Dalam kebanyakan organisasi, kita dapat melihat orang-orang bekerja dalam kelompok dan tim untuk menyelesaikan masalah. Kualitas setiap keputusan merupakan fungsi dari proses-proses yang digunakan sampai membuahkan keputusan. Proses yang diikuti oleh kelompok dalam memecahkan masalah mempengaruhi kualitas solusinya. Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian diskusi merupakan istilah yang sudah lazim dan telah sama-sama kita kenal. Diskusi atau musyawarah merupakan suatu cara untuk memecahkan masalah (problem solving), kegiatan diskusi merupakan bagian dari kegiatan komunikasi kelompok.
Diskusi dipandang sebagai kegiatan pemecahan masalah sebagai proses yang melibatkan dua atau lebih manusia yang saling berinteraksi satu sama lain atau berkomunikasi secara lisan dalam kelompok tatap muka yang kecil. Suatu kelompok memiliki tujuan yang hendak dicapai salah satunya adalah pemecahan masalah (problem solving), dan pemecahan masalah itu dapat dilakukan dengan cara diskusi.
Seorang filsuf John Dewey mengidentifikasikan ada enam tahap pendekatan pemecahan masalah. Tahap ini dirancang agar pemecahan masalah lebih efisien dan efektif. Tahap-tahap tersebut adalah : Definisi dan Analisis Masalah, Menyusun Kriteria untuk Mengevaluasi Masalah, Identifikasi Pemecahan yang mungkin, Evaluasi Pemecahan, Pemilihan Pemecahan Masalah, dan Pemilihan Pemecahan yang Terbaik.
Begitu pula yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan Bandung yang bertempat di Jl. Cipaganti no. 159, melakukan enam tahap pendekatan dalam memecahkan masalah yang terjadi pada saat Event Semarak Pesta Fanta.
Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif dengan teknik penelitian melalui angket, wawancara, dan studi kepustakaan Dengan jumlah populasi yang ada, memungkinkan sekali penulis dalam penarikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, karena populasi relatif kecil serta anggota populasinya berada dalam satu lokasi kerja yang menjadi objek penelitian. Dengan demikian seluruh populasi yang ada dijadikan sampel, yakni berjumlah 15 orang.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tahapan diskusi pemecahan masalah dilakukan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari respon yang diberikan oleh responden bahwa tahapan diskusi pemecahan masalah yang dilakukan dapat menumbuhkan prestasi kerja.
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Faktor manusia dalan kegiatan organisasi, antara pimpinan dengan staf dalam hubungan mereka satu sama lain adalah suatu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam usaha mencapai produktivitas yang optimal. Tidak ada perusahaan yang dapat mengabaikan hubungan manusia tersebut, walau imbalan materi kepada tenaga kerjanya setinggi apapun.
Dalam kebanyakan organisasi, kita dapat melihat orang-orang bekerja dalam kelompok dan tim untuk menyelesaikan masalah. Kualitas setiap keputusan merupakan fungsi dari proses-proses yang digunakan sampai membuahkan keputusan. Jadi butuh usaha dan waktu yang cukup panjang dalam proses pengambilan keputusan. Proses yang diikuti oleh kelompok dalam memecahkan masalah mempengaruhi kualitas solusinya.
Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian diskusi merupakan istilah yang sudah lazim dan telah sama-sama kita kenal. Diskusi atau musyawarah merupakan suatu cara untuk memecahkan masalah (problem solving), kegiatan diskusi merupakan bagian dari kegiatan komunikasi kelompok. Diskusi dipandang sebagai kegiatan pemecahan masalah, sebagai proses yang melibatkan dua atau lebih manusia yang saling berinteraksi satu sama lain atau berkomunikasi secara lisan dalam kelompok tatap muka yang kecil.
Suatu kelompok memiliki tujuan yang hendak dicapai salah satunya adalah pemecahan masalah (problem solving), dan pemecahan masalah itu dapat dilakukan dengan cara diskusi. Diskusi kasus biasanya diadakan untuk tujuan pengajaran yaitu diskusi suatu kasus yang disampaikan secara tertulis atau lisan. Kasus yang dibahas biasanya adalah mengenai suatu keadaan nyata atau hipotesis yang dalam beberapa hal berhubungan dengan materi yang akan dipelajari kelompok. (Soemiati & Yusuf, 1985:91). Diskusi dapat dibedakan berdasarkan penggunaannya, yaitu : apakah untuk memberikan informasi, merangsang perhatian, memecahkan masalah atau merangsang kreativitas. Titik berat dari sebagian diskusi-diskusi yang sengaja dilakukan adalah memusatkan perhatiannya pada pemecahan masalah.
Kelompok Pemecahan Masalah adalah : “ Sekumpulan individu yang bertemu untuk memecahkan suatu masalah tertentu atau untuk mencapai suatu keputusan mengenai beberapa masalah tertentu “. (Devito, 1996:304).
Diskusi adalah : “ Memperbincangkan keuntungan dan kerugiannya, bentuk pikiran atau perdebatan. Jadi diskusi ialah : semacam pembicaraan bebas (free talk) yang diarahkan untuk pemacahan masalah “. (Kartono, 1994:131).
PT. Radio Ardan Swaratama adalah salah satu radio swasta di Bandung. Ardan adalah sebuah stasiun radio anak muda yang dilengkapi fasilitas berupa music room (musro), café, internet (dapat didengar melalui fasilitas real audio diseluruh dunia), dan sebuah OB Van yang diberi nama Cyber Obee (siaran langsung dari lokasi). Smart, cuek, positif, kreatif, low profile, dan peduli terhadap sekeliling adalah gaya siaran Ardan. Akan tetapi dengan banyaknya Radio swasta yang bermunculan, maka persaingan pun semakin ketat, oleh karena itu salah satu cara untuk mengatasi persaingan tersebut adalah mendirikan sebuah department yang diberi nama Bussines Development Department (BDD).
Bussines Development Department (BDD) ini dikepalai oleh seorang Head Of BDD, dan Bussines Development Department ini membawahi beberapa divisi, antara lain yaitu : yang pertama Ardan Music Studio, merupakan studio musik yang dipergunakan untuk rental band, dan bisa digunakan untuk ruangan meeting. Yang kedua Event , yang tidak hanya melaksanakan Event yang bersifat lokal, tetapi juga bersifat nasional, misalnya Event “Djarum Super Insomniac” dilaksanakan dibeberapa kota besar di Jawa seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Yang ketiga Café. Dan divisi yang terakhir dari BDD adalah Koperasi.
Dengan adanya event-event yang akan dilaksanakan, membuat para karyawan Event Department dituntut untuk mengeluarkan ide mereka dalam diskusi pemecahan masalah, mengenai konsep acara yang akan dilaksanakan dalam event yang akan berlangsung. Begitu pula pada saat event Semarak Pesta Fanta akan berlangsung, seluruh karyawan diminta untuk mengeluarkan ide-ide mereka mengenai konsep acara yang akan dilaksanakan nantinya dalam sebuah diskusi.
Model diskusi yang digunakan pada saat diskusi berlangsung adalah model diskusi Brainstorming (curah pendapat), dimana semua peserta diminta mengemukakan saran secara cepat dan spontan, kemudian seluruh anggota mengevaluasi saran tersebut. Pendapat atau ide-ide yang datangnya dari sekelompok orang tentunya akan lebih berkualitas daripada yang datangnya dari satu orang. Satu orang tidak bisa mendatangkan argumentasi dan masukan yang cukup, hal tersebut penting untuk diperoleh guna mencapai satu jalan keluar atau solusi yang berkualitas. Masalahnya ialah apabila pengalaman dan latarbelakang pendidikan tiap individu dalam kelompok bisa digali dan dimanfaatkan, hasilnya (output) yang dikeluarkan juga tentu lebih bermutu.
Event Semarak Pesta Fanta, tidak hanya dilaksanakan di Bandung tetapi dilaksanakan dibeberapa kota besar di Jawa yaitu Semarang, Bogor, Malang, Yogyakarta, dan Jakarta. Team pelaksana acara “Semarak Pesta Fanta’ sepenuhnya dilaksanakan oleh Visicomm yang bekerjasama dengan Local Operation (daerah). Untuk pelaksanaan di Bandung Visicomm menunjuk Event Radio ardan sebagai Local Partner.
Tujuan utama dari acara semarak Pesta Fanta adalah : yang pertama menguatkan positioning Fanta ‘hura-hura bareng teman’ dengan memberikan kesempatan kepada kawula muda untuk menikmati Fanta sekaligus memberikan berbagai macam acara yang menarik. Yang kedua meningkatkan loyalitas konsumen Fanta melalui peningkatan intensitas hubungan emosional konsumen dengan Fanta. Yang terakhir membantu Coca-cola Amatil untuk meningkatkan penjualan dan market share di wilayahnya.
Konsep acara yang dilaksanakan pada Event Pesta Semarak Fanta adalah acara musik yang diisi oleh Band Top Indonesia dan Band Local. Untuk pelaksanaan di Bandung Band Top Indonesia diisi oleh Coklat dan The Groove. Sedangkan untuk Band Local diisi oleh Kremlin, Cantique, D’lyreeks, Bobibenz, Copper Head, Beruang Madu, dan Cheers Leaders dari SMU BPI.
Selain dimeriahkan oleh acara musik, Event Semarak Pesta Fanta dimeriahkan juga oleh stand-stand games seperti paint ball, man table soccer, sharp shooting, dart game, remote control & race, lempar bola, lempar gelang. Selain stand game ada juga stand fortune teller, nail & hair coloring, temporary tattoo, pernak-pernik, junk food, traditional food, jajanan pasar, stand oleh-oleh dan stand merchandise.
Objek yang diteliti dalam penelitian ini dan yang menjadi responden adalah Karyawan Event Department Radio Ardan. Dari uraian yang telah dijelaskan diatas, maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai : “ Peranan Diskusi Pemecahan Masalah Pada (Event Semarak Pesta Fanta) Yang Dilakukan Oleh Event Department Radio Ardan Dalam Menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ”.
I.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah yang penulis paparkan diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
“ Bagaimana Peranan Diskusi Pemecahan Masalah Pada (Event Semarak Pesta Fanta) Yang Dilakukan Oleh Event Department Radio Ardan Dalam Menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ”.
I.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah dan Perumusan Masalah yang telah penulis paparkan diatas, maka permasalahan yang akan diteliti dan dibahas dalam penulisan ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Bagaimana Tahap Definisi dan Analisis Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
2. Bagaimana Cara Penyusunan Kriteria untuk Mengevaluasi Pemecahan Masalah Yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
3. Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pemecahan Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
4. Bagaimana Cara Mengevaluasi Pemecahan Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
5. Bagaimana Cara Memilih Pemecahan Terbaik yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
6. Bagaimana Cara Pengujian Terhadap Pemecahan yang Dipilih yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan ?
7. Bagaimana Prestasi Kerja Karyawan Event Department Radio Ardan ?
I.4 Pembatasan Masalah Dan Pengertian Istilah
I.4.1 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari kesimpang siuran, maka penulis membatasi masalah yang akan diteliti, sehingga dengan adanya pembatasan masalah yang jelas akan menimbulkan pembahasan yang lebih baik dan lebih jelas dengan penulisan yang lebih sistematis. Adapun pembatasan masalah yang penulis cantumkan sesuai dengan pernyataan masalah atau perumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Diskusi yang diteliti dalam hal ini adalah mengenai diskusi pemecahan masalah. Penulis membatasi bagaimana Tahapan Pemecahan Masalah (Event Semarak Pesta Fanta) yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam memecahkan masalah yang terjadi. Dimulai dari tahap definisi dan analisis masalah, cara menyusun kriteria untuk mengevaluasi pemecahan masalah, cara mengidentifikasi pemecahan masalah, cara mengevaluasi pemecahan masalah, cara memilih pemecahan terbaik, dan cara pengujian terhadap pemecahan masalah yang dipilih.
2. Selain meneliti tentang tahapan pemecahan masalah yang dilakukan Event Department Radio Ardan, penulis juga meneliti tentang prestasi kerja Karyawan Event Department Radio Ardan.
3. Objek yang diteliti adalah Karyawan Event Department Radio Ardan.
I.4.2 Pengertian Istilah
Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam pengertian dan kesimpangsiuran dalam penafsiran, maka penulis perlu mengemukakan pengertian istilah-istilah yang digunakan dalam pembahasan ini. Istilah-istilah tersebut terdiri dari :
1. Peranan artinya sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang andil yang terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa.
2. Diskusi adalah : Memperbincangkan keuntungan dan kerugiannya, bentuk pikiran atau perdebatan. Jadi diskusi ialah : semacam perbincangan bebas (free talk) yang diarahkan untuk pemecahan masalah. (Kartono, 1994:131).
3. Kelompok Pemecahan Masalah adalah : Sekumpulan individu yang bertemu untuk memecahkan suatu masalah tertentu atau untuk mencapai suatu keputusan mengenai beberapa masalah tertentu. (Devito, 1996:304).
4. Prestasi Kerja merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok. (Djamarah, 1994:14).
5. Karyawan adalah orang yang melakukan pekerjaan, akan tetapi tidak bekerja pada majikan atau bukan pekerja kasar.
I.5 Alasan Pemilihan Masalah
Penulis mempunyai keinginan untuk mengkaji lebih jauh dan lebih mendalam mengenai : Peranan Diskusi Pemecahan Masalah pada (Event Semarak Pesta Fanta) yang dilakukan Event Department Radio Ardan Dalam Menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
I.6 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan maksud sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui Tahap Definisi dan Analisis Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
2. Untuk mengetahui Cara Penyusunan Kriteria untuk Mengevaluasi Pemecahan Masalah Yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
3. Untuk mengetahui Cara Mengidentifikasi Pemecahan Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
4. Untuk mengetahui Cara Mengevaluasi Pemecahan Masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
5. Untuk mengetahui Cara Memilih Pemecahan Terbaik yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
6. Untuk mengetahui Cara Pengujian Terhadap Pemecahan yang Dipilih yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan dalam menumbuhkan Prestasi Kerja Karyawan.
7. Untuk mengetahui Prestasi Kerja Karyawan Event Department Radio Ardan.
I.7 Anggapan Dasar
Anggapan dasar merupakan suatu landasan untuk memecahkan suatu masalah. Adapun anggapan dasar yang penulis ajukan adalah sebagai berikut :
1. Komunikasi Kelompok adalah : Suatu bidang studi, penelitian yang terapannya tidak menitikberatkan pada proses kelompok secara umum, tetapi pada tingkah laku individu dalam diskusi kelompok tatap muka yang kecil. (Soemiyati & Yusuf, 1985:6).
2. Sejak terbentuknya suatu kelompok maka faktor komunikasi sangat menentukan bagaimana jalannya komunikasi tersebut nantinya. Riyono Pratikto dalam bukunya “Jangkauan Komunikasi” menyatakan :
“ … Faktor komunikasi merupakan faktor yang bisa mempertahankan kesatuan kelompok. Setiap anggota dalam kelompok jadi sumber dalam berkomunikasi. Seperti sumber kata-kata, isyarat, lambang-lambang yang semuanya mengandung arti komunikasi ditujukan kepada sesama anggota kelompok ”. (Pratikto, 1983:24).
3. Dalam komunikasi kelompok, yang dituju adalah rasio atau akal guna dapat menerima, menanggapi, serta mengolah suatu pesan dalam benak atau otak. (Pratikto, 1983:24).
4. Menurut Michael Burgoon, yang dikutip oleh Riyono Pratikto dalam bukunya “Jangkauan Komunikasi’ menyatakan bahwa :
“ komunikasi kelompok terdapat berbagai informasi, pemecahan masalah, menjaga hubungan antar anggota. Seorang anggota kelompok bila telah bergabung dengan kelompok ia bukan lagi seorang individu, melainkan bagian dari kelompoknya, harus bertanggung jawab dan tenggang rasa terhadap sesama anggota kelompoknya ”. (Pratikto, 1983:24).
5. Menurut Robert F. Bales dalam bukunya “Interaction Process Analysis” yang dikutip oleh Effendy, mengatakan bahwa :
“ Kelompok Kecil adalah : Sejumlah orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu pertemuan yang bersifat tatap muka (face to face meeting), dimana setiap anggota mendapat kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya cukup kentara, sehingga baik pada saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya dapat memberikan tanggapan kepada masing-masing sebagai perorangan ”. (Effendy, 1993:72).
6. Seorang filsuf John Dewey mengidentifikasikan ada enam tahap pendekatan pemecahan masalah. Tahap ini dirancang agar pemecahan masalah lebih efisien dan efektif. Tahap-tahap tersebut adalah :
Definisi dan Analisis Masalah
Menyusun Kriteria untuk
Mengevaluasi Masalah
Identifikasi Pemecahan
yang mungkin
Evaluasi Pemecahan
Pemilihan Pemecahan Masalah
Pemilihan Pemecahan yang Terbaik
Kajian Pengujian terhadap Pelaksanaan Cara
Ulang Pemecahan yang dipilih. Pemecahan
(Sumber : Devito, 1996:305).
7. Dalam merumuskan masalah, kelompok harus menganalisis masalah itu dan mengidentifikasi dimensi permasalahannya. Walaupun tidak terdapat pertanyaan standar untuk menguraikan suatu masalah, beberapa pertanyaan yang dianggap cocok untuk menjabarkan suatu masalah pada umumnya adalah : Waktu – Sudah berapa lama masalah tersebut terjadi ? Apakah masalah tersebut akan tetap terjadi dimasa yang akan datang ? Sebab – Apakah sebab utama dari masalah tersebut ? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa itu merupakan sebab yang benar ? Akibat – Apa saja akibat dari masalah tersebut ? Seberapa besar dampak dari masalah tersebut ? Apakah dampak tersebut cukup serius ? Apakah hal ini dapat menimbulkan terjadinya masalah lain ? Seberapa gawat masalah lain yang ditimbulkan ? (Devito, 1996:306).
8. Sebelum setiap alternatif pemecahan masalah diajukan, kita perlu memutuskan terlebih dahulu bagaimana cara mengevaluasi alternatif pemecahan tersebut. Pada tahap ini, kita akan mengidentifikasi standar atau kriteria yang akan digunakan dalam mengevaluasi beberapa pemecahan atau dalam memilih satu pemecahan dibanding dengan yang lainnya. Pada umumnya, terdapat dua jenis kriteria yang harus dipertimbangkan. Pertama, adalah kriteria praktek. Sebagai contoh, barangkali kita akan memutuskan bahwa pemecahannya tidak boleh menambah anggaran. Kedua, adalah kriteria nilai. (Devito, 1996:306).
9. Pada tahap identifikasi pemecahan yang mungkin, perlu dikembangkan cara pemecahan atau solusi sebanyak mungkin. Pada tahap ini sumbang saran merupakan cara praktis untuk mengembangkan alternatif pemecahan. (Devito,1996:306).
10. Setelah semua pemecahan diajukan, para anggota kelompok kembali mengevaluasi pemecahan itu dengan menggunakan kriteria yang telah disusun untuk mengevaluasi alternatif pemecahan masalah. (Devito, 1996:307).
11. Pada tahap memilih pemecahan terbaik, cara pemecahan terbaik akan dipilih dan dilaksanakan.
12. Setelah cara pemecahan terbaik dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah : pengujian terhadap efektivitas keputusan. (Devito, 1996:307).
13. Prestasi Kerja merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok. (Djamarah, 1994:19).
14. Prestasi Kerja terjadi bila ada semangat atau kesediaan kerja karyawan yang sangat dipengaruhi oleh sikap atau tingkah lakunya, dan bila ada keterampilannya yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya (bakat dan pengetahuannya). (Rusli, 1984:73).
15. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori A – B – X dari Newcomb. Sistem A – B – X dari Newcomb memperluas teori hubungan intrapribadi dari Heider. Model dari Newcomb melibatkan unsur yaitu : A dan B, yang mewakili orang yang berinteraksi, dan X sebagai objek pembicaraan komunikasi. Menurut Newcomb, tingkah laku komunikasi terbuka antara A dan B dalam kelompok dapat diterangkan melalui kebutuhan mereka untuk mencapai keseimbangan atau keadaan simetris antara satu sama lain dan juga terhadap X. Komunikasi terjadi karena A harus berorientasi pada B dan pada X, serta B terhadap X.
Besarnya pengaruh yang akan ditanamkan oleh A dan B satu sama lain, serta kemungkinan usaha masing-masing dalam meningkatkan keadaan simetris melalui tindakan komunikasi akan meningkat pada saat “Daya tarik” (Like) dari Heider meningkat.
X
A B
Gambar : Model A – B – X Newcomb (Sumber : Effendy, 2000:261).
Menurut Newcomb, tingkah laku komunikasi terbuka antara A dan B dapat diterangkan melalui kebutuhan mereka untuk mencapai keseimbangan atau keadaan simetris antara satu sama lain dan juga terhadap X. Komunikasi terjadi karena A harus berorientasi pada B, pada X dan B pada X. Untuk mencari suatu keadaan yang simetris, A berusaha untuk melengkapi dirinya dengan informasi tentang orientasi B terhadap X dan ini dapat dilakukan melalui interaksi karena keseimbangan atau keadaan simetris perlu dicari, A mungkin terdorong untuk mempengaruhi atau merubah orientasi B terhadap X, jika A menemukan keadaan yang tidak seimbang diantara mereka. B dengan sendirinya juga akan mempunyai dorongan yang sama terhadap orientasi A. Berdasarkan pengaruh yang akan ditanamkan oleh A dan B satu sama lain, serta kemungkinan usaha masing-masing dalam meningkatkan keadaan simetris melalui tindakan komunikasi.
Teori dari Newcomb dapat membantu kelompok dalam menjelaskan dan memperkirakan tingkah laku kelompok-kelompok yang beranggotakan 2 orang pada tingkatan antar pribadi, teori A – B – X menjelaskan beberapa motivasi dan tekanan yang akan menimbulkan beberapa tindakan komunikasi. Teori A – B – X juga menguraikan dan menjelaskan kegiatan itu sendiri.
I.8 Kegunaan Penelitian
I.8.1 Kegunaan Teoritis
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan informasi ilmiah untuk mengembangkan ilmu yang dimanfaatkan oleh pihak lain dalam penelitian lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peneliti terhadap penerapan teori-teori mengenai diskusi pemecahan masalah dalam memecahkan persoalan yang terjadi.
I.8.2 Kegunaan Praktis
Secara praktis, penelitian ini dapat berguna sebagai bahan masukan bagi PT. Radio Ardan Swaratama, khususnya bagi Event Department Radio Ardan dalam memecahkan setiap masalah yang terjadi.
I.9 Metode Penelitian Dan Teknik Pengumpulan Data
I.9.1 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei dengan analisa deskriptif. Metode Deskriptif yaitu : Metode yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. (Rakhmat, 1991:22).
Penelitian deskriptif tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Beberapa penulis memperluas penelitian deskriptif kepada segala penelitian selain penelitian historis dan eksperimental. Mereka menyebut metode yang ‘melulu’ deskriptif sebagai penelitian survai atau penelitian observasional. (Rakhmat, 2000:24).
Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mencari data tentang hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan diskusi. Kemudian penulis coba untuk padukan dengan data yang lainnya yang penulis dapatkan, sehingga nantinya penulis dapat mengetahui bagaimana jalannya diskusi pemecahan masalah yang dilakukan oleh Event Department Radio Ardan.
I.9.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Angket, berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk mendapatkan jawaban, baik berupa tanggapan ataupun respon.
2. Kepustakaan, dengan cara menelaah buku-buku yang dianggap berkaitan dengan masalah penelitian.
3. Wawancara, pengumpulan data dengan cara mengadakan komunikasi langsung dengan pihak yang erat kaitannya dengan permasalahan yang diteliti yaitu dengan para karyawan yang terlibat dalam Event Semarak Pesta Fanta.
I.10 Operasionalisasi Variabel
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua variabel, yaitu :
Variabel I : Tahapan Diskusi Pemecahan Masalah
Indikator I : Definisi dan analisis masalah
Alat Ukur : - Definisi dan analisis waktu terjadinya masalah
- Definisi dan analisis sebab terjadinya masalah
- Definisi dan analisis akibat terjadinya masalah
Indikator II : Menyusun kriteria untuk mengevaluasi pemecahan
Alat Ukur : - Menyusun kriteria praktis
- Menyusun kriteria nilai
Indikator III : Identifikasi pemecahan yang mungkin
Alat Ukur : - Mengumpulkan alternatif-alternatif pemecahan masalah
- Memilih alternatif pemecahan masalah
Indikator IV : Evaluasi pemecahan
Alat Ukur : - Evaluasi kriteria praktis
- Evaluasi kriteria nilai
Indikator V : Memilih pemecahan terbaik
Alat Ukur : - Memilih cara pemecahan terbaik
- Pelaksanaan pemecahan terbaik
Indikator VI : Pengujian pemecahan yang dipilih
Alat Ukur : - Cara pengujian
Variabel II : Prestasi Kerja Karyawan
Indikator : Prestasi Kerja
Alat Ukur : - Kesesuaian hasil kerja dengan perintah tugas
- Tanggung jawab pada pekerjaan
- Mengerjakan pekerjaan tepat waktu
I.11 Populasi Dan Sampel
I.11.1 Populasi
Populasi adalah : Kumpulan objek penelitian, bisa berupa orang , kelompok, lembaga, buku-buku, kata-kata, surat kabar. (Rakhmat, 1991 : 78).
Dalam penelitian ini penulis menentukan populasinya adalah : Karyawan Event Department Radio Ardan yang berjumlah 15 Orang.
I.11.2 Sampel
Sampel adalah : Bagian yang diamati dari kumpulan objek penelitian. (Rakhmat, 1991:78). Dengan jumlah populasi yang ada, memungkinkan sekali penulis dalam penarikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, karena populasi relatif kecil serta anggota populasinya berada dalam satu lokasi kerja yang akan menjadi objek penelitian. Dengan demikian seluruh populasi yang ada dijadikan sampel, yakni berjumlah 15 orang.
I.12 Organisasi Karangan
Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini terdiri dari : Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan Pengertian Istilah, Alasan Pemilihan Masalah, Tujuan Penelitian, Anggapan Dasar, Kegunaan Penelitian, Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data, Operasionalisasi Variabel, Populasi dan Sampel, dan Organisasi Karangan.
Bab II Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini memuat teori-teori yang akan dijadikan landasan teoritis dalam penulisan skripsi ini, yang terdiri atas : Pengertian Komunikasi, Pengertian Komunikasi Kelompok, Teori A – B – X Newcomb, Pengertian Diskusi, Diskusi dalam Kegiatan Komunikasi Kelompok, Proses Kegiatan diskusi Kelompok, Tinjauan tentang Prestasi Kerja meliputi : Pengertian Prestasi Kerja, Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Kerja, Jenis-jenis Prestasi Kerja, Pengukuran Prestasi Kerja.
BAB III Objek Penelitian
Bab ini terdiri dari : Sejarah Singkat PT. Radio Ardan Swaratama, Tinjauan tentang Business Development Department (BDD), Struktur Organisasi, Tinjauan tentang Event Department, Tinjauan tentang Event “Semarak Pesta Fanta”, dan Job Description “Semarak Pesta Fanta”.
BAB IV Analisis Data Penelitian
Bab ini berisi tentang : yang pertama yaitu Analisis Data Responden, yang terdiri dari Jenis Kelamin, Usia, Tingkat Pendidikan, Agama Responden, dan Lama Bekerja di Event Department Radio Ardan. Yang kedua yaitu Analisis Data Penelitian, yang terdiri dari Tahapan Diskusi Pemecahan Masalah dan Prestasi Kerja. Pada Tahapan Diskusi Pemecahan Masalah dibahas mengenai : Definisi dan Analisis Masalah, Menyusun Kriteria untuk Mengevaluasi Masalah, Identifikasi Pemecahan yang Mungkin, Evaluasi Pemecahan, Pemilihan Pemecahan Masalah, dan Pemilihan Pemecahan yang Terbaik. Sedangkan pada Prestasi Kerja dibahas mengenai Kesesuaian hasil kerja dengan perintah tugas, Tanggung jawab pada pekerjaan, dan Mengerjakan pekerjaan tepat waktu.
BAB V Penutup
Bab ini berisi tentang : Rangkuman, Kesimpulan, dan Saran-saran.


