PEMBERIAN SUPLEMENTASI KOMBINASI PROBIOTIK DAN CHLORELLA UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH Ig A PADA MUKOSA ILEUM AYAM

abstraks: 

ABSTRACT
The aim of the study is to evaluate the supplementation effect of probiotic and chlorella in increasing of Ig A number in mucosal ileum of hen. The study was using sixteen week laying hens that been divided on to four groups of treatment. P0 basal protein diet with 18% level, P1 low protein diet plus 5% probiotics and P3 low protein diet plus 5% chlorella – probiotics. In the end of trial at age 24 weeks, the hens were sacrified to get ileum sample. Immunohistochemistry technique were use to see the expression of Ig A. data analysis using Anova method by SPSS version 13 for Windows. Result shows P3 having the highest expression of Ig A in mucosal ileum of hens.

Keyword : Chlorella, ileum, mucosal immunity, probiotic

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dewasa ini, peternakan ayam ras terutama ayam petelur selayaknya mendapatkan perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena meningkatnya konsumsi telur oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu usaha ini perlu menerapkan sistem pemeliharaan yang tepat karena ayam petelur mudah terkena stres. Stres dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan, respon imun, konversi pakan, fertilitas, daya tetas telur serta penurunan daya hidup unggas (Bains, 1996). Ayam ras petelur memiliki beberapa kelemahan antara lain sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Ayam ras petelur menggunakan pakan dalam jumlah dan kualitas yang tinggi (Sudarmono, 2003). Pemberian ransum pada ayam petelur sangat berhubungan dengan sifat yang mudah stress. Upaya untuk menghindari gejala cekaman stress dilaksanakan dengan pemberian pakan tambahan dalam ransum. Bahan tambahan umumnya merupakan multi vitamin, mineral, hormon ataupun bahan lain yang bermanfaat namun diberikan dalam jumlah sedikit (Wahju, 1985). Pakan tambahan yang diberikan dalam jumlah sedikit pada keadaan stres dapat meningkatkan pertumbuhan serta memperbaiki efisiensi pakan (Anggorodi, 1985).
Ayam memiliki imunitas mukosal yang didalamnya dapat terekspresi adanya antibodi atau imunoglobulin yang memiliki peranan penting sebagai benteng pertahanan melawan virus dan bakteri. Secara khusus kita dapat menemukan adanya Imunoglobulin A (Ig A) pada permukaan mukosal dari saluran pernafasan dan saluran pencernaan yang dapat membentuk garis perlawanan terhadap serangan mikroba pathogen (Wikipedia, 2006).
Chlorella merupakan ganggang hijau bersel tunggal yang hidup berkoloni. Bahan ini dapat digunakan sebagai suplementasi pada ayam petelur karena mengandung protein, karbohidrat, lemak selain itu juga mengandung multivitamin dan mineral. Pemberian Chlorella dapat meningkatkan populasi bakteri Lactobacillus sp. untuk membantu proses sintesis vitamin B 12 (Anonimousc, 2006). Chorella dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri-bakteri menguntungkan dan mencegah terjadinya detoksifikasi. Chlorella dapat juga meningkatkan populasi limfosit untuk menghancurkan unsur-unsur asing yang membahayakan tubuh dan terbawa pada makanan.
Berdasarkan penelitian Baskoro Timur (2007), bahan Chlorella 5% yang dicampurkan dalam pakan dengan konsentrasi rendah protein (± 14%) yang diberikan pada ayam petelur berpengaruh dalam meningkatkan jumlah Ig A pada mukosa ileum ayam. Data ini semakin melengkapi manfaat-manfaat lain Chlorella sebagai suplemen dalam pakan.
Suplemen lain yang cukup banyak manfaatnya dalam meningkatkan penampilan dan menurunkan tingkat stress pada ayam petelur adalah probiotik. Hal ini dikarenakan probiotik diyakini mengandung lipopolisakarida yang dapat menginduksi reaksi pertahanan imunologi baik pada vertebrata maupun invertebrata. Gatesoupe (2000) mendefinisikan Probiotik sebagai sel mikroba yang diberikan dengan cara tertentu agar masuk ke saluran pencernaan (gastrointestinal) dan tetap hidup dengan tujuan memperbaiki kesehatan. Fungsi dari pemberian Probiotik adalah untuk mengurangi jumlah bakteri patogen dalam usus, menstimulasi respon kekebalan, serta menjaga kesehatan (Schrezenmeir, 2004). Dalam Probiotik berisi koloni bibit mikroba fermentatif sehingga diharapkan dapat memfermentasi bahan organik yang sesuai menjadi unsur-unsur organik yang bermanfaat bagi ayam.
Karena ayam tidak dapat memproduksi enzim selulolitik, maka dibutuhkan Probiotik yang bertujuan untuk proses pemecahan dinding sel Chlorella agar kandungan nutrisi yang terdapat didalamnya dapat terserap secara optimal.
Berdasarkan data tersebut di atas, maka peneliti ingin mengetahui efektifitas dari probiotik jika dikombinasi dengan Chlorella dalam meningkatkan jumlah Ig A di ileum ayam.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah pemberian suplementasi Probiotik dalam pakan dengan konsentrasi protein yang rendah (± 14%) berpengaruh terhadap peningkatan jumlah Ig A pada ileum ayam petelur yang divaksinasi AI?
2. Apakah pemberian suplementasi kombinasi Probiotik dan Chlorella dalam pakan dengan konsentrasi protein yang rendah (± 14%) berpengaruh terhadap peningkatan jumlah Ig A pada ileum ayam petelur yang divaksinasi AI?

1.3. Landasan Teori
Protein adalah zat makanan yang sangat mendapat perhatian khusus dalam penyusunan ransum. Bersama-sama dengan karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan maupun pemeliharaan tubuh. Adanya perubahan secara kuantitatif dan kualitatif terhadap komponen unsur gizi secara nyata berpengaruh terhadap sistem imun. Keadaan defisiensi atau kelebihan unsur gizi dapat mempengaruhi sintesis molekul yang berfungsi mengatur imunitas (Dubey and Yunis, 1996).
Protein yang jumlahnya terus berkurang dalam waktu lama akan mengakibatkan melemahnya mekanisme pertahanan seluler dan rendahnya produksi antibodi (Maynard et al., 1979 ; Woodward, 1998). Pada keadaan seperti ini jumlah limfosit T, limfosit B, sel plasma dan antibodi akan menurun (Keith and Jeejebhoy, 1997). Pada penderita kekurangan protein dapat pula terjadi penurunan jumlah immunoglobulin (Ig G, Ig A, Ig M), komplemen C3 dan C4 serta limfosit (Valbuena et al., 1996).
Chlorella adalah termasuk tumbuhan air bersel satu yang memiliki kandungan 19 macam asam amino, yaitu : lisin, leusin, isoleusin, treonin, valin, metionin, fenilalanin, triptofan, histidin, arginin, asam aspartat, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, sistein, tirosin dan ornitin. Delapan macam asam amino dalam Chlorella merupakan asam amino esensial, yaitu lisin, leusin, isoleusin, treonin, valin, metionin, fenilalanin, dan triptofan. Kandungan protein secara umum dalam Chlorella adalah 59,8% (Wirosaputro, 1998).
Probiotik adalah mikroba pengurai yang berupa proteolitik, amilolitik, lipolitik apiarius (Kompiang. dkk, 2002), Saccharomyces cerevisiae (Ayanwale. et al., 2006), Lactobacillus, Bifidobacterium, Enterococcus, dan Pediococcus (Mountzouris. et al., 2007) mempunyai dampak positif terhadap penampilan seperti pertumbuhan, produksi telur dan efisiensi penggunaan pakan. Substansi ini akan bergabung dengan mikroorganisme saluran pencernaan dan bekerja mengubah protein, karbohidrat, serta lemak yang tidak dapat terserap menjadi dapat diserap oleh dinding usus (Risch, 2002). Probiotik berisi koloni bibit mikroba fermentatif sehingga diharapkan dapat memfermentasi bahan organik yang sesuai menjadi unsur-unsur organik yang bermanfaat bagi ayam. Penggunaan Probiotik telah dilaporkan dapat meningkatkan kecernaan protein kasar pada ayam (Mufidah, 2000). Paramita dan Koestanti (1998) juga menyimpulkan bahwa pemberian probiotik 0.2% / ekor / hari memberikan hasil kecernaan protein terbaik pada ayam pedaging jantan, sedangkan Gunawan dan Sundari (2003) menyimpulkan bahwa penambahan Lactobacillus acidophilus sebagai probiotik sebanyak 2% dan 6% dalam ransum ayam ras petelur, mampu meningkatkan 5-11% produksi telur serta menekan konversi ransum.

1.4. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi Probiotik dan Chlorella pada peningkatan jumlah Ig A pada mukosa ileum ayam, khususnya bila mendapat stressor dalam bentuk pemberian pakan dengan konsentrasi protein yang rendah (± 14%).

1.5. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah untuk memberi informasi secara langsung kepada petani peternak bahwa kombinasi Probiotik dan Chlorella dapat diaplikasikan sebagai suplementasi pakan yang efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh ayam, khususnya pada tindakan vaksinasi AI.

1.6. Hipotesis
Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah suplementasi kombinasi Probiotik dan Chlorella yang diberikan pada pakan dengan konsentrasi protein rendah (± 14%) dapat meningkatkan jumlah Ig A di mukosa ileum ayam.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -