ABSTRAK
ANALISIS KONTRIBUSI PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA
CABANG BANDARLAMPUNG
Oleh :
FIRNANDO SUBRATA
Keberhasilan suatu perusahaan sebagai organisasi tergantung pada unsur manusia di dalamnya karena besarnya kontribusi sumber daya manusia jauh melampaui peran yang diberikan oleh sumber-sumber daya lainnya. Oleh karena itu pendayagunaan sumber daya manusia sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas agar disiplin kerja dalam lingkungan organisasi dapat terus ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin kerja adalah dengan melakukan pengawasan. Salah satu perusahaan yang menghendaki peningkatan disiplin kerja karyawannya adalah Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Masalah yang ada adalah berfluktuasinya tingkat absensi kerja karyawan dengan rata-rata perbulan sebesar 4,42 %, sedangkan standar absensi yang dapat ditolelir untuk perusahaan maksimal 4 %. Tingkat absensi ysng tinggi mencerminkan disiplin kerja karyawan yang masih rendah. Disamping itu jumlah surat peringatan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sebanyak 17 buah yang diberikan kepada 14 orang karyawan. Banyaknya surat peringatan yang diberikan menunjukkan masih rendahnya tingkat ketaatan kerja karyawan.
Permasalahan dalam penulisan ini adalah apakah pengawasan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung. Adapun tujuan dan kegunaan penulisan ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan dan memberikan sumbangan pikiran untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Data yang digunakan bersumber dari Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung yang diperoleh berdasarkan kuisioner yang disebar kepada 56 orang karyawan sebagai objek penelitian. Hipotesis yang dirumuskan adalah pengawasan yang dilakukan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Alat analisis yang digunakan untuk megetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung adalah product moment, sedangkan untuk megetahui seberapa besar kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan menggunakan koefisien penentu (KP).
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap organisasi baik swasta maupun pemerintah dalam rangka mencapai tujuannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut perlu diarahkan secara efektif dan efesien melalui manajemen yang baik. Selain sumber-sumber alam dan modal, faktor penting lainnya adalah sumber daya manusia. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia maka organisasi dapat mencapai tujuannya.
Pendayagunaan sumber daya manusia yang tepat dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan menjadi penentu bagi kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang terpenting bagi perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan dan pembinaan yang sebaik-baiknya.
Faktor manusia akan berkurang artinya jika tidak disertai adanya ketaatan pada peraturan-peraturan yang berlaku dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan kata lain diperlukan adanya disiplin kerja yang tinggi yang harus termotivasi pada setiap karyawan
Disiplin kerja dalam suatu pekerjaan merupakan kehendak dan kesediaan karyawan untuk memenuhi dan menaati segala peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Disiplin kerja yang dimaksud tidak akan terbentuk dengan sendirinya tanpa disertai upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau pemimpin. Salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin kerja tersebut adalah dengan melakukan pengawasan.
Pengawasan adalah suatu proses pengamatan dari sebuah kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa suatu pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya (Sondang P. Siagian, 2005 : 125).
Pengawasan mempunyai dua tujuan, yaitu pengawasan positif dan pengawasan negatif. Pengawasan positif dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan dapat dicapai, sedangkan pengawasan negatif adalah pengawasan yang dilakukan untuk mengetahui bahwa karyawan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak diinginkan oleh perusahaan, seperti karyawan sering tidak bekerja, datang terlambat, pulang lebih awal dan sebagainya.
Disiplin kerja karyawan merupakan hal yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan dapat dicerminkan melalui disiplin kerjanya.
Definisi kedisiplinan adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis (B. Siswanto Sastrohadiwiryo,2003 : 291).
Salah satu perusahaan yang menghendaki adanya peningkatan displin kerja karyawannya adalah Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung yang bergerak dalam bidang retail buku, statationery, alat-alat tulis dan media lainnya.
Jumlah pegawai Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung tahun 2006 berjumlah 56 orang yang terdiri dari 30 orang pegawai tetap dan 26 pegawai non tetap. Adapun pembagian jabatan karyawan dalam Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung tahun 2006 dapat dilihat dalam tabel I.
Tabel I. Pembagian Jabatan Karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang
NO JABATAN JUMLAH PEGAWAI (ORANG)
1 Kepala Cabang 1
2 Supervisor Pembelian 2
3 Supervisor Administrasi 1
4 Staf Pembelian 1
5 Supervisor Komputer 1
6 PSDM 1
7 Supervisor Umum 1
8 Kasir Besar 1
9 Kasir Toko 11
10 Administrasi 3
11 Data Entry 3
12 Administrasi Gudang 2
13 Labeller 1
14 Pramuniaga 12
15 Danru Keamanan -
16 Keamanan 7
17 Customer Service 2
18 Sartek 2
19 Ekspedisi 1
20 Rumah Tangga 1
21 Umum 1
Jumlah 56
Sumber : TokoBuku Gramedia Cabang Bandarlampung, tahun 2007.
Kriteria penilaian terhadap disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu tingkat absensi dan ketaatan kerja karyawan terhadap peraturan yang ditetapkan.
Untuk melihat tingkat absensi karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung dapat dilihat pada tabel II.
Tabel II. Tingkat Absensi Karyawan Toko Buku Gramedia Cabang
Bandarlampung Tahun 2006
Bulan Jumlah Karyawan Jumlah Hari Kerja Jumlah Hari Absen Tingkat Absensi (%)
Januari 56 30 83 4,94
Februari 56 28 82 5,23
Maret 56 31 85 4,89
April 56 30 85 5,06
Mei 56 31 80 4,61
Juni 56 30 82 4,88
Juli 56 31 80 4,61
Agustus 56 31 86 4,95
September 56 30 84 5,00
Oktober 56 29 75 4,62
November 56 30 81 4,82
Desember 56 30 70 4,17
Rata-rata 4,82
Sumber : Toko Buku Gramedia Cabang Bandar Lampung, tahun 2007.
Tingkat absensi ini dapat dihitung dengan rumus :
Jumlah Hari Absen
Tingkat Absensi = X 100%
Jumlah Karyawan X Hari Kerja
(Husein Umar, 2005 : 161)
Tingkat ketaatan kerja karyawan terhadap peraturan yang ditetapkan dapat dilihat dari jumlah karyawan penerima surat peringatan . Karyawan yang mendapatkan surat peringatan dikarenakan melakukan perbuatan yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Mengenai surat peringatan yang diterima oleh karyawan dapat dilihat pada tabel III.
Tabel III. Jumlah Surat Peringatan yang Diterima Karyawan Toko Buku Gramedia
Cabang Bandarlampung Tahun 2006.
Bulan Jumlah Karyawan Jumlah Surat Peringatan Jumlah Karyawan Penerima Surat Peringatan
Januari 56 - -
Februari 56 - -
Maret 56 2 2
April 56 - -
Mei 56 3 2
Juni 56 2 2
Juli 56 3 2
Agustus 56 2 1
September 56 - -
Oktober 56 - -
November 56 1 1
Desember 56 - -
Jumlah 13 10
Sumber : Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung 2006
Berdasarkan uraian tersebut yang menjadi latar belakang penulisan ini, maka penulis tertarik menulis skripsi yang berjudul “Analisis Kontribusi Pengawasan terhadap Peningkatan Disiplin Kerja Karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dan penjelasan dalam latar belakang tampaknya bahwa pengawasan yang dilaksanakan oleh Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung belum dilaksanakan dengan baik sehingga disiplin kerja karyawan masih rendah.
Memperhatikan data-data pada tabel II, dapat dilihat bahwa tingkat absensi karyawan masih rendah karena melebihi standar toleransi yang ditetapkan oleh Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung yaitu sebesar 4%.
Demikian pula dalam tabel III dapat dilihat bahwa dari bulan Januari – Desember 2006 Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung telah mengeluarkan surat peringatan sebanyak 13 buah dan yang menerima surat peringatan sebanyak 10 orang karyawan. Surat peringatan yang diberikan pada karyawan menyangkut berbagai macam tindakan indisipliner karyawan seperti membolos, melakukan penyelewengan dalam pekerjaan, penyelewengan wewenang dan lain-lain.
Berdasarkan keadaan-keadaan tersebut diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah : “Apakah pengawasan mempunyai kontribusi terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung?”
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui hubungan antara pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
b. Untuk mengetahui besarnya hubungan pengawasan terhadap disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
1.3.2 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah :
a. Sebagai sumbangan pemikiran bagi Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung dalam usaha mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan disiplin kerja karyawan.
b. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan perkuliahan dan memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Saburai.
1.4 Kerangka Fikir dan Hipotesis
1.4.1 Kerangka Fikir
Semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu menjurus pada satu arah yaitu mencapai tujuan perusahaan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila keberadaan tenaga kerja pada suatu perusahaan diimbangi dengan sikap disiplin terhadap semua peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis (B. Siswanto Sastrohadiwiryo,2003 : 291).
Kedisiplinan kerja perlu ditingkatkan, karena tanpa adanya dukungan disiplin kerja maka kegiatan kerja akan terganggu yang pada akhirnya akan mengganggu pencapaian tujuan perusahaan itu sendiri.
Salah satu aspek untuk menegakkan kedisiplinan kerja perlu adanya pengawasan. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses pengamatan dari sebuah kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa suatu pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya (Sondang P. Siagian, 2005 : 125).
Peranan pengawasan di dalam peningkatkan disiplin kerja merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian oleh pemimpin perusahaan, karena disiplin kerja yang tinggi juga berpengaruh terhadap tingkat keproduktifan yang dihasilkan.
1.5 Hipotesis
Berdasarkan latar belakang permasalahan dan kerangka pemikiran yang telah dikemukakan, maka dapat dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : “Pengawasan yang dilakukan perusahaan mempunyai pengaruh terhadap disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung”.

