Kemampuan Siswa Berpikir Logika Terhadap Pemahaman Konsep Listrik Dinamis

abstraks: 

ABSTRAK

Kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep fisika berbeda-beda. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep fisika adalah berpikir logika. Siswa yang mampu berpikir logika akan cepat memahami konsep-konsep listrik dinamis. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu bagaimana siswa bisa berpikir logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis siswa MAN 1 Jeunieb dan bagaimana tingkat pemahaman konsep listrik dinamis sehingga proses berpikir siswa secara logika lebih baik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Jeunieb terdiri dari 3 kelas dan berjumlah 98 orang. Sampel diambil dari kelas X-B berjumlah 27 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposif sampling. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu kualitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa siswa mampu berpikir logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis. Karena untuk mendapatkan pemahaman konsep yang lebih baik, siswa harus mampu berpikir secara logika dan mengalami peningkatan pemahaman siswa dengan berpikir secara logika pada konsep listrik dinamis di MAN Jeunieb. Disebabkan oleh kemampuan mereka mengkaitkan soal dengan sub pokok bahasan yang berkenaan. Apabila mereka mampu mengkaitkan setiap soal dengan sub pokok bahasan yang berkenaan, maka akan membantu mereka untuk lebih mudah berpikir selanjutnya. Dengan kriteria tingkat pemahaman adalah baik sekali 22,22 %, baik 22,22 %, cukup sebanyak 33,34 %, kurang 22,22 % dan tidak ada yang gagal.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan dapat menciptakan manusia yang berpotensi, kreatif dan memiliki ide cemerlang sebagai bekal untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Jika kita menelaah keberhasilan dalam proses belajar mengajar maka tidak akan terlepas dari dua unsur pokok yaitu unsur guru dan siswa. Guru dituntut mampu membimbing anak kearah kedewasaan sesuai dengan tujuan pendidikan. Nasution mengatakan fungsi guru yang paling utama adalah memimpin anak-anak, membawa mereka kearah dan tujuan yang tegas. Dalam pengajarannya guru perlu memberi bimbingan pemecahan masalah dalam rangka melatih dan meningkatkan cara berpikir siswa.
Dalam proses belajar mengajar fisika, pemecahan masalah berperan penting dalam rangka peningkatan pemahaman siswa sehingga tidak hanya terbatas pada mekanisme penggunaan rumus-rumus semata. Novak (Tuma dan Re’if) menyatakan pemecahan masalah penting untuk menuntut siswa mengerti pengetahuan yang abstrak. Dengan memahami pengetahuan yang abstrak serta keterkaitannya, anak akan mau berpikir serta memecahkan masalah fisika dalam waktu yang relatif lebih singkat. Namun dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar pada umumnya guru secara tidak sadar menjadikan dirinya sebagai model. Artinya siswa dibimbing untuk memecahkan masalah seperti apa yang dilakukan oleh guru. Akibatnya banyak siswa yang tidak terbiasa berpikir untuk mencoba memecahkan masalah dengan cara yang lain selain yang diajarkan oleh guru.
Ditinjau dari siswa, kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah adalah salah satu dari hasil belajarnya. Dalam memecahkan masalah anak menggunakan aturan-aturan yang dikontrol dan dikendalikan oleh kognitifnya yang dikenal dengan berpikir. Pada saat ia menemukan masalah maka pada saat itu akan menambah perbendaharaan aturan yang dimiliki dengan aturan yang baru dan merupakan gabungan dari aturan-aturan sederhana.
Mengenai kemampuan berpikir siswa, Salam B, mengatakan sebagai berikut “Seorang siswa yang mampu memahami dan memecahkan masalahnya dengan aktivitas-aktivitas berpikir secara tepat dan benar (dengan ketepatan berpikir), maka siswa tersebut akan dikatakan sebagai siswa yang mampu berpikir logika”.
Berpikir logika dapat menyelasaikan masalah-masalah yang terasa rumit sehingga siswa dibantu untuk mengerti dengan masalah tersebut. Dalam konsep listrik siswa dituntut untuk mampu meningkatkan taraf berpikirnya, karena konsep listrik banyak menyajikan konsep-konsep yang abstrak. Keabstrakan tersebut diperlukan konsentrasi dalam berpikir, diantaranya berpikir logika.
Pentingnya memahami konsep fisika tentang arus listrik dalam kehidupan sehari-hari agar siswa dapat menentukan dan menjelaskan objek atau suatu peristiwa yang berkaitan dengan fisika, sehingga akan memudahkan mengindentifikasi dan mengklasifikasi objek dan peristiwa di alam yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Misalnya, siswa yang sedang menyelesaikan soal-soal fisika tentang rangkaian listrik. Dimana soal-soal tersebut ditampilkan dengan konsep-konsep yang abstrak sehingga sulit untuk dipahami dan dipecahkan. Masalah seperti ini sangat dirasakan siswa (manusia) menjadi satu beban untuk menyelesaikannya. Karena manfaat logika belum dapat dirasakan. Berdasarkan hal ini penulis ingin mengetahui kemampuan siswa berpikir logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis.
Untuk menjawab permasalahan di atas, maka penulis ingin mengetahui hal yang sebenarnya melalui suatu penelitian dengan judul : “Kemampuan Siswa Berpikir Logika Terhadap Pemahaman Konsep Listrik Dinamis”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka terdapatlah rumusan masalah dalam karya ilmiah ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah siswa sulit berpikir secara logika dalam memahami konsep listrik dinamis. Karena dengan adanya berpikir secara logika, maka siswa akan lebih mempermudah mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan konsep listrik dinamis.

C. Tujuan Penelitian
Untuk dapat memberikan arahan dalam pelaksanaan penelitian ini, maka perlu ditetapkan tujuan yang hendak dicapai. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana siswa bisa berpikir logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis siswa MAN 1 Jeunieb.
2. Bagaimana tingkat pemahaman konsep listrik dinamis sehingga proses berpikir siswa secara logika lebih baik.

D. Asumsi dan Hipotesis Penelitian
Perumusan asumsi dalam suatu penelitian dimaksudkan untuk memberikan arah dan titik pangkal bagi pelaksanaan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi asumsi adalah :
1. Semua siswa MAN 1 Jeunieb tahun ajaran 2006/2007 mempelajari fisika
2. Setiap siswa MAN 1 Jeunieb tahun ajaran 2006/2007 mempunyai kemampuan berbeda dalam memahami konsep fisika.
Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran dari suatu fakta yang akan diteliti. Sehubungan dengan asumsi di atas, maka penulis menetapkan hipotesis sebagai berikut : siswa dapat berpikir secara logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis.
E. Definisi Operasional
Untuk tidak menimbulkan kesalahpahaman dan tafsiran tentang istilah-istilah yang digunakan dalam skripsi ini, maka ada baiknya penulis jelaskan pengertian yang terdapat dalam judul. Adapun istilah-istilah yang penulis jelaskan adalah sebagai berikut :

1. Kemampuan Siswa
Menurut W.J.S. Poerwadarminta “kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusaha dengan diri sendiri. Siswa yang penulis maksud disini adalah anak didik yang mencari dan menuntut ilmu di MAN Negeri 1 Jeunieb.

2. Berpikir Logika
Berpikir berasal dari kata “pikir” yang artinya akal budi, ingatan, angan-angan. Berpikir adalah suatu proses mental dalam membuat reaksi terhadap benda, tempat, orang maupun peristiwa. Jadi, jelas bahwa aktivitas berpikir adalah berdialog dengan diri sendiri dalam batin dengan manifestasinya ialah: mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis , menunjukkan alasan-alasan, membuktikan sesuatu, mengolong-golongkan, membanding-bandingkan, menarik kesimpulan, meneliti sesuatu jalan pemikiran, membahas secara realitas dan lain-lain.
Di dalam aktivitas berpikir itulah ditunjukkan dalam logika wawasan berpikir yang tepat atau ketepatan pemikiran atau kebenaran berpikir yang sesuai dengan penggarisan yang disebut berpikir logika.

3. Pemahaman
Pemahaman berasal dari kata “paham” yang artinya pendapat, pengertian atau mengerti benar. Jadi pemahaman yang penulis maksudkan adalah proses atau cara memahami berpikir logika terhadap pemahaman konsep listrik dinamis.

4. Konsep Listrik Dinamis
Menurut W.J.S. Poerwadarminta “Konsep adalah rancangan atau buram surat. Dalam pengajaran fisika, konsep merupakan hal yang sangat mendasar untuk dipahami. Kemampuan siswa untuk memahami semua konsep-konsep dasar dengan baik dan benar akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang berhubungan, berkaitan dengan hal ini Herman Hudoyo mengatakan: “Siswa yang tidak mengerti suatu konsep tertentu menyebabkan tidak mengerti konsep-konsep yang lain sebab konsep-konsep itu saling berkaitan secara logis.
Arus listrik dapat terjadi karena muatan positif yang bergerak ataupun karena muatan negatif yang bergerak. Jadi arus listrik adalah aliran muatan listrik atau perpindahan muatan positif yang arah arus listriknya berlawanan dengan arah aliran muatan negatif.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -