Expert system was disigned to moved the knowledge that was owned by the expert in a system. It expected can giving an answer for a problem.
”Expert system for identifiying marine decorated fish” is an expert system that designed for helping fish lover to identifiying every kind of marine decorated fish. This system is using Rule based reasoning logical with Depth-first search method and also using forward chaining inference machine. Knowledge base on this research is from interview with fish expert, books, article from internet.
Output on the research are the name of the fish from identification, the picture of identification fish and explanation more complete the fish from identification that inside was explained the area of the spreading of the fish decorated this.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras komputer dewasa ini sudah semakin berkembang penggunaannya. Komputer yang pada awalnya digunakan sebagai alat hitung, seiring dengan perkembangan jaman komputer banyak digunakan di berbagai bidang. Misalnya pada bidang kesehatan, ekonomi, permainan (game), dan sebagainya. Salah satu pemanfaatan teknologi komputer yaitu dapat digunakan untuk sistem pakar
Sistem pakar merupakan suatu pemodelan dari proses penalaran seorang pakar yang memiliki domain pengetahuan tertentu, agar kepakarannya dapat dimanfaatkan oleh orang-orang non pakar. Penggunaan sistem pakar antara lain untuk: konsultasi, melakukan analisis dan diagnosis, membantu pengambilan keputusan, dan lain-lain. Umumnya sistem pakar dirancang untuk berinteraksi langsung dengan pemakai dalam format dialog (tanya-jawab). Dialog tersebut dapat memberikan keputusan sesuai penalaran.
Oleh karena itu, sistem pakar (expert system) mempunyai kemampuan untuk memudahkan masalah-masalah praktis pada saat sang pakar berhalangan. Dan salah satu implementasi sistem pakar pada bidang perikanan yaitu untuk mengidentifikasi ikan hias air laut.
Banyak ragam ikan laut di pasaran, dan beragam pula nama dan bentuknya. Ciri-ciri antara ikan yang satu dengan yang lainnya sangat mirip sehingga membingungkan orang awam atau pemula yang baru kenal untuk mengidentifikasinya. Sebaliknya ada juga ikan yang sangat berbeda dengan ikan-ikan yang lain, namun tetap saja sulit untuk mengingat nama ikan tersebut. Banyak para pecinta ikan hias air laut hanya mengetahui ikan hias tidak secara mendalam, seperti hanya mengetahui ikan triger, tapi pada kenyataannya bahwa ikan triger sendiri memiliki banyak jenis-jenis seperti triger liris, triger kembang, triger biru dan lainnya. Untuk membantu para pecinta ikan hias air laut mengetahui macam-macam ikan hias dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengidentifikasi ikan hias berdasarkan pada ciri-ciri ikan. Sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut adalah suatu sistem yang dapat mengidentifikasi ikan hias air laut berdasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki oleh ikan hias. Sistem pakar ini dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat pecinta ikan hias mengenai macam-macam ikan hias air laut beserta nama ikan hias yang berhasil di identifikasi oleh sistem dan dapat mengetahui dimana saja daerah persebaran ikan hias tersebut, dengan adanya daerah persebaran ikan hias air laut maka ketika para pecinta ikan hias air laut ingin melihat secara langsung ikan hias tersebut di laut, maka dapat dengan mudah mengetahui di daerah mana saja ikan tersebut berada atau tersebar.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut.
1.3Batasan Masalah
Batasan masalah dari sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut adalah sebagai berikut:
1.Data yang digunakan untuk membuat sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut adalah data ikan hias yang banyak ditemukan di toko-toko ikan hias dan yang hidup di perairan indonesia.
2.Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut hanya dapat mengidentifikasi ikan hias air laut berdasarkan pada bentuk corak tubuh ikan, bentuk mulut, bentuk sirip ekor, bentuk badan, warna dasar tubuh ikan, jenis pemakan ikan, pergerakan ikan di air, dan panjang tubuh maksimum ikan.
3.Terbatas pada sumber pengetahuan yang didapat baik dari pakar maupun dari buku-buku yang berkaitan dengan ikan hias air laut.
4.Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut ini menggunakan metode inferensi forward chaining (pelacakan ke depan) dengan metode penelusuran Depth-first search (penelusuran ke dalam).
1.4Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut sebagai media yang digunakan oleh pengguna sistem (user-non expert) untuk mengidentifikasi ikan hias air laut.
1.5Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.Membantu para pengguna untuk mengetahui ikan hias air laut.
2.Memberikan tambahan pengetahuan kepada para pecinta ikan hias mengenai macam-macam ikan hias air laut dan memberikan deskripsi lengkap ikan hias air laut yang telah teridentifikasi oleh sistem pakar tersebut serta daerah penyebaran ikan hias air laut.
1.6 Tinjauan Pustaka
Saat ini sudah banyak sistem pakar yang telah di buat dan di kembangkan di berbagai bidang, seperti: bidang kedokteran, pertanian, ekonomi, elektronika, komputer, dan lain-lain. Salah satu sistem pakar yang terkenal adalah MYCIN. MYCIN adalah sistem pakar berbasis-aturan yang mendiagnosa infeksi bakteri pada darah. Sistem ini dikembangkan oleh kelompok peneliti Stanford University pada tahun 1970-an. Dengan bertanya dan melakukan backward-chaining pada basis aturan yang terdiri dari sekitar 500 aturan, MYCIN dapat mengenali sekitar 100 penyebab infeksi bakteri. Dengan demikian MYCIN dapat merekomendasi resep obat yang efektif. MYCIN ini dikembangkan di bidang kedokteran oleh dr.Edward H. Shortliffe di Standford Medical School. (Turban, 2005)
Penelitian yang lainnya yaitu sistem pakar yang digunakan untuk Mengidentifikasi Jenis Kayu Berdasarkan Ciri Makroskopis (Faozan, 2006). Sistem pakar ini untuk mengidentifikasi jenis kayu dibutuhkan data-data yaitu ciri-ciri makroskopis jenis kayu, baik ciri umum maupun ciri anatomi yang nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi suatu jenis kayu. Pada sistem pakar ini metode pelacakan yang digunakan adalah pelacakan ke depan (forward chaining) karena proses yang dialami dengan menampilkan ciri-ciri makroskopis yang terdapat pada suatu jenis kayu menuju konklusi atau kesimpulan akhir yang berupa identifikasi suatu jenis kayu.
Pada penelitian yang lainnya yaitu Aplikasi sistem pakar pada pengidentifikasian jenis-jenis batuan geologis (Rosita, 2002). Sistem pakar ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis batuan geologis, basis pengetahuan yang di representasikan dalam kaidah produksi memuat pengetahuan tentang jenis-jenis batuan geologis dan ciri-ciri yang meliputi penampakan fisik seperti warna, komposisi mineral, dan tekstur batuan serta penampakan non fisik seperti kimiawi dan keasaman. Sistem pakar ini menggunakan penalaran mundur (backward chaining) dengan penelusuran Depth-first search (penelusuran ke dalam)
Pada penelitian yang lainnya yaitu ”Sistem Pakar Untuk Identifikasi Tanaman Hias Berbunga” (Adriana, 2006). Sistem pakar ini dirancang dengan menggunakan metode pelacakan kedepan (forward chaining). Hasil identifikasi pada sistem pakar ini adalah nama tanaman hias berbunga.
1.7Metodologi Penelitian
Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Studi literature
Studi Literature yang bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang bisa dijadikan knowledge base dalam pembuatan sistem pakar untuk mengidentifikasi ikan hias air laut.
2.Analisis & Perancangan
Melakukan analisis dan perancangan sistem yang meliputi representasi pengetahuan, perancangan basis pengetahuan dan pengujian sistem.
3.Implementasi
Rancangan yang sudah dibuat diimplementasikan dengan?bahasa pemrograman Php.
4.Pengujian
Pengujian dilakukan setelah tahap perancangan, dimana sistem yang dihasilkan akan diuji cara kerjanya, apakah program sudah bisa berjalan dengan baik atau perlu perbaikan lagi.
1.8.Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan memaparkan penjelasan materi penulisan. Di bawah ini penjelasan setiap bagiannya
BAB 1 PENDAHULUAN
Penjelasan bab ini memaparkan latar belakang penelitian, rumusan masalah, manfaat penelitian, tujuan penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Membahas tentang dasar teori yang berkaitan dengan konsep sistem pakar (Expert System), pengertian sistem pakar, struktur sistem pakar, serta Komponen sistem pakar.
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini membahas tentang penelitian berdasarkan rumusan masalah yang telah disampaikan. Melakukan analisis dan perancangan Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut.
BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM
Pada bab ini membahas tentang implementasi dari Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut.
BAB 5 PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas tentang pengujian dan pembahasan dari Sistam Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut.
BAB 6 PENUTUP
Bab penutup berisi kesimpulan penelitian yang telah dilakukan dan saran-saran pengembangan Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut selanjutnya.
