Penjaskes

Analisis Kemampuan Motor Educability Siswa SMA Negeri 4 Jambi Kelas X Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Pada Materi Pencak

abstraks: 

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana keterampilan Kemampuan Motor Educability siswa SMA Negeri 4 Jambi kelas X dalam pembelajaran melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Pada Materi Pencak Silat Dengan Pokok Bahasan Pukulan ,Tendangan dan Tangkisan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan olahraga di Indonesia dewasa ini terasa semakin maju, hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang yang semakin sadar dan mengerti arti penting serta fungsi olahraga itu sendiri. Disamping itu perhatian serta dukungan pemerintah juga menunjang perkembangan olahraga di Indonesia.

PERBEDAAN METODE MENGAJAR SERVIS BAWAH PERBEDAAN METODE MENGAJAR SERVIS BAWAH SISWI KELAS X SMK N I SALAM TAHUN 2006 / 2007

abstraks: 

Bibit.w. Skripsi ini berjudul “ Perbedaan metode mengajar servis bawah
terhadap keberhasilan servis bawah siswi kelas X SMK N I Salam tahun
2006/2007.” Karena dalam pembelajaran pendidikan jasmani dengan sub kopetensi
servis bawah bola voli banyak siswa putri yang kesulitan/tidak mampu melakukan
servis bawah bola voli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
ada perbedaan keberhasilan antara metode konvensional yang telah biasa digunakan
dengan metode lemparan bawah dalam mengajar servis bawah bola voli pada siswi
kelas X SMK N I Salam tahun 2006/2007.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan pola M-S sedang pengolahan datanya menggunakan perhitungan statistik ttes
rumus pendek dengan taraf signifikan 20%,sedang derajat kebebasan 17,
populasi yang digunakan siswi kelas X SMK N I Salam berjumlah 72 anak. Dari
jumlah tersebut diambil sampel 50% secara acak/random. Kemudian sampel
dikelompokan berdasarkan tes awal dengan menggunakan Matching dengan rumus
ABBA,setelah terbentuk dua kelompok selanjutnya kelompok eksperimen 1
diberikan pembelajaran servis bawah dengan metode lemparan bawah sedang
kelompok eksperimen 2 dengan metode konvensional selama dua kali pertemuan.
Dalam pelaksanaan tes awal diperoleh mean dari kelompok eksperimen
satu 6,00 sedang mean dari kelompok eksperimen dua 6,05. Hasil tes akhir mean
kelompok eksperimen satu 7,50 kelompok eksperimen dua/kelompok kontrol 6,77.
Dari perhitungan statistik didapat t hitung sebesar 1,674 sedang t tabel 1,333 ini
berarti t hitung lebih besar dari t tabel. Hal ini terbukti bahwa metode lemparan
bawah lebih baik dibanding dengan metode konvensional untuk mengajar servis
bawah bola voli siswi kelas X pada SMK N I Salam tahun 2006/2007
Berdasarkan penelitian ini, metode lemparan bawah, dapat dijadikan satu
metode baru untuk mengajar servis bawah bola voli pada siswa putri. Di sarankan
pada para guru pendidikan jasmani apabila dalam mengajar servis bawah bola voli
pada siswa putri mengalami kesulitan, agar menggunakan metode lemparan bawah.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah.
Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga permainan
yang diajarkan di seluruh tingkat sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA / SMK.
Di dalam kurikulum SMK tahun 1999, permainan bola voli diajarkan pada siswa
kelas I semester 2, kelas II semester 3 dan 4, kelas III semester 5 dan 6. Sedang
dalam kurikulum 2004 sekolah diberi kebebasan untuk memprogramkan sendiri
pada semester berapa permainan bola voli tersebut disampaikan. Di dalam KTSP
2006 sekolah memprogramkan permainan bola voli mulai diajarkan pada kelas X

pengembangan gaya mengajar bermain terhadap minat belajar penjas

abstraks: 

ABSTRAK
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI
KATA KUNCI : Upaya Meningkatkan Kesegaran Jasmani melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, perilaku hidup sehat, aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Pengalaman belajar yang disajikan akan membantu siswa untuk memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan yang aman, efisien, dan efektif.
Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani, (2) mengetahui seberapa banyak perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang merupakan suatu siklus yang terdiri atas : adanya masalah-rencana tindakan-pelaksanaan tindakan-evaluasi dan refleksi. Subyek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII-D SMP Negeri 3 Kisaran tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 32 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani seseorang, salah satunya adalah melalui aktivitas jasmani. (2) pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan siswa dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmani (3) Dalam proses pendidikan jasmani diperlukan adanya modifikasi dan variasi pembelajaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pembelajaran ada dampak perubahan motivasi dan sekaligus tingkat kesegaran jasmani siswa. Hal ini disebabkan karena mereka dapat belajar sambil bermain. Dengan kegiatan ini pula kemampuan kognitif, afekfif dan psikomotorik siswa dapat berkembang.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga.

Perbandingan Latihan Menggiring Bola Lengan Kanan Kiri Bergantian dengan Latihan Menggiring Bolak Balik terhadap Peningkatan Ket

abstraks: 

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul Perbandingan Latihan Menggiring Bola Lengan Kanan Kiri Bergantian dengan Latihan Menggiring Bolak Balik terhadap Peningkatan Keterampilan Menggiring Bola Basket pada Siswa SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka.
Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
1. Secara teoritis dapat dijadikan sumbangan keilmuan yang berarti mengenai penggunaan latihan menggiring bola bolak balik dengan latihan menggiring bola kanan-kiri bergantian.
2. Secara praktis dapat dijadikan acuan oleh para pelatih atau pembaca untuk memilih metode mana yang lebih sesuai dan efektif untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola.
Proses dari penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, dengan tiap minggunya tiga kali pertemuan. Latihan tersebut bertempat dilapangan bola basket SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka . Untuk latihan menggiring bola tangan kanan kiri bergantian dilaksanakan pada hari selasa, kamis dan sabtu sedangkan latihan menggiring bola bolak balik dilaksanakan pada hari senin, rabu dan jum’at. Lamanya latihan berkisar antara 45-120 menit dilakukan pada sore hari pukul 15.00-17.00 WIB.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pola pre test – post test group design. Pengolahan data menggunakan teknik statistik uji t pada taraf nyata 95%.
Hipotesis pada penelitian ini adalah latihan menggiring bola tangan kanan kiri bergantian mempunyai pengaruh lebih baik dalam peningkatan keterampilan menggiring bola basket.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan olahraga bola basket akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat, yaitu dengan banyaknya perkumpulan dan pertandingan serta banyaknya jumlah penonton dalam suatu pertandingan baik orang tua maupun muda. Hal ini memberikan gambaran bahwa permainan bola basket sangat populer dan digemari oleh masyarakat.

UPAYA MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

abstraks: 

ABSTRAK
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI
KATA KUNCI : Upaya Meningkatkan Kesegaran Jasmani melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, perilaku hidup sehat, aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Pengalaman belajar yang disajikan akan membantu siswa untuk memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan yang aman, efisien, dan efektif.
Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani, (2) mengetahui seberapa banyak perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang merupakan suatu siklus yang terdiri atas : adanya masalah-rencana tindakan-pelaksanaan tindakan-evaluasi dan refleksi. Subyek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII-D SMP Negeri 3 Kisaran tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 32 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani seseorang, salah satunya adalah melalui aktivitas jasmani. (2) pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan siswa dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmani (3) Dalam proses pendidikan jasmani diperlukan adanya modifikasi dan variasi pembelajaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pembelajaran ada dampak perubahan motivasi dan sekaligus tingkat kesegaran jasmani siswa. Hal ini disebabkan karena mereka dapat belajar sambil bermain. Dengan kegiatan ini pula kemampuan kognitif, afekfif dan psikomotorik siswa dapat berkembang.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -