KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMEC

abstraks: 

ABSTRAK
Yuniati, Asri. 2008. Keefektifan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Creative Problem Solving (CPS) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang. Skripsi, Jurusan Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Suhito. M.Pd. Pembimbing II: Dr. Iwan Junaedi, S.Si, M.Pd.

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Salah satu komponen yang paling penting dari sistem pendidikan adalah kurikulum. Mulyasa (2007) berpendapat dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satunya adalah dengan perubahan kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan Indonesia yang diharapkan akan membawa perbaikan di dunia pendidikan. Oleh karena itu KTSP harus dipelajari, dipahami, dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata dunia pendidikan. Seperti halnya KBK, dalam KTSP belajar merupakan kegiatan aktif peserta didik dalam membangun makna atau pemahaman terhadap suatu konsep, sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik merupakan sentral kegiatan atau pelaku utama sedangkan guru hanya menciptakan suasana yang dapat mendorong timbulnya motivasi belajar pada peserta didik. Reorientasi pembelajaran tidak hanya sebatas istilah “teaching” menjadi “learning” namun harus sampai pada operasional pelaksanaan pembelajaran.
Berkaitan dengan proses pembelajaran, paradigma mengajar di Indonesia mempunyai ciri-ciri antara lain guru aktif sedangkan peserta didik pasif, pembelajaran berpusat pada guru, guru mentransfer pengetahuan ke pikiran siswa, pemahaman peserta didik cenderung bersifat instrumental, pembelajaran bersifat mekanistik, peserta didik diam secara fisik dan penuh konsentrasi memperhatikan apa yang diajarkan oleh guru. Kondisi ini melahirkan anggapan bagi peserta didik bahwa belajar matematika tidak lebih dari sekedar mengingat kemudian melupakan fakta dan konsep. Pembelajaran matematika selama ini lebih diinspirasi oleh sebuah pandangan absolut. Pandangan absolut memandang matematika sebagai produk atau sesuatu yang siap pakai. Peserta didik diperlakukan sebagai objek belajar sehingga guru lebih banyak ”mencekoki” peserta didik dengan konsep-konsep atau prosedur-prosedur matematika.
Tujuan pembelajaran matematika saat ini adalah agar siswa mampu memecahkan masalah (problem solving) yang dihadapi dengan berdasarkan pada penalaran dan kajian ilmiahnya (Hudoyo, 2001:164). Definisi pemecahan masalah yang diutarakan oleh Polya (dalam Hudoyo, 2003:91) adalah usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan guna mencapai suatu tujuan yang tidak segera dapat dicapai. Oleh karena itu pemecahan masalah merupakan suatu tingkat aktivitas intelektual yang tinggi. Jenis belajar ini merupakan suatu proses psikologi yang tidak hanya melibatkan aplikasi dalil-dalil atau teorema-teorema yang dipelajari.
Kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah perlu ditingkatkan yakni kemampuan untuk mengembangkan teknik dan strategi pemecahan masalah serta kemampuan untuk mensintesis masalah. Oleh karena itu salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh guru sebagai pembimbing peserta didik adalah memilih model pembelajaran yang tepat. Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dapat menimbulkan kebosanan, kurang paham terhadap materi yang diajarkan, dan akhirnya dapat menurunkan motivasi peserta didik dalam belajar.
Realistic Matematics Education (RME) adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang nyata bagi peserta didik, menekankan keterampilan “proses of doing mathematics”, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri dan pada akhirnya menggunakan matematika tersebut untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Dengan cara ini diharapkan siswa dapat menemukan sendiri bentuk penyelesaian suatu soal atau masalah yang diberikan kepada mereka. Jadi model pembelajaran RME dapat dipandang sebagai model pembelajaran yang dilaksanakan agar kompetensi dasar dapat dicapai dengan cepat melalui proses belajar mandiri dan informal.
Selain Realistic Mathematics Education (RME), alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Creative Problem Solving (CPS). CPS merupakan suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan ketrampilan (Pepkin, 2004:1). Dengan model ini diharapkan ketika peserta didik dihadapkan dengan suatu masalah, mereka dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Hal tersebut dapat dilakukan tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir, akan tetapi keterampilan memecahkan masalah juga dapat memperluas proses berpikir.
SMP Negeri 11 Semarang secara akademis merupakan sekolah yang standar akademisnya belum menggembirakan. Hal ini terlihat dari Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang harus dicapai peserta didik agar dapat dikatakan tuntas dalam mengikuti pembelajaran yaitu minimal memperoleh nilai 65. Selain itu kemampuan pemecahan masalah peserta didik di SMP Negeri 11 Semarang khusunya kelas VIII belum mencapai ketuntasan secara klasikal. Hal ini dapat diketahui dari proporsi peserta didik yang yang telah mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) atau yang memperoleh nilai ? 65 masih kurang dari 85%. Menurut pendapat salah seorang guru bahwa tingkat motivasi belajar peserta didiknya masih rendah dan masih bergantung pada guru. Pada umumnya guru matematika di sana belum menggunakan model pembelajaran dalam pengajaran pemecahan masalah sehingga menurut peneliti diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan keterampilan pemecahan masalah pada peserta didik.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII SMP. Penelitian ini berjudul “Keefektifan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Creative Problem Solving (CPS) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang”.

B.Permasalahan
Permasalahan dalam penelitian ini adalah manakah yang lebih efektif antara model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dibanding model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang.
C.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dibanding model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang.

D.Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.Bagi guru
a.Meningkatkan pengetahuan guru tentang kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
b.Memberikan masukan yang bermanfaat bagi tenaga pengajar tentang model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
2.Bagi peserta didik
a.Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam pembelajaran matematika.
b.Memperoleh cara belajar matematika yang lebih efektif, menarik, dan menyenangkan serta mudah untuk menangkap materi yang dipelajari.
c.Menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
3.Bagi peneliti
Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran RME dan CPS.
E.Batasan Istilah
Agar diperoleh pengertian yang sama tentang istilah dalam penelitian ini dan tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca maka perlu adanya batasan istilah. Adapun batasan istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.Keefektifan
Model pembelajaran dikatakan efektif jika proporsi peserta didik yang memperoleh kemampuan pemecahan masalah mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) atau nilainya minimal 65 lebih dari 85%.
2.Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)
Realistic Mathematics Education (RME) merupakan model pembelajaran matematika di sekolah yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi kehidupan siswa (Suyitno, 2006:36).
3.Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)
Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan (Pepkin, 2004: 1).
4.Kemampuan Pemecahan Masalah
Adapun kemampuan pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar peserta didik yang memperoleh pembelajaran model RME dan CPS dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah materi Kubus dan Balok. Masalah yang dimaksud adalah masalah untuk menemukan.

F.Sistematika Penulisan Skripsi
1.Bagian Awal
Bagian awal berisi halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, dan kata pengantar.
2.Bagian Isi
BAB I: PENDAHULUAN
Bab I berisi latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II: LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
Bab II membahas teori yang melandasi permasalahan serta penjelasan yang merupakan landasan teoritis yang diterapkan dalam skripsi, materi pokok yang terkait dengan pelaksanaan penelitian, kerangka berpikir dan hipotesis.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bab III meliputi penentuan populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, prosedur pengumpulan data, metode pengumpulan data, instrumen penelitian dan metode analisis data.
BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan.
BAB V: PENUTUP
Bab V berisi tentang simpulan dan saran dalam penelitian.
3.Bagian Akhir
Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -