ABSTRAKSI
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PELAYARAN ELIZABETH EVTON (Dibawah bimbingan B. Tewal dan D.P.E. Saerang)
PT. Pelayaran Elizabeth Evton merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan transportasi laut dengan rute manado-Talaud-Sangihe. Dimana kantor pusatnya berkedudukan di manado dan mulai beroperasi pada tahun 2002 sesuai dengan akta penderian perusahaan.
Untuk armada kapal yang dimiliki perusahaan berjumlah 4 (empat) unit dengan rincian dua kapal penumpang dan dua kapal barang dari tahun ke tahun jumlah penumpang dan muatan kapal barang semakin meningkat. Hal ini perlu dipertahankan mengingat perusahaan pelayaran sejenis sedang giat-giatnya melakukan pembenahan disegala bidang. Berdasarkan hal tersebut maka bagaimana perusahaan mampu untuk mempertahankan kinerja karyawan agar supaya bisa menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Berdasarkan hal tersebut yang akan diteliti adalah sejauh mana pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT. Pelayaran Elizabeth Evton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dari hasil penelitian, ada dua variabel independent (Kepemimpinan dan Motivasi) dan satu variabel dependen (Kinerja karyawan). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 14.00 maka diperoleh koefisien korelasinya adalah 0,90 hal ini cukup kuat atau signifikan karena mendekati 1.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar perusahaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja karyawan. Mengingat banyak sekali perusahaan pelayaran sejenis yang beroperasi di pelabuhan manado sedang berbenah, yang secara tidak langsung dapat mengancam keberhasilan yang selama ini sudah diperoleh perusahaan.
Kata Kunci : Kinerja, Kepemimpinan, dan Motivasi (Kata Kunci)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Dewasa ini di Indonesia banyak bermunculan usaha baru dengan berbagai bentuk jenis usahanya. Munculnya perusahaan-perusahaan ini diharapkan akan menambah luasnya lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Di sisi yang lain perusahaan tidak mungkin mengoperasikan kegiatannya tanpa adanya manusia, karena faktor tenaga kerja manusia memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Setiap manusia mempunyai watak dan perilaku yang berbeda, di sebabkan karena beberapa hal, misalnya latar belakang pendidikan, keterampilan, watak dasar maupun faktor-faktor lainnya dari tenaga kerja itu sendiri. Keberagaman perilaku tersebut akan mempengaruhi jalannya kegiatan perusahaan, yang bukan saja berdampak pada hasil yang akan dicapai perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat yang menikmati hasil produksi tersebut. Suatu perusahaan bagaimanapun majunya teknologi yang dimiliki tanpa ditunjang dengan dan oleh tenaga kerja yang cakap maka kemungkinan besar sasaran dari perusahaan tidak akan tercapai. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan fungsinya (the right man in the right place) akan menunjang tercapainya keberhasilan tujuan perusahaan. Di samping itu peran pemimpin menjadi tidak kalah pentingnya. Seorang pemimpin perusahaan yang bijaksana dan baik harus dapat memberikan kepuasan kepada para pekerjanya dan selalu berusaha memperhatikan gairah serta semangat kerja mereka. Tentunya pihak pimpinan harus mempunyai kemampuan dalam mengelola, mengarahkan, mempengaruhi, memerintah dan memotivasi bawahannya untuk memperoleh tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.
Pemimpin-pemimpin yang efektif merupakan orang-orang yang bermotivasi tinggi. Mereka dengan sukarela berusaha mencapai sasaran-sasaran tinggi dan menetapkan standar-standar prestasi tinggi bagi mereka sendiri. Mereka mempunyai sifat yang energik, selalu ditantang dengan problem-problem yang tidak terpecahkan di sekitar mereka. Seorang pemimpin berusaha mengubah keinginan seseorang untuk melaksanakan sesuatu hal, ia akan menunjukkan arah yang harus ditempuh dan membina anggota kelompok kearah penyelesaian hasil pekerjaan kelompok. Perubahan-perubahan organisasi, sejarah dan masyarakat dari usaha-usaha sejumlah individu-individu yang superior. Mereka mendedikasikan dirinya terhadap misi-misi tertentu, mereka menginginkan kekuasaan dan pengaruh atas pihak lain.
Seorang pemimpin mempunyai sebuah misi atau tujuan yang ingin dicapainya, ia akan berusaha menarik para pengikutnya hingga mencapai tingkat prestasi yang cukup memuaskan. Memang sebagai seorang pemimpin harus mempunyai sifat seperti di atas, agar ia dapat menjalankan kelompoknya. Oleh karena itu, bagaimana seseorang agar dapat menjadi seorang pemimpin yang berkualitas sangat perlu untuk diketahui, agar calon pemimpin tersebut dapat berbuat sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjadi seorang pemimpin yang betul-betul dapat memimpin anak buahnya untuk mengarahkan mereka pada tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela dalam melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan mencapai apa yang diharapkan dan dapat mengembangkan kelompok yang dipimpinnya.
Di dalam mengelola karyawan yang ada dalam perusahaan harus diciptakan suatu komunikasi kerja yang baik antara atasan dan bawahan agar tercipta hubungan kerja yang serasi dan selaras. Hal ini dapat meningkatkan semangat dan kegairahan kerja para karyawan tersebut dan diharapkan akan mencapai prestasi yang tinggi di bidang pekerjaan mereka masing-masing. Selain itu diperlukan pula adanya penilaian prestasi kerja mereka.
Penilaian prestasi kerja (performance appraisal) adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka. Kegunaan-kegunaan penilaian prestasi kerja dapat dirinci sebagai berikut perbaikan prestasi kerja, penyesuaian-penyesuaian kepemimpinan, keputusan-keputusan penempatan, kebutuhan latihan dan pengembangan, perencanaan dan pengembangan karier, penyimpangan-penyimpangan proses staffing, ketidakakuratan informasional, kesalahan desain pekerjaan, kesempatan kerja yang adil dan tantangan-tantangan eksternal (Handoko, 1999).
Indonesia sebagai negara kepulauan sangat membutuhkan alat transportasi laut untuk memperlancar arus perdagangan barang dan mobilitas orang. Peningkatan ekonomi dewasa ini telah mendorong perusahaan-perusahaan pengangkutan laut (pelayaran) mengembangkan usahanya dengan dengan mengoperasikan kapal penumpang maupun kapal barang (cargo). Untuk itu pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus memperhatikan dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan pengangkutan laut tersebut dalam rangka untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Departemen Perhubungan RI tentang perkembangan perusahaan pelayaran di Indonesia empat tahun terakhir tampak dalam grafik 1.1.
Dari grafik diatas tampak bahwa betapa pesatnya perkembangan perusahaan pelayaran di Indonesia. Pada tahun 2003 terdapat 1100 perusahaan , 2004 terdapat 1400 perusahaan , 2005 terdapat 1770 perusahaan dan tahun 2006 terdapat 2100 perusahaan . Hal ini menunjukkan bahwa tingkat persaingan baik itu kapal penumpang maupun kapal barang semakin hari akan semakin tinggi. Untuk itu sebagai upaya dalam mempertahankan eksistensi perusahaan, maka yang perlu diberi perhatian adalah masalah sumber daya manusia. Masalah sumber daya manusia ini sangat menentukan dalam upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan.
Kondisi ini berlaku juga di Manado, mengingat jangkauan ke beberapa daerah di sekitarnya harus melalui laut, sehingga armada kapal sangat diperlukan, terutama di Kepulauan Sangihe dan Talaud. Keberadaan sarana transportasi laut ini sangat potensial untuk menunjang arus penumpang dan barang antara Manado sebagai ibukota propinsi Sulawesi Utara dengan Kepulauan Sangihe dan Talaud sebagai daerah kabupaten.. Di daerah kepulauan Sangihe dan Talaud yang rata-rata penghasilan masyarakatnya berasal dari perkebunan seperti pala, cengkeh, dan kelapa, dimana untuk menjual atau mendistribusikan hasil perkebunan tersebut ke Manado sangat diperlukan sarana transportasi laut. Apalagi kita tahu bersama bahwa Sangihe dan Talaud itu merupakan daerah kepulauan. Jadi memang sering terjadi perdagangan antara pulau (dari pulau yang satu kepulau yang lain) sehingga perlu disediakan sarana trasnportasi laut yang bisa beroperasi didaerah Sangihe dan Talaud. Disamping itu juga rata-rata kenaikan jumlah penumpang rute kepulauan Sangihe dan Talaud ke Manado dari tahun-ketahun semakin meningkat. Rata-rata peningkatan jumlah penumpang dari rute tersebut dari tahun 2003 s/d 2006 terlihat dalam grafik 1.2 dibawah ini.
Dari grafik diatas terlihat jelas bahwa setiap tahun rata-rata jumlah penumpang semakin hari semakin meningkat. Pada tahun 2003 terdapat 680.000 penumpang, tahun 2004 terdapat 710.000 penumpang, tahun 2005 terdapat 740.000 penumpang, dan 2006 terdapat 780.000 penumpang. Perusahaan pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Manado rata-rata perusahaan perseorangan maka kepemimpinan yang benar-benar mampu menjalankan operasional perusahaan dengan baik sangatlah diperlukan. Karyawan akan bekerja dengan baik apabila mempunyai seorang pimpinan yang benar-benar bisa memahami dan memenuhi keinginan mereka.
Disamping faktor kepemimpinan, faktor motivasi juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Seseorang belum tentu bersedia untuk mengerahkan segenap kemampuannya yang dimilikinya untuk mencapai hasil yang optimal, dan karenanya diperlukan adanya pendorong agar mereka mau menggunakan seluruh potensinya. Daya dorong tersebut sering disebut motivasi. Melihat kenyataan tersebut, sudah saatnya pimpinan dapat lebih banyak memberikan kesempatan kepada karyawan mengembangkan kemampuannya untuk lebih berprestasi dalam melaksanakan tugas pekerjaan, terlebih lagi dalam persaingan bisnis yang semakin hari semakin meningkat. PT Pelayaran Elizabeth Evton menyadari bahwa peran kepemimpinan dan motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Pada dasarnya kinerja karyawan perusahaan ini sudah baik, terlihat dari sisi pelayanan mulai dari pemesanan tiket sampai para penumpang tiba ditempat tujuan bisa berjalan dengan lancar. Disamping itu juga penumpang yang menggunakan armada dari PT. Pelayaran Elizabeth Evton semakin hari semakin meningkat, namun demikian, melihat perkembangan perusahaan-perusahaan pelayaran yang ada di pelabuhan Manado cukup banyak, maka untuk menjaga hasil yang dicapai perusahaan agar jangan sampai lari pada kapal penumpang yang lain, pihak perusahaan perlu meningkatkan kinerja yang selama ini sudah baik. Disamping itu juga perlu membenahi manajemennya agar supaya bisa beroperasi lebih baik lagi. Jadi memang PT. Pelayaran Elizabeth Evton harus terus meningkatkan kinerja dari para karyawannya, jangan sampai ketinggalan dengan perusahaan- lain yang juga terus membenahi manajemennya baik dari sisi pelayanan administrasi sampai pada pelayanan penumpang.
Dengan demikian kiranya perlu diupayakan terus perbaikan kinerja karyawan melalui penerapan analisis kepemimpinan dan motivasi dikembangkan di PT. Pelayaran Elizabeth Evton. Jadi berdasarkan latar belakang diatas maka melalui kesempatan ini penulis ingin meneliti dengan Judul : Pengaruh Tipe Kepemimpinan dan Motivasi terhadap kinerja karyawan (Studi Kasus PT. Pelayaran Elizabeth Evton).
1.2Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang tersebut yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah :
Sejauh mana faktor tipe kepemimpinan dan motivasi mempengaruh kinerja karyawan di PT. Pelayaran Elizabeth Evton ?
1.3Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
Untuk mengetahui dan menganalisis sejauhmana pengaruh faktor tipe kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT. Pelayaran Elizabeth Evton.
1.4Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :
1.Bagi Manajemen PT. Pelayaran Elizabeth Evton dapat merumuskan suatu kebijakan untuk meningkatkan kinerja karyawannya.
2.Bagi para penumpang motor PT. Elizabeth, dapat merasakan peningkatan pelayanan sebagai dampak dari kinerja karyawan yang semakin baik.
3.Bagi penulis, dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah serta, serta menambah wawasan dalam bidang Manajamen Sumber Daya Manusia.
1.5Tinjauan Pustaka
Peneliti Purnomo (2003) dengan Judul Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana faktor karakteristik individu (X1), karakteristik pekerjaan (X2), dan karakteristik situasi kerja (X3) secara parsial dan simultan berhubungan dan berpengaruh terhadap kinerja Karyawan (Y) dan faktor motivasi diantara karakteristik individu (X1), karakteristik pekerjaan (X2), dan karakteristik situasi kerja (X3) yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja Karyawan (Y). Dalam penelitian ini, diajukan 24 (dua puluh empat) item pertanyaan kepada 43 (empat puluh tiga) responden Karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang pada 7 (tujuh) bagian yang terdiri dari 6 (enam) item pertanyaan variabel karakteristik individu (X1), 6 (enam) item pertanyaan variabel karakteristik pekerjaan (X2), 6 (enam) item pertanyaan variabel karakteristik situasi kerja (X3), dan 6 (enam) item pertanyaan variabel kinerja Karyawan (Y). Dalam penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa variabel karakteristik individu (X1), karakteristik pekerjaan (X2), karakteristik situasi kerja (X3) pengaruhnya secara simultan terhadap kinerja Karyawan (Y) PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang adalah sebesar 64,9% (dilihat dari nilai Adjusted R2). Ini menunjukkan bahwa variabel independent sangat berpengaruh terhadap kinerja Karyawan, sedangkan 35,1% sisanya adalah variabel-variabel lain diluar variabel karakteristik individu (X1), karakteristik pekerjaan (X2), karakteristik situasi kerja (X3) pengaruhnya secara simultan terhadap kinerja Karyawan (Y) PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang. Penelitian ini juga juga mengemukakan pengaruh karakteristik individu (X1) terhadap kinerja Karyawan (Y) adalah paling besar diantara ketiga faktor motivasi yaitu 51,75%. Hal ini berarti perubahan kinerja Karyawan (Y) dipengaruhi oleh karakteristik individu (X1). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu (X1) adalah faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kinerja Karyawan (Y).
Hubungan Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep Peneliti : Armanu Thoyib (2004) Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan dalam penulisan artikel ini yang memerlukan jawaban konseptual maka dapat disimpulkan bahwa variable Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Strategi berpengaruh terhadap Kinerja.

