EVALUASI KETERCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM KKN-PPL BERDASARKAN PERSEPSI GURU DI SMKN 2 DEPOK SLEMAN

abstraks: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian standar kompetensi mahasiswa program KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok yang dinilai dari delapan standar kompetensi mahasiswa program KKN-PPL yang telah ditetapkan oleh UPPL UNY. Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat tercapainya standar kompetensi tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran atau uraian suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subyek penelitian sebanyak 31 guru pembimbing mahasiswa KKN-PPL di SMKN 2 Depok. Pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner). Validitas dan reliabilitas dihitung menggunakan bantuan komputer program SPSS for windows versi 16.0 dengan taraf signifikan 5%. Koefisien alpha instrumen memahami karakteristik peserta didik sebesar 0,820, alpha cronbach untuk instrumen menguasai bidang studi sebesar 0,857, alpha cronbach untuk menguasai metodologi pembelajaran yang mendidik sebesar 0,892, alpha cronbach untuk memiliki kepribadian sebagai guru sebesar 0,861, alpha cronbach untuk memahami dinamika kehidupan sekolah sebesar 0,646, alpha cronbach untuk memiliki kemampuan mengelola program kegiatan sebesar 0,832, alpha cronbach untuk memiliki kemampuan pemberdayaan sekolah sebesar 0,771, dan alpha cronbach untuk memiliki potensi life skill sebesar 0,766 dalam kategori kuat dan sangat kuat. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL, ditinjau dari standar kompetensi: memiliki kemampuan mengelola (managerial) program kegiatan tercapai 82,26% (sangat tinggi); memiliki kepribadian (personality) sebagai guru tercapai 76,2% (tinggi); menguasai bidang studi tercapai 71,64% (tinggi); menguasai metodologi pembelajaran yang mendidik tercapai 70% (tinggi); memahami karakteristik peserta didik tercapai 66,47% (tinggi); memahami dinamika kehidupan sekolah (lembaga) tercapai 67,4% (tinggi); memiliki potensi life skill tercapai 66,4% (tinggi); memiliki kemampuan pemberdayaan sekolah tercapai 59,67% (cukup).
Faktor pendukungnya adalah sebagian besar mahasiswa sudah berpengalaman dalam organisasi kampus, dan faktor penghambatnya adalah tidak berani melakukan program penyuluhan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya maka, sangat dibutuhkan peran pendidik yang profesional. Jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Untuk itu, profesionalisme guru dituntut agar terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dam memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional.
Profesionalisasi guru, telah banyak dilakukan, namun pelaksanaanya masih dihadapkan pada berbagai kendala, baik di lingkungan Depdiknas, maupun di lembaga pencetak guru. Kendala yang melekat di Depdiknas misalnya, adanya gejala kekurangseriusan dalam menangani permasalahan pendidikan, seperti juga menangani masalah guru. Gejala tersebut antara lain: adanya ketidaksinambungan antara berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas guru yang ditangani oleh berbagai direktorat di lingkungan Depdiknas, serta tidak adanya fokus dalam peningkatan kualitas guru, sehingga terkesan berputar-putar di tempat, dan penangganannya tidak dilakukan oleh ahlinya, sehingga tidak menghasilkan perbaikan kualitas yang berkesinambungan.
Kendala yang muncul di lembaga pencetak guru antara lain: profesi guru belum menjadi pilihan utama bagi lulusan sekolah menengah, sehingga kualitas masukan (inputnya) rendah. Kualitas dosen, sarana dan prasarana, sumber belajar, kurikulum dan dana penunjang kegiatan pendidikan di lembaga pendidikan pencetak guru masih belum menunjang terciptanya guru profesional. Hal ini merupakan indikator buramnya manajemen pendidikan nasional, khususnya dalam penyiapan calon guru. Jika kondisi tersebut dapat dipertahankan, maka guru-guru profesional yang standar, yang memiliki sertifikasi guru, dan kompeten sulit dimunculkan, padahal dalam kondisi sekarang sangat diperlukan, terutama untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di era global.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu lembaga pencetak guru memiliki visi dan misi tentang produktivitas tenaga kependidikan, khususnya calon guru, baik dari segi kualitas maupun kuantitas tetap terus menjadi perhatian universitas. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya beberapa usaha pembaharuan, peningkatan dalam bidang keguruan seperti PPL, pengajaran mikro, KKN di sekolah yang diarahkan untuk mendukung kompetensi calon guru yang profesional. Disamping untuk efesiensi waktu, biaya, dan manajemen pengelolaan, program KKN-PPL diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan wawasan mahasiswa calon guru sehingga lebih siap dan tangguh dalam penyelesaian berbagai permasalahan kependidikan/tenaga kependidikan.
Program KKN-PPL memiliki standar kompetensi yang dirumuskan dengan mengacu pada tuntutan empat kompetensi guru baik dalam konteks pembelajaran maupun dalam konteks kehidupan guru sebagai anggota masyarakat. Empat kompetensi guru yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
Dari empat kompetensi guru tersebut, didapat delapan butir standar kompetensi KKN-PPL yang dijabarkan menjadi 33 kompetensi dasar dan dari 33 kompetensi dasar dijabarkan lagi menjadi 89 indikator. Rumusan indikator akan memberikan informasi tentang kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa, terukur, dan teruji sehingga dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menempuh mata kuliah KKN-PPL yang berbobot 6 sks.
Berangkat dari hal tersebut di atas perlu kiranya diadakan suatu penelitian untuk mengevaluasi ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok, sehingga tujuan program KKN-PPL yaitu mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru/pendidik atau tenaga kependidikan dapat tercapai atau tidak.

B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:
1. Profesionalisme guru dituntut agar terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, serta kebutuhan masyarakat.
2. Pelaksanaan profesionalisme guru dihadapkan pada berbagai kendala, baik di lingkungan Depdiknas, maupun di lembaga pencetak guru.
3. Kualitas dosen, sarana dan prasarana, sumber belajar, kurikulum dan dana penunjang kegiatan pendidikan di lembaga pendidikan pencetak guru masih belum menunjang terciptanya guru profesional.
4. Adanya beberapa usaha pembaharuan, peningkatan dalam bidang keguruan seperti PPL, pengajaran mikro, dan KKN di sekolah diarahkan untuk mendukung kompetensi calon guru yang profesional.
5. Standar kompetensi mata kuliah KKN-PPL dirumuskan dengan mengacu pada tuntutan empat kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.
6. Evaluasi ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok perlu dilakukan.

C. Batasan Masalah
Untuk lebih menyederhanakan ruang lingkup penelitian, maka penulis membatasi masalah pada:
1. Standar kompetensi mata kuliah KKN-PPL dirumuskan dengan mengacu pada tuntutan empat kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial
2. evaluasi ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas maka, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana tingkat ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok?
2. Faktor-faktor apasajakah yang pendukung dan penghambat ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui tingkat ketercapaian standar kompetensi mahasiswa KKN-PPL berdasarkan persepsi guru di SMKN 2 Depok
2. Mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat tercapainya standar kompetensi di SMKN 2 Depok.

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Sebagai salah satu bahan kaji penelitian untuk mengembangkan ilmu yang telah diterima dalam perkuliahan.
b. Lebih jauh penelitian ini dimaksudkan agar mahasiswa sebagai calon guru SMK, dapat mengetahui standar kompetensi guru serta cara pencapaiannya.
2. Bagi Sekolah
a. Sebagai acuan untuk mendukung peningkatkan efektivitas pelaksanaan KKN-PPL.
b. Sebagai refleksi sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran.
3. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
a. Untuk mengetahui efektifitas dan kualitas penyelenggaraan KKN-PPL
b. Sebagai acuan untuk membuat kebijakan baru dalam penyempurnaan program KKN-PPL berikutnya

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -