Influence Analysis among ROI, DER, and Cash Ratio toward DPR at Hanajaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd.
ABSTRACT
The Objectives of the study were : 1) To find out whether or not there was an influence among Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio toward Dividend Payout Ratio (DPR) at Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd. 2) To find out what factor which gave dominant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR).
The data of this study was from Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd finances report which paid dividend from 2002-2006 periods in Jakarta stock exchange. The sample was taken by purposive sampling method. The data were analyzed by using correlation analysis, regression analysis, and multiple regression analysis (stepwise method).
The result of the study proved that there was a simultaneous influence among Return On Investment, Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio variable toward dividend decision. The significance grade was 0,05. Partially, only Debt to Equity Ratio (DER) which had significant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR) while Return On Investment (ROI) and Cash Ratio did not have significant influence toward Dividend Payout Ratio.
Based on regression analysis calculation, coefficient correlation ROI R square (R ) was 4%, DER R square (R ) was 77,6% and Cash Ratio R square (R ) was 24,3%. While coefficient multiple correlation regression (R ) was 99,8%. R value showed that variation dividend policy value which could be explained by Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER) and Cash Ratio were 99,8%, and the other (0,2%) was explained by another variable which did not include in regression model which was used on this study.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan merupakan salah satu wujud pembangunan dibidang ekonomi yang diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan ekspor, menghemat devisa, dan menunjang pembangunan daerah. Fungsi perusahaan yang cukup banyak itulah yang menjadi penunjang dalam pertumbuhan ekonomi. Perusahaan sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian juga dituntut untuk maju, karena dengan semakin berkembangnya suatu perusahaan maka akan mendorong kegiatan perekonomian suatu negara. Keberhasilan suatu perusahaan akan tercermin dengan tercapainya tujuan-tujuan suatu perusahaan.
Untuk menghadapi persaingan, perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya, memerlukan pembiayaan. Unsur dasar yang paling penting di dalam pembiayaan adalah keuangan.
Perusahaan memiliki laporan keuangan yang bisa mencerminkan keadaan perusahaan. Laporan keuangan merupakan laporan data–data keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan keuangan terdiri dari Laporan Rugi Laba, Neraca, dan Laporan Perubahan Modal. Dari laporan ini maka perusahaan dapat mengetahui kemana sebaiknya dana dialirkan dan digunakan dengan kompensasi laba yang menguntungkan.
Tujuan perusahaan sebenarnya terdapat dua hal yang bertentangan yaitu menyangkut bagaimana sebuah perusahaan mengatur laba perusahaannya untuk dua kepentingan untuk kemajuan serta kelangsungan hidup perusahaan dan kepentingan unuk meningkatkan kesejahteraan investor. Pada umumnya para investor mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan mengharapkan return dalam bentuk dividen maupun capital gain. Di lain pihak, perusahaan juga mengharapkan adanya pertumbuhan secara terus menerus untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, yang sekaligus juga harus memberikan kesejahteraan yang lebih besar kepada para pemegang sahamnya. Kedua hal tersebut menjadikan perusahaan perlu menerapkan kebijakan dividen yang menguntungkan baik investor maupun perusahaan.
Perusahaan umumnya ingin mencapai profitabilitas maksimal dari modal yang ditanamkan. Laba atau profitabilitas ini dapat digunakan untuk mencapai tujuan dari perusahaan seperti kelangsungan hidup perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan prestise. Selain itu perusahaan juga ingin meningkatkan kesejahteraan anggotanya, yaitu antara lain dengan memberikan dividen kepada para investor .
Beberapa investor mempunyai pandangan bahwa semakin tinggi tingkat risiko perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat profitabilitas yang diharapkan sebagai hasil dari risiko terebut. Tetapi ada pula investor yang tidak ingin bermain dengan risiko tersebut. Mereka beranggapan bahwa dividen yang akan diterima pada saat ini lebih menguntungkan dari pada capital gain maupun capital loss yang diterima pada masa yang akan datang, karena para investor tersebut tidak berani untuk berspekulasi, oleh sebab itu mereka lebih menyukai dividen.
Kebijakan dividen merupakan bagian yang menyatu dengan keputusan pendanaan perusahaan. Kebijakan dividen suatu perusahaan akan melibatkan dua pihak yang berkepentingan dan saling bertentangan, yaitu kepentingan perusahaan dengan laba ditahannya dan kepentingan para pemegang saham dengan dividennya. Setiap periode, perusahaan harus menentukan apakah laba yang diperoleh akan ditahan atau didistribusikan sebagian atau seluruhnya kepada para pemegang saham. Alokasi penentuan laba sebagai laba ditahan dan pembiayaan dividen merupakan aspek utama untuk kebijakan dan pembayaran dividen dalam memaksimumkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang sahamnya.
Dalam menangkap dampak bersama atas dimensi yang berbeda dalam kebijakan dan pembayaran dividen , maka perlu adanya pengujian kebijakan dividen yang dilakukan dengan pengujian secara simultan antara beberapa variabel. Dalam hal ini variabel yang akan diuji terhadap pengaruh keputusan manajemen yaitu pengaruh Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio(DER) dan Cash Ratio terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
Dividend Payout Ratio (DPR), merupakan rasio yang digunakan dalam menentukan besarnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham setiap tahunnya, yang dilakukan berdasarkan besar kecilnya laba bersih setelah pajak. DPR merupakan fungsi dari asset, equitas, dan profitabilitas . DPR yang semakin tinggi akan menguntungkan bagi para investor akan tertapi untuk perusahaan akan memperlemah internal financial karena memperkecil laba ditahan. Begitupun sebaliknya, DPR yang kecil akan merugikan bagi para investor akan tetapi memperkuat internal financial.
Setelah melakukan beberapa identifikasi terhadap laporan keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk. Selama lima tahun yaitu mulai dari tahun 2002-2006
E. Sistematika Penulisan
Penulis menyusun Karya Tulis Akhir ini berdasarkan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan mengenai latar belakang, permasalahan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Studi Pustaka
BAB III: GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB IV: PEMBAHASAN MASALAH
ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini dituliskan kesimpulan-kesimpulan yang diambil serta saran-saran yang diajukan karena dianggap perlu sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

