ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Analisis Isi Berita Politik Harian Umum
Pikiran Rakyat Bandung”
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui isi berita
politik Harian Umum Pikiran Rakyat mengenai Pilpres 2009 ditinjau dari
kecenderungan liputan berita dan pemunculan tokoh dalam berita. Selain
itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui isu-isu politik seperti apa
saja yang sering diterbitkan oleh Harian Umum Pikiran Rakyat selama
penyelenggaraan Pilpres 2009 berlangsung.
Metode yang digunakan adalah Analisis Isi dengan tehnik
pengumpulan data dari : studi kepustakaan, observasi, wawancara. Serta
subjek penelitian yakni 10 berita yang diambil dari berita politik Pikiran
Rakyat edisi 29 Mei-4 juli 2009 secara acak, yang kemudian subjek tersebut
dianalisis peneliti dibantu 2 koder lain yakni Bapak Dede Sudradjat dan
Dendi Sundayana selaku Redaktur Harian Umum Pikiran Rakyat.
Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh hasil bahwa isi berita
politik H.U Pikiran Rakyat mengenai Pilpres 2009 ditinjau dari
kecenderungan liputan berita, diketahui isi berita politik yang sering
diterbitkan adalah frekunsi liputan berita yang menarik perhatian dan
penting bagi pembaca di setiap edisinya. Sedangkan ditinjau dari segi
pemunculan tokoh di dalam berita, diketahui yang paling sering
dimunculkan oleh H.U Pikran rakyat adalah frekuensi liputan berita yang
menjelasakan kejadian dan kegiatan yang dilakukan oleh para kontestan
peserta Pemilu Presiden tahun 2009 selama kampanye berlangsung. Dan
ditinjau dari segi Isu-isu politik diketahui berita yang sering muncul adalah
berita mengejutkan, menggetarkan dan mengharukan bagi pembaca dengan
judul sebagai inti berita.
Rekomendasi yang dapat peneliti ajukan untuk isi berita politik di
H.U Pikiran Rakyat mengenai Pilpres 2009 adalah untuk kecenderungan
liputan berita agar dapat menjadi wahana kontrol terhadap berbagai
penyimpangan atau pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan
Pilpres 2009. Untuk pemunculan tokoh dalam berita hendaknya dapat
menjadi penyalur ekpresi politik berbagai presur group (kelompok
penekanan) dalam masyarakat, sehingga aktivitas dan gerakan politik
mereka dapat memebentuk opini publik yang luas. Terakhir untuk isu-isu
politik beritanya diharapkan agar menjadi wadah atau tempat bagi
masyarakat untuk belajar atau mengetahui bagaimana berpolitik secara
lebih baik dan benar.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah
Indonesia merupakan negara berkembang, dimana pertumbuhan media
komunikasi khususnya surat kabar akan tunduk dan patuh pada sistem pers yang
berlaku dimana surat kabar tersebut hidup. Sementara itu, sistem pers sendiri
tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan sistem peraturan politik yang
berlaku saat itu juga. Dengan kata lain, sistem pers yang berlaku merupakan subsistem
dari sistem politik yang ada. Oleh karena itu dalam setiap pemberitaan,
surat kabar dengan sendirinya akan memperhatikan ketertarikan tersebut.
Berita adalah laporan mengenai suatu kejadian dan ditulis berdasarkan
fakta (fact) dan menuntut adanya netralitas dari penulisnya untuk tidak memihak
kepada salah satu pihak, atau dengan kata lain penulisan berita menjunjung tinggi
nilai objektivitas.
Sebagai medium komunikasi, surat kabar mempunyai peranan yang
penting dalam upaya meningkatkan pembangunan suatu negara seperti Indonesia,
tentu saja melalui fungsinya sebagai penyebar informasi kepada publik. Selain
surat kabar juga dapat memotivasi masyarakat agar lebih pro-aktif dalam
menghadapi berbagai bidang kehidupan dan berbagai masalah sosial politik yang
sedang terjadi di masyarakat. Surat kabar juga tanpa disadari ternyata telah
banyak memberikan kontribusi dalam proses kehidupan politik sehari-hari.
Surat kabar digunakan dalam saluran komunikasi politik, khususnya untuk
kampanye memang telah digunakan sejak dulu, dan telah disadari bahwa surat
kabar mampu membimbing khalayak dalam proses pengambilan keputusan untuk
menentukan pilihanya. Media massa khususnya surat kabar sebagai saluran
komunikasi politik, memegang peranan penting dalam pembentukan pendapat
khalayak. Pembentukan pendapat itu bukan hanya sekedar sebagai cermin tradisi
masyarakat yang ada saja, melainkan lebih dari itu. Pembentukan pendapat bisa
dilihat dari presepsinya terhadap surat kabar sebagai pembentuk aktif dari realita
politik yang ada. Oleh karena itu penggunaan surat kabar oleh suatu kelompok
atau organisasi politik tertentu dalam kampanye sangatlah menguntungkan
mereka, namun media massa khusunya surat kabar bukanlah segalanya, karena ia
memiliki keterbatasan tertentu, dan keterbatasan tersebut banyak bergantung pada
ruang dan waktu yang ada.
Jika dihubungkan dengan pertumbuhan dan perkembangan media massa,
khususnya surat kabar, perkembangannya selaras dengan pertumbuhan politik
yang sedang berlaku pada saat ini. Dalam praktek kehidupan politik sehari-hari,
apabila dikaitkan dengan peranan media massa sebagai wadah penyalur informasiinformasi
politik bagi para komunikator politik, maka jelaslah bahwa bentuk
komunikasinya adalah bentuk komunikasi yang bertujuan. Akibatnya banyak
surat kabar melupakan fungsinya sebagai medium penyampai informasi malah
sebaliknya menjadi alat suatu organisasi politik atau dengan kata lain sebagai
mitra pemerintah dalam penyampaian kehendak mereka tentang bagaimana
masyarakat bertindak ataupun sebagai medium propaganda demi kepentingan
organisasi politiknya.
Keadaan yang seperti itu membuat banyak surat kabar diantaranya Harian
umum Pikiran Rakayat khawatir bahwa keberadaan akan sirna, manakala mereka
tidak mengikuti sistem yang berlaku. Oleh karena itu demi mempertahankan
eksitensinya, surat kabar tidak jarang mengambil jalan tengan. Cara inilah yang
sering mendorong surat kabar itu terpaksa harus bersikap mendua terhadap
masalah, terutama yang berkaitan erat dengan tingkatan kepekatan sosial yang
tinggi termasuk kampanye politik yang diselenggarakan sebelum pemilihan
presiden dilaksanakan.
Kaitan yang seperti ini pulalah yang membuat banyak pers di negara
berkembang pada umumnya, termasuk di Indonesia tentunya, lebih suka
mengutamakan konsep stabilitas politik nasional sebagai acuan kelangsungan
hidup pers itu sendiri. Kebebasan pers secara penuh yang sangat idealis memang
tampaknya tidak akan dijumpai di dalam sistem manapun.
Namun demikian surat kabar semestinya berdiri di tengah-tengah dalam
menunaikan fungsinya. Karena itu sering pula dikatakan surat kabar seharusnya
memiliki sifat yang “independent”. Independent disini artinya bebas dari segala
interpensi apakah itu dari pemerintah, organisasi politik tertentu maupun
seseorang yang mempunyai andil dalam surat kabar itu misalnya saja pemilik
modal. Selain itu independent juga di artikan sebagai penghubung dalam satu
masalah yang terjadi dengan kata lain sebagai alat kontrol sosial.
Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan berbaga
catatan sejarah. Semakin pesatnya perkembangan dan pertambahan penduduk kota
Bandung tentunya membawa implikasi terhadap kebutuhan masyarakat akan
informasi. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi media-media lokal, regional
maupun nasional yang ada di kota Bandung untuk melayani kebutuhan informasi
masyarakat kota Bandung.
Harian Umum Pikiran Rakyat merupakan salah satu surat kabar yang telah
lama berdiri dan malang melintang menyajikan informasi seputar Jawa Barat dan
khususnya kota Bandung. Memasuki era reformasi banyak bermunculan baik pers
lokal, regional maupun Nasional. Hal ini menyebabkan semakin ketatnya
persaingan antar media.
Meskipun dalam kondisi seperti ini, Harian Umum Pikiran Rakyat sampai
sekarang masih menjadi primadona bagi warga Jawa Barat khususnya warga kota
Bandung. Sebagai salah satu surat kabar besar, Harian Umum Pikiran Rakyat
selain menyajikan informasi, ia juga
memberikan opini atau sikap terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan
kontroversial yang berkembang di masyarakat.
Berdasarkan atas fenomena tersebut serta melihat makin besarnya peranan
media massa dalam kehidupan politik dewasa ini, khususnya dalam penelitian ini
adalah surat kabar, maka penulis berusaha meneliti permaslahan tersebut dengan
mengambil judul skripsi “Analisis Isi Berita Politik Harian Umum Pikiran
Rakyat Bandung”. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sejauh mana
kecenderungan Harian Umum Pikiran Rakyat terhadap Pilpres 2009. Penelitian ini
juga akan dimulai dari pengkajian isi berita –berita mengenai para peserta Pemilu
Presiden tahun 2009.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis
mengidentifikasikan masalahnya dengan tujuan agar masalah tersebut tidak
meluas, yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana kecenderungan berita yang tampak dari surat kabar yang diamati
terhadap para peserta Pilpres 2009
2. Bagaimana surat kabar Harian Umum Pikiran Rakyat melihat dan
memunculkan para tokoh peserta Pilpres 2009
3. Isu politik apakah yang paling banyak ditonjolkan oleh Harian Umum Pikiran
Rakyat selama kampanye Pilpres 2009
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk melihat kecenderungan penempatan serta banyaknya frekuesi berita
yang tampak dari setiap surat kabar yang diamati terhadap para peserta Pilpres
2009.
2. Untuk mengetahui kecenderungan Harian Umum Pikiran Rakyat dalam
melihat dan memunculkan para tokoh peserta Pilpres 2009.
3. Untuk mengetahui isu politik yang paling banyak ditonjolkan oleh Harian
Umum Pikiran Rakyat selama kampanye Pilpres 2009.
1.3.2 Kegunaan Penelitian
1. Secara teoritis maupun metodelogis penelitian ini diharapkan dapat
memberikan sumbangan terhadap perkembangan dan pendalaman studi
komunikasi pada umumnya, dan studi komunikasi politik di Indonesia pada
khsusnya.
2. Secara praktis, penelitian yang menggunakan pendekatan analis isi, akan
banyak memberikan sumbangan kepada perkembangan dan pertumbuhan
kehidupan jurnalistik Indonesia, terutama dalam rangka surat kabar sebagai
wadah aspirasi yang ada di dalam masyarakat. Secara tidak langsung, diharap
akan memberikan wadah dalam pendidikan politik di Indonesia.
1.4 Kerangka Pemikiran
Penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Menurut Krippendorff
yang dikutip oleh Bungin dalam buku Metode Penelitian Kualitatif, Analisis Isi
adalah “Teknik penelitian untuk membuat inferensi inferensi yang dapat
ditiru (Replicable) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya”
(2001: 231).
Sebagai teknik penelitian, analisis isi mencakup prosedur-prosedur khusus
untuk pemrosesan data ilmiah. Sebagaimana semua teknik penelitian, ia bertujuan
memberikan pengetahuan, membuka wawasan baru, menyajikan fakta dan
panduan praktis pelaksanaannya. Ia adalah sebuah alat. Dan analisis isi
merupakan suatu cara menyandi (coding) pernyataan atau tulisan agar diperoleh
ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu melalui konstruksi kategori.
Penelitian ini berusaha memaparkan Isi Berita Politik Harian Umum
Pikiran Rakyat tentang pemilu presiden tahun 2009. Berita menurut Suwardi
dalam buku Peranan pers dalam politik Indonesia berita adalah “Laporan
tentang pikiran-pikiran aktual, tentang suatu peristiwa atau tentang suatu
konflik yang dapat menarik perhatian pembaca” (1996:37).
Menurut pernyataan diatas adalah, sebuah berita ditulis berdasarkan
laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang mengandung hal menarik minat
atau penting, atau kedua-duanya, bagi sejumlah besar penduduk . Jadi berita
dalam arti teknik jurnalistik adalah laporan tentang fakta yang terkini atau terbaru
yang menarik perhatian khalayak yang disebarkan melalui media masa secara
periodik.
Sementara itu politik menurut Budiardjo dalam buku Dasar-dasar ilmu
politik , politik adalah “Pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau
kenegaraan seperti tata cara pemerintah, dasar-dasar pemerinyah atau
segala urusan dan tindakan mengenai pemerintah suatu negara” (1998:263).
Maksud dari pernyataan adalah, politik diartikan sebagai segala urusan dan
tindakan (kebijakan, siasat dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau
terhadap negara lain. Juga dalam arti “kebijakan cara bertindak” dalam
menghadapi atau mengenai suatu masalah.
Dalam penelitian ini menjelaskan bagaimana Berita Politik Harian Umum
Pikiran Rakyat sebagai cerminan kebijakan redaksi atau pandangan redaksi
tentang pemilu presiden 2009. Dilihat dari kecendrungan liputan berita,
pemunculan tokoh di dalam berita, dan isu-isu politik yang paling banyak
ditonjolkan oleh Harian Umum Pikiran Rakyat selama kampanye Pemilu presiden
tahun 2009.
Variabel dalam penelitian ini adalah berita-berita mengenai Pemilu
Presiden tahun 2009 di Harian Umum Pikiran Rakyat. Selanjutnya penulis
menetapkan subkontruksi – subkontruksi sebagai alat ukur penelitian di bagi
menjadi tiga, daiantaranya adalah sebagai berikut; untuk subvariabel pertama
seperti yang dikutip oleh Wahyudi dalam “Dasar-dasar Jurnalistik radio dan
Televisi” bahwa media menerbitkan atau menyajikan berita yang menarik
perhatian dan penting bagi pembaca di setaiap edisinya 1. Kecenderungan
liputan berita, dengan alat ukurnya adalah: a. Frekuensi liputan berita. b.
Jumlah satuan berita. Untuk subvariabel kedua diambil dari kutipan Suwardi
dalam buku “Peranan Pers dalam Politik di Indonesia” yang menerangkan
surat kabar harus bersikap netral terhadap satu masalah, terutama yang berkaitan
erat dengan tingkat kepekaan sosial yang tinggi termasuk kampanye politik yang
diselenggarakan sebelum Pemilu dilaksanakan. 2. Pemunculan tokoh di dalam
berita, dengan alat ukurnya adalah: a. Frekuensi liputan berita. b. Jumlah
kolom yang digunakan. Sedangkan untuk subvariabel yang terakhir penulis
mengambil kutipan dari Effendy dalam buku “Ilmu, Teori dan filsafat
komunikasi” yakni berita harus sesuatu yang mengejutkan dan yang
menggetarkan atau mengharukan bagi pembacanya. Selain itu berita juga harus
terdapat unsur subyektif. 3. Isu – isu politik yang berkembang, dengan alat
ukurnya adalah: a. Judul b. Tema c. Kata.
Gambar 1.1
Bagan Kerangka Pemikiran
(Wahyudi, 1996:27) (Suwardi, 1993:26) (Effendy, 1993:132)

