Masa remaja adalah suatu masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Ini ditandai dengan pertumbuhan yang terus berlanjut menuju kondisi somatik, sexual dan psikologi yang lebih matur. Perubahan-perubahan tersebut tidak terjadi :secara spontan, tetapi melalui proses pertumbuhan yang tampak cepat setelah menstruasi pertama (menarche). Perubahan menuju maturitas reproduksi ini karena adanya stimuli endokrin dari ovarium yang, diaktifkan oleh hormon gonadotropin anterior dan juga tiroid.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masa remaja adalah suatu masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Ini ditandai dengan pertumbuhan yang terus berlanjut menuju kondisi somatik, sexual dan psikologi yang lebih matur. Perubahan-perubahan tersebut tidak terjadi :secara spontan, tetapi melalui proses pertumbuhan yang tampak cepat setelah menstruasi pertama (menarche). Perubahan menuju maturitas reproduksi ini karena adanya stimuli endokrin dari ovarium yang, diaktifkan oleh hormon gonadotropin anterior dan juga tiroid.
Menarche adalah salah satu indikasi adanya mekanisme endokrin yang normal dan pematangan fungsi ini akan terus berlanjut. Maturasi sempurna belum terjnji sampai munculnya siklus menstruasi ovulatoar yang stabil. Kenyataannya, siklus menstruasi yang irreguler mungkin berlangsung beberapa tahun setelah menarche, kadang sampai usia dua puluhan (Huffman, 1968).
Kondisi psikologi remaja cenderung masih labil. Remaja meninggalkan masa anak-anak yang penuh ketergantungan menuju masa kedewasaan dan kematangan. Juga mulai muncul interes-interes baru terhadap berbagai macam masalah,terutama interaksi dengan lawan jenis. Remaja ingin bebas suka coba-coba sehingga sering menjurus pada perilaku sexual yang merusak dan tidak sehat. Kondisi ini mendapat perhatian para dokter, karena gejala fisik yang muncul sering berkaitan dengan kondis psikososial daripada masalah biologik (Kreipe et al., 1990).
Dalam memeriksa penyakit pada remaja perlu diperhatikan riwayat masa kecil yang mempengaruhi penyakit yang muncul kemudian. Remaja putri juga sering diliputi ketakutan pada saat mengunjungi dokter untuk pertama kalinya. Karena berbagai kekhawatiran yang muncul seputar pemeriksaan yang akan dilakukan dokter.Untuk itulah para dokter harus menunjukkan sikap baik dan penuh perhatian agar pasien merasa aman dan percaya, sehingga bersedia untuk menceritakan keluhannya secara detail (Huffman, 1968).
Dengan mengetahui frekuensi, distribusi penyakit pada remaja serta keluhan-keluhan yang sering muncul pada pasien remaja, maka diharapkan memberikan input atau masukan yang dapat membantu usaha-usaha penanganan penyakit ginekologis pada remaja. Karena masa remaja masih dalam proses penyesuaian kearah kematangan secara anatomi maupun psikologis dari kepribadian egosentrik kealam pikiran yang lebih menantang.
Secara praktis dengan adanya penanganan yang dini dan cepat, maka diharapkan tidak muncul komplikasi lanjutan dan gejala sisa yang tidak diharapkan terutama sterilisasi.
B. Perumusan Masalah
Dari uraian di atas, muncul beberapa pertanyaan yang digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Pertanyaan mayor yaitu : bagaimanan distribusi dan frekuensi penyakit ginekologis pada remaja di RSUD Brebes Jawa Tengah?
2. Pertanyaan minor yang meliputi pertanyaan:
a. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan status pernikahan ?
b. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan usia ?
c. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan keluhan ?
d. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan diagnosis?
e. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan usia menarche?
f. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan pekerjaan?
g. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan pendidikan ?
h. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan riwayat coitus ?
i. Bagaimana frekuensi dan distribusi pengunjung putri berdasarkan asal daerah?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran frekuensi dan distribusi kelainan ginekologis pada remaja putri usia 10-20 tahun, gambaran frekuensi dan distribusi menurut status pernikahan, usia pengunjung, keluhan, usia menarche, pekerjaan, pendidikan, riwayat coitus dan asala daerah.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, sebagai berikut:
1. Menambah pengetahuan tentang gambaran frekuensi dan distribusi kelainan ginekoligis pada remaja putri usia 10-20 tahun menurut status pernikahan, usia pengunjung, keluhan, usia menarche, pekerjaan, pendidikan, riwayat coitus dan asal daerah..
2. Dapat memberikan masukan (input) yang dapat membantu usaha-usaha penanganan penyakit ginekologis pada remaja.
3. Menjadi bahan kajian untuk perbandingan dalam rangka penelitian lebih lanjut.
