ABSTRAK
Politeknik Kesehatan
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Makassar
Karya Tulis Ilmiah, September 2005
ADI ARDIYANSYAH
“ Penggunanan Kapur Tohor Terhadap Penurunan Kesadahan Air Sumur Gali di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar “
Pembimbing : Ronny Muntu, SKM, M.Kes
xii + 38 Halaman + 7 Tabel + 4 Gambar + Daftar Pustaka 10 buah (1984-2002).
Masih terdapatnya air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar yaitu tingginya tingkat kesadahan. Sudah dirasakan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaannya dari segi ekonomis, teknis maupun kesehatan. Hal ini merupakan masalah dalam penanganan dan pemanfaatannya di masyarakat, karena penduduk kebutuhan air bersihnya sebagian besar berasal dari air sumur gali.
Bertolak dari pemikiran tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak konsentrasi efektif kapur tohor yang digunakan terhadap penurunan tingkat kesadahan air.
Penelitian ini adalah eksperimen yaitu membuat larutan kapur tohor dengan perlakuan penambahan dosis pada sampel yang berisi 1000 ml. Air sumur gali yang diolah dilakukan di Laboratorium Politeknik Kesehatan Jurusan Kesehatan Lingkungan Makassar. Hasil percobaan dengan penambahan konsentrasi larutan kapur tohor 1 N, 2 N, 3 N dan 4 N dengan dosis yang digunakan pada setiap konsentrasi adalah 5 ml, 10 ml 15 ml dan ternyata mendapatkan penurunan yang berbeda-beda.
Dalam penelitian ini konsentrasi dengan dosis yang digunakan ternyata mampu menurunkan kesadahan. Namun konsentrasi 2 N dengan dosis 15 ml yang paling efektif karena menurunkan kesadahan dari 728,5 mg/l menjadi 394,64 mg/l dengan persentase penurunan sebesar (45,3 %) dengan pH dan temperatur normal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan diterapkan di masyarakat.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu kebutuhan pokok hidup manusia adalah air, bahkan hampir 70 % tubuh manusia mengandung air. Selain itu hewan dan tumbuh-tumbuhan juga kehidupannya sangat dipengaruhi oleh air, sehingga air merupakan kebutuhan yang sangat penting di bumi. Dari jumlah air yang sangat besar di alam ini, hanya sebagian kecil saja yang dipergunakan untuk kebutuhan manusia dan terbatas pada proporsi tersedianya maupun dalam memperoleh air, sementara kebutuhan air bagi kehidupan semakin besar.
Masih terdapatnya air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan, karena itulah diperlukan upaya penggunaan teknologi tepat guna untuk menyehatkan air yang sebaiknya tergolong murah, mudah, dan bahan-bahannya dapat digunakan sesuai potensi keadaan lingkungan untuk menyehatkan air.
Air tanah merupakan sumber air minum yang sangat vital bagi penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan. Tetapi sampai sekarang hal yang mengenai air tanah di berbagai daerah di Indonesia belum banyak dilaporkan (Darmono, 2001).
Salah satu permasalahan mengenai air adalah tingginya tingkat kesadahan. Hal ini masih merupakan masalah dalam penanganan dan pemanfaatan air di masyarakat. Seperti yang terjadi di Kelurahan Canrego, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar dimana penduduk disana kebutuhan air bersihnya berasal dari sumur gali. Berdasarkan data puskesmas Polsel tahun 2004 jumlah penduduk di Kelurahan Canrego adalah ± 2.245 jiwa, 185 buah sumur gali dan pengguna 1.203 orang, 5 buah sumur pompa tangan dalam, penggunanya 50 orang 5 buah penyediaan air hujan dengan pengguna sebanyak 100 orang dan 12 pompa listrik dengan pengguna 110 orang.
Sudah dirasakan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan air tersebut yaitu efektif kerja sabun menurun dimana pada saat digunakan untuk mencuci sabun kurang berbusa, terdapat lapisan kerak pada peralatan dapur yang digunakan untuk memasak air sadah, terdapat banyak kapur pada dinding-dinding akuarium yang airnya diambil dari sumur. Dari segi kesehatan juga dirasakan dampaknya yaitu terdapat kasus penyakit penyumbatan saluran kencing. Dari data yang diperoleh di Puskesmas Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Tahun 2004 bahwa, penyakit infeksi saluran kemih terdapat 208 kasus. Dan ternyata setelah dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk mengetahui tingkat kesadahan air sumur di daerah tersebut, dimana diketahui jumlah kesadahan sebesar 728,5 mg/l. Sementara diketahui bahwa persyaratan air bersih dalam Permenkes RI Nomor 416 Tahun 1990 yaitu sebesar 500 mg/l untuk kesadahan dan persyaratan kualitas air minum berdasarkan Kep.Men.Kes. RI. No.907 Tahun 2002 kadar maksimum untuk kesadahan yang diperbolehkan adalah 500 mg/l.
Menurut Sckheim (1997) dalam Chemistry For The Health Sciences, menyebutkan hal-hal yang bisa ditimbulkan dari penggunaan air sadah yaitu apabila digunakan untuk mandi dapat menyebabkan iritasi kulit, atau bila digunakan untuk mencuci kepala, maka rambut menjadi lengket dan bergetah, sehingga helai rambut kurang bersih, kemudian jika digunakan mencuci sayur-sayuran maka sayur menjadi keras karena tambahan mineral-mineral pada sayur tersebut.
Sehubungan dengan hal-hal diatas, terkait dengan penerapan teknologi tepat guna dalam penyehatan air bersih maka dibutuhkan cara untuk menurunkan tingkat kesadahan pada air tanah atau air sumur dengan cara biaya yang digunakan murah, efisien, bahan-bahannya mudah didapatkan serta mudah dalam pelaksanaannya salah satunya adalah kapur tohor.
Dengan melihat dari hasil praktikum yang dilakukan di laboratorium pada tahun 2004 bahwa kapur tohor mampu menurunkan kesadahan menjadi dibawah 500 mg/l. Maka dalam penelitian ini peneliti tertarik yaitu untuk menurunkan tingkat kesadahan air sumur gali dengan penambahan kapur tohor dengan mengetahui konsentrasi dan variasi dosis yang efektif di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
B. PERMASALAHAN
1. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah “ Berapa Banyak Konsentrasi Kapur Tohor Yang Digunakan Terhadap Penurunan Tingkat Kesadahan Pada Air Sumur Gali di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar ? ”
2. Ruang Lingkup Permasalahan
Oleh karena luasnya permasalahan yang ikut berpengaruh pada tingkat kesadahan air maka penulis hanya membatasi permasalahan sebagai berikut :
a. Melakukan pemeriksaan tingkat kesadahan air sumur gali.
b. Melakukan penurunan tingkat kesadahan air sumur gali dengan penambahan konsentrasi larutan kapur tohor yang berbeda pada sampel air dan dilihat penurunannya.
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui kemampuan kapur tohor yang digunakan terhadap penurunkan tingkat kesadahan pada air sumur gali di Kelurahan Canrego Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui konsentrasi (Normalitas) larutan kapur tohor yang efektif dalam menurunkan tingkat kesadahan air sumur gali.
b. Untuk mengetahui berapa variasi dosis efektif larutan kapur tohor dalam menurunkan tingkat kesadahan air sumur gali.
D. MANFAAT PENELITIAN
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan penulis serta untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama menempuh perkuliahan pada Pendidikan Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
2. Sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan masyarakat pada khususnya dalam rangka peningkatan kualitas air bersih.
3. Sebagai bahan masukan bagi penelitian selanjutnya.


