semester II tahun 2004/2005.
Perihal yang akan dibahas adalah pengaruh asal sekolah terhadap partisipasi
dan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah mahasiswa progam studi D III Teknik Sipil
dalam teori pengukuran dengan metode sipat datar sebab waktu penelitian ini
bertepatan dengan materi perkuliahan yang berlangsung pada pokok bahasan
pengukuran sipat datar. Berdasarkan pembatasan masalah ini maka permasalahan
tentang partisipasi dan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah mahasiswa progam studi D
III Teknik Sipil Semester II tahun 2004/2005 dapat diketahui dengan jelas.
1.3 PERMASALAHAN
Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Adakah perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara siswa yang berasal
dari SMK dan SMU?
2. Adakah perbedaan partisipasi mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah Ilmu
Ukur Tanah antara siswa yang berasal dari SMK dan SMU?
4
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Memperhatikan permasalahan di atas, maka tujuan dalam penelitian ini
adalah:
1. Untuk menjelaskan perbedaan asal sekolah terhadap pertisipasi belajar mata
kuliah Ilmu Ukur Tanah mahasiswa program studi D III Teknik Sipil
Fakultas Teknik UNNES.
2. Untuk menjelaskan perbedaan asal sekolah terhadap hasil belajar mata
kuliah Ilmu Ukur Tanah mahasiswa program studi D III Teknik Sipil
Fakultas Teknik UNNES.
1.5 MANFAAT PENELITIAN
1.5.1 Manfaat teoritik
Memberikan penjelasan tentang partisipasi dan hasil belajar mahasiswa
dilihat dari asal sekolah sehingga dapat mengetahui kemungkinan adanya Transfer
of Learning dalam mempelajari Ilmu Ukur Tanah.
1.5.2 Manfaat Praktik
1.5.2.1 Bagi Mahasiswa
Mahasiswa makin menyadari dan memahami bahwa untuk memudahkan
dalam memahami Ilmu Ukur tanah maka mereka perlu mempelajari mata kuliah
matematika lebih mendalam khususnya pada pokok bahasan trigonometri.
1.5.2.2 Bagi Dosen
Dosen dapat merumuskan suatu metode pengajaran yang sesuai dengan
mempertimbangkan latar belakang asal sekolah mahasiswa.
5
1.6 SISTEMATIKA SKRIPSI
Skripsi ini terdiri tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi dan
bagian penutup. Adapun uraian tentang isi masing-masing bagian adalah sebagai
berikut.
1. Bagian Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan berisi tentang judul, abstraksi, pengesahan,
motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar
lampiran.
2. Bagian Isi
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan berisi tentang latar belakang, batasan
masalah, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian
dan sistematika skripsi.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
Pada kajian pustaka dan hipotesis berisi tentang teori-teori yang
mendukung dalam penulisan skripsi dan merupakan landasan
berfikir serta hipotesis dalam pelaksanaan penulisan skripsi.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini membahas tentang prosedur penelitian, populasi,
variabel penelitian, metode pengumpulan data, analisi
perangkat tes dan analisis data.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Pada bab ini berisi tentang hasil penelitian, uji hipotesis dan
pembahasan yang berisi penyajian data secara garis besar serta
pembahasan.
BAB V PENUTUP
Bab penutup terdiri dari simpulan dan saran.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran- lampiran.

