RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN LAYANAN JASABOGA PESAWAT UDARA STUDI KASUS DI PT. JASAPURA ANGKASA BOG

abstraks: 

Intisari
PT. Jasapura Angkasa Boga merupakan perusahaan layanan jasaboga pesawat udara yang juga melayani
beberapa usaha jasaboga lainnya. Mengingat banyaknya jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan ini maka
dibutuhkan suatu sistem akuntansi yang efektif dan efisien sehingga bisa dihasilkan pelaporan keuangan yang akurat
sebagai dasar pengambilan kebijakan manajemen dan operasional perusahaan. PT. Jasapura Angkasa Boga telah
memiliki beberapa modul aplikasi untuk membantu pencatatan transaksi-transaksi perusahaan, tetapi dalam
implementasinya, modul-modul tersebut belum terintegrasi secara menyeluruh, serta masih memiliki beberapa
kelemahan baik yang terkait dengan kebenaran informasi yang disampaikan ataupun yang menyangkut kinerja
sistem secara umum. Struktur tabel-tabel penyimpanan data transaksi yang digunakan masih memungkinkan
terjadinya redundansi data sehingga dalam penerapannya sangat tidak efisien.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, maka dibuat suatu Sistem Informasi Akuntansi yang merupakan
suatu sistem aplikasi terkomputerisasi yang mampu melakukan pengolahan data transaksi keuangan perusahaan
secara terintegrasi. Sistem yang dibangun dapat melakukan pengelolaan data Hutang Dagang (Account Payable),
Piutang Dagang (Account Receivable), penjurnalan, pengelolaan Buku Besar (General Ledger), dan pembuatan
Laporan Keuangan (Financial Statement). Sistem yang dibangun juga dapat mengatasi permasalahan yang terkait
dengan struktur tabel pada basis data, di mana tabel-tabel yang ada telah melalui proses normalisasi sehingga dapat
meminimalkan terjadinya redundansi data. Pertumbuhan data pada tabel transaksi relatif kecil dan manajemen
backup dirancang dengan baik, sehingga jalannya sistem bisa stabil dalam waktu yang lama.

1. PENDAHULUAN
Organisasi menggantungkan diri pada sistem
informasi untuk mempertahankan kemampuan
berkompetisi. Informasi pada dasarnya adalah
sumberdaya seperti halnya pabrik dan peralatan.
Produktivitas sebagai suatu hal yang sangat penting
agar tetap kompetitif, dapat ditingkatkan melalui
sistem informasi yang lebih baik.
PT Jasapura Angkasa Boga merupakan suatu
perusahaan yang menangani pelayanan kebutuhankebutuhan
dalam usaha jasa penerbangan komersial.
Jenis usaha yang diadakan meliputi penyediaan
produk makanan dan minuman bagi usaha
penerbangan (airlines catering & lounge) sebagai
operasi utama (main operation) perusahaan,
penyediaan produk makanan bagi hotel-hotel (dalam
bentuk produk pastry bakery), penyediaan jasa
perawatan pakaian bagi hotel (laundry), serta usahausaha
lain yang sejenis. Mengingat banyaknya jenis
usaha yang diselenggarakan oleh perusahaan ini
maka dibutuhkan suatu sistem akuntansi yang efektif
dan efisien sehingga bisa dihasilkan pelaporan
keuangan yang akurat sebagai dasar pengambilan
kebijakan manajemen dan operasional perusahaan.
Hasil pengamatan terhadap sistem yang ada,
kegiatan operasional perusahaan di PT Jasapura
Angkasa Boga telah didukung oleh suatu sistem
informasi yang terkomputerisasi dengan didukung
oleh beberapa aplikasi sistem informasi, tapi dalam
penggunaannya ternyata sistem aplikasi yang dipakai
memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan yang
pertama adalah terdapatnya kesalahan-kesalahan
penyajian data pada laporan (report) yang dihasilkan.
Kelemahan ini meliputi kesalahan penyajian Neraca
(Balance Sheet), Laporan Laba-Rugi (Income
Statement), serta Neraca Saldo (Trial Balance).
Kesalahan-kesalahan tersebut berupa kesalahan
proses yang terjadi pada aplikasi yang
mengakibatkan laporan yang dihasilkan tidak sesuai
dengan laporan yang diinginkan.
Kelemahan lainnya adalah pada struktur tabeltabel
pada basis data yang kurang tepat di mana hal
ini mengakibatkan masih terjadi redudansi data
dalam basis data, sehingga untuk penggunaan jangka
panjang keefisienan sistem tidak terjaga. Selain itu,
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 20 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007
sistem sebelumnya tidak secara penuh mendukung
multicurrency di dalam pemrosesan suatu transaksi.
Multicurrency merupakan pemrosesan transaksi
dalam satuan mata uang yang berbeda-beda yang
sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang bergerak di
bidang pariwisata. Untuk melakukan penjurnalan,
item-item transaksi harus dicatat dengan mata uang
rupiah. Jika terdapat suatu dokumen transaksi yang
menggunakan mata uang selain rupiah maka Bagian
Accounting harus mengkonversi mata uang tersebut
ke mata uang rupiah terlebih dahulu secara manual
sebelum dilakukan penjurnalan.
Selain itu masih terdapat beberapa proses yang
menggunakan sistem manual dengan menggunakan
aplikasi MS Excel. Proses tersebut di antaranya
pembuatan invoice dan Payment Requisition Form
(PRF). Proses ini tentunya sangat rentan dari segi
keamanan data apabila masih menggunakan sistem
file untuk memprosesnya. Selain itu juga akan
menyulitkan untuk melakukan pencarian data untuk
transaksi-transaksi pada waktu lampau.
2. METODOLOGI
Siklus akuntansi dapat diilustrasikan seperti
pada Gambar 1.
Gambar 1. Siklus Akuntansi
Langkah pertama dalam siklus akuntansi
adalah analisis transaksi dan kejadian-kejadian
tertentu lainnya. Dalam fase ini setiap kejadiankejadian
keuangan di dalam perusahaan diidentifikasi
dan dicatat sesuai dengan kriteria dan standar yang
ditentukan.
Suatu transaksi serta kejadian tertentu pada
awalnya tidak dicatat dalam buku besar karena satu
transaksi akan mempengaruhi dua akun atau lebih, di
mana masing-masing akun ini terdapat dalam
halaman berbeda dalam buku besar. Untuk mengatasi
masalah ini dan mencatat setiap transaksi serta
kejadian secara lengkap pada satu tempat, digunakan
pencatatan pada jurnal yang merupakan fase
berikutnya. Bentuk jurnal yang paling sederhana
adalah daftar transaksi atau kejadian kronologis yang
diekspresikan dalam istilah debet dan kredit pada
akun-akun tertentu yang disebut Jurnal Umum.
Dalam beberapa kasus, perusahaan menggunakan
Jurnal Khusus (Special Journal) selain Jurnal Umum.
Jurnal Khusus mengikhtisarkan transaksi-transaksi
yang memiliki karakteristik serupa misalnya
Penerimaan Kas, Penjualan, Pembelian, Pengeluaran
Kas) sehingga menghemat waktu yang diperlukan
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan berbagai
tugas pembukuan. Fase selanjutnya adalah
Pengidentifikasian dan
Pengukuran Transaksi
serta Kejadian Lainnya
Jurnalisasi
Jurnal Umum
Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal Pembelian
Jurnal Penjualan
Jurnal khusus lainnya
Pemindah Bukuan
Buku Besar Umum (biasanya
bulanan)
Buku Besar Pembantu (biasanya
harian)
Pembuatan Neraca Saldo
Penyesuaian
Akrual
Pembayaran di muka
Item-item yang diestimasi
Neraca saldo yang
disesuaikan
Pembuatan Laporan Keuangan
Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Ditahan
Neraca
Laporan Arus Kas
Penutupan
(akun nominal )
Neraca Saldo Pasca Penutupan
(optional)
Ayat Jurnal Pembalik
(optional)
Neraca Lajur
(optional)
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 21 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007
Pemindahbukuan (Posting). Dalam fase ini item-item
yang dimasukkan dalam Jurnal Umum harus
ditransfer ke Buku Besar Umum. Fase ini merupakan
bagian dari proses pengikhtisaran dan
pengklasifikasian. Proses pemindahbukuan setiap
transaksi yang dicatat dalam jurnal akan dituangkan
ke buku besar sesuai dengan akun dan pos
transaksinya secara berurutan.
Neraca Saldo adalah daftar akun beserta
saldonya pada suatu waktu tertentu. Umumnya
Neraca Saldo dibuat pada akhir periode akuntansi.
Tujuan utama dari Neraca Saldo adalah untuk
membuktikan kesamaan matematis dari debet dan
kredit setelah posting dilakukan. Neraca Saldo juga
berguna untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan
dalam pembuatan ayat jurnal dan posting di samping
bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan. Agar
pendapatan dicatat pada periode di mana pendapatan
dihasilkan, dan agar beban dicatat pada periode
terjadinya, maka Ayat Jurnal Penyesuaian(adjusting
entries) harus dibuat pada akhir periode akuntansi.
Yaitu, penyesuaian diperlukan untuk memastikan
bahwa prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan
penandingan tidak dilanggar.
Setelah semua Ayat Jurnal Penyesuaian dibuat
dan diposting, Neraca Saldo berikutnya lalu dibuat
dari akun-akun Buku Besar. Neraca Saldo ini
dinamakan dengan Neraca Saldo Yang Telah
Disesuaikan (Adjusted Trial Balance). Neraca Saldo
ini memperlihatkan saldo dari semua akun, termasuk
akun-akun yang telah disesuaikan, pada akhir periode
akuntansi. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan
pengaruh dari semua kejadian keuangan yang telah
terjadi selama periode akuntansi.
Proses berikutnya adalah pembuatan Laporan
keuangan. Adapun Laporan keuangan yang
umumnya dibuat oleh suatu perusahaan yaitu
Laporan Laba Rugi (Income Statemen) dan Neraca
(Balance Sheet). Pada Laporan Laba Rugi akan
diperlihatkan untung / rugi dari operasional
perusahaan, sedangkan Neraca akan melaporkan
aktiva, kewajiban, serta ekuitas perusahaan. Prosedur
yang umumnya diikuti untuk mengurangi saldo akun
nominal menjadi nol dalam rangka menyiapkan
akun-akun tersebut untuk periode berikutnya dikenal
sebagai Proses Penutupan (Closing Proccess). Dalam
Proses Penutupan, semua saldo akun pendapatan dan
beban (pos-pos Laporan Laba Rugi) ditransfer ke
akun kliring atau akun temporer yang disebut Ikhtisar
Laba Rugi, yang hanya digunakan pada akhir setiap
periode akuntansi.
Neraca saldo yang ketiga juga bisa dibuat
setelah Ayat Jurnal Penutup dipindahkan ke Buku
Besar. Neraca Saldo setelah penutupan, yang
umumnya disebut Neraca Saldo Pasca Penutupan
memperlihatkan bahwa jumlah debet dan kredit yang
sama telah diposting ke akun Ikhtisar Laba-Rugi.
Setelah laporan keuangan selesai dibuat dan
pembukuan ditutup, hal ini biasanya bermanfaat
untuk membalik sebagian Ayat Jurnal Penyesuaian
sebelum mencatat transaksi reguler pada periode
berikutnya. Ayat jurnal semacam ini biasanya disebut
sebagai Ayat Jurnal Pembalik (Reversing Entries).
Ayat Jurnal Pembalik dibuat pada awal periode
akuntansi berikutnya dan merupakan kebalikan dari
yat Jurnal Penyesuaian terkait yang telah dibuat pada
periode sebelumnya (Hopwood, 2000).
2.1 Diagram Konteks
Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi
ditunjukkan pada Gambar 3, dapat diketahui terdapat
tujuh entitas luar dari sistem yaitu yang dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. Root Administrator merupakan pengguna sistem
yang memiliki otoritas penuh terhadap sistem.
2. Head of Accounting yang merupakan Kepala
Bagian Akuntansi di PT Jasapura Angkasa Boga.
3. Inventory yaitu sistem manajemen persediaan di
PT. Jasapura Angkasa Boga.
4. Management merupakan penentu kebijakankebijakan
yang terkait dengan perusahaan.
5. Supplier merupakan penyalur barang-barang
yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan.
6. Customer yang merupakan konsumen dari
produk-produk PT. Jasapura Angkasa Boga.
Operation merupakan bagian yang terkait
dengan proses operasional perusahaan.
Gambar 2. Diagram Konteks
2.2 Overview Diagram
Diagram Alir Data Level 0 (Overview Diagram)
terlihat pada Gambar 3.
Payment Voucher,
Cash
Invoice
Account, Opening
Balances, General
Journal Data, Posting
Order, Closing Order
Active Retur, Passive Retur,
Stock Opname, Spoil
Active Retur, Passive
Retur, Stock Opname,
Spoil, RR, PO
Group, Group Privileges,
User, Customer, Contact
Person, Bank, Bank Account,
Bank Branch, Currency,
History Currency, Form of
Payment, Class Account
Cash
Invoice, Confirmation DO, DO Recap
Plan Approved
DO Recap Plan
DO Recap
Approved,
Approved PRF
General Ledger
Transaction, Trial Balance,
Income Statemen,t Balance
Sheet, DO Recap, DO, PRF
Plan
Inventory
3
Supplier
5
Operation
7
Management
4
Head of
Accounting
2
Root
Administrator
1
Customer
6
0
ACCOUNTING
INFORMATION
SYSTEM
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 22 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007
..
Gambar 3. Overview Diagram
..
2.3 Daftar Kejadian
Pada Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi
PT. Jasapura Angkasa Boga terdapat beberapa proses
penting yang dapat dikategorikan sebagai berikut.
1. Pembuatan Master Data
Proses pembuatan master data merupakan proses
pembuatan data pokok yang diperlukan untuk
memproses transaksi-transaksi yang dilakukan dalam
sistem. Adapun data pokok yang dibuat meliputi data
pengguna (user), pengelompokan hak akses (group),
Customer, bank, mata uang, dan jenis pembayaran.
2. Pengelolaan Buku Besar (General Ledger)
Pada dasarnya proses pengelolaan Buku Besar
berhubungan dengan pengelolaan Daftar Akun
(Chart of Account), pengelolaan transaksi pada Jurnal
Umum (General Journal), pengelolaan transaksitransaksi
penyesuaian pada Jurnal Penyesuaian
(Adjustment Entries Journal), posting transaksi jurnal
ke Buku Besar, serta penutupan periode akuntansi.
3. Pengelolaan Hutang Dagang (Account Payable)
Proses Hutang Dagang meliputi pengelolaan
transaksi-transaksi keuangan yang berkaitan dengan
hutang dagang perusahaan. Proses ini meliputi
pengelolaan invoice dari Supplier berdasarkan
Receiving Report dari Inventory, pencatatan Journal
Hutang Dagang (Account Payable Journal),
pembayaran hutang dagang serta pencatatannya pada
Journal Pembayaran (Payment Journal).
4. Pengelolaan Piutang Dagang (Account
Receivable)
Proses Piutang Dagang berkaitan dengan
pengelolaan piutang dagang perusahaan yang
meliputi pembuatan invoice, pencatatan piutang
dagang pada Jurnal Piutang Dagang (Account
Receivable Journal), pembayaran oleh pelanggan
beserta pencatatan transaksi tersebut pada Jurnal
Penerimaan Kas (Official Receipt Journal).
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 23 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007
5. Pembuatan Laporan Keuangan
Proses Pembuatan Laporan Keuangan
merupakan proses pencetakan laporan-laporan
keuangan pokok yang dibutuhkan oleh Manajemen
perusahaan. Adapun laporan keuangan yang dibuat
meliputi Buku Besar (General Ledger), Neraca
Percobaan (Trial Balance), Neraca (Balance Sheet),
dan Laporan Rugi Laba (Trial Balance).
3. ANALISIS HASIL
Analisis hasil yang dilakukan adalah analisis
keberhasilan sistem dalam mengatasi permasalahan
pada sistem sebelumnya dan analisis kelebihan dan
kekurangan sistem.
3.1 Analisis Keberhasilan Sistem
Uraian pada pemodelan sistem dijelaskan bahwa
sistem yang dibuat mampu memecahkan
permasalahan-permasalahan yang telah dikemukakan
sebelumnya yaitu :
Sistem yang terintegrasi.
Pada sistem yang dibuat proses-proses akuntansi
yang perlu dilakukan telah tercakup dalam satu
sistem aplikasi. Proses tersebut di antaranya dari
setup Chart of Account (COA), penjurnalan, posting
ke buku besar (general ledger), pembuatan laporan
keuangan, sampai pada pembukaan periode akuntansi
baru. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi PT.
Jasapura Angkasa Boga telah terintegrasi dengan
sistem informasi inventory sehingga proses
pencatatan transaksi-transaksi yang terjadi di gudang
dapat dilakukan secara terkomputerisasi.
Dengan demikian sistem yang dibuat telah dapat
mengatasi permasalahan sebelumnya di mana sistem
sebelumnya masih menggunakan modul-modul
aplikasi yang belum sepenuhnya terintegrasi.
Struktur tabel pada database.
Untuk menyimpan data transaksi Sistem
Informasi Akuntansi PT. Jasapura Angkasa Boga
menggunakan tabel TGL_Journal dan
TGL_JournalDetail. Hubungan antar tabel-tabel
tersebut dengan tabel-tabel lainnya dapat dilihat pada
gambar berikut.
Gambar 8. Struktur tabel transaksi pada sistem
yang baru
Gambar 8 memperlihatkan struktur tabel untuk
menyimpan data transaksi telah mengalami
normalisasi sehingga redundansi pada saat
penyimpanan data bisa dikurangi. Pada tabel
sebelumnya setiap penyimpanan satu data item
transaksi, kode, dan tanggal transaksi (field IDTRANS
dan TGLTRANSAKSI) akan selalu ditulis, begitu juga
dengan field KODEAKUN (type data nvarchar 25).
Pada tabel yang baru hanya terbatas pada
pengulangan penyimpanan IdJournal dan
IdAccount pada TGL_JournalDetail.
Selain dengan normalisasi tabel, tabel-tabel yang
dilakukan untuk menyimpan data transaksi (misalnya
TAP_PRF) hanya digunakan untuk menyimpan data
transaksi selama satu tahun saja. Pada saat
pembukaan periode akuntansi yang baru, sistem akan
melakukan backup data ke database TMP_SIA. Tabeltabel
transaksi pada TMP_SIA tersebut akan disimpan
dengan menambahkan tahun transaksi yang disimpan
(Misal TAP_PRF2006, TAP_PRF2007). Dengan
digunakannya dua database akan dapat
mengendalikan laju pertumbuhan data pada database
DB_SIA_JAB sehingga kecepatan pencarian data pada
database tersebut lebih terjaga.
Dengan demikian permasalahan struktur database
pada sistem sebelumnya telah dapat dipecahkan oleh
sistem yang dibuat.
Penanganan proses-proses dengan sistem file.
Proses pembuatan invoice dan PRF telah dapat
dilakukan dalam sistem yang baru, sehingga
penggunaan sistem file dalam pembuatan dokumendokumen
tersebut sudah tidak diperlukan.
Kesalahan penyajian report dan kesalahan. proses
Pada sistem yang dibuat, penyajian laporan
keuangan sudah dapat dilaksanakan langsung pada
aplikasi. Laporan keuangan tersebut juga telah
diperiksa oleh seorang ahli akuntansi menurut teori
akuntansi yang ada. Selain itu pada sistem yang baru,
suatu jurnal hanya akan dapat di-posting apabila
jumlah saldo debit dan kredit pada transaksi jurnal
tersebut telah seimbang. Dengan demikian
permasalahan pada sistem sebelumnya yaitu
kesalahan penyajian laporan keuangan dan kesalahan
proses sistem telah dapat diatasi.
Pada sistem yang dibuat telah dapat menangani
multicurrency.
Misalkan pada suatu transaksi pemesanan
barang, invoice yang diberikan oleh supplier
menggunakan mata uang US Dolar. Pada saat
penjurnalan pada Account Payable Journal, sistem
akan secara otomatis melakukan konversi ke mata
uang rupiah. Pada saat pembayaran, jika diperlukan
perusahaan dapat membayar invoice tersebut dengan
mata uang Euro. Pada saat penjurnalan pada Payment
Journal, jika terjadi perbedaan nilai kurs mata uang
sistem akan langsung melakukan perhitungan untung
TGL_Journal
PK IdJournal
JCode
JDate
Description
Transvalue
JType
IdDoc
GLStatus
TGL_JournalDetail
PK IdJournalDetail
FK1 IdJournal
FK2 IdAccount
Debit
Credit
SpcFlag
TGL_Account
PK IdAccount
AccCode
Description
AccLevel
HeaderStatus
NormalPos
Active
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 24 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007
/ rugi akibat perbedaan nilai kurs tersebut (Profit /
Loss of Currency Rate).
3.2 Analisis Kelebihan dan Kekurangan Sistem
Adapun beberapa kelebihan yang dimiliki oleh
sistem ini antara lain sebagai berikut.
• Sistem dapat menangani proses-proses yang
terjadi dalam proses akuntansi secara
terkomputerisasi. Hal ini tentunya akan sangat
memudahkan pengguna untuk melakukan
pembuatan dokumen-dokumen transaksi yang
diperlukan. Selain itu user dapat menerbitkan
laporan keuangan dengan segera ketika
diperlukan sebab segala perhitungan yang perlu
dilakukan untuk menerbitkan laporan keuangan
telah dilakukan oleh sistem.
• Penyimpanan data transaksi dalam database
akan lebih menjaga keamanan data. Dengan
menggunakan DBMS akan lebih memudahkan
untuk melakukan perawatan data.
• Pencarian data akan menjadi lebih mudah. Pada
sistem ini data pada waktu lampau dapat dicari
dengan memasukkan tanggal terjadinya
transaksi, kode, ataupun deskripsi transaksi. Jika
dibandingkan dengan sistem file, tentunya cara
ini lebih efektif untuk menangani data transaksi
dalam jumlah yang sangat besar.
• Sistem menggunakan dua buah database yaitu
DB_SIA_JAB_TA sebagai database aktif dan
TMP_SIA sebagai database backup. Pada
umumnya dalam pengimplementasian sistem,
user akan lebih cenderung mencari data transaksi
tahun berjalan. Pencarian data transaksi-transaksi
waktu lampau umumnya dilakukan pada saatsaat
tertentu saja (misal pada awal tahun).
Dengan menggunakan dua buah database akan
dapat membatasi pertumbuhan data pada
database aktif sehingga kecepatan pencarian
data dapat lebih terjaga.
Beberapa kekurangan yang ada dalam sistem ini
antara lain sebagai berikut.
• Proses akuntansi yang ditangani oleh sistem
hanya terbatas pada proses Account Payable dan
Account Receivable. Untuk transaksi selain
kedua proses tersebut ditangani oleh sistem
melalui General Journal secara manual entries.
Pada kenyataannya masih banyak proses
akuntansi yang dapat diolah secara
terkomputerisasi misalnya perhitungan biaya
produksi, pajak, dan lain sebagainya.
• Report sistem dibuat menggunakan Crystal
Report 8.5 sehingga dalam implementasinya
aplikasi ini harus ikut ter-install.
• Untuk pengolahan transaksi dalam jumlah yang
sangat besar (misal transaksi pada general ledger
untuk 2 tahun), sistem terkadang akan
menunjukkan dead screen sehingga seolah-olah
sistem terlihat hang. Untuk itu pemrosesan data
dalam jumlah yang sangat besar hendaknya
dihindari. Proses pencarian data bisa dilakukan
dengan memecah pencarian data dengan cakupan
data yang lebih kecil secara berulang-ulang.
4. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari pembuatan sistem
dalam penelitian ini adalah:
1. Sistem yang dibangun dapat melakukan
pengolahan data transaksi keuangan dan
akuntansi yang meliputi pengelolaan buku besar
(general ledger), pengelolaan transaksi hutang
dagang (account payable), pengelolaan piutang
dagang (account receivable), pencatatan
transaksi biaya produksi yang berasal dari
inventory (cost), dan pembuatan laporan
keuangan (financial statement). Kesemua proses
tersebut dapat dikelola dalam satu aplikasi secara
terkomputerisasi serta menggunakan database
untuk menyimpan datanya.
2. Bagian-bagian dari proses dalam General Ledger
pada Sistem Informasi Akuntansi PT.Jasapura
Angkasa Boga yaitu : Chart of Account, General
Journal, Adjustment Entries Journal, General
Ledger, Financial Statement Generation, dan
Open New Periode.
3. Bagian-bagian dari proses dalam Account
Receivable pada Sistem Informasi Akuntansi ini
yaitu : Invoicing, Invoice Account Setup, Account
Receivable Journal, AR Aging, dan Official
Receipt Journal. Sedangkan bagian-bagian dari
proses dalam Account Payable yaitu : List of
Purchase Order, RR Invoicing, Account Payable
Journal, AP Aging, Payment Requisition Form,
dan Payment Journal.
4. Proses Financial Statement berkaitan dengan
proses pembuatan laporan keuangan dari Sistem
Informasi Akuntansi PT. Jasapura Angkasa
Boga. Adapun proses ini terdiri dari beberapa
bagian yaitu Trial Balance, Income Statement,
dan Balance Sheet.
5. Sistem ini telah menggunakan struktur tabel
transaksi yang ternormalisasi, serta menyimpan
data transaksi satu tahun dalam satu tabel. Sistem
ini juga menggunakan dua database sehingga
dapat menjaga kecepatan pencarian data.
6. Sistem ini mampu melakukan data keuangan
secara multicurrency.
5. DAFTAR PUSTAKA
[1] Baridwan, Z. 1992. Intermediate Accounting , Edisi 7.
BPFE-Yogyakarta.
[2] Eka Juniantara I Gede, 2007. Rancang Bangun Sistem
Informasi Manajemen Inventory pada Perusahaan
Inflight Catering Service – Studi Kasus di PT.
Jasapura Angkasa Boga, Tugas Akhir, Jurusan
Teknik Elektro Universitas Udayana.
Rancang Bangun Sistem Informasi ... AA. K Oka Sudana
Teknologi Elektro 25 Vol. 6 No. 3 Juli – Desember 2007

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -