Keluarga merupakan orang terdekat dari seseorang yang mengalami gangguan kesehatan / dalam keadaan sakit. Keluarga juga merupakan salah satu indikator dalam masyarakat apakah masyarakat sehat atau sakit (Efendi , 1998). Peran / tugas keluarga dalam kesehatan yang dikembangkan oleh ilmu keperawatan dalam hal ini adalah ilmu kesehatan masyarakat (Komunitas) sangatlah mempunyai arti dalam peningkatan dalam peran / tugas keluarga itu sendiri. Perawat diharapkan mampu meningkatkan peran keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan keluarga. (Friedman, ed 3, 1998 : 145)
Peran keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yaitu mampu mengambil keputusan dalam kesehatan, Ikut merawat anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada sangatlah penting dalam mengatasi kecemasan klien.(Friedman, 2003 : 146).
Penanggulangan Injecting Drug User (IDU) memang cukup sulit, perlu diperhatikan dari berbagai aspek, misalnya ketersediaan sarana kesehatan publik, hukuman bagi pengguna, pengedar dan berbagai cara yang lain. Cara yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan terkecil bagi seorang IDU. Kasih sayang orang tua akan menyebabkan pengguna merasa bahwa dirinya masih ada yang memperhatikan, merasa dihargai dan dibutuhkan. Dengan kasih sayang orang tua diharapkan menjadi manusia yang dapat diterima oleh masyarakat (Abu ahmadi, 2002 : 106).
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Lokasi Penelitian
Puskesmas Campur Darat merupakan puskesmas tingkat kecamatan yang merupakan puskesmas rujukan dan mempunyai 3 puskesmas pembantu. Pada Puskesmas campur Darat di dapatkan sarana rawat inap dengan kapasitas 22 tempat tidur yang dibagi dalam 3 bangsal yaitu anak, dewasa dan wanita. Pada puskesmas ini dilayani oleh 1 dokter umum , 1 dokter gigi ,10 perawat ,1 Perawat gigi, 1 Analis kesehatan, 3 petugas kesehatan lingkungan. Jumlah pasien dengan hipertensi pada puskesmas adalah 40 penderita.
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Data umum keluarga responden
1.Distribusi umur keluarga responden
Gambar 4.1 Diagram Pie distribusi menurut umur keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.1 diatas diketahui bahwa sebagian besar keluarga renponden berusia > 35 tahun (44 %) atau 18 orang.
2.Distribusi Pendidikan keluarga responden
Gambar 4.2 Diagram Pie distribusi menurut pendidikan keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.2 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai pendidikan SMP yaitu 15 responden (37%).
3.Distribusi pekerjaan keluarga responden
Gambar 4.3 Diagram Pie distribusi menurut pekerjaan keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.3 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai pekerjaan wiraswasta.
4.Distribusi Agama keluarga responden
Gambar 4.4 Diagram Pie distribusi menurut agama keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.4 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden menganut agama Islam.
5.Distribusi Pendapatan keluarga responden
Gambar 4.5 Diagram Pie distribusi menurut Pendapatan keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.5 diatas diketahui bahwa sebagian besar yaitu 27 responden (67%) mempunyai pendapatan < 500.000
4.2.2 Data Umum Pasien
1. Distribusi responden berdasarkan umur
Gambar 4.7 Diagram Pie distribusi menurut umur responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.7 diatas diketahui bahwa sebagian besar pasien berusia lebih dari 35 tahun (77%) atau 31 orang.
2.Distribusi responden berdasarkan pendidikan
Gambar 4.8 Diagram Pie distribusi menurut pendidikan responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 5.2 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD (62%) atau 25 orang.
3. Disribusi responden berdasarkan pekerjaan
Gambar 4.9 Diagram Pie distribusi menurut pekerjaan responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.8 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai pekerjaan wiraswasta (75%) atau 30 orang.
4. Distribusi responden berdasarkan status
Gambar 4.10 Diagram Pie distribusi menurut Status responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 5.4 di atas diketahui bahwa sebagian besar pasien mempunyai status sebagai ayah / ibu (85%) atau 34 orang
5. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin
Gambar 4.11 Diagram Pie distribusi menurut jenis kelamin responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.11 diketahui bahwa sebagian besar pasien adalah laki-laki (62%) atau 25 orang.
6.Distribusi Status parital keluarga responden
Gambar 4.6 Diagram Pie distribusi menurut Status keluarga responden dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari gambar 4.6 diatas diketahui bahwa sebagian besar yaitu 30 responden (74%) dengan status kawin.
4.2.3 Data Khusus Responden
1.Data tentang peran keluarga responden
Tabel 4.1 Data peran keluarga dengan salah satu anggota menderita HT di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Peran keluarga
Jumlah responden
Prosentase
kurang
2
5%
Cukup
30
75%
Baik
8
20%
Total
40
100%
Sebagian besar peran keluarga sedang sebanyak 75% atau 30 responden dari 40 responden.
2.Data tentang tingkat kecemasan responden
Table 4.2 Data tingkat kecemasan pasien HT di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
kecemasan
Jumlah responden
Prosentase
Tidak ada
0
0%
Ringan
0
0%
Sedang
27
67.5%
Baik
13
32.5%
Total
40
100%
Sebagian besar responden mempunyai tingkat kecemasan sedang yang berjumlah 27 (67,5%)
3.Data tentang hubungan antar sosiodemografi dengan tingkat kecemasan pasien dengan hipertensi
Tabel 4.3 Hubungan antara sosiodemografi dengan tingkat kecemasan pada pasien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
No
Hubungan dengan kecemasan
Nilai p
Statistik korelasi spearman
rho
Nilai p :
Statistik Regresi linear
1
Usia
0,248
-0,187
0,333
2
Pendidikan
0,001
0,575
0,202
3
Status
0,711
-0,061
0,000
4
Jenis Kelamin
0,446
-0,124
0,405
5
Pekerjaan
0,774
0,053
0,541
6
Status parital
0,573
0,092
0,013
Dari tabel 4.3 diketahui bahwa yang mempunyai hubungan dengan tingkat kecemasan adalah pendidikan dengan nilai p:0,001 dengan keeratan hubungan 0,575 atau sedang. Nilai positif yang ditunjukkan oleh nilai rho berarti semakin tinggi status pendidikan seseorang semakin meningkat kecemasannya. Dari statistik regresi didapatkan nilai signifikasi untuk status dalam keluarga 0,000 dan status parital adalah 0,013 yang berarti ada pengaruh antara status dalam keluarga dan status parital terhadap kecemasan responden.
4.Data tentang hubungan antara variabel sosiodemografi dengan peran keluarga dalam kesehatan keluarga.
Tabel 4.3 Hubungan antara sosiodemografi dengan peran keluarga pasien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
No
Hubungan dengan Peran
Nilai p
Statistik korelasi spearman
rho
Nilai p :
Statistik regresi linear
1
Usia
0,800
-0,41
0,983
2
Pendidikan
0,006
0,428
0,246
3
Pekerjaan
0,000
0,536
0,108
4
Pendapatan
0,734
0,055
0,916
5
Agama
0,736
-0,55
0,758
Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa yang mempunyai hubungan dengan peran keluarga adalah pendidikan (p:0,004) dan Pekerjaan (p:0,001) dengan nilai rho untuk pendidikan 0,0428 atau hubungan dengan keeratan sedang, dan nilai rho untuk pekerjaan adalah 0,536 dengan keeratan hubungan adalah sedang. Nilai positif yang ditunjukkan oleh nilai rho berarti semakin tinggi status pendidikan dan pekerjaan seseorang semakin baik peran dalam keluarganya .
5.Hubungan antara peran keluarga dan tingkat kecemasan pasien dengan Hipertensi
Tabel 4.4 Nilai hubungan antara peran keluarga dan tingkat kecemasan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung tanggal 1Juli sampai dengan 5 Agustus 2005
Dari hasil korelasi antara peran keluarga dan tingkat kecemasan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Campur darat Tulungagung adalah ada hubungan antara kedua variable dengan nilai p=0,02 atau <0,05.
4.3 Pembahasan
Dalam pembahasan ini akan dipaparkan mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan dan disajikan berdasarkan pada teori di Bab 2.
4.3.1 Hubungan Antara Sosiodemografi Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Campur Darat Tulungagung.
Berdasarkan dengan uji korelasi ditemukan bahwa antara pendidikan dan tingkat kecemasan mempunyai hubungan dengan nilai p = 0,001 yang berarti ada hubungan antara kedua variable dari data juga ditemukan tingkat kecemasan dipengaruhi oleh status dalam keluarga dan status parital dengan nilai 0,000 dan 0,013. Nilai positif yang ditunjukkan oleh nilai rho berarti semakin tinggi status pendidikan seseorang semakin meningkat kecemasannya. Dadang Hawari menyatakan bahwa tingkat kecemasan sangatlah berhubungan dengan tingkat pendidikan seseorang dimana seseorang akan dapat mencari informasi atau menerima informasi dengan baik sehingga akan cepat mengerti akan kondisi dan keparahan penyakitnya dan dengan keadaan yang seperti ini akan menyebabkan peningkatan kecemasan pada orang tersebut. Selain hal tersebut pengalaman juga merupakan hal yang sangat menentukan tingkat kecemasan. Pengaruh status dalam keluarga dan status parital juga sangat berpengaruh terutama dalam kecemasan yaitu sebagai ayah/ibu dan dengan status parital kawin. Kecemasan dapat terjadi jika seseorang tidak mempunyai kesiapan dalam menerima informasi tentang penyakitnya sehingga dengan informasi atau pengetahuan tentang penyakitnya seseorang akan mengalami kecemasan.
Pada penderita hipertensi yang menjadi responden dengan tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi akan menimbulkan tingkat kecemasan sedang. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kurangnya informasi tentang penyakit atau kurangnya penangkapan terhadap informasi yang masuk. Pada responden dengan tingkat pendidikan yang tinggi juga dapat menimbulkan kecemasan yang tinggi yang dikarenakan semakin seseorang tahu akan penyakitnya seseorang akan semakin mengalami kecemasan. Status dalam keluarga yaitu sebagai ayah /ibu dan juga status parital sebagian besar adalah kawin juga mempunyai pengaruh dalam tingkat kecemasan responden yang tidak terlalu tinggi tetapi sedang. Untuk sosiodemografi yang lain didapatkan hasil yang menyatakan tidak ada hubungan dan tidak berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien.
4.3.2 Hubungan Antara Sosiodemografi Dengan Peran Keluarga Dalam Kesehatan Dengan Anggota Keluarga Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Campur Darat Tulungagung.
Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa yang mempunyai hubungan dengan peran keluarga dalam kesehatan adalah pendidikan dengan nilai p=0,006 dan pekerjaan keluarga dengan nilai p=0,000. Nilai positif yang ditunjukkan oleh nilai rho berarti semakin tinggi status pendidikan dan pekerjaan seseorang semakin baik peran dalam keluarganya Dari uji regresi ditemukan tidak ada pengaruh dari sosiodemografi terhadap peran keluarga responden.
Dengan pendidikan yang baik maka pengetahuan dan penangkapan informasi akan baik pula. Seperti yang dikemukakan Freeman yang menyatakan bahwa peran dapat dipengaruhi oleh pengetahuan. Dimana semakin tinggi pengetahuan seseorang akan meningkatkan peran. Dari uji statistik didapatkan pula bahwa pendapatan dan usia tidaklah terlalu mempunyai hubungan dengan peran hal ini dapat disebabkan pendapatan masyarakat yang rendah dan usia yang sangatlah bervariasi.
Pekerjaan pasien yang baik akan menimbulkan suatu interaksi dengan orang lain sehingga informasi bertambah sesuai dengan jenis pekerjaan, dan hal ini akan meningkatkan peran mereka didalam kesehatan (Freeman, 1998)
Pada responden banyak yang sudah bekerja baik itu swasta, wiraswasta ataupun pegawai negeri yang banyak mendapatkan informasi dari orang lain yang berinteraksi dengan mereka. Pendidikan dari responden banyak yang baik sehingga kemudahan dalam berkomunikasi dan menerima informasi akan menambah peran mereka dalam keluarga terutama dalam bidang kesehatan. Dengan cara berfikir yang baik maka seseorang juga akan lebih cepat dalam melakukan keputusan dalam kesehatan.
4.3.3 Hubungan Antara Peran Keluarga Dalam Kesehatan Keluarga Dengan Kecemasan Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Campur Darat Tulungagung
Sesuai dengan hasil dari uji korelasi yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan antara peran keluarga dalam kesehatan dengan tingkat kecemasan pasien dengan hipertensi dengan tingkat signifikan yaitu 0.02 <0,05. Hasil ini sangatlah sesuai dengan pendapat yang dikemukanakan oleh Freedman dimana dalam mengatasi masalah kesehatan dalam keluarga dibutuhkan peran keluarga dalam mengatasinya. Masalah kesehatan dalam keluarga dapat berupa maalah kesehatan yang menimpa salah satu anggota keluarga seperti Hipertensi.
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi terutama stroke (Tagor, 2003). Menurut Dadang Hawari penyakit kronis dapat menyebabkan stress psikologis yang dapat berlanjut menjadi kecemasan dan bila hal ini tidak segera ditangani akan menjadi lebih parah sampai orang tersebut mengalami Kecemasan menyeluruh, phobia, panic bahkan sampai obsesiv konvulsif. Stress psikologis menurut Taat Putra dapat menurunkan kekebalan tubuh seseorang yang akan membawa orang tersebut kepada keadaan yang lebih parah dari keadaan yang sebelumnya.
Peran keluarga dalam kesehatan pada responden adalah sedang, sebenarnya hal ini tidaklah cukup karena harusnya peran keluarga adalah baik sehingga derajat kesehatan keluarganya akan menjadi lebih optimal. Dengan peran yang cukup baik didapatkan pula tingkat kecemasan yang sedang pada pasien dengan hipertensi.
Tingkat pendapatan akan mempengaruhi peran seseorang. Dadang Hawari menyatakan tingkat pengalaman atau dalam hal ini orang terbiasa dengan keadaan penyakit hipertensi (Kronis) akan lebih dapat bertoleransi terhadap masalah atau keadaan tersebut dan bisa dikatakan tidak akan terlalu berpengaruh (tingkat stress tidak terlalu tinggi). Menurut Moenir pendapatan seseorang yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan fisik minimum seseorang, dengan kebutuhan fisik minimum seseorang yang terpenuhi maka peran yang dapat dilakukan oleh keluarga adalah dengan meningkatkan derajat kesehatan secara optimal. Hal seperti ini akan dapat membuat pasien dengan hipertensi dapat mengatasi masalah kesehatan baik secara fisik maupun secara psikologis sehingga kecemasan tidak terjadi.

