IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT AND SATISFACTION (ARIAS) PADA MATERI PEMBELAJARAN REA

abstraks: 

Model pembelajaran ARIAS baik diterapkan pada materi pokok reaksi redoks di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas guru yang paling dominan dari putaran I sampai putaran III adalah melakukan latihan terbimbing, memberikan umpan balik dan memotivasi siswa dengan menanamkan sikap percaya diri dan membantu menyadari kekuatan dan kelemahan diri dengan persentase rata-rata waktu aktivitas secara berturut-turut 34.45%; 23.18%; dan 20.23%. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan dari putaran I sampai putaran III bertanya pada guru, melakukan keterampilan kooperatif dan mengemukakan pendapat dengan persentase rata-rata waktu aktivitas secara berturut-turut 29.99%; 20.43%; dan 22.38%. Dari data dapat disimpulkan pembelajaran berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Ketuntasan klasikal siswa mengalami perkembangan dengan rincian pada putaran pertama sebesar 20% (belum tuntas), putaran kedua meningkat menjadi 95% (tuntas) dan pada putaran ketiga menurun menjadi 85% (tuntas). Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS sudah sangat baik yaitu berkisar 85%-95% memberikan penilaian positif.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, pengetahuan semakin berkembang. Suatu negara bisa lebih maju jika negara tersebut memiliki sumber daya manusia yang mengetahui berbagai ilmu pengetahuan disamping teknologi yang sedang berkembang pesat sekarang ini.
Ilmu kimia merupakan ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan bidang ilmu lainnya seperti Biologi, Fisika, Kedokteran, Farmasi, Teknologi Pangan dan Forensik. Oleh karena itu, diperlukan penguasaan terhadap ilmu kimia ini. Sedangkan perkembangan ilmu kimia akan terjadi bila disertai dengan peningkatan mutu pendidikan kimia.
Mutu pendidikan kimia dipengaruhi oleh kualitas proses belajar-mengajar yang mana ditentukan oleh peran guru dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Agar kualitas belajar siswa baik, salah satu peran guru adalah menciptakan kondisi yang mengarahkan siswa agar mau belajar dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar.
Kenyataannya, di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang kimia pada tanggal 12 Februari 2009, bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas siswa cenderung pasif dan hanya menerima informasi dari guru terutama untuk pokok bahasan yang bersifat abstrak dan sulit seperti reaksi oksidasi reduksi. Hal ini karena siswa menganggap materi tersebut terlalu banyak hafalan dan perhitungan. Sehingga siswa tidak termotivasi untuk aktif menerima dan mencari informasi serta menerapkan pengetahuannya, yang mengakibatkan dari data hasil belajar siswa ketuntasan belajar siswa secara klasikal hanya 65% yang memperoleh nilai ? 65.
Hal ini juga sesuai dengan hasil angket yang diisi oleh 19 siswa di kelas XI IPA pada tanggal 12 Februari 2009 bahwa siswa yang setuju jika setiap materi pembelajaran kimia dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sebanyak 94,4%, siswa yang menganggap materi pelajaran reaksi redoks sulit sebanyak 83%, dan yang menyatakan pembelajaran masih berpusat pada guru (ceramah) sebanyak 88%. Dan angket yang diisi oleh 20 siswa kelas X1 pada tanggal 13 Maret 2009 diperoleh bahwa siswa yang masih menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit sebanyak 86,95% dan siswa yang pernah merasa jenuh dengan pelajaran kimia sebanyak 82,6%, siswa yang menyatakan bahwa guru tidak memberikan penguatan (penghargaan) pada siswa yang aktif sebanyak 73% dan siswa tidak menemukan sendiri konsep materi pelajaran kimia ketika belajar kimia disekolah sebanyak 78,2% sehingga 52% siswa kurang tertarik untuk mempelajari lebih ketika di rumah.
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa pada pokok bahasan reaksi oksidasi reduksi diharapkan setelah mempelajari pokok bahasan ini, siswa mampu menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Untuk mempelajari pokok bahasan reaksi oksidasi reduksi ini diperlukan keterlibatan siswa secara aktif selama kegiatan belajar mengajar dengan cara saling berdiskusi, tanya jawab baik antar siswa dan guru atau dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, sebab materi reaksi oksidasi reduksi sulit dipahami jika hanya diberi penjelasan saja. Oleh karena itu agar siswa dapat memahami materi reaksi oksidasi reduksi dan tercapainya tujuan pembelajaran maka tidak cukup hanya dengan metode ceramah, tetapi harus juga dikembangkan model pembelajaran yang membantu siswa untuk lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit.
Untuk itu perlu diupayakan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa agar menjadi lebih aktif dalam belajar. Salah satunya adalah model pembelajaran ARIAS. Model pembelajaran ARIAS membantu siswa dalam memahami dan menekankan materi pembelajaran yang membuat siswa tidak jenuh dalam proses belajar-mengajar dan fokus pada pelajaran sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran.
Peneliti memilih model pembelajaran ARIAS karena model pembelajaran ARIAS merupakan model pembelajaran yang terdiri dari lima komponen yaitu assurance, relevance, interest, assessment and satisfaction. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa, kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat/ perhatian siswa kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fatah (2004) tentang Penerapan Strategi Motivasi ARIAS yang Berorientasi Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Pada Pokok Bahasan Lingkaran I di SMP Negeri 1 Driyorejo kabupaten Gresik dan penelitian yang dilakukan oleh Setyowati (2004) tentang Penerapan Strategi Motivasi ARIAS yang Berorientasi Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Pada Pokok Bahasan Lingkaran di SMP Negeri 3 Gresik, menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Serta penelitian yang dilakukan oleh Sopah (1998) studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa yang dilakukan di dua tempat yaitu di SD Negeri di Kota Palembang dan SD Negeri di Sekayu Kabupaten Musi Banyu Asin yang keduanya memberikan hasil bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada yang mengikuti model pembelajaran yang non-ARIAS.
Ketiga fakta ini memberikan nilai yang positif untuk penerapan model pembelajaran ARIAS.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul “Implementasi Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction (ARIAS) pada Materi Pembelajaran Reaksi Redoks Kelas X1 Semester 2 SMA Muhammadiyah 4 Surabaya”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana aktivitas guru dan siswa melalui penerapan model pembelajaran
ARIAS pada materi pembelajaran reaksi redoks?
2. Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa melalui penerapan model
pembelajaran ARIAS pada materi pembelajaran reaksi redoks?
3. Bagaimana respon siswa melalui penerapan model pembelajaran ARIAS
pada materi pembelajaran reaksi redoks?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Aktivitas guru dan siswa melalui penerapan model pembelajaran ARIAS
pada materi pembelajaran reaksi redoks.
2. Ketuntasan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran
ARIAS pada materi pembelajaran reaksi redoks.
3. Respon siswa melalui penerapan model pembelajaran ARIAS pada materi
pembelajaran reaksi redoks.
D. Manfaat Penelitian
Sesuai dengan permasalahan dan tujuan di atas diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat antara lain:
1. Sebagai upaya dalam meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam
kegiatan belajar mengajar.
2. Sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Sebagai masukan bagi peneliti lain pada pengadaan penelitian yang sejenis.

E. Definisi Operasional, Asumsi dan Keterbatasan
1. Definisi Operasional
a. Aktivitas guru meliputi menyampaikan tujuan, indikator hasil belajar dan manfaat materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari dengan jelas, memotivasi siswa dengan menanamkan sikap percaya diri dan membantu menyadari kekuatan dan kelemahan diri, menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang lalu, mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, meminta siswa mengerjakan LKS, melakukan latihan terbimbing, memberikan umpan balik, membimbing siswa membuat rangkuman, serta memberikan penguatan yang berupa hadiah. Sedangkan Aktivitas Siswa pada model pembelajaran ini adalah mendengarkan atau memperhatikan guru, berada dalam kelompok, membaca buku siswa dan LKS, mengerjakan LKS, mengajukan pertanyaan, menjawab/menanggapi pertanyaan, menyampaikan ide/pendapat, mendengarkan dengan aktif, berada dalam tugas dan rangkuman dari materi yang dipelajari. Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar berbasis ARIAS digunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa.
b. Respon siswa adalah tanggapan atau pendapat siswa terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang meliputi materi pelajaran, model pembelajaran yang diterapkan dan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran ARIAS. Respon ini diketahui dengan meminta siswa mengisi angket setiap selesai kegiatan pembelajaran.
c. Ketuntasan belajar siswa merupakan pencapaian hasil belajar siswa yang ditunjukkan dari nilai yang diperolehnya melalui suatu yang dilakukan setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan. Siswa telah tuntas dalam suatu proses pembelajaran jika ia memperoleh ketercapaian pembelajaran minimal 65 dari skor tertinggi 100 atau memperoleh ketercapaian pembelajaran minimal 65%. Suatu kelas disebut tuntas belajar jika 70% telah mencapai ketuntasan belajar. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar berbasis ARIAS digunakan instrumen tes hasil belajar.
d. Implementasi model pembelajaran ARIAS adalah menerapkan model pembelajaran yang terdiri dari lima komponen yaitu percaya diri (Assurance), relevansi (Relevance), minat/perhatian (Interest), penilaian (Assessment) dan kepuasan/bangga (Satisfaction).
e. Reaksi oksidasi reduksi merupakan salah satu materi pelajaran kimia di kelas 1 semester 2 yang membahas tentang perkembangan konsep reaksi oksidasi reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.

2. Asumsi
a. Pengamat mengisi lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa secara
objektif.
b. Hasil tes yang diperoleh benar-benar menunjukkan kemampuan siswa
yang sebenarnya karena siswa diawasi ketika mengerjakan soal tes.
c. Siswa mengisi angket respon siswa sesuai dengan pendapatnya sendiri.

3. Keterbatasan
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan antara lain:
a. Materi pembelajaran yang diajarkan terbatas pada sub pokok bahasan konsep
reaksi oksidasi reduksi dan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -