Kerjasama Orang Tua Murid Dengan Guru Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Baca Tulis Al-qur’an di SMP Muhammadiyah

abstraks: 

Sebagai pendidik, baik orang tua maupun guru agama Islam harus bertanggung jawab atas berhasil dan tidaknya peserta didik. Dengan harapan agar peserta didik dapat mengembangkan diri secara maksimal. Dalam proses pembelajaran dihdrapkan para peserta didik dapat memperoleh perubahan tingkah laku dari tidak tau akan menjadi tau dan tidak bisa akan menjadi bisa, baik yang bersifat kongnitif, efektif maupun bersifat psikimotor. Akan tetapi harapan tersebut tidak selalu terwujud sesuai dengan apa yang di inginkan manakala tidak ada proses kerjasama yang signifikan antara pihak yang terkait. Selama pembelajaran khususnya bidang studi agama Islam. Salah satu diantaranya adalah kesulitan belajar membaca dan menulis Al-Qur’an yang merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik yang tidak dapat membaca dan menulis Al-Qur’an antara lain :

Kurangnormalan pada perkembangan bahasa disebabkan tiak berfungsi secara normal bagian-bagian otak yang berkaitan dengan perkembangan baca tulis Al-Qur’an, kekurangmampuan mempersiapkan dan mengingat bentuk-bentuk huruf Al-Qur’an yang komoleks seperti huruf-huruf dan urutannya, ketidaktahuan tentang harakat ( tanda baca ) dalam Al-Qur’an. Untuk itu segera mungkin upaya menanggulangi dari masalah tersebut diatas agar tidak bertambah parah yang dapat menyebabkan seseorang peserta didik mengalami kegagalan dalam mempelajari baca tulis Al-Qur’an.

Pokok permasalahan dalam makalah ini adalah : apa yang dimaksud dengan kerjasama orang tua murid dengan guru agama Islam alam mengatasi kesulitan bacca tulis Al-Qur’an, mengapa kerjasama orang tua murid dengan guru agama Islam sangat penting dalam mengatasi kesulitan baca tulis Al-Qur’an. Tujuan penulisan skripsi ini adalah : ingin memplajari lebih jauh dan mendalami tentang kerjasama orang tua dengan guru agama Islam dan usaha mengarahkan peserta didik dalam membantu mengatasi kesulitan baca tulis Al-Qur’an, memberikan kontribusi kepada orang tua murid dan guru agama Islam tentang pentingnyaa kerjasama yang baik dalam membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan baca tulis Al-Qur’an, khususnya untuk peserta didik agar dapat mengetahui sejak dini tanda-tanda dalam kesulitan baca tulis Al-Qur’an.

BAB IV

K A J I A N T E O R I

Pada bab ini membahas terdiri – dari : a. Usaha –Uasaha dari pihak orang tua murid, meliputi; 1. Faktor -faktor pendukung , 2. Faktor –faktor penghabat,dan 3. Altrnatif pemecahan. B. usaha-usaha daari pihak guru agama islam, melipui : 1. faktor-faktor pendukug , 2. faktor-faktor penghambat dan 3. alternatif pemecahan. C. pola kerjasama orang tua murid dengan guru agama islam dalam mengatasi kesulitan baca tulis al-qur’an
a. usaha- usaha dari pihak orng tua murid
usaha-usaha yng dimaksud adalah untuk dilaksanakan oleh orang tua murid di rumah dan untuk membantu peserta didik dalam belajar baca tulis al¬-qur’an. Adapun cara yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. memberikan perhatian pelajaran para peserta didik.
2. menciptakan selalu baca tulis al-qur’an.
3. memberikan latihan bimbingan baca tulis al-qur’an.
4. terus meningkatkan pembinaan dan latihan dalam keluarga dalam baca tulis al-qur’an.
5. memperhatikan kelemahan anak dalam is al-qur’an ( tampubolon, 1995 ) 87.

Usaha-usaha akan diuraikan sebagai berikut :
1. memberikan perhatian pelajaran para peserta didik.
Orang tua harus memberikan perhatian pera peserta didik di sekolah. Memberikan perhatian disini orang tua selalu mengajar anak di rumah seperti yang dilakukan oleh guru di sekolah menanyakan tentang apa saja yang dipelajari di sekolah dan lain-lain.
2. bercakap-cakap membaca dan menulis al-qur’an.
bercakap-cakap membaca dan menulis al-qur’an adalah tiga kegiatan yang sangat perlu dilakukan dalam rangka usaha mendorong perkembangan minat dan kebiasaannya dalam membaca tulis al-qur’an. Kegiatan ini dilakukan sesuai denga n tingkat perkembangan bahasa, pikiran dan perkembangan anak / peserta didik.
Percayakan orang tua dengan anak / peserta didik sudah dapat meningkatkan dari segi bahasa dan isinya, karena paa usia 5-16 tahun bahasanya sudah dikatakan sempurna. Apabila anak dapat membaca dan menulis al-qur’an ia juga diminta membaca dan menulis al-qur’an dan orang tua mendengarkannya.
3. menciptakan membaca dan menulis al-qur’an
selain dari al-qor’an yang telah tersedia seperti dbiasa orang tua dapat juga membimbing anak menciptakan bacaan dan menulis sendiri huruf al-qur’an. Dalam rangka mengembangkan daya kreatifitas anak dan guru sendiri, tetapi juga mengisi kekurangan buku iqra untuk belajar anak baik di sekolah maupun di rumah. Apabila anak dapat membaca dan menulis huruf al-qur’an, dia hendaknya di bombing membuat bacaan dan menulis huruf-huruf al-qur’an
4. ters membina keluaarga membaca dan menulis al-qur’an
keteladanan orang tua dalam membaca dan menulis al-qur’an, turut menentukan dalam perkembangan minat dan kebiasaan membaca dan menulis al-qur’an anak. Oleh sebab itu, budaya membaca dan menulis al-qur’an perlu ditingkatkan dan dibina dalam keluarga. Membaca iqra, juz amah dan buku-buku lain yang berhubungan / berkaitan yang ada tulisan arab hendaknya menjadi kebiasaan dalam keluarga terutama ibu dan bapak setiap hari pade waktu-waktu tertentu.
5. memperhatikan kelemahan anak dalam membaca dan menulis al-qur’an .
orang tua dan guru agama islam perlu memperhatikan kelemahan atau kegagalan anak dalam membaca dan menulis al-qur’an, apabila terlihat sesuatu gejala kelemahan dalam membaca dan menulis al-qur’an, orang tua dan guru agama islam perlu mencatatanya secara teliti, kemudian berunding dengan masing-masing pihak antara orang tua murid dengan guru agama islam agar segera dapat teratasi dan dibantu secepanya supaya tidak bertambah parah.

1. faktr-faktor pendukung
Adapun yang menjadi faktor pendukung diantaranya :
a) keharmonisan hubungan keluarga dari segala aspek yaitu pendidikan yang berlangsung secara informal, keberadaan ekonomi keluarga atas, keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b) Orng tua yang perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perkembangan pendidikan anaknya.
c) Arang tua selalu mengadiahkan anak / pesserta didik apabila untuk peserta didik sudah mahir dalam membaca dan menulis al-qur’an.
d) Adanya kerjasama yang baik dan berkelanjutan anntara orang tua murid dengan guru agam islam, terutama dalam hal ini adalah guru agama islam serta pihak-pihak luar yang mempunyai kaitan denagan pendidikan di sekolah.
e) Media masa yang senanatiasa mendorong minat dan menulis al-qur’an ari berbagai pihak lapisan masyarakat melalui iqra, juz amah dan al-qur’an.

Disamping faktor-faktor pendukung maka ada pula faktor penghambat yang harus diperhatikan sehingga dalam melakukan pembinaan dan pengupayaan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya memperkecil faktor penghambat.

2. faktor-faktor penghambat
Adapun yang menjadi faktor penghambat dalam upaya pemecahan masalah antara lain :

a) Pengatuh lingkungan keluarga, yaitu hubungan anggota yang tidak harmonis, keadaan ekonomi yang kurang memadai, perilaku orang tua yang baik mendukung kemajuan baca tulis Al- Quran terhadap peserta didik, kesibukan orang tuaa yang menghabiskan waktunya diluar rumah. Sehingga kurang perhatian untuk anak- anaknya (peserta didik ).
b) Pengauh linkungan masyarakat, system tv yang menampilkan arus hiburan melalui peralatan pandangan dan mendengar, yang menyebapkan peserta didik kurang minat belajar membaca dan menulis al- quran.
(c). lingkungan keluarga yang kurang ketedanan orng dalam pemmamfaatan waktu
Senggang dapat memberikan dampak yang positif terhadap minat baca tulis
Al- quran sejak masa kanak – kanak

3. Alternatif pemecahann

(a). orang tua dapat menciptakan situasi dan kondisi rumah yang memberikan
Rangsangan yang positif draalam mengembangkan minat baca tulis al – quran
Peserta didik, seperti menyiapkan buku – buku iqra , juz Ammah dan buku-buku
Yang berhubungan dengan tulisan arab lainnya .

b). Orang tua harus memberikan perhatian yang positif dan menjadi contoh tauladan
dalam hal membaca dan menulis Al-Qur’an, agar anak memiliki figur yang patut diteladaninya.

c). orang tua menyediakan bahan-bahan baca tulis Al-Quran yang biasa menarik minat para peserta didik untuk baca tulis Al-Quran .

B. Usaha-Usaha Dari Pihak Guru Agama Islam

Usaha-usaha dari pihak guru agama Islam secara garis besarnya antara lain:

1. membina dan mengembangkan saling pengertian
2. mendirikan wadah persatuan sekolah dan oarang tua yang efektif dan efisien
(Tampubolon, 1995:83).Adapun usaha-usaha tersebut:

1). Membina dan mengembangkan saling pengertian
Dasar yang paling utama dan penting untuk megadakan suatu kerja sama
Kerjasama yang baik adalah saling pengertian yang mantap.
Dalam pembinaan saling pengertian itu, prakarsa sebaiknya dating dari
Pihak sekolah. Dikatakan demikian pertama, karena sekolah yang mengetahui
Sekolah yang mengetahui segala sesuatu yang berkenan dengan kegiatan yang
Dilaksanakan dalam rangka pendidikan anak dan tentang peraturan yang menjadi
Dasar kehidupan kegiatan tersebut. Kedua pada umumnya orang tua merasa
Segan bertanya kepada pimpinan sekolah / guru-guru yang berkaitan dengan
Kegiatan-kegiatan sekolah; turutama guru agama Islam. Ketiga prakarsa yang
Datang dari pihak sekolah, orang tua akan merasa dihormati dan dihargai.
Perasan ini sangat perlu dibina karena menjadi motivasi yang kuat bagi orang
Tua untuk berpartisipasi aktif dalam usaha-usaha sekolah.
Di bawah ini akan dikemukakan beberaapa pembinaan saling pengertian yang
Dapat diprakarsai oleh skolah:
(a). men gumpulkan informasi tentang latar belakang orang tua peserta didik.
(b). memberikan informasi tentang keadaan program sekolah dan peraturan-
Peraturan sekolah kepada para orang tua peserta didik.
(c). mengadakan pertemuan dengan orang tua peserta didik.
(d). mengunjungi orang tua peserta didik.
2) Mendirikan wadah persatuan sekolah dan orang tua yang efektif dan efisien.
Tujuan pokok wadah ini merencanakan program dan kegiatan sekolah,
Baik bersifat kulikuler maupun extra kulikuler, membina dan menumbuhkan saling
Pengertian dan kerja sama yang mantap antara sekolah dan orang tua murid,
Mengusahakan dan mengembangkan sumber-sumber dana dan sarana yang
Di perlukan untuk membina dan mengembangkan pendidikan disekolah bersangkutan ,termasuk kesejahteraan guru agama islam dan pimpinan sekolah.

1. faktor-faktor pendukung
beberapa faktor yang menjadi pendukung bagi upaya pemecahan masalah dan penyebab timbulnya masalah antara lain :
a) adanya upaya bimbingan berkelanjutan di sekolah terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan baca tulis al-qur’an..
b) adanya kerjasama yang baik dan berkelanjutan antara orang tua murid dan guru agama islam serta pihak-pihak yang mempunyai kaitan dengan pendidikan di sekolah.
c) Media masa yang senantiasa ikut mendorong minat baca tulis al-qur’an. Dari bebrbagai lapisan masyarakat melalui media bulletin khutbah dan majalah islamiyah.
d) Adanya penerbitan yang memiliki semangat pengabdian dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa, khususnya dalam baca tulis al-qur’an.
e) Adanya program pemerintah mengenai pemberantasan masalah baca tulis al-qur’an bagi peserta didik mulai dari tinglkat sd sampai perguruan tinngi.
f) Adanya kegiatan yang bersifat memberi motifasi kepada peserta didik untuk membaca dan menulis al-qur’an.
g) Mengadakan kerjasama yang melibatkan tempt-tempat pengajian, seperti : TPA dan TPQ serta semua pihak termasuk orng tua murid dengan guru agama islam.

Disamping faktor pendukung maka ada pula faktor yang penghambat yang harus diperhatikan sehingga dalam melakukan pembinaan da mengupayakan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya memperkecil faktor penghambat sebagai berikut :

2. faktor-faktor penghambat
faktor-faktor yang mrnjadi penghambat dalam upaya pemecahan masalah antara lain sebagai berikut :
a) pengaruh lingkungan sekolah yaitu, apakah teman-teman untuk melakukan hal-hal yang berifat negatif di banding waaktu yang digunakan untuk membaca dan menulis all-qur’an dengan baik, terutama di tempat pengajian TPA / TPQ.
b) Pengaruh lingkungan masyarakat, stasiun televisi yang menampilkan hiburan melalui peralatan pandangan dan pendengaran, yang menyebabkan peserta didik kurang minat belajar membaca dan menulis al-qur’an.
c) Kurang penghargaan yang memadai dan adil terhadap kegiatan atau aktifitas dengan baca tulis al-qur’an.
d) Kurangnya tenaga professional yang mempunyai tanggung jawab menciptakan situasi dan kondisi yang menyenangkan agar para peserta didik mempunyai motifasi untuk belajar baca tulis al-qur’an yang baik.
e) Kurangnya jalinan hubungan antara orang tua murid dengan guru agma islam.
f) Kurang pedulinya para pihak-pihak lain seperti tempat-tempat pengajian terhadap peserta didik untuk belajar baca tulis al-qur’an.
g) Kurang adanya kegiatan yang bersifat mendorong para pesrta didik untuk baca tulis al-qur’an, seperti : lomba tilawatil qur’an, tadarus dan sebagainya.

3. alternative pemecahan masalah
a) guru agama islam harus mengembangkan strategi belajar mengajar terutama dalam kemampuan membaca dan menulis al-qur’an dan memfokuskan pada potensi pesrta didik.
b) Sekolah dalam hal ini guru agama islam mengajarkan kepada kepala sekolah untuk mempperbanyak pengadaaan buku-buku agama islam untuk menarik minat pesserta didik untuk baca tulis al-qur’an.
c) Peserta didik perlu melakukan berulang kali untuk melatih membaca dan menulis al-qur’an yang diberikan guru agama islam di sekolah.
d) Guru agama islam perlu menciptakan suasana dan situasi yang baik dalam roses belajar mengajar.

Membaca dam menulis al-qur’an adalah kegiatan yang hanya dimiliki peserta didik yang muslim. Baca tulis al-qur’an merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim sehari-hari. Karena sebagian ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh peserta di luaar sekolah. Untuk dapat memahami Baca tulis al-qur’an, makaa perlu adanya kemampuan Baca tulis al-qur’an yang baik dan benar. Kesulitan Baca tulis al-qur’an dapat menyebabkan penghambatan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Oleh karena itu perlu diupayakan cara mengatasinya.
Upaya untuk mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar Baca tulis al-qur’an baik di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah, sangat diperlukan kerjasama yang baik antara orang tua murid dengan guru agama islam agar masalah yang dihadapi oleh para peserta didik dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan tuntas.
Butuh kerjasama yang baik antara orang tua murid dengan guru agama islam akan sangat membantu kelancaran dalam mengatasi kesulitan Baca tulis al-qur’an. Bentuk kerjasama dapat berupa memberikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Baca tulis al-qur’an, sepert mengadakan lomba tilawatil qur’an dam menulis kaligrafi al-qur’an.

c. pola kerjasama antara orang tua murid dengan guru agama islam dalam mmengatasi Baca tulis al-qur’an.
pola kerjasama antara orang tua murid dengan guru agama islam dalam mmengatasi Baca tulis al-qur’an, dapat dipaadukan melalui beberapa erjasama antara lain seperti kerjasama dalam bidang informasi yang berkaitan dengan peserta didik yang mengalami kesulitan Baca tulis al-qur’an. Pola kerjasama yang dimaksud adalah kegiatan saling memberi dan menerima informasi mengenai keadaan pesertaq didik, baik waktu berada di rumah maupun di linkungan sekolah.
Dalam hal ini orang tua murid dan guru agama islam bertukar pikiran guna mencari pemecahan bagi permasalahan yang dihadapi oeh peserta didik antara lain : kesulitan dalam kegiatan Baca tulis al-qur’an. Misalnya orang tua memberikan informasi tentang status social dan ekonomi serta keadaan peserta didik baik secara fisik maupun secara psikis, yang berkaitan dengan perkembangan dan kemampuan baca tulis al-qur’an peserta didik. Sedangkan guru agama islam memberikan informasi kepada orang tua pesertra didik tentan data prestasi belajar peserta didik. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah dan lain sebagainya yang bermanfaat untuk proses penanganan selain gurunya.
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan tersebut maka perlu ditetapkan suatu keputusan apabila kesulitan yang dialami peserta didik tersebut sudah tidak bisa ditangani oleh orang tua murid maupun guru agama islam, maka peserta didik tersebut perlu mendapatkan penanganan dari para ahli yang bersangkutan.
Adanya langkah-langkah yang dapat diambil baik oleh guru agama islam maupun orang tua murid maupn untuk mengatasi kesulitan baca tulis al-qur’an secara umum antara lain sebagai berikut :

1. identifikasi kasus.
2. lokalisasi jenis dan sifat kesulitan.
3. lokalisasi faktor penyebab.
4. prakiraan kemungkinan bantuan..
5. menetapkan kemungkinan dan cara mengatasinya.
6. kegiatan tindak lanjut.
7. merujuk / mereferal
( bahan perkuliahan program studi pendidikan agama islam semester gasal 2004 ).

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -