Konsep diri penting bagi individu karena individu dapat memandang diri dan
dunianya, mempengaruhi tidak hanya individu berperilaku, tetapi juga tingkat
kepuasan yang diperoleh dalam hidupnya. Setiap individu pasti memiliki sebuah
konsep diri, tetapi mereka tidak tahu apakah konsep diri yang dimiliki itu negatif atau
positif. Siswa yang memiliki konsep diri positif ia akan memiliki dorongan mandiri
lebih baik, ia dapat mengenal serta memahami dirinya sendiri sehingga dapat
berperilaku efektif dalam berbagai situasi. Namun kenyataan yang terjadi di SMA
Teuku Umar Semarang ada sebagian siswa kelas XI yang memiliki konsep diri yang
rendah, sehingga perlu upaya untuk meningkatkannya atau mengembangkan konsep
diri yang positif salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok. Ada pun
permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan konsep diri pada
siswa kelas XI SMA Teuku Umar Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 setelah
dilakukan layanan bimbingan kelompok secara efektif ?.
Ada pun tujuannya adalah untuk meningkatkan konsep diri pada siswa kelas
XI SMA Teuku Umar Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 melalui layanan
bimbingan kelompok secara efektif. Subjek penelitian ini sebanyak 10 siswa kelas XI
SMA Teuku Umar Semarang yang memiliki konsep diri yang rendah dengan
menggunakan purposive sampling. Ada pun variabel yang diteliti adalah konsep diri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi sedangkan alat
pengumpul data yang digunakan adalah skala konsep diri yang tahap awal diuji
tingkat validitas dan reliabilitas. Ada pun dari hasil uji validitas N=30, r tabel 0,361
maka instrumen yang digunakan valid karena r hitung > r tabel. Sedangkan uji
reliabilitas dengan rumus alpha dapat diketahui bahwa r hitung = 0,889 > 0,361 maka
dapat dikatakan instrumen ini reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah
metode non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon.
Konsep diri penting bagi individu karena individu dapat memandang diri dan
dunianya, mempengaruhi tidak hanya individu berperilaku, tetapi juga tingkat
kepuasan yang diperoleh dalam hidupnya. Setiap individu pasti memiliki sebuah
konsep diri, tetapi mereka tidak tahu apakah konsep diri yang dimiliki itu negatif atau
positif. Siswa yang memiliki konsep diri positif ia akan memiliki dorongan mandiri
lebih baik, ia dapat mengenal serta memahami dirinya sendiri sehingga dapat
berperilaku efektif dalam berbagai situasi. Namun kenyataan yang terjadi di SMA
Teuku Umar Semarang ada sebagian siswa kelas XI yang memiliki konsep diri yang
rendah, sehingga perlu upaya untuk meningkatkannya atau mengembangkan konsep
diri yang positif salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok. Ada pun
permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan konsep diri pada
siswa kelas XI SMA Teuku Umar Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 setelah
dilakukan layanan bimbingan kelompok secara efektif ?.
Ada pun tujuannya adalah untuk meningkatkan konsep diri pada siswa kelas
XI SMA Teuku Umar Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 melalui layanan
bimbingan kelompok secara efektif. Subjek penelitian ini sebanyak 10 siswa kelas XI
SMA Teuku Umar Semarang yang memiliki konsep diri yang rendah dengan
menggunakan purposive sampling. Ada pun variabel yang diteliti adalah konsep diri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi sedangkan alat
pengumpul data yang digunakan adalah skala konsep diri yang tahap awal diuji
tingkat validitas dan reliabilitas. Ada pun dari hasil uji validitas N=30, r tabel 0,361
maka instrumen yang digunakan valid karena r hitung > r tabel. Sedangkan uji
reliabilitas dengan rumus alpha dapat diketahui bahwa r hitung = 0,889 > 0,361 maka
dapat dikatakan instrumen ini reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah
metode non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon.
full bab I sampai Akhir:
http://www.ziddu.com/downloadlink/8062092/skripsiBKmengemabngkankonsepdi...


