Analisis Bauran Pemasaran Perusahaan Waralaba di Kota Makassar (Studi Kasus Mc. Donald’s dan Kentucky Fried Chicken).

abstraks: 

ARSIA YULI ASTUTI MUDJID. “Analisis Bauran Pemasaran Perusahaan Waralaba Di Kota Makassar (Studi Kasus di Mc Donald’s dan Kentucky Fried Chicken)“ dengan komisi pembimbing : Andi Muh. Rum Tajang dan Andi Hendra Syam sebagai ketua dan anggota komisi penasihat.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2006 dengan lokasi penelitian Mc Donald’s dan Kentucky Fried Chicken. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis dan mengetahui strategi pemasaran yang akan dilakukan pada Kentucky Fried Chicken dan Mc Donald’s di Kota Makassar dan (2) Untuk menganalisis mengetahui strategi apa yang harus dikembangkan untuk meningkatkan penjualan pada Kentucky Fried Chicken dan Mc Donald’s Makassar.
Penelitian ini merupakan survey konsumen Mc Donald’s dan Kentucky Fried Chicken. Penarikan sampel adalah dengan menggunakan metode randong sampling. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Pengamatan, yaitu pengumpulan data berupa pencatatan yang sistematis terhadap obyek penelitian dalam hal ini menyangkut penggunaan bauran pemasaran; (2) Wawancara, yaitu metode pengumpulan data melalui interview untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dari responden. Dan (3) Dokumentasi, yaitu pengumpulan data melalui sejumlah dokumen (arsip) atau bukti-bukti lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
Hasil peneltiian menunjukkan bahwa (1) Mc Donalds berupa dan Kentucky Fried Chicken telah menerapkan strategi segmentasi, targetting, dan positioning dalam pengembangan usahanya. Hal ini dapat dilihat dari adanya analisis terhadap pasar (segmentasi), targetting ( golongan menengah ke atas) dan positioning (membuat citra produk halal dengan kualitas yang tinggi). (2) Penerapan strategi marketing mix berupa product, price, place dan promosi telah mampu mendongkrak penjualan pada Mc. Donald’s dan Kentucky Fried Chicken.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Akibat arus informasi dan globalisasi yang semakin deras, sektor ekonomi menjadi global, dan cenderung semakin menyempit tanpa mengenal batas-batas negara. Pertumbuhan tersebut membuat sebuah perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara cepat pada setiap negara. Eksistensi sebuah perusahaan dalam sebuah negara sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi negara tersebut. Kawasan Asia Tenggara di akhir tahun 1990-an dilanda krisis ekonomi yang hebat. Beberapa negara terhempas badai krisis seperti Malaysia, Philipina, Thailand, termasuk Indonesia. Dampak yang ditimbulkan krisis secara makro adalah memacu laju inflasi, bertambahnya jumlah pengangguran dan tingginya tingkat suku bunga, dimana semua faktor tersebut merupakan beban besar bagi setiap perusahaan.
Perusahaan-perusahaan besar berusaha bertahan dengan jalan merampingkan kinerja guna menekan biaya operasional. Pada sisi lain masyarakat sebagai konsumen dari perusahaan mengalami penurunan daya beli. Fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar menjadi salah satu penyebab melemahnya daya beli masyarakat. Situasi seperti ini merupakan tantangan besar bagi setiap perusahaan. Setiap perusahaan berusaha mempertahankan pangsa pasarnya serta berusaha untuk menumbuhkan kepercayaan khalayak untuk menjaring pangsa pasar baru.
Pada masyarakat kota yang kompleks cenderung menginginkan sesuatu serba cepat, mulai dari kebutuhan pokok berupa makanan dan minuman sampai kepada kebutuhan tersiernya seperti perumahan. Bertambahnya jumlah penduduk dan semakin heterogennya suatu masyarakat membuat pemenuhan suatu kebutuhan akan semakin meningkat dan cepat. Makanan merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Saat ini setiap orang cenderung ingin memenuhi kebutuhan tersebut secara cepat. Hal ini sebagai akibat rutinitas yang tinggi, sehingga setiap orang menginginkan pemenuhan kebutuhannya dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas lainnya, bahkan sebagian orang ingin pemenuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas lainnya.
Dewasa ini bisnis yang berkembang adalah bisnis waralaba. Bisnis ini merupakan kelompok perusahaan yang terkait erat dengan operasi sistematisnya direncanakan, diarahkan, dan dikendalikan oleh penemu operasi yang disebut pemberi waralaba (Franchiser). Perkembangan bisnis ini di Amerika Serikat menurut Kotler (1998:178-179) bahwa waralaba sekarang merupakan 35 % penjualan eceran dan diperkirakan akan meningkat menjadi 50 % pada pergantian abad mendatang. Salah satu jenis waralaba yang paling populer di seluruh dunia adalah waralaba makanan siap saji. Bisnis waralaba makanan siap saji menunjukkan grafik peningkatan di kota-kota besar sebagai akibat dari kesibukan dan rutinitas masyarakat yang tinggi. Di kota Makassar bisnis ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ini ditandai dengan kehaidran beberapa perusahaan waralaba makanan siap saji seperti, Kentucky Fried Chicken, California Fried Chicken, Texas Fried Chicken, A & W, Pizza Hut, dan Mc. Donald’s. Salah satu waralaba makanan siap saji yang berkembang adalah ayam goreng yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama “Fried Chicken”. Bisnis ini menawarkan kepada konsumen sajian makanan khas yang beraroma tinggi, cepat, waktu untuk mengkonsumsinya relatif singkat, dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas bisnis lainnya, dan melambangkan kelas sosial tertentu. Keberadaan waralaba makanan siap saji ini di kota Makassar dimulai sejak awal tahun 1980-an dan kini telah berkembang dengan pesat.
Kehadiran beberapa perusahaan dalam satu jalur bisnis yang sama akan menimbulkan suatu kompetisi atau persaingan diantara sesama perusahaan. Menurut Kertajaya (1999:7) dalam dunia bisnis kekuatan dan kelemahan adalah hasil analisis komparasi sebuah perusahaan dengan perusahaan lain. Sebuah perusahaan yang membanggakan diri karena punya pengalaman 10 tahun dalam suatu industri, justru bisa merupakan kelemahan jika pesaing sudah bergerak dibidang itu selama 15 tahun. Banyak perusahaan mengidentifikasi pesaing mereka dari sudut pandang industri. Menurup Kotler dan Amstrong (1991 : 246) bahwa sebuah industri adalah sekolompok perusahaan yang menawarkan suatu produk atau kelas produk yang satu sama lainnya dapat bersubstitusi (produk yang satu merupakan substitusi dari produk lainnya). Dalam hal ini dapat dicontohkan pada industri ayam goreng dimana jika harga naik, maka konsumen akan beralih kepada industri diluar ayam goreng (Fried Chicken).
Sehingga untuk dapat bertahan dalam lingkungan usaha seperti ini, maka setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan persyaratan tertentu yang berorientasi kepada harga yang terjangkau dan mampu bersaing, kualitas produk yang baik dan terjamin, dan ketepatan waktu serta pelayanan yang memuaskan.
Sejak kehadiran industri Fried Chicken telah mampu membangun nilai dan citra masakan dari luar pada masyarakat Sulawesi Selatan yang selektif terhadap masakan-masakan dari luar. Animo masyarakat terhadap masakan Fried Chicken semakin bertambah besar, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bermunculan bisnis makanan siap saji (Fried Chicken). Dengan semakin berkembangnya bisnis makanan siap saji maka pihak perusahaan harus mampu menerapkan strategi agar mampu menjaga pangsa pasarnya. Banyaknya perusahaan sejenis yang berhasil menjaring konsumen merupakan tantangan sekaligus ancaman bagi perusahaan. Untuk mengantisipasi persaingan dalam merebut konsumen yang semakin ketat, penggunaan konsep dan strategi yang tepat dapat membuat perusahaan tetap bertahan, namun jika sebaliknya maka akan membuat perusahaan berada dalam kondisi yang serba sulit dimana akhirnya konsumen akan lari dan beralih pada perusahaan lain.
Salah satu konsep pemasaran yang paling banyak digunakan oleh perusahaan saat ini adalah strategi segmentasi, targetting, positioning dan konsep bauran pemasaran (marketing mix). Konsep ini bertujuan agar volume penjualan mengalami peningkatan, namun pada sisi lain terjadi penambahan biaya promosi yang dimaksudkan untuk menarik minat konsumen. Hal ini perlu dilakukan mengingat banyaknya pesaing dalam jalur bisnis ini, sehingga menambah persaingan dalam merebut pangsa pasar.
Dari uraian di atas, maka penelitian ini difokuskan pada strategi pemasaran pada perusahaan yang bersifat waralaba. Maka tesis ini diberi judul : Analisis Bauran Pemasaran Perusahaan Waralaba di Kota Makassar (Studi Kasus Mc. Donald’s dan Kentucky Fried Chicken).

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -