Bibit.w. Skripsi ini berjudul “ Perbedaan metode mengajar servis bawah
terhadap keberhasilan servis bawah siswi kelas X SMK N I Salam tahun
2006/2007.” Karena dalam pembelajaran pendidikan jasmani dengan sub kopetensi
servis bawah bola voli banyak siswa putri yang kesulitan/tidak mampu melakukan
servis bawah bola voli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
ada perbedaan keberhasilan antara metode konvensional yang telah biasa digunakan
dengan metode lemparan bawah dalam mengajar servis bawah bola voli pada siswi
kelas X SMK N I Salam tahun 2006/2007.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan pola M-S sedang pengolahan datanya menggunakan perhitungan statistik ttes
rumus pendek dengan taraf signifikan 20%,sedang derajat kebebasan 17,
populasi yang digunakan siswi kelas X SMK N I Salam berjumlah 72 anak. Dari
jumlah tersebut diambil sampel 50% secara acak/random. Kemudian sampel
dikelompokan berdasarkan tes awal dengan menggunakan Matching dengan rumus
ABBA,setelah terbentuk dua kelompok selanjutnya kelompok eksperimen 1
diberikan pembelajaran servis bawah dengan metode lemparan bawah sedang
kelompok eksperimen 2 dengan metode konvensional selama dua kali pertemuan.
Dalam pelaksanaan tes awal diperoleh mean dari kelompok eksperimen
satu 6,00 sedang mean dari kelompok eksperimen dua 6,05. Hasil tes akhir mean
kelompok eksperimen satu 7,50 kelompok eksperimen dua/kelompok kontrol 6,77.
Dari perhitungan statistik didapat t hitung sebesar 1,674 sedang t tabel 1,333 ini
berarti t hitung lebih besar dari t tabel. Hal ini terbukti bahwa metode lemparan
bawah lebih baik dibanding dengan metode konvensional untuk mengajar servis
bawah bola voli siswi kelas X pada SMK N I Salam tahun 2006/2007
Berdasarkan penelitian ini, metode lemparan bawah, dapat dijadikan satu
metode baru untuk mengajar servis bawah bola voli pada siswa putri. Di sarankan
pada para guru pendidikan jasmani apabila dalam mengajar servis bawah bola voli
pada siswa putri mengalami kesulitan, agar menggunakan metode lemparan bawah.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah.
Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga permainan
yang diajarkan di seluruh tingkat sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA / SMK.
Di dalam kurikulum SMK tahun 1999, permainan bola voli diajarkan pada siswa
kelas I semester 2, kelas II semester 3 dan 4, kelas III semester 5 dan 6. Sedang
dalam kurikulum 2004 sekolah diberi kebebasan untuk memprogramkan sendiri
pada semester berapa permainan bola voli tersebut disampaikan. Di dalam KTSP
2006 sekolah memprogramkan permainan bola voli mulai diajarkan pada kelas X
semester 1. Keberhasilan suatu pembelajaran dipengaruhi oleh :
- metode
- guru
- siswa
- sarana prasarana / alat yang tersedia
Metode mengajar sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu
pembalajaran, suatu metode mungkin cocok untuk mengajar suatu kompetensi
tertentu, tetapi belum tentu tepat untuk kompetensi yang lain. Atau sebaliknya
siswa tertentu dapat berhasil dengan metode itu sedang siswa yang lain
mengalami kesulitan. Berkaitan dengan hal tersebut diharapkan guru dapat
mencari atau menciptakan metode yang sesuai dengan situasi dan kondisi dimana
ia mengajar baik kondisi siswa maupun peralatan yang tersedia sehingga
pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Faktor yang kedua adalah guru. Kecakapan seorang guru dalam
menyampaikan pembalajaran, membangkitkan motivasi siswa, mengevaluasi
menganalisa latihan yang dilakukan siswanya, serta kemampuan guru itu sendiri
menguasai materi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembalajaran.
Faktor yang ketiga. Kebugaran jasmani siswa, bakat, minat tingkat
kecerdasan, dan jenis kelamin juga mempegaruhi keberhasilan pembalajaran.
Faktor yang keempat, kelengkapan dan jumlah alat yang tersedia. Alat /
kelengkapan yang jumlahnya memadai tentu saja akan lebih baik hasilnya, karena
anak/siswa lebih banyak kesempatan untuk melakukan latihan.
Pengalaman yang saya alami di lapangan dalam mengajar kompetensi
permainan bola voli sedang sub kompetensinya servis bawah, ternyata siswa putri
banyak mengalami kesulitan, dibandingkan siswa putra.
Hal ini tampak dalam latihan servis bawah untuk siswa putri banyak
yang mengalami kegagalan, karena bola terlalu melambung, sehingga tidak bisa
melampaui net, atau bola terlalu rendah sehingga bola menyangkut di net (jaring).
Menurut pengamatan saya, faktor yang menghambat keberhasilan
servis bawah yang dilakukan siswi SMK N I Salam tersebut adalah:
1. Lambungan bola terlalu dekat atau terlalu jauh dari jangkauan tangan.
2. Siku tangan pemukul kurang dikencangkan pada saat memukul bola, atau
siku tidak dikencangkan pada saat memukul bola, atau siku ditekuk
3. Ayunan tangan tidak dari belakang ke depan penuh, ayunan awalan kurang
4. Saat perkenaan bola dengan tangan tidak tepat (terlalu ke bawah, atau keatas
dari ketinggian pinggang bagian depan).
Koordinasi gerak kurang harmonis.
Motivasi siswa kurang sebab latihan servis bawah terus menerus membuat tangan
terasa sakit.
Berdasarkan pengalaman tersebut, maka saya mencoba mencari
metode yang dapat membantu siswa putri untuk dapat melakukan servis bawah.
Adapun metode yang saya gunakan adalah “ metode lemparan bawah “.
Hal itu dilakukan, karena menurut pengamatan saya ada kesamaan
gerakan antara lemparan bawah dengan servis bawah. Persamaan tersebut
diantaranya adalah posisi kaki, sikap badan, dan ayunan tangan, serta arah bola.
Sedang perbedaannya adalah hanya saat bola lepas dari tangan dimana dalam
lemparan bawah, bola selalu pada tangan ayun/yang digunakan untuk melempar
dan pada posisi tertentu tinggal melepas, sedang pada servis bawah bola dipegang
dengan tangan kiri, kemudian dilepaskan dan dipukul dengan tangan kanan. Dan
lemparan bawah lebih mudah dilakukan dibandingkan servis bawah. Karena
merasa mudah maka anak akan lebih suka dan bersemangat melakukan latihan.
Lagi pula melakukan latihan lemparan bawah dengan berulang – ulang tidak
menimbulkan rasa sakit. Berbeda dengan melakukan servis bawah, anak kurang
berminat untuk mengulang-ulang dengan alasan tangan yang untuk memukul bola
terasa sakit.
Dengan keberhasilan siswa melakukan lempar bawah ini, diharapkan
dapat memberikan dorongan bahwa ia juga mampu melakukan servis bawah atau
dapat mentransfer gerakan lemparan bawah ke dalam gerakan servis bawah bola
voli.
Dari uraian diatas penulis bermaksud mengadakan penenelitian
dengan judul “Perbedaan Metode Mengajar Servis bawah terhadap Keberhasilan
Servis bawah Bola Voli Siswi kelas X SMK Negeri I Salam Tahun 2006/2007“
Adapun alasan dari pemilihan topik tersebut diantaranya adalah :
1. Dalam Kurikulum SMK bola voli merupakan salah satu kopetensi
yang harus diajarkan.
2. Servis merupakan salah satu teknik dasar bola voli yang harus dikuasai
oleh setiap pemain bola voli.
3. Sering dijumpai kasus pada siswa putri SMK Negeri I Salam kurang
mampu melakukan servis, tetapi enggan melakukan latihan dengan
alasan tangan sakit kalau mencoba terus menerus, maka perlu dicari
metode lain untuk mengajar servis bawah.
4. Selama ini metode yang digunakan untuk mengajar servis bawah
masih menggunakan metode lama yang biasa digunakan (metode
konvensional).
5. Maka untuk mengatasi masalah tersebut Penulis mencoba
menggunakan metode lemparan bawah untuk mengajar servis bawah
bola voli.
1.2. Permasalahan.
Dalam permainan bola voli servis merupakan penyajian bola pertama
untuk memulai permainan, servis juga merupakan serangan awal terhadap lawan,
sehingga penguasaan servis merupakan satu ketrampilan yang harus dikuasai
dalam permainan bola voli. Untuk dapat menguasai servis diperlukan satu
ketrampilan, ketrampilan dapat diperoleh dangan latihan. Latihan yang dilakukan
dengan terus menerus dengan hasil yang tidak segera nampak akan berpengaruh
terhadap motivasi anak, sehingga mudah bosan dan enggan untuk mengulangi
latihan, maka penguasaan servispun tidak dikuasai.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dicari suatu metode yang
mudah dan disenangi anak. Metode yang hampir sama dengan servis bawah
menurut penulis adalah metode lemparan bawah atau . Lemparan bawah lebih
mudah dilakukan daripada servis bawah. Dengan keberhasilan siswa melakukan
lemparan bawah dari daerah servis diharapkan dapat memberikan dorongan/
motivasi melakukan servis.
Dari urain tersebut maka permasalahan dari penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
“ Apakah ada berbedaan antara metode mengajar Konvensional dengan
Metode lemparan bawah terhadap keberhasilan servis bawah bola voli pada siswa
putri kelas X SMK Negeri I Salam Tahun 2006/2007 “
1.3.Tujuan Penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara metode lemparan bawah
dengan metode konvensional dalam mengajar servis bawah terhadap
keberhasilan servis bawah bola voli pada siswi kelas X SMK Negeri I
Salam Kabupaten Magelang.
2. Bila ada perbedaan, maka akan dicari metode mana yang memberikan
keberhasilan lebih baik.
Penegasan Istilah
Agar tidak terjadi salah pengertian dan penyimpangan penafsiran yang
berkaitan dengan judul ini maka perlu adanya penegasan istilah dan batasan
mengenai beberapa istilah yang digunakan. Adapun penegasan atau batasan
istilah – istilah tersebut antara lain :
Metode mengajar : Cara yang telah teratur terfikir baikbaik
untuk menyampaikan materi
pembelajaran.
Metode mengajar servis bawah : Cara yang telah disusun, diatur untuk
mengajar servis bawah bola voli.
Metode Lemparan bawah : Yang dimaksud disini metode
mengajar servis tangan bawah yang
didahului dengan latihan lempar bawah
dari daerah servis.
Metode konvensional : Cara mengajar servis bawah bola voli
menurut apa yang sudah menjadi
kebiasaan.
5. Servis bawah : Adalah pukulan dalam satu
permainan yang dilakukan dalam
petak servis dengan tangan bawah.
(Suharno HP, 1982 :111).
Jadi yang dimaksud dengan servis bawah adalah pukulan bola pertama dalam
permainan bola voli yang dilaksanakan dari tempat yang lebih rendah.
1.5. Manfaat Penelitian.
1. Sebagai bahan kajian untuk melakukan koreksi dan pengujian ulang
terhadap hasil dan metodologi pengajaran yang telah ada, sehingga hasil
yang dicapai dapat memberikan sumbangan keilmuan terhadap
pembelajaran olahraga bola voli.
2. Dengan melihat hasil penelitian ini diharapkan para guru dapat mencari
berbagai metode yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa serta
kopetensi yang diajarkan.
3. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan bagi para
peneliti yang sejenis.
4. Penelitian ini dapat juga dijadikan masukan dan pertimbangan penelitian
teknik dasar permainan bola voli khususnya servis bawah.
1.6. Sumber Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam penelitian/tulisan ini
digunakan sumber data sebagai berikut :
1.6.1. Sumber Data Pokok
Sumber data pokok dalam penelitian ini diperoleh dari hasil
eksperimen terhadap siwii kelas X putri pada SMK Negeri I Salam tahun
pelajaran 2006/2007.
1.6.2. Sumber Data Pelengkap
Sumber Data Pelengkap dalam penelitian ini diperoleh dari :
1. Buku – buku literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.
2. Bimbingan dan pengarahan dari para dosen yang mengajar di Jurusan
PJKR khususnya dosen pembimbing.
3. Skripsi atau hasil penelitian terdahulu yang sejenis dengan penelitian ini.
4. Hasil pengalaman selama mengajar dan hasil perkuliahan selama kuliah
di Universitas Negeri Semarang ( UNNES ).


