TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PRAKTEK PUNGUTAN LIAR OLEH OKNUM KEPOLISIAN DALAM PENERIMAAN BINTARA POLRI DI POLDA SULTRA

abstraks: 

A. Latar Belakang Masalah
Memang sudah saatnya sistem penerimaan calon Bintara di Era Reformasi ini harus profesional dan transparan karena rakyat menuntut untuk memiliki kepolisian yang kuat, tangguh dan berkompeten, mengingat kompleksitas tantangan tugas yang dihadapi Polri, membutuhkan tingkat Profesinalisme yang matang, maka perlu adanya reformasi kultur di Polri dalam segala aspek termasuk penerimaan calon Bintara Polri tersebut. Janji manis dari setiap Pejabat Polri terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk mereform kultur Polri yang dianggap dapat menghambat peningkatan profesionalisme Polri akan terus menjadi sebuah pengharapan masyarakat Indonesia. Dan pengharapan-pengharapan rakyat tersebut ditanggapin secara serius oleh pihak POLRI.

Deputi Sumber Daya Manusia (Desundaman) Polri, Irjen Polisi Bambang Hadiyono mulai menerapkan pola transparansi dalam penerimaan Calon Bintara. Pada majalah Forum Keadilan No.37 edisi 6-12 Februari 2007, hal. 82, berdasarkan wawancara Ulisabar Tarihoran dari Forum dengan Kepala Biro Personil (Karo Pers) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Drs Sabar Raharjo diruangan kerjanya, Mengapa dan bagaimana menerapkan sistem transparansi dalam penerimaan Secaba ini?
Sistem ini dinyatakan mampu menutup celah Oknum–oknum yang bermain curang yakni melalui sistem terbuka yang melibatkan para Orang Tua Calon Bintara, Masyarakat Umum, para Ulama, Kalangan Perguruan Tinggi, bisa memantau langsung lewat layar komputer hasil tes dalam proses seleksi calon Bintara, sehingga tidak ada manipulasi nilai kelulusan karena sesuai prosedur. Tak akan ada suap atau kompromi dalam penerimaan calon bintara Polri karena terawasi sangat ketat dan melalui beberapa prosedur yang sangat terseleksi dan sampai menemukan bibit-bibit POLRI yang baik yang memenuhi syarat. Kemudian dinyatakan juga janji yang akan diberikan kepada setiap anggota POLRI yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, menumpas berbagai tindak kejahahatan dan sebagainya, diberikan reward berupa kenaikan pangkat, kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan tanggung jawab tugas yang lebih tinggi pula.
POLDA SULTRA, telah memenuhi janji-janji tersebut di atas, dapat dilihat melalui sistem penerimaan calon Bintara Polda SULTRA yang transparan yang meliputi sistem pengawasan berdasarkan faktor internal yang dilakukan oleh personil Polda Sultra itu sendiri, dan faktor eksternal dilakukan oleh Ulama, Diknas, tokoh-tokoh lainnya. Hasil tes langsung memakai sistem komputerisasi dan langsung diumumkan, melalui tes penyeleksian yang bertahap dan ketat, kemudian diadakan sidang kelulusan yang dihadiri oleh pengawas internal maupun eksternal. Transparansi penerimaan terlihat dari adanya hak bertanya dari seorang peserta tes calon Bintara tersebut kepada bagian personil POLDA SULTRA mengenai “mengapa ia tidak lulus”, dan pelayanan bagian Personil POLDA SULTRA menjawab pertanyaan berdasarkan bukti-bukti nilai hasil tes peserta tersebut. Sangat transparan bukan? Hal ini jelas membuktikan Kapolda SULTRA konsisten dengan janjinya, sehingga seorang penjual bakso pun dapat berteriak kegirangan karena anak sulungnya lulus tes dan diterima menjadi calon bintara di POLDA SULTRA.
Tidak hanya sampai disitu, Optimistis Kapolda Sultra tersebut berdampak pada kesiapan Sekolah Polisi Negara mengadakan pembukaan Pendidikan yang akan datang di SPN Anggotoa, untuk menerima dan mengakomodir calon bintara tersebut untuk dididik, dilatih dan belajar sebagai Polisi yang terampil, profesional.
Siapa bilang tidak ada jalan keluar terhadap perubahan kultur POLRI yang telah menjelma sebagai satu mata rantai dalam lingkaran yang kusut yang sulit diperbaiki!! Saya optimis, tidak ada satu permasalahan tanpa solusi, yang jadi permasalahan apakah kita sepakat mereformasi yang dimulai dari perkara-perkara yang paling kecil. Pencitraan POLRI perlahan-lahan mulai membaik yaitu konsistensi, pelayanan, transparansi, dan pembelajaran evaluasi secara terus menerus adalah merupakan upaya-upaya yang sungguh-sungguh serius diagendakan POLRI untuk memenuhi pengharapan masyarakat yang besar kepada POLRI. Namun riset dan pengembangan SDM Polri juga sangat penting diperhatikan secara seimbang baik reward maupun punishment.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -