Ilmu Keperawatan

Mengidentifikasi pengaruh tertawa dan lama pengaruhnya terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi r

abstraks: 

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terdapat pada lansia. Penatalaksanaan hipertensi yang dianjurkan bagi lansia adalah terapi nonfarmakologis, salah satunya yaitu dengan latihan fisik aerobik. Tertawa identik dengan aerobik. Terapi humor merupakan salah satu terapi untuk merangsang timbulnya tawa yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai pengaruh terapi humor terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dengan rancangan Quasi Ekspermental (pretest-posttest) control group design terhadap 22 orang responden dengan hipertensi ringan. Masing-masing 11 orang responden untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik diukur secara langsung dengan menggunakan spigmomanometer. Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji t tes berpasangan, Wicoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji t tes berpasangan menunjukan terdapat penurunan tekanan darah sistolik yang bermakna pada kelompok eksperimen (p≤0,05). Pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan tekanan darah sistolik (p≥0,005). Uji Mann-Whiteney menunjukan bahwa terapi humor memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan. Dapat disarankan bagi institusi pelayanan kesehatan dan keluarga untuk dapat menggunakan humor sebagai terapi dalam penanganan lansia dengan hipertensi

Peningkatan tekanan darah arteri (hipertensi) merupakan kejadian yang sering terdapat pada usia lanjut. Dari data studi Framingham ( dikutip dari Sannet 2007) menyatakan bahwa setelah usia pertengahan dan lansia, 90% mengalami hipertensi didalam sisa hidupnya dan 60% diantaranya adalah hipertensi sistolik terisolasi.

Hubungan Pendidikan Seks Dalam Keluarga Dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009

abstraks: 

POLITEKNIK KESEHATAN PADANG
JURUSAN KEBIDANAN
Karya Tulis Ilmiah , Agustus 2009

FIFI FACHRI

Hubungan Pendidikan Seks Dalam Keluarga Dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009

vii + 37 halaman, 3 tabel, 1 gambar, 9 lampiran.

ABSTRAK

Pendidikan seks adalah salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah penyalahgunaan seks, khususnya untuk mencegah dampak-dampak negatif yang tidak diharapkan seperti kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual, depresi dan perasaan berdosa. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Univesitas Atmajaya mengungkapkan 9,9% remaja telah melakukan hubungan seks dengan pasangannya setelah menonton film porno dan riset studi yang dilaksanakan Universitas Indonesia diperoleh temuan bahwa 21,8% remaja di Bandung telah melakukan hubungan seks sebelum menikah, di Sukabumi 26% dan Bogor 30,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009.

Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional . Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 – 29 Juli 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SMA N 3 Bukittinggi yang berjumlah 269 orang. Teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (Sistematic Random Sampling) dengan jumlah 67 orang.

Hasil penelitian ditemukan sebanyak (37,3%) memiliki pendidikan seks yang tidak baik dalam keluarga, (10,4%) yang berperilaku seksual berisiko, Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan seks dalam keluarga dengan perilaku seksual remaja di SMA N 3 Bukittinggi Tahun 2009 dengan nilai p = 0,009.

Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa siswi mendapatkan pendidikan seks dalam keluarga dengan baik, sebagian besar siswa siswi telah melakukan perilaku seksual tidak berisiko. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks dengan mengundang nara sumber yang membahasa tentang perilaku seksual remaja. Dan disarankan kepada orang tua untuk memberikan pendidikan seks dalam keluarga.

Daftar Bacaan : 25 (1999-2009).

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Secara umum di Indonesia masyarakat masih mengaggap seks sebagai sesuatu yang alamiah. Seks adalah kodrat dan oleh karena itu tidak perlu dikomunikasikan, apalagi diajarkan pada anak-anak. Anak-anak akan mengetahui tentang seks ketika mereka sudah dewasa. Tetapi dalam dunia yang berubah cepat dimana informasi memainkan peranan penting melalui media massa, para orang tua di Indonesia terjebak dalam sebuah dilema diantara nilai-nilai budaya seksualitas dan realitas sosial seksualitas (Hidayana, 2004).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PEMAKAIAN KB SUNTIK PADA PUS DI PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2009

abstraks: 

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU TAHUN 2009
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2009
MARZULIATI
1106062

GAMBARAN PESERTA ASEPTOR KB DALAM PEMAKAIAN KB SUNTIK DI PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2009

xiii + 33 Halaman + 9 Tabel + 14 Lampiran

ABSTRAK

KB suntik adalah obat suntik yang berisikan progestrin yang disuntikkan melalui intramaskular. Tujuan memakai KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama), yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari. Tujuan peneliti yaitu untuk mengetahui gambaran peserta aseptor KB dalam Pemakaian KB Suntik di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2009
Penelitian ini bersifat deskriptif, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07-09 September Tahun 2009 dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental sampling yaitu sampel yang didapat selama penelitian di Puskesmas Sidomulyo dengan populasi Wanita Pasangan Usia Subur yang berkunjung di Puskesmas sidomulyo dan didapat sampel sebanyak 26 orang dan peneliti menggunakan kuesioner dengan 10 soal pertanyaan. Pengolahan data dilakukan secara manual dan di analisis secara univariate.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan responden dalam pemakaian KB suntik Rendah sebanyak 16 orang (62%) dengan mayorits pendidikan responden SD, pendapatan keluarga (ekonomi) tinggi sebanyak 18 orang (69%) dan pengetahuan Pengetahuan responden yang memakai KB suntik kurang sebanyak 13 orang (50%). Dari gambaran yang terlihat diatas diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan penyuluhan tentang KB suntik.

Kata Kunci : Gambaran Peserta, Aseptor, KB Suntik
Daftar Pustaka : 13 Referensi (2003-2009)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
KB suntik pertama kali ditemukan pada 1953, oleh Karl Junkman. Salah satu tujuan utama pemakaian KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode KB yang berdaya kerja lama, yang tidak mebutuhkan pemakaian setia hari atau setiap akan bersenggama (Hartanto, 2004).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PEMAKAIAN KB SUNTIK PADA PUS DI PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2009

abstraks: 

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU TAHUN 2009
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2009
MARZULIATI
1106062

GAMBARAN PESERTA ASEPTOR KB DALAM PEMAKAIAN KB SUNTIK DI PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2009

xiii + 33 Halaman + 9 Tabel + 14 Lampiran

ABSTRAK

KB suntik adalah obat suntik yang berisikan progestrin yang disuntikkan melalui intramaskular. Tujuan memakai KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama), yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari. Tujuan peneliti yaitu untuk mengetahui gambaran peserta aseptor KB dalam Pemakaian KB Suntik di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2009
Penelitian ini bersifat deskriptif, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 07-09 September Tahun 2009 dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental sampling yaitu sampel yang didapat selama penelitian di Puskesmas Sidomulyo dengan populasi Wanita Pasangan Usia Subur yang berkunjung di Puskesmas sidomulyo dan didapat sampel sebanyak 26 orang dan peneliti menggunakan kuesioner dengan 10 soal pertanyaan. Pengolahan data dilakukan secara manual dan di analisis secara univariate.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan responden dalam pemakaian KB suntik Rendah sebanyak 16 orang (62%) dengan mayorits pendidikan responden SD, pendapatan keluarga (ekonomi) tinggi sebanyak 18 orang (69%) dan pengetahuan Pengetahuan responden yang memakai KB suntik kurang sebanyak 13 orang (50%). Dari gambaran yang terlihat diatas diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan penyuluhan tentang KB suntik.

Kata Kunci : Gambaran Peserta, Aseptor, KB Suntik
Daftar Pustaka : 13 Referensi (2003-2009)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
KB suntik pertama kali ditemukan pada 1953, oleh Karl Junkman. Salah satu tujuan utama pemakaian KB suntik adalah untuk mengembangkan suatu metode KB yang berdaya kerja lama, yang tidak mebutuhkan pemakaian setia hari atau setiap akan bersenggama (Hartanto, 2004).

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN KATARAK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI KATARAK DI RUANG WIJAYAKUSUMA RUMAH SAKIT UMUM

abstraks: 

ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN KATARAK
DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI KATARAK
DI RUANG WIJAYAKUSUMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KOTA BANJAR

Oleh : R. GALUH FAZAR FIRDAUS
(xii+ 89 Halaman + Lampiran)

Latar Belakang : Di Indonesia hingga kini telah ada tiga juta orang yang buta
dengan penyebab kebutaan terbesar adalah katarak. Tiap tahun terdapat 210.000
kasus baru penderita buta katarak, sedangkan yang menjalani operasi katarak
hanya 70.000 kasus per tahun (Hutauruk, 2004).
Tujuan Penelitian : Tujuan umum, untuk mengetahui hubungan antara
pengetahuan pasien katarak dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak
di Ruang Wijayakusuma Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar. Tujuan
khusus, 1) Mengetahui pengetahuan pasien tentang penyakit katarak di Ruang
Wijayakusuma Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar. 2) Mengetahui tingkat
kecemasan pasien pre operasi katarak di Ruang Wijayakusuma Rumah Sakit
Umum Daerah Kota Banjar. 3) Mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien
katarak dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak di Ruang
Wijayakusuma Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar.
Metode Penelitian : Penelitian ini termasuk jenis Deskriptif Korelatif Kuantitatif
dengan pendekatan Cross Sectional. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi
Square.

Kata Kunci : Pengetahuan, Tingkat Kecemasan, Operasi Katarak
Kepustakaan : 21 Referensi (1998 - 2008)

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kesehatan adalah harga penting bagi kehidupan manusia, baik itu

kesehatan rohani ataupun kesehatan jasmani. Kesehatan rohani meliputi

kesehatan pikiran dan akal serta kesehatan mental manusia, sedangkan

kesehatan jasmani meliputi kesehatan tubuh, fisik, panca indera dan fungsinya

masing masing.

Mata merupakan indera yang paling penting dalam menerima informasi.

Sekitar 83 persen informasi diperoleh dari penglihatan, sedangkan sisanya

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -