ABSTRAK
Dalam proses penanganan akhir slab, slab perlu dibersihkan kedua sisi permukaannya dan diperiksa cacat permukaan. Kedua sisi slab yang akan dibersihkan, diperlukan proses pembalikan slab.
Cara pembalikan slab yang lama mengunakan crane magnet, dimana slab yang akan dibalik dengan cara dimiringkan oleh crane kemudian slab dilepaskan. Pada saat slab dilepaskan dari crane, bangunan pabrik bergetar, baut-baut rel over head crane menjadi kendur dan slab menjadi rusak akibat benturan yang keras dengan tanah. Untuk menghindari kerusakan atau ganguan akibat cara pembalikan yang dilakukan sekarang, maka di lakukan “Perancangan Alat Pembalik Slab”
Alat yang dirancang memanfaatkan crane magnet sebagai alat penggeraknya sehingga dalam perancangan ini menjadi lebih ekonomis dikarenakan beberapa alasan yakni :
> Dari segi ekonomi alat hasil perancangan ini mempunyai keungulan yaitu, tidak memerlukan biaya yang mahal untuk membeli penggerak yang baru dan pembuatan kontruksi alat ini dapat dikerjakan di workshop sendiri, material yang digunakan terdapat dilokasi tempat kerja.
> Dari sisi maintenance alat ini tidak memerlukan perawatan yang intensif karena disain alat ini sangat sederhana.
Dari hasil perhitungan gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat slab adalah sebesar 181.996 kN dan gaya yang dibutuhkan untuk menurunkan slab sebesar 57.0924 kN.
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
PT. Krakatau Steel didirikan pada tanggal 31 Agustus 1970, dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.35 tahun 1970 tentang Penyerahan Modal Negara RI untuk pendirian Perusahaan Perseroan (Persero). PT.Krakatau Steel adalah perusahaan milik negara, pada tahun 1979 dengan Keppres No.39 PT. Krakatau Steel dikukuhkan sebagai pusat pengadaan baja nasional dengan dibangunnya pabrik-pabrik yang menjadi unit produksi di PT. Krakatau Steel, salah satunya adalah Slab Steel Plant (SSP).

