Teknik Arsitektur

PENGARUH ASAL SEKOLAH TERHADAP PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ILMU UKUR TANAH MAHASISWA PROGRAM D III.pdf

abstraks: 

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan asal sekolah
terhadap pertisipasi dan hasil belajar mata kuliah Ilmu Ukur Tanah mahasiswa
program studi D III Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES.
Penelitian ini menggunakan metode Expost facto yaitu penelitian yang
menggunakan dan mengumpulkan datanya dari dokumentasi yang telah ada atau
cara- cara lain yang sejenis. Populasi yang digunakan adalah semua Mahasiswa
Program DIII Teknik Sipil Semester II Fakultas Teknik UNNES Tahun Ajaran
2004/2005. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi untuk
daftar nama mahasiswa, metode tes untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa
dan metode observasi untuk mengambil data tentang partisipasi mahasiswa.
Analisa yang digunakan adalah sistem uji t.
Berdasarkan anlisis data untuk menguji hipotesis pertama diperoleh thitung
>ttabel (5,051>1,69), maka hipotesis dinyatakan diterima artinya asal sekolah
berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa yaitu mahasiswa asal SMK lebih
baik hasil belajarnya disbanding mahasiswa asal SMU. Berdasarkan anlisis data
untuk menguji hipotesis kedua diperoleh nilai thitung >ttabel (1,938>1,69), maka
hipotesis diterima yang berarti asal sekolah juga berpengaruh terhadap partisipasi
mahasiswa yaitu mahasiswa asal SMK lebih tinggi partisipasinya disbanding
mahasiswa asal SMU.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Mata kuliah Ilmu Ukur Tanah berjumlah 2 SKS, yang merupakan salah satu
mata kuliah dasar umum (MKDU) yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa pada
Prodi D III T. Sipil di Uniersitas Negeri Semarang. Mata kuliah ini diharapkan
mampu membekali mahasiswa dalam dalam bidang pengukuran baik secara teori
maupun praktek. Para pengampu adalah dosen-dosen pada Prodi Pendidikan
Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Salah satu mata diklat di SMK adalah survai dan pemetaan yang sering

kantor ofice asia afrika

abstraks: 

Perencanaan pembangunan kantor sewa disini adalah sebagai salah satu upaya untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan ruang kerja yang optimal dan efisien dalam penggunaan, dengan tetap memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan dan perancangan.
Perencanaan dan perancangan bangunan kantor sewa ini memiliki karakter tersendiri yang sedikit berbeda dari fungsi kantor – kantor disekitarnya.
Bentuk bangunan kantor sewa ini merupakan pengambilan dari bentuk – bentuk dasar terutama bentuk persegi panjang dan kubus yang didasari oleh tema yaitu Arsitektur Kontekstual. Tema ini dipakai karena perancang ingin mengadopsi bentuk bangunan kantor disekitar site, terutama pada jalan Asia Afrika yang memiliki bentuk – bentuk kubus. Dengan tujuan bangunan yang direncanakan dapat serasi dengan bangunan sekitar site, dengan kata lain bangunan yang konstektual dengan lingkungan.
Pembangunan kantor sewa multimedia ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang kantor bagi masyarakat dalam mengikuti perkembangn teknologi terutama dibidang multimedia dalam menghasilkan produk yang berkuwalitas dengan standar internasional, yang didukung dengan fasilitas penunjang dan pelengkap dalam kantor demi mendukung kegiatan perkantoran dalam bangunan tersebut.
Rencana pengunaan lahan diwilayah Jalan Asia Afrika didasarkan kepada dominasi pengunaan lahan, kecenderungan perkembangan serta potensi yang ada pada masing-masing blok peruntukan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Prinsip Termal Rumah Tradisional Jawa sebagai Dasar Perancangan Perumahan Sederhana

abstraks: 

Kenyamanan suatu desain arsitektur dipengaruhi oleh iklim. Adanya kenaikan suhu akan berpengaruh terhadap kenyamanan termal di dalam bangunan, sehingga iklim perlu dipertimbangkan. Rumah sederhana yang dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia dinilai kurang nyaman. Hal ini disebabkan kurangnya pertimbangan terhadap iklim pada fisik bangunan dan lingkungannya. Belum terdapat solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, perlu diterapkan prinsip termal rumah tradisional Jawa. Penanganan permasalahan iklim rumah tradisional Jawa dan lingkungannya secara alami diharapkan dapat menjadi dasar dalam perancangan rumah sederhana dan lingkungannya yang lebih baik.
Objek yang dikaji adalah perumahan sederhana di Kota Malang. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kenyamanan suhu perumahan sederhana di Kota Malang, untuk mengetahui prinsip termal rumah tradisional Jawa yang dapat diterapkan sebagai kriteria desain perumahan sederhana dan untuk memberikan contoh aplikasi penerapan prinsip tersebut pada perancangan perumahan sederhana. Terdapat tiga tahapan kegiatan yang dilakukan, yaitu evaluasi terhadap sampel perumahan sederhana, perencanaan dan perancangan. Simulasi sebagai instrumen utama merupakan jembatan penghubung antar tahapan. Kajian difokuskan pada dua variabel utama perumahan sederhana, yaitu lingkungan tempat tinggal dan rumah sederhana.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan suhu pada sampel perumahan sederhana di Kota Malang adalah diatas batas maksimum zona kenyamanan. Secara spesifik, hal ini disebabkan karena cara perletakan bangunan pada perumahan terhadap matahari dan angin kurang dipertimbangkan. Kriteria desain yang diperoleh mencakup prinsip orientasi bangunan, posisi bangunan, rasio perbandingan bentuk bangunan, posisi dan bentuk bukaan atau ventilasi. Perancangan yang dilakukan menghasilkan model dengan tingkat kenyamanan suhu yang lebih baik dari model eksisting (sampel perumahan sederhana).

Kata kunci: kenyamanan, suhu, perumahan sederhana, rumah tradisional Jawa

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga perencanaan pembangunan rumah harus cermat dan mempertimbangkan banyak hal. Beberapa diantaranya, yaitu potensi fisik dan potensi sosial budaya. Potensi fisik adalah pertimbangan akan bahan bangunan, kondisi geologis dan iklim setempat. Sedangkan, potensi sosial budaya terdiri atas arsitektur lokal dan cara hidup (Dinas Kimpraswil, 2002). Terkait dengan isu pemanasan global yang terjadi pada masa modern ini, iklim menjadi sebuah pertimbangan utama yang perlu diselesaikan.

Prinsip Termal Rumah Tradisional Jawa sebagai Dasar Perancangan Perumahan Sederhana

abstraks: 

Kenyamanan suatu desain arsitektur dipengaruhi oleh iklim. Adanya kenaikan suhu akan berpengaruh terhadap kenyamanan termal di dalam bangunan, sehingga iklim perlu dipertimbangkan. Rumah sederhana yang dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia dinilai kurang nyaman. Hal ini disebabkan kurangnya pertimbangan terhadap iklim pada fisik bangunan dan lingkungannya. Belum terdapat solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, perlu diterapkan prinsip termal rumah tradisional Jawa. Penanganan permasalahan iklim rumah tradisional Jawa dan lingkungannya secara alami diharapkan dapat menjadi dasar dalam perancangan rumah sederhana dan lingkungannya yang lebih baik.
Objek yang dikaji adalah perumahan sederhana di Kota Malang. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kenyamanan suhu perumahan sederhana di Kota Malang, untuk mengetahui prinsip termal rumah tradisional Jawa yang dapat diterapkan sebagai kriteria desain perumahan sederhana dan untuk memberikan contoh aplikasi penerapan prinsip tersebut pada perancangan perumahan sederhana. Terdapat tiga tahapan kegiatan yang dilakukan, yaitu evaluasi terhadap sampel perumahan sederhana, perencanaan dan perancangan. Simulasi sebagai instrumen utama merupakan jembatan penghubung antar tahapan. Kajian difokuskan pada dua variabel utama perumahan sederhana, yaitu lingkungan tempat tinggal dan rumah sederhana.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan suhu pada sampel perumahan sederhana di Kota Malang adalah diatas batas maksimum zona kenyamanan. Secara spesifik, hal ini disebabkan karena cara perletakan bangunan pada perumahan terhadap matahari dan angin kurang dipertimbangkan. Kriteria desain yang diperoleh mencakup prinsip orientasi bangunan, posisi bangunan, rasio perbandingan bentuk bangunan, posisi dan bentuk bukaan atau ventilasi. Perancangan yang dilakukan menghasilkan model dengan tingkat kenyamanan suhu yang lebih baik dari model eksisting (sampel perumahan sederhana).

Kata kunci: kenyamanan, suhu, perumahan sederhana, rumah tradisional Jawa

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga perencanaan pembangunan rumah harus cermat dan mempertimbangkan banyak hal. Beberapa diantaranya, yaitu potensi fisik dan potensi sosial budaya. Potensi fisik adalah pertimbangan akan bahan bangunan, kondisi geologis dan iklim setempat. Sedangkan, potensi sosial budaya terdiri atas arsitektur lokal dan cara hidup (Dinas Kimpraswil, 2002). Terkait dengan isu pemanasan global yang terjadi pada masa modern ini, iklim menjadi sebuah pertimbangan utama yang perlu diselesaikan.

RENTAL OFFICE ASIA AFRIKA

abstraks: 

ABSTRAKSI

Perencanaan pembangunan kantor sewa disini adalah sebagai salah satu upaya untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan ruang kerja yang optimal dan efisien dalam penggunaan, dengan tetap memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan dan perancangan.
Perencanaan dan perancangan bangunan kantor sewa ini memiliki karakter tersendiri yang sedikit berbeda dari fungsi kantor – kantor disekitarnya.
Bentuk bangunan kantor sewa ini merupakan pengambilan dari bentuk – bentuk dasar terutama bentuk persegi panjang dan kubus yang didasari oleh tema yaitu Arsitektur Kontekstual. Tema ini dipakai karena perancang ingin mengadopsi bentuk bangunan kantor disekitar site, terutama pada jalan Asia Afrika yang memiliki bentuk – bentuk kubus. Dengan tujuan bangunan yang direncanakan dapat serasi dengan bangunan sekitar site, dengan kata lain bangunan yang konstektual dengan lingkungan.
Pembangunan kantor sewa multimedia ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang kantor bagi masyarakat dalam mengikuti perkembangn teknologi terutama dibidang multimedia dalam menghasilkan produk yang berkuwalitas dengan standar internasional, yang didukung dengan fasilitas penunjang dan pelengkap dalam kantor demi mendukung kegiatan perkantoran dalam bangunan tersebut.
Rencana pengunaan lahan diwilayah Jalan Asia Afrika didasarkan kepada dominasi pengunaan lahan, kecenderungan perkembangan serta potensi yang ada pada masing-masing blok peruntukan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -