DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PERSETUJUAN ii
LEMBAR PENGESAHAN iii
MOTO DAN PERSEMBAHAN iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Perumusan Masalah 4
1. Perumusan Masalah 4
2. Pembatasan Masalah 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 5
1. Tujuan Penelitian 5
2. Manfaat Penelitian 5
D. Kerangka Pemikiran 6
E. Metode Penelitian 8
1. Definisi Operasional 8
2. Daerah Penelitian 9
3. Jenis dan Sumber Data 9
4. Metode Pengumpulan Data 10
5. Metode Analisis Data 11
F. Sistematika Penulisan 17
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian Kinerja Keuangan dan Analisa Laporan Keuangan 18
B. Arti Penting Analisa Laporan Keuangan 33
C. Tujuan Laporan Keuangan 35
D. Teknik Analisa Laporan Keuangan 37
E. Analisa Data Laporan Keuangan 39
F. Jenis-Jenis Laporan Keuangan 47
G. Manfaat Laporan Keuangan Bagi Investor, Kreditur, calon Investor Kreditur, dan Pemerintah 48
BAB III GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan 51
B. Keadaan Pegawai / Karyawan 54
C. Kedudukan dan Fungsi dan Tugas 57
D. Laporan Keuangan 60
BAB IV PEMBAHASAN
A. Analisis Kinerja Keuangan PT. PLN (Persero) Jayapura 64
B. Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan PT. PLN (Persero) Jayapura 77
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 80
B. Saran 82
DAFTAR PUSTAKA 84
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor: 23 tahun 1994 tanggal 23. Juni 1994 status PLN berubah dari perusahaan umum listrik negara (umum), perubahan status tersebut dimaksudkan untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pendapatan PT. PLN (Persero), mengingat peranan listrik yang sangat penting dalam pembangunan nasional khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hakekat dari ketentuan tersebut adalah bahwa perusahaan PT. PLN (Persero) dalam melakukan operasionalnya diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola dibidang energi listrik, tujuan PLN dalam melaksanakan tugas tersebut adalah dalam rangka turut membangun ekonomi, ketahanan nasional serta mempertinggi derajat masyarakat Indonesia sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pengusahaan tenaga listrik.
Untuk mencapai tujuan tersebut PLN sebagai BUMN memerlukan modal atau dana yang terdiri dan modal intern dan modal ekstern perusahaan yaitu dari hasil operasi perusahaan dan salah satunya adalah penjualan tenaga listrik, penjualan tenaga listrik merupakan masalah yang harus dikelola dan dilaksanakan secara baik dan tertib sesuai peraturan yang berlaku, sehingga dapat dipertanggung jawabkan setiap saat dengan benar dan akurat karena hal itu merupakan, asset dan pendapatan utama dan PLN disamping pendapatan utama PLN disamping pendapatan di luar penjualan listrik.
Pengelola keuangan yang dijalankan oleh perusahaan tergantung pada kemampuan dan kemandirian perusahaan, untuk itu diperlukan suatu perencanaan dan sistem yang baik. Apabila pengelola keuangan yang diterapkan tidak tepat mengakibatkan tersendatnya operasional secara menyeluruh baik untuk penyediaan tenaga listrik itu sendiri maupun sumber raya yang ada akan cenderung merugikan, untuk itu diperlukan pemikiran-pemikiran dan penambahan sistem yang nyata di dalam pengelola keuangan melalui teknik-teknik keuangan serta sistem pengelola keuangan/dana yang baik seperti budgeting dan manajemen informasi serta manajemen keuangan lainnya, untuk menambah kinerja perusahaan serta aplikasi pengetahuan mengenai manajemen.
Untuk dapat mengetahui kondisi perusahaan yang telah mengelola dan mengoperasikan dana yang telah ditanamkan, para pemegang saham tidak dapat secara langsung mengetahuinya. Mereka memerlukan suatu media perantara yaitu laporan keuangan. Sehingga pada hakekatnya, laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan bagi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dimanfaatkan oleh pihak pemakai laporan keuangan yang disajikan pihak manajemen kepada manajemen itu sendiri. Laporan keuangan yang disajikan pihak manajemen kepada pihak-pihak yang berkepentingan tidak banyak memberikan pengetahuan mengenai tingkat perkembangan usaha yang telah dilaksanakan oleh perusahaan tanpa adanya analisis serta interprestasi lebih lanjut. Laporan keuangan sebagai hasil akhir dan proses akuntansi memiliki keterbatasan-keterbatasan dan disusun berdasarkan ketentuan-ketentuan yang pada umumnya tidak keseluruhannya dapat dipahami oleh pihak-pihak yang tidak pernah atau mendapatkan dan mempelajari tentang akuntansi.
Berbagai asumsi, istilah-istilah yang bersifat teknis digunakan didalam akuntansi. Oleh karena itu laporan keuangan merupakan hash akhir dari suatu aktivitas yang bersifat teknis berdasarkan pada metode dan prosedur-prosedur yang memerlukan penjelasan-penjelasan agar tujuan atau maksud untuk menyediakan informasi yang bermanfaat itu bisa tercapai. Laporan keuangan merupakan suatu usaha ‘yang mencoba memberikan gambaran-gambaran tentang hasil akhir kegiatan atau transaksi-transaksi yang terjadi dalam periode yang bersangkutan dan sudah barang tentu sangat kompleks. Arti dan makna yang dimaksud dalam laporan keuangan itu diperlukan agar dapat dipakai sebagai alat Bantu bagi pemilik, manajemen, kreditur dan lain-lain pihak yang memerlukan.
Analisis yang dilakukan terhadap laporan keuangan tersebut adalah untuk memenuhi tujuan kualitatif yang keenam dan pelaporan keuangan yaitu daya banding (Comparability). Perbandingan maupun dengan laporan keuangan perusahaan-perusahaan lainnya pada periode yang sama.
Dengan adanya analisis terhadap laporan keuangan dengan menggunakan ratio-ratio keuangan yang meliputi beberapa periode yang diharapkan bahwa analisis ini akan dapat diperbandingkan diantara beberapa periode tersebut. Sehingga pada akhirnya analisis ini diharapkan akan bermanfaat bagi pihak manajemen dan pihak-pihak yang berkepentingan. Manfaat utama yang diharapkan sesudah beberapa jauh tingkat perkembangan perusahaan.
Bertolak dan hal tersebut di atas maka penulis merumuskan permasalahan ini dan menuangkan dalam judul proposal yaitu “Analisis Kinerja Keuangan pada PT.PLN (Persero) cabang Jayapura.”
B. Perumusan Masalah
1. Perumusan Masalah
Untuk mempermudah tercapainya penelitian ini, maka diperlukan adanya suatu perumusan masalah yang penulis tuangkan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
a. Berapa besar kinerja keuangan PT.PLN Cabang Jayapura 2003-2006?
b. Bagaimana perkembangan kinerja keuangan PT.PLN Cabang Jayapura 2003-2006?
2. Pembatasan Masalah
Sehubungan dengan masalah yang dikemukakan diatas, maka untuk menjaga agar di dalam pembahasan dapat mencapai target dan sasaran yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, begitu pula halnya dengan judul yang penulis angkat sebagai objek penelitian, maka penulis membatasi pada hal-hal sebagai berikut:
c. Laporan keuangan yang dianalisa hanya neraca dan laporan laba-rugi tahun 2003-2006.
d. Alat analisa yang dipergunakan untuk mengukur kinerja kenangan adalah rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas dan probabilitas.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Bertolak pada latar belakang masalah serta perumusannya, maka bertujuan untuk :
a. Mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT.PLN Cabang Jayapura 2003-2006.
b. Menganalisis dan mengukur perkembangan laporan keuangan PT.PLN Cabang Jayapura 2003-2006.
2. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk :
a. Sebagai sumbangan pikiran dalam memecahkan masalah pada PT. PLN dan membantu pengembangan perusahaan serta sebagai informasi dari pengambilan keputusan.
b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian dengan masalah yang sama.
c. Sebagai syarat akademik dalam menyelesaikan studi pada Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.
D. Kerangka Penelitian
Analisis rasio keuangan merupakan alat yang penting dan berguna bagi manajer keuangan maupun pihak-pihak lain di luar perusahaan. Bagi manajer keuangan, analisis rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja yang telah dicapai perusahaan, yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai dasar dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen, khususnya fungsi perencanaan dan pengendalian.
Analisa laporan keuangan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitalitas (keuntungan) suatu perusahaan. Laporan keuangan merupakan gambaran yang menunjukkan tentang kondisi keuangan yang telah dicapai oleh suatu usaha dalam waktu tertentu. Laporan keuangan akan berarti jika dilakukan interprestasi atau analisa terbadapnya untuk mengetahui keadaan perkembangan kegiatan usaha perusahaan.
Dan analisa tersebut dapat diketahui likuiditas, aktivitas, solvabilitas dan profabilitas perusahaan yang bersangkutan. Mereka mempunyai kepentingan dalam sukses maupun gagalnya perusahaan diantaranya adalah pimpinan perusahaan, tergantung dan tujuan masing-masing mereka akan meninjau basil perusahaan secara selektif dengan ukuran-ukuran tertentu.
Untuk menganalisa kondisi keuangan dengan ukuran-ukuran tertentu dapat diketahui dengan cara:
a. Perbandingan atas beberapa laporan keuangan (analisa presentase).
b. Perbandingan antara tiap-tiap perkiraan atas laporan keuangan (analisa rasio, S. Hadibroto, 1995 : 217).
Dari perbandingan tersebut dapat dirumuskan suatu kerangka pemikiran dengan gambaran sebagai berikut :
Gambar 1.1.
Kerangka Pemikiran
Sumber : Data Diolah, 2007
E. Metode Penelitian
1. Definisi Operasional
a. Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber dana atau keuangan yang ada dalam perusahaan dengan penggunaan rasio-rasio yang di analisa untuk melihat adanya peningkatan atau penurunan hasil setiap tahun.
b. Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah suatu laporan mengenai posisi keuangan dan basil usaha perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk laporan keuangan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, baik dalam maupun di luar perusahaan.
c. Neraca
Neraca merupakan suatu daftar yang mencatat secara sistematis mengenai dan mana perusahaan mendapatkan uang (kewajiban atau utang modal) serta bagaimana perusahaan menggunakan uang itu pada tanggal tertentu dan dinyatakan dengan sejumlah uang.
d. Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba pada hakekatnya adalah laporan tentang kinerja atau kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuangan.
e. Rasio Likuiditas
Adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
f. Rasio Aktivitas
Untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki.
g. Rasio Solvabilitas
Merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh komponen hutang mendukung operasi perusahaan.
h. Rasio Probabilitas
Adalah rasio yang mengukur tingkat pengembalian basil dan penjualan atau investasi yang ditanamkan.
2. Daerah Penelitian
Dalam rangka pengumpulan data guna analisis, penulis melakukan pene1itian pada salah satu perusahaan, yaitu: PT.PLN (Persero) Cabang Jayapura yang beralamat di Jln. Ahmad Yani No.18 Jayapura.
3. Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut :
1. Jenis Data
a. Data Kualitatif
Data dalam bentuk penjelasan lisan dan tulisan secara singkat dan jelas mengenai permasalahan yang dibahas.
b. Data Kuantitatif
Adalah suatu data yang menjelaskan permasalahan dengan menggunakan angka-angka yang disertai penjelasan secara singkat. Data kuantitatif yang penulis akan pakai adalah analisis rasio dan analisis perbandingan.
2. Sumber Data
a. Data Primer
Data yang diperoleh dengan cara observasi langsung berupa pengamatan serta wawancara dengan pimpinan serta karyawan pada perusahaan yang bersangkutan, seperti laporan rugi laba, neraca perusahaan selama empat tahun 2003-2006 dan laporan keuangan lainnya.
b. Data Sekunder
Meliputi neraca dan laporan rugi laba tahun 2003-2006 dari PT.PLN serta catatan yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas.
4. Metode Pengumpulan Data
Untuk penulisan mi, penulis mengumpulkan data dan informasi melalui penelitian dengan metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Penelitian Lapangan (Field Study)
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, penulis melakukan pengamatan secara langsung dan wawancara dengan pimpinan perusahaan, bagian administrasi dan keuangan serta beberapa orang staf, adapun data yang diperoleh dalam bentuk laporan keuangan dan dokumen-dokumen lainnya yang erat hubungannya dengan obyek penelitian.
b. Penelitian Kepustakaan (Library Study)
Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca literatur-literatur sebagai dasar teori yang akan dijadikan sebagai landasan teoritas dalam penulisan skripsi ini.
5. Metode Analisis Data
Untuk memecahkan masalah pada perusahaan ini, penulis menggunakan beberapa peralatan. Analisis untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Analisis Kinerja Keuangan
Adapun rasio-rasio yang digunakan untuk mengatur kinerja keuangan adalah sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
Rasio yang mengatur likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya. Dua rasio jangka pendek yang digunakan adalah: rasio lancar dan rasio quick (acid test ratio).
Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar, yang nampak dalam rumus :
Rasio Lancar = x 100%
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000. 75, 85)
Dari tiga komponen aktiva lancar (kas, piutang dan persediaan) Persediaan dikeluarkan dari aktiva lancar untuk perhitungan rasio quick, seperti yang nampak pada rumus di bawah ini:
Rasio Quick = x 100%
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
2. Rasio Aktivitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana efektifitas penggunaan aset dengan melihat tingkat aktivitas aset :
a. Perputaran piutang
Rasio ini digunakan menghitung tingkat penjualan yang diperoleh dan perputaran yang terjadi (Lukman Syamsuddin, 1995: 48-50).
Perputaran Piutang =
b. Perputaran persediaan
Rasio ini digunakan untuk menghitung perputaran harga pokok penjualan yang diperoleh persediaan yang dimiliki. (Agnes Sawir, 2003: 15-17).
Perputaran Persediaan =
c. Perputaran Aktiva Tetap
Perputaran aktiva tetap dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Perputaran Aktiva Tetap =
Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan.
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
d. Perputaran Total Aktiva
Rasio ini menghitung efektifitas total aktiva rasio yang tinggi, biasanya menunjukkan manajemen yang balk, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi dan pengeluaran modal (investasi) Rumus sebagai berikut :
Perputaran Total Aktiva =
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
3. Rasio Solvabilitas
Rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan jangka panjang, mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan pada sisi kanan neraca.
a. Rasio total hutang terhadap total aset
Menghitung sejauh mana yang disediakan oleh kreditas, rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan (financial, leverage).
Rumus sebagai berikut :
Rasio total hutang terhadap total aset =
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
b. Rasio Times Interest Earnet
Menghitung seberapa besar laba sebelum pajak dan bunga yang tersedia menutup beban tetap bunga. Rasio yang tinggi menunjukkan situasi aman.
Rumus sebagai berikut:
Times Interest Earnet =
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
c. Rasio Fixed Change Coverage
Mengukur kemampuan perusahaan membayar beban tetap bunga, dengan rumus sebagai berikut:
Fixed Change Coverage =
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
4. Rasio Profitabilitas
Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan aset dan modal saham tertentu.
a. Profit Margin
Menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan.
Rumus sebagai berikut :
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
b. Return on Total Asset (ROA)
Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan besar berdasarkan tingkat aset tertentu. (ROA) juga sering disebut sebagai ROI (Return on Investmen).
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
2. Analisa Perkembangan Rasio Keuangan
Analisa Perkembangan Rasio Keuangan Digunakan untuk mengetahui berapa besar perkembangan masing-masing rasio dari waktu ke waktu. Secara umum perkembangan rasio dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:
IP = P1 – P0
Dimana:
P1 = Tahun analisis
P0 = Tahun Dasar.
(Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2000: 75, 85)
Tabel 1.1.
Perkembangan Rasio Keuangan
PT. PLN (Persero) Cabang Jayapura
Jenis Analisa Hasil Analisa Perkembangan Analisa
2003 2004 2005 2006 2004-2003 2005-2004 2006-2005
Rasio Likuiditas
xxx
xxx
xxx
Rasio Aktivitas
xxx
xxx
xxx
Rasio Solvabilitas
xxx
xxx
xxx
Rasio Profibilitas
xxx
xxx
xxx
Sumber : Data diolah 2007
F. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pemecahan masalah yang ada, maka penulis akan menggunakan sistematis penulisan sebagai berikut :
BAB I : Merupakan Bab Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Kerangka Pemikiran, Tujuan Penelitian serta Sistematis Penulisan.
BAB II : Landasan Teori yang Terdiri dari : Pengertian Kinerja Keuangan, Laporan Keuangan, Arti Penting Laporan Keuangan, Macam-macam Biaya, Common Size, Analisis Indeks dan Rasio Keuangan.
BAB III : Gambaran Umum PT. PLN meliputi sejarah Singkat Susunan Organisasi, Tugas Wewenang Dan Tanggung Jawab, Gambaran Umum Kepegawaian.
BAB IV : Pembahasan Terdiri Atas Rasio-Rasio Keuangan Likuiditas, Aktivitas, Solvabilitas dan Profabilitas.
BAB V : Penutup Yang Terdiri dari Kesimpulan dan Saran-Saran.


