Hipertensi merupakan penyakit yang sering terdapat pada lansia. Penatalaksanaan hipertensi yang dianjurkan bagi lansia adalah terapi nonfarmakologis, salah satunya yaitu dengan latihan fisik aerobik. Tertawa identik dengan aerobik. Terapi humor merupakan salah satu terapi untuk merangsang timbulnya tawa yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai pengaruh terapi humor terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dengan rancangan Quasi Ekspermental (pretest-posttest) control group design terhadap 22 orang responden dengan hipertensi ringan. Masing-masing 11 orang responden untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik diukur secara langsung dengan menggunakan spigmomanometer. Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji t tes berpasangan, Wicoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji t tes berpasangan menunjukan terdapat penurunan tekanan darah sistolik yang bermakna pada kelompok eksperimen (p≤0,05). Pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan tekanan darah sistolik (p≥0,005). Uji Mann-Whiteney menunjukan bahwa terapi humor memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi ringan. Dapat disarankan bagi institusi pelayanan kesehatan dan keluarga untuk dapat menggunakan humor sebagai terapi dalam penanganan lansia dengan hipertensi
Peningkatan tekanan darah arteri (hipertensi) merupakan kejadian yang sering terdapat pada usia lanjut. Dari data studi Framingham ( dikutip dari Sannet 2007) menyatakan bahwa setelah usia pertengahan dan lansia, 90% mengalami hipertensi didalam sisa hidupnya dan 60% diantaranya adalah hipertensi sistolik terisolasi.
