PENGARUH VANADIL SULFAT TERHADAP JARINGAN OTOT DAN ADIPOSE MENCIT (Mus musculus) YANG MENDERITA DIABETES MELLITUS

abstraks: 

Diabetes mellitus adalah suatu gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Diabetes tipe 2 ditemui pada 90% dari seluruh kasus diabetes (Schwinghammer, 2003). Faktor genetik juga dapat berpengaruh terhadap terjadinya diabetes tipe 2, hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan persentase terjadinya diabetes tipe 2 pada ras yang berbeda pada penelitian di Amerika Serikat, yaitu 6% pada ras kaukasia, 10% pada keturunan Afrika dan Asia, 15% pada keturunan Spanyol, dan 20% hingga 50% pada suku pendatang lainnya (Mathur, 2005). Terapi awal diabetes mellitus adalah dengan pengaturan pola makan. Bila pengaturan diet tidak dapat menurunkan kadar gula darah, maka diberikan terapi dengan obat. Terapi untuk pasien diabetes tipe 1 adalah injeksi insulin, karena sel β pankreas rusak atau tidak mampu menghasilkan insulin. Sedangkan terapi untuk diabetes tipe 2 memiliki beberapa tujuan, antara lain untuk meningkatkan sekresi insulin oleh pankreas dengan obat golongan sulfonilurea, menurunkan jumlah glukosa yang diproduksi di hati dan meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin dengan obat golongan biguanid dan tiazolidin, serta menurunkan absorpsi karbohidrat dari usus atau saluran pencernaan dan memperlambat waktu pengosongan lambung dengan inhibitor α glukosidase (Mathur, 2005; Schwinghammer, 2003). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan terapi khususnya untuk diabetes mellitus tipe 2 antara lain adalah perubahan kadar glukosa darah yang ditimbulkan oleh tiap obat,
kondisi medis lain pada pasien misalnya hipertensi atau hiperlipidemia, efek samping, kontraindikasi, dan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat (Mathur, 2005). Efek samping penggunaan insulin terus menerus antara lain menyebabkan hipoglikemia, peningkatan berat badan dan resistensi insulin. Sedangkan oral anti diabetes selain dapat mengakibatkan hipoglikemia, peningkatan berat badan dan resistensi insulin, dapat juga menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, kulit kemerahan, kolestasis, anemia hemolitik, dan berbagai penyakit kardiovaskular. Selain itu pemakaian insulin dan oral anti diabetes dapat menyebabkan toleransi (Schwinghammer, 2003). Karena banyaknya efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat-obat anti diabetes tersebut, saat ini dilakukan banyak penelitian untuk mengembangkan obat-obat yang bekerja lebih spesifik dan memiliki efek samping minimal.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Berdasarkan perkiraan WHO, saat ini jumlah penderita diabetes mellitus mencapai 180 juta jiwa. Pada tahun 2005 tercatat lebih kurang 1,1 juta jiwa meninggal akibat diabetes dan sekitar 80% terjadi di negara berkembang. Data tersebut juga menunjukkan bahwa hampir setengah kematian terjadi pada usia di bawah 70 tahun dan 55% terjadi pada wanita. Oleh sebab itu, tanpa tindakan lebih lanjut, maka dalam kurun waktu 10 tahun ke depan diperkirakan jumlah kasus kematian akibat diabetes akan meningkat lebih dari 50% (Anonim, 2006).
Diabetes mellitus adalah suatu gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Diabetes tipe 2 ditemui pada 90% dari seluruh kasus diabetes (Schwinghammer, 2003). Faktor genetik juga dapat berpengaruh terhadap terjadinya diabetes tipe 2, hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan persentase terjadinya diabetes tipe 2 pada ras yang berbeda pada penelitian di Amerika Serikat, yaitu 6% pada ras kaukasia, 10% pada keturunan Afrika dan Asia, 15% pada keturunan Spanyol, dan 20% hingga 50% pada suku pendatang lainnya (Mathur, 2005). Terapi awal diabetes mellitus adalah dengan pengaturan pola makan. Bila pengaturan diet tidak dapat menurunkan kadar gula darah, maka diberikan terapi dengan obat. Terapi untuk pasien diabetes tipe 1 adalah injeksi insulin, karena sel ? pankreas rusak atau tidak mampu menghasilkan insulin. Sedangkan terapi untuk diabetes tipe 2 memiliki beberapa tujuan, antara lain untuk meningkatkan sekresi insulin oleh pankreas dengan obat golongan sulfonilurea, menurunkan jumlah glukosa yang diproduksi di hati dan meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin dengan obat golongan biguanid dan tiazolidin, serta menurunkan absorpsi karbohidrat dari usus atau saluran pencernaan dan memperlambat waktu pengosongan lambung dengan inhibitor ? glukosidase (Mathur, 2005; Schwinghammer, 2003). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan terapi khususnya untuk diabetes mellitus tipe 2 antara lain adalah perubahan kadar glukosa darah yang ditimbulkan oleh tiap obat,
kondisi medis lain pada pasien misalnya hipertensi atau hiperlipidemia, efek samping, kontraindikasi, dan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat (Mathur, 2005). Efek samping penggunaan insulin terus menerus antara lain menyebabkan hipoglikemia, peningkatan berat badan dan resistensi insulin. Sedangkan oral anti diabetes selain dapat mengakibatkan hipoglikemia, peningkatan berat badan dan resistensi insulin, dapat juga menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, kulit kemerahan, kolestasis, anemia hemolitik, dan berbagai penyakit kardiovaskular. Selain itu pemakaian insulin dan oral anti diabetes dapat menyebabkan toleransi (Schwinghammer, 2003). Karena banyaknya efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat-obat anti diabetes tersebut, saat ini dilakukan banyak penelitian untuk mengembangkan obat-obat yang bekerja lebih spesifik dan memiliki efek samping minimal.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, vanadil sulfat dapat secara efektif menurunkan kadar glukosa darah pada mencit dengan diabetes mellitus tipe 2 yang diinduksi dengan streptozotocin (Arijanto, 2006). Penelitian lain menunjukkan bahwa vanadil sulfat dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus (rat) dengan meningkatkan toleransi glukosa tanpa meningkatkan konsentrasi insulin plasma dan meningkatkan kadar glikogen pada hati (Aharon et al, 1998). Vanadil sulfat dalam tubuh akan diubah menjadi vanadium yang merupakan analog fosfat dan bekerja pada hambatan terhadap enzim tyrosine phosphatase secara spesifik, yang dapat mencegah desensitisasi reseptor insulin sehingga dapat memfasilitasi pemasukan glukosa dari darah ke jaringan dan menurunkan kadar glukosa darah (Asante-Appiah & Kennedy, 2003). Namun hingga saat ini, vanadil sulfat di Amerika Serikat masih digolongkan sebagai suplemen untuk mengatasi hiperglikemia dan untuk pembentukan otot (Anonim, 2004). Hal ini terkait dengan kurangnya penelitian yang menunjukkan data-data farmakokinetika maupun farmakodinamika dari vanadil sulfat. Melihat potensi vanadil sulfat dalam menurunkan kadar glukosa darah, maka memungkinkan obat tersebut digunakan sebagai anti diabetic agent pada keadaan diabetes mellitus tipe 2. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai mekanisme kerja penurunan glukosa darah pada kondisi diabetes mellitus dengan model hewan, terutama pengaruhnya terhadap penghambatan enzim tyrosine phosphatase di jaringan adipose dan otot yang merupakan jaringan target dari kerja insulin.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana perubahan yang terjadi pada jaringan otot dan adipose mencit (Mus musculus) yang menderita diabetes mellitus setelah diinduksi dengan streptozotocin dan mendapatkan terapi vanadil sulfat?

1.3 TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui perubahan morfologi jaringan adipose dan jaringan otot mencit diabetes mellitus tipe 2 yang diinduksi dengan streptozotocin akibat pemberian vanadil sulfat dengan metode histokimia menggunakan hematoxylin-eosin.

1.4 MANFAAT PENELITIAN
1.Mengetahui perubahan struktur jaringan otot dan adipose pada keadaan diabetes mellitus dan pengaruh pemberian vanadil sulfat.
2.Memberikan sumbangan di bidang farmasi mengenai penelitian lebih lanjut untuk terapi diabetes mellitus tipe 2 yang lebih spesifik.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -