Ilmu Keperawatan

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PENDERITA STROKE

abstraks: 

Banyaknya penderita stroke saat ini yang mengakibatkan gangguan fungsi otak lokal maupun global, menuntut perawat untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam merawat pasien. Memenuhi kebutuhan sehari-hari (ADL), termasuk oral hygiene yang baik. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku perawat dalam pelaksanaan oral hygiene pada pasien stroke di Rumah Sakit secara umum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif riset dengan desain cross sectional melalui penyebaran kuesioner, sampel 37 perawat di ruang rawat inap Al Haji (Kelas I) dan ICU diRumah Sakit Islam Surakarta pada tanggal 24 Oktober sampai 29 Oktober 2005.
Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat akan oral hygiene baik, sikap perawat dalam pelaksanaan oral hygiene mempunyai sikap cukup baik, tetapi perilaku perawat masih kurang baik. Berdasarkan hasil perhitungan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku perawat dan tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku perawat dalam pelaksanaan oral hygiene.
Melihat hal itu perlu kiranya meningkatkan perilaku perawat menciptakan budaya kondusif, memberikan motivasi yang kuat untuk melakukan perubahan yang didukung prosedur oral hygiene sebagai prosedur tetap (Protap) dan diberikan pelatihan cara mensosialisasikan oral hygiene, dievaluasi secara berkala tentang kendala/keberhasilan yang dihadapi oleh perawat.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Stroke atau gangguan peredaran darah otak (GPDO) adalah penyakit neurogenik yang menyebabkan gangguan fungsi otak baik fokal maupun global dan merupakan penyebab kecacatan yang paling banyak. Penderita dapat mengalami berbagai masalah diantaranya gangguan kesadaran, gangguan mobilitas fisik, gangguan menelan dan gangguan perawatan diri (Doenges, 1999).

gambaran epidemiologi penyakit kecacingan

abstraks: 

ABSTRAK

Ditulis untuk mengetahui gambaran penyakit cacing pada anak Sekolah Dasar di Polewali Mandar selama tahun 2006-2007. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptis dari hasil pengambilan sampel faeces anak SD dari tahun 2006-2007 dan laporan-laporan hasil intervensi pencegahan dan penanggulangan penyakit kecacingan. Hasilnya adalah presentase positif faeces kecacingan mengalami penurunan dari tahun 2006 sebesar 34 % menjadi 13 % ditahun 2007, penurunan ini karena telah dilakukan intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat Pirantel Pamoat 10 mg/kg BB dan Mebendazole 10 mg /kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD, disamping itu juga telah dilakukan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) dan beberapa pengembangan sarana dan prasarana air bersih pada SD dan perbaikan lingkungan desanya. Upaya Pencegahan harus terus dilakukan mengingat dampak dari kecacingan, bukan saja anak akan sakit kecacingan dan mengalami gangguan pertumbuhan (kurang gizi) dan anemia tetapi juga akan menggangu aktifitas sekolah anak, prestasi belajar dan bahkan ada yang drop out sekolah..

Pendahuluan

Di Indonesia gambaran berbagai penyakit telah terungkap secara lengkap misalnya gambaran penyakit gizi kurang, ispa, diare, kecacingan dan lain-lain, namun gambaran penyakit ini antar wilayah satu dengan wilayah yang lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga upaya pendekatan penanggulangannyapun berbeda-beda.

Mengidentifikasi pengaruh tertawa dan lama pengaruhnya terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi r

abstraks: 

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terdapat pada lansia. Penatalaksanaan hipertensi yang dianjurkan bagi lansia adalah terapi nonfarmakologis, salah satunya yaitu dengan latihan fisik aerobik. Tertawa identik dengan aerobik. Terapi humor merupakan salah satu terapi untuk merangsang timbulnya tawa yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai pengaruh terapi humor terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dengan rancangan Quasi Ekspermental (pretest-posttest) control group design terhadap 22 orang responden dengan hipertensi ringan. Masing-masing 11 orang responden untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik diukur secara langsung dengan menggunakan spigmomanometer. Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji t tes berpasangan, Wicoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji t tes berpasangan menunjukan terdapat penurunan tekanan darah sistolik yang bermakna pada kelompok eksperimen (p≤0,05). Pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan tekanan darah sistolik (p≥0,005). Uji Mann-Whiteney menunjukan bahwa terapi humor memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan. Dapat disarankan bagi institusi pelayanan kesehatan dan keluarga untuk dapat menggunakan humor sebagai terapi dalam penanganan lansia dengan hipertensi

Peningkatan tekanan darah arteri (hipertensi) merupakan kejadian yang sering terdapat pada usia lanjut. Dari data studi Framingham ( dikutip dari Sannet 2007) menyatakan bahwa setelah usia pertengahan dan lansia, 90% mengalami hipertensi didalam sisa hidupnya dan 60% diantaranya adalah hipertensi sistolik terisolasi.

Hubungan Pendidikan Seks Dalam Keluarga Dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009

abstraks: 

POLITEKNIK KESEHATAN PADANG
JURUSAN KEBIDANAN
Karya Tulis Ilmiah , Agustus 2009

FIFI FACHRI

Hubungan Pendidikan Seks Dalam Keluarga Dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009

vii + 37 halaman, 3 tabel, 1 gambar, 9 lampiran.

ABSTRAK

Pendidikan seks adalah salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah penyalahgunaan seks, khususnya untuk mencegah dampak-dampak negatif yang tidak diharapkan seperti kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual, depresi dan perasaan berdosa. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Univesitas Atmajaya mengungkapkan 9,9% remaja telah melakukan hubungan seks dengan pasangannya setelah menonton film porno dan riset studi yang dilaksanakan Universitas Indonesia diperoleh temuan bahwa 21,8% remaja di Bandung telah melakukan hubungan seks sebelum menikah, di Sukabumi 26% dan Bogor 30,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009.

Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional . Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 – 29 Juli 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SMA N 3 Bukittinggi yang berjumlah 269 orang. Teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (Sistematic Random Sampling) dengan jumlah 67 orang.

Hasil penelitian ditemukan sebanyak (37,3%) memiliki pendidikan seks yang tidak baik dalam keluarga, (10,4%) yang berperilaku seksual berisiko, Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009 dengan nilai p = 0,009.

Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa siswi mendapatkan pendidikan seks dalam keluarga dengan baik, sebagian besar siswa siswi telah melakukan perilaku seksual tidak berisiko. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks dengan mengundang nara sumber yang membahasa tentang perilaku seksual remaja. Dan disarankan kepada orang tua untuk memberikan pendidikan seks dalam keluarga.

Daftar Bacaan : 25 (1999-2009).

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Secara umum di Indonesia masyarakat masih mengaggap seks sebagai sesuatu yang alamiah. Seks adalah kodrat dan oleh karena itu tidak perlu dikomunikasikan, apalagi diajarkan pada anak-anak. Anak-anak akan mengetahui tentang seks ketika mereka sudah dewasa. Tetapi dalam dunia yang berubah cepat dimana informasi memainkan peranan penting melalui media massa, para orang tua di Indonesia terjebak dalam sebuah dilema diantara nilai-nilai budaya seksualitas dan realitas sosial seksualitas (Hidayana, 2004).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PEMAKAIAN KB SUNTIK PADA PUS DI PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2009

abstraks: 

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU TAHUN 2009
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2009
MARZULIATI
1106062

GAMBARAN PESERTA ASEPTOR KB DALAM PEMAKAIAN KB SUNTIK DI PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2009

xiii + 33 Halaman + 9 Tabel + 14 Lampiran

ABSTRAK

KB suntik adalah obat suntik yang berisikan progestrin yang disuntikkan melalui intramaskular. Tujuan memakai KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama), yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari. Tujuan peneliti yaitu untuk mengetahui gambaran peserta aseptor KB dalam Pemakaian KB Suntik di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2009
Penelitian ini bersifat deskriptif, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07-09 September Tahun 2009 dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental sampling yaitu sampel yang didapat selama penelitian di Puskesmas Sidomulyo dengan populasi Wanita Pasangan Usia Subur yang berkunjung di Puskesmas sidomulyo dan didapat sampel sebanyak 26 orang dan peneliti menggunakan kuesioner dengan 10 soal pertanyaan. Pengolahan data dilakukan secara manual dan di analisis secara univariate.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan responden dalam pemakaian KB suntik Rendah sebanyak 16 orang (62%) dengan mayorits pendidikan responden SD, pendapatan keluarga (ekonomi) tinggi sebanyak 18 orang (69%) dan pengetahuan Pengetahuan responden yang memakai KB suntik kurang sebanyak 13 orang (50%). Dari gambaran yang terlihat diatas diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan penyuluhan tentang KB suntik.

Kata Kunci : Gambaran Peserta, Aseptor, KB Suntik
Daftar Pustaka : 13 Referensi (2003-2009)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
KB suntik pertama kali ditemukan pada 1953, oleh Karl Junkman. Salah satu tujuan utama pemakaian KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode KB yang berdaya kerja lama, yang tidak mebutuhkan pemakaian setia hari atau setiap akan bersenggama (Hartanto, 2004).

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -