Pendidikan Biologi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP KINGDOM PLAN

abstraks: 

Untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar, sangat dipengaruhi oleh model mengajar yang diterapkan. Salah satu model pembelajaran yang baik digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Sehingga, perlu diadakan suatu penelitian untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada konsep kingdom plantae, untuk mengetahui aktifitas guru dan siswa selama KBM berlangsung, serta untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMA Negeri 8 Banda Aceh, yang terdiri dari 8 kelas reguler berjumlah 293 siswa. Dengan cara random, terpilih kelas I5 sebagai kelas eksperimen dan kelas I2 sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dari pemberian pre-test dan post-test kepada kedua kelas dengan materi dan soal yang sama. Untuk uji hipotesis digunakan rumus uji-t. Dari hasil uji hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh harga thitung = 3,35 dan ttabel = 1,70 sehingga harga thitung > ttabel , ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada konsep kingdom plantae diterima. Persentase aktifitas guru dan siswa dalam KBM juga terlaksana dengan baik, terlihat bahwa sebagian besar waktu yang digunakan guru adalah membimbing siswa mengerjakan LKS dan bekerja dalam kelompok berpasangan (28%), sebagian besar waktu yang digunakan siswa adalah mengerjakan LKS dalam kelompok belajar berpasangan (31,4%), dan hasil belajar siswa kelas eksperimen pada konsep kigdom plantae telah mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu 80% siswa telah mencapai nilai ≥ 7, sedangkan siswa kelas kontrol belum mencapai nilai standar yaitu hanya 60% siswa telah mencapai nilai ≥ 7.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) selain mencakup pemahaman terhadap disiplin IPA, juga mencakup pemahaman terhadap proses pembelajaran yaitu: kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Biologi sebagai cabang dari IPA (sains) memegang peranan penting dalam pembangunan dimasa mendatang yaitu dengan menghasilkan tenaga kerja dan ilmuan yang unggul dalam bidang sains umumnya dan dalam bidang biologi khususnya.
Tujuan mempelajari mata pelajaran biologi di SMA menurut Depdikbud (1994: 5) adalah:

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE OBSERVASI YANG DIVARIASIKAN DENGAN LKS WORD SQUARE PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN

abstraks: 

jenis penelitian PTK
ABSTRAK
Pembelajaran Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada
pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan mempelajari
materi Klasifikasi Hewan karena banyak menggunakan nama ilmiah dan
pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah. Untuk membantu
siswa dalam memahami materi, maka diterapkan pembelajaran dengan metode
observasi yang divariasikan dengan LKS Word square.
Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi
Klasifikasi Hewan melalui penerapan metode observasi yang divariasikan dengan
LKS Word square di kelas VII A SMP Negeri 8 Purworejo. Subjek penelitian ini
adalah kelas VII A SMP Negeri 8 Purworejo dengan jumlah siswa 40 orang.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu:
perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi
(reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) peningkatan
persentase siswa yang memperoleh nilai ≥65 atau jumlah siswa yang belajar
tuntas meningkat menjadi 85%, (2) ketuntasan keaktifan klasikal ≥75%.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kenaikan prosentase
pencapaian ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 77, 5% dan siklus II 87,5%,
sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 61,25% dan siklus II 76,25%.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui penerapan metode observasi
yang divariasikan dengan LKS Word square pada materi Klasifikasi Hewan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A. Sedangkan saran penelitian ini
adalah hendaknya metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square
perlu diterapkan pada materi-materi biologi yang lain karena metode observasi
yang divariasikan dengan LKS Word square memudahkan siswa dalam
memahami materi yang dipelajari.
Hewan

ABSTRAK
Pembelajaran Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada
pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan mempelajari
materi Klasifikasi Hewan karena banyak menggunakan nama ilmiah dan
pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah. Untuk membantu
siswa dalam memahami materi, maka diterapkan pembelajaran dengan metode
observasi yang divariasikan dengan LKS Word square.
Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE OBSERVASI YANG DIVARIASIKAN DENGAN LKS WORD SQUARE PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN

abstraks: 

jenis penelitian PTK
ABSTRAK
Pembelajaran Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada
pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan mempelajari
materi Klasifikasi Hewan karena banyak menggunakan nama ilmiah dan
pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah. Untuk membantu
siswa dalam memahami materi, maka diterapkan pembelajaran dengan metode
observasi yang divariasikan dengan LKS Word square.
Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi
Klasifikasi Hewan melalui penerapan metode observasi yang divariasikan dengan
LKS Word square di kelas VII A SMP Negeri 8 Purworejo. Subjek penelitian ini
adalah kelas VII A SMP Negeri 8 Purworejo dengan jumlah siswa 40 orang.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu:
perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi
(reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) peningkatan
persentase siswa yang memperoleh nilai ≥65 atau jumlah siswa yang belajar
tuntas meningkat menjadi 85%, (2) ketuntasan keaktifan klasikal ≥75%.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kenaikan prosentase
pencapaian ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 77, 5% dan siklus II 87,5%,
sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 61,25% dan siklus II 76,25%.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui penerapan metode observasi
yang divariasikan dengan LKS Word square pada materi Klasifikasi Hewan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A. Sedangkan saran penelitian ini
adalah hendaknya metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square
perlu diterapkan pada materi-materi biologi yang lain karena metode observasi
yang divariasikan dengan LKS Word square memudahkan siswa dalam
memahami materi yang dipelajari.
Hewan

ABSTRAK
Pembelajaran Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada
pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan mempelajari
materi Klasifikasi Hewan karena banyak menggunakan nama ilmiah dan
pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah. Untuk membantu
siswa dalam memahami materi, maka diterapkan pembelajaran dengan metode
observasi yang divariasikan dengan LKS Word square.
Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi

Meningkatkan Minat Belajar Sains (IPA) dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

abstraks: 

Selama ini, guru SD Negeri Kedungmundu 01 cenderung melakukan
pengajaran yang bersifat informatif atau hanya transfer ilmu pengetahuan dari
guru ke siswa sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam proses
pembelajaran. Selain itu, minat belajar siswa terhadap pelajaran Sains (IPA)
masih kurang. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang berguna untuk
meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara optimal yaitu dengan
menggunakan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
Atas pertimbangan di atas, perlu dilakukan penelitian yang berjudul
“Meningkatkan Minat Belajar Sains (IPA) dengan Menggunakan Pendekatan
Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) pada Pokok Bahasan Cahaya
Siswa Kelas V Semester II Sekolah Dasar Negeri Kedungmundu 01 Semarang
Tahun Pelajaran 2006/2007“ untuk mengetahui peningkatan minat belajar Sains
(IPA) pada pokok bahasan cahaya.
Untuk membahas permasalahan pada paragraf satu, perlu dilakukan
penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus
dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil
belajar kognitif diperoleh melalui tes, data hasil belajar afektif, dan psikomotorik
dengan menggunakan lembar observasi. Sedangkan minat belajar siswa diperoleh
melalui lembar kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata hasil belajar kognitif pada
siklus 1 diperoleh 75,50 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 77,69. Nilai ratarata
hasil belajar afektif minat pada siklus 1 diperoleh 85,10 dan pada siklus 2
meningkat menjadi 91,83. Nilai rata-rata hasil belajar afektif sikap pada siklus 1
diperoleh 85,38 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 90,19. Nilai rata-rata hasil
belajar afektif nilai pada siklus 1 diperoleh 84,42 dan pada siklus 2 meningkat
menjadi 89,04. Nilai rata-rata hasil belajar psikomotorik pada siklus 1 83,85
meningkat menjadi 92,40 pada siklus 2. Sedangkan kriteria minat belajar siswa
pada siklus 1 adalah berminat dengan skor 64,83 dan meningkat menjadi sangat
berminat dengan skor 70,67.

Selama ini, guru SD Negeri Kedungmundu 01 cenderung melakukan
pengajaran yang bersifat informatif atau hanya transfer ilmu pengetahuan dari
guru ke siswa sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam proses
pembelajaran. Selain itu, minat belajar siswa terhadap pelajaran Sains (IPA)
masih kurang. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang berguna untuk
meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara optimal yaitu dengan
menggunakan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
Atas pertimbangan di atas, perlu dilakukan penelitian yang berjudul

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA SISWA YANG DIAJAR MELALUI PEBLELAJARAN TEKNIK JIGSAW DENGAN TEKNIK STAD

abstraks: 

Efi, Perbandingan Hasil belajar Biologi Siswa dengan Pendekatan
Cooperative Learning Teknik Jigsaw dengan Teknik STAD (Sebuah Eksperimen di
MTs Al-Marwah Teluknaga Tangerang). Jurusan Pendidikan IPA program Studi
Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara
siswa yang diajarkan dengan pendekaan pembelajaran kooperatif (Cooperative
Learning) teknik jigsaw dan STAD. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Marwah.
Pengambilan sampel penelitian berjumlah 66 orang dari MTs Al-Marwah pada kelas
VIII-C dan kelas VIII-E sebagai subjeknya. Pengambilan data hasil belajar dengan
menggunakan instrumen tes hasil belajar (20 item) serta lembar observasi dan angket
tanggapan siswa terhadap penerapan kedua teknik pembelajaran tersebut. Analisis
data menggunakan uji-t dan diperoleh nilai thitung sebesar 2,09 pada taraf signifikan ·
0,05 dan diperoleh ttabel sebesar 2,00, maka thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan
terdapat perbedaan antara hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan pendekatan
pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dan teknik STAD, dengan nilai rata-rata
(mean) gain kelas VIII-E yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif
teknik jigsaw yaitu 3,14 dan nilai rata-rata (mean) gain kelas VIII-C yang diajarkan
dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD yaitu 2,68 maka dapat
dikatakan bahwa hasil belajar kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran
kooperatif teknik jigsaw lebih baik dibandingkan dengan kelas yang diajarkan dengan
pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan aktivitas manusia yang penting dan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia, bahkan sejak mereka lahir sampai akhir hayat. Pernyataan
tersebut menjadi ungkapan bahwa manusia tidak dapat lepas dari proses belajar itu
sendiri sampai kapanpun dan dimanapun manusia itu berada dan belajar juga menjadi
kebutuhan yang terus meningkat sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan.
Perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) telah melaju dengan pesatnya

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -