Pendidikan Fisika

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KONS

abstraks: 

ABSTRAK

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa di SMP Negeri 1 Darussalam melalui metode pembelajaran Think-Pair-Share. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share.(2) Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mencapai indikator dengan model pembelajaran Think-Pair-share dan respon siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas II1 SMP Negeri 1 Darussalam sebanyak 22 siswa. Sedangkan objek penelitian adalah model pembelajaran Think-Pair-Share. Data yang diperoleh dengan menggunakan instrument yang terdiri dari: (1) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dan lembaran pengelolaan model pembelajaran Think-Pair-Share (2) Respons siswa terhadap model pembelajaran Think-Pair-Share (3) Tes hasil belajar dan LKS. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa:(1) Aktivitas guru yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah menjelaskan materi, mengawasi dan mengamati diskusi siswa. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2 dan 3 adalah mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi secara berpasangan dan menyampaikan hasil diskusi. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diskusi Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah mengalami peningkatan yaitu dari kategori sedang, baik menjadi baik sekali. (2) Respons siswa selama 3 siklus 92% siswa senang terhadap komponen pembelajaran, 92% siswa berpendapat bahwa komponen materi pelajaran adalah baru. 86% siswa berminat untuk mengikuti model pembelajaran Think Pair Share.(3) Tes hasil belajar secara persentase peningkatan diperoleh pada siklus 1 adalah 78%, siklus 2 adalah 85% dan siklus 3 adalah 86%.

Kata Kunci :
Model Pembelajaran, Think Pair Share, Prestasi Belajar.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seorang siswa dalam belajar fisika dikatakan kurang berhasil apabila perubahan tingkah laku yang terjadi belum mampu menentukan kebijaksanaannya untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yang mempengaruhinya, di antaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran dan lain-lain.

Prestasi Belajar Fisika Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang melalui Pendekatan Problem Posing Berbasis Aktivitas di SMUN I BJM

abstraks: 

Jurusan : Pendidikan Fisika
Pembelajaran IPA (sains) saat ini masih menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered). Sistem pembelajaran tersebut juga diterapkan di SMUN I BJM, hal itu akan dapat menyebabkan siswa menjadi pasif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui prestasi belajar fisika manakah yang lebih tinggi antara siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional, (2) mengetahui kemampuan siswa dalam merumuskan soal pada kelas yang diajar dengan pendekatan problem posing berbasis aktivitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SMUN I BJM tahun ajaran 2002/2003. Diantara 10 kelas yang ada dilakukan pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini bersifat eksperimental semu, yang melibatkan variabel perlakuan berupa model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing berbasis aktivitas yang dikenakan pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional untuk pokok bahasan getaran dan gelombang. Rancangan ini melibatkan dua kelas sampel, maka desain penelitian yang digunakan adalah Pre-test dan Post-test Control Group Desain. Kerangka rancangan dimulai dari uji coba instrumen dan pengambilan data, analisis uji instrumen dan analisis data serta uji hipotesis menggunakan uji-t satu pihak.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan konvensional, yang terlihat dari nilai rata-rata prestasi untuk kelas eksperimen adalah 84,47 sedangkan nilai rata-rata prestasi untuk kelas kontrol adalah 68,50 dan juga dilihat dari thitung > ttabel yaitu diperoleh thitung = 7,426 sedangkan ttabel (72; .05) = 2,647 (2) kemampuan merumuskan soal bagi kelas yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas tergolong sangat baik yaitu mencapai 84,7 %.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar merupakan hal yang sangat mendasar yang tidak bisa lepas dari kehidupan semua orang. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan yang meningkat, pemerintah berupaya untuk meningkatkan dunia pendidikan. Hal yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan tentunya harus mempersiapkan sumber daya manusia yang kreatif, mampu memecahkan persoalan-persoalan yang aktual dalam kehidupan dan mampu menghasilkan teknologi baru yang merupakan perbaikan dari sebelumnya.

Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

INFO STUDENT LOAN CONSOLIDATION
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
CARI BEASISWA SKRIPSI / TESIS? KLIK DISINI
FREE JOURNAL - ARTICLE CLICK HERE


Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuan di sini

Design by xactive -