Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan
anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah
kedewasaan. Dewasa ini masalah pendidikan di Indonesia merupakan salah
satu masalah yang menjadi sorotan dari berbagai pihak baik dari masyarakat,
Departemen Pendidikan maupun Departemen lainnya. Perhatian tersebut
sudah selayaknya, karena sektor pendidikan merupakan sektor yang paling
dominan dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, yang
merupakan obyek sekaligus subyek dalam pembangunan nasional.
Semua kita mengetahui bahwa proses belajar mengajar merupakan
kegiatan sosial. Dalam dunia pendidikan saat ini kita dihadapkan pada
masalah yang lebih kompleks dimana sumber daya manusia yang berkualitas
dan mampu menghadapi tantangan zaman yang akan dapat bertahan. Pada
kenyataannya semua bidang keilmuan maupun sektor kehidupan kita selalu
dihadapkan kepada masalah-masalah yang memerlukan Matematika sebagai
pemecahannya.
Matematika sebagai alat bantu dan pelayan ilmu tidak hanya untuk
Matematika sendiri tetapi juga untuk ilmu-ilmu lainnya, baik untuk
kepentingan teoritis maupun kepentingan praktis sebagai aplikasi dari
Matematika
Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan
anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah
kedewasaan. Dewasa ini masalah pendidikan di Indonesia merupakan salah
satu masalah yang menjadi sorotan dari berbagai pihak baik dari masyarakat,
Departemen Pendidikan maupun Departemen lainnya. Perhatian tersebut
sudah selayaknya, karena sektor pendidikan merupakan sektor yang paling
dominan dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, yang
merupakan obyek sekaligus subyek dalam pembangunan nasional.
Semua kita mengetahui bahwa proses belajar mengajar merupakan
kegiatan sosial. Dalam dunia pendidikan saat ini kita dihadapkan pada
masalah yang lebih kompleks dimana sumber daya manusia yang berkualitas
dan mampu menghadapi tantangan zaman yang akan dapat bertahan. Pada
kenyataannya semua bidang keilmuan maupun sektor kehidupan kita selalu
dihadapkan kepada masalah-masalah yang memerlukan Matematika sebagai
pemecahannya.
Matematika sebagai alat bantu dan pelayan ilmu tidak hanya untuk
Matematika sendiri tetapi juga untuk ilmu-ilmu lainnya, baik untuk
kepentingan teoritis maupun kepentingan praktis sebagai aplikasi dari
Matematika. Akan tetapi kenyataan lain menunjukkan bahwa rendahnya mutu
2
pendidikan terutama pendidikan Matematika di SD, SMP, dan SMA adalah
masih banyak siswa cenderung kurang menggemari pelajaran Matematika
bahkan mereka cenderung tidak tertarik belajar Matematika.
Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan
perhatian siswa dalam belajar. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya
dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan
bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan
minatnya.
Anak didik yang memiliki minat dan keingintahuan yang kurang untuk
menekuni pelajaran Matematika akan kesulitan dalam belajar Matematika. Hal
ini ditandai dengan masih rendahnya hasil belajar yang dicapai.
Pada dasarnya secara invidual manusia itu berbeda-beda, demikian
pula dalam memahami konsep-konsep abstrak akan dicapai melalui tingkatantingkatan
belajar yang berbeda. Namun suatu keyakinan bahwa anak belajar
melalui dunia nyata dan dengan memanipulasikan benda-benda nyata sebagai
perantara. Bahkan tidak sedikit pula orang dewasa yang umumnya sudah
memahami konsep abstrak, tetapi pada situasi-situasi tertentu masih
memerlukan benda-benda perantara.
Pada hakekatnya proses belajar mengajar itu merupakan proses
komunikasi antara guru dan siswa. Pada prakteknya mentransfer
pengetahuan, pengalaman dan gagasan (ide) guru ke siswa atau dari siswa ke
siswa yang lain tidaklah mudah. Kegiatan ini sangat tergantung pada
kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswanya, ketidak
3
lancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru.
Untuk membuat apa yang di komunikasikan tidak menimbulkan
kebingungan, salah pengertian atau mungkin salah konsep maka dari itu
dipikirkan cara-cara komunikasi yang efektif agar pengetahuan, pengalaman
dan gagasan yang dikomunikasikan dapat ditangkap, dicerna dan dipahami
oleh orang lain.
Komunikasi memegang penting dalam pengajaran. Proses komunikasi
selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan
majunya ilmu pengetahuan. Kemajuan teknologi dan pengetahuan sangat
berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pengajaran. Dalam komunikasi
sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi
tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya
kecenderungan verbalisme. Agar komunikasi antara guru dan siswa
berlangsung baik dan informasi yang disampaikan dapat diterima siswa, salah
satu usaha yang dilakukan dengan menggunakan media pengajaran.
Media pengajaran sebagai perantara dalam rangka memperlancar
pencapaian tujuan dari pelaksanaan pendidikan disekolah. Media pengajaran
harus yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran,
perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya
proses belajar pada dirinya. Penggunaaan media secara kreatif akan
memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat
meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
4
Media pengajaran yang digunakan berupa peralatan yang efektif yaitu alat
peraga.
Alat peraga adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan
fakta, konsep prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkrit.
Tanpa alat sukar rasanya dipercaya untur tercapainya tujuan yang diharapkan
disuatu lembaga pendidikan. Dalam kegiatan interaksi edukatif biasanya
dipergunakan alat nonmaterial dan alat material. Alat nonmaterial berupa
suruhan, perintah, larangan, nasihat dan sebagainya. Sedangkan alat material
atau alat bantu pengajaran berupa globe, papan tulis, batu kapur, gambar,
diagram, lukisan, slide, video dan sebagainya.
Rendahnya mutu pendidikan Matematika tentunya menjadi bahan
kajian banyak pihak, dan dicari faktor-faktor penyebab rendahnya mutu
pendidkan Matematika. Masalah-masalah yang menjadi penyebab bukan saja
dari faktor eksternal tetapi dari faktor internal yang lebih sulit diatasi. Faktor
eksternal berada diluar dirinya dan bersumber pada tiga lingkungan utama
yaitu, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

