analisa kerja saham dalam sektor pertambangan setelah terjadinya kasus lapinda brantas

abstraks: 

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan kasus Lapindo Brantas terhadap kinerja saham sektor pertambangan serta mengukur kinerja saham setelah dan sebelum Lapindo Brantas
Hasil analisis dan pembahasan :1.Bahwa secara perbandingan jumlah angka kinerja dengan menggunakan Sharp Index maka menunjukkan penurunan kinerja setelah munculnya kasus Lapindo Brantas.2.Sama halnya dengan parameter Sharp Index, maka dengan Treynor Index juga terjadi perbandingan jumlah angka kinerja dengan yang menunjukkan penurunan kinerja setelah munculnya kasus Lapindo Brantas.
3. Tetapi dari hasil pengujian statistik Chi-Square, ternyata baik parameter Sharp maupun Treynor Index tidak menunjukkan adanya perbedaan kinerja setelah munculnya kasus Lapindo Brantas.
4. Hipotesis yang ditarik ternyata tidak terbukti, terbukti dari hasil pengujian statistik bahwa dengan munculnya kasus lapindo Brantas , maka tidak ada perbedaan kinerja saham-saham yang ada dalam sector pertambangan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sejarah perkembangan ekonomi di semua Negara menunjukkan bahwa salah faktor kesuksesan pembangunan ekonomi suatu Negara adalah pasar modal Capital market yang terorganisir dengan baik. Diera Globalisasi ini hampir semua negara menaruh perhatian besar terhadap pasar modal karena memiliki peranan yang strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara. Terjadinya pelarian modal keluar negeri Capital flight, Bukan hanya merupakan akibat dari merosotnya Depresiation nilai tukar atau tingginya inflasi dan suku bunga suatu negara akan tetapi juga diakibatkan tidak tersedianya alternatif investasi yang menguntungkan negara tersebut, dan atau pada saat yang sama investasi Portofolio di bursa negara lain menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi dibanding dengan bursa Negara asalnya.
Pasar modal memegang peranan dan fungsi yang strategis dalam sistem perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus yakni sebagai fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. (Husnan 1993). Dalam menjalankan fungsi ekonomi pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana Renders ke pihak yang memerlukan dana (borrowers). Dikatakan memiliki fungsi keuangan karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai karakteristik investasi yang dipilih.
Salah satu dari beberapa jenis efek yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar modal Indonesia adalah saham, dengan melakukan investasi saham, rate of return yang diperjanjikan dalam perdagangan sama lebih besar jika dibandingkan dengan investasi pada sektor lain. Investor mengharapkan keuntungan yang besar dan kadang-kadang fantastis dalam waktu yang singkat dikarenakan pergerakan saham yang dinamis dan fluktuatif.
Para investor selalu berusaha untuk melakukan efesiensi yakni memperkecil resiko yang mereka hadapi dan berusaha memperoleh keuntungan yang besar. Untuk mencapai hal tersebut umumnya investor melakukan tehnik-tehnik Analisa dan pemilihan jenis saham yang mempunyai kinerja menguntungkan untuk diportofaliokan. Investor selalu bekerja untuk mencari keterangan dan informasi yang berkenaan dengan kinerja perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut.
Kasus Lapindo Brantas yang terjadi beberapa waktu yang lalu tidak sedikit telah mempengaruhi kinerja beberapa perusahaan sektor pertambangan namun secara sektoral belum dapat dipastikan apakah pengaruhnya sangat besar atau hanya pengaruhi sesaat saja, akan tetapi jika kita mengamati langsung dampak yang terjadi di Porong SIdoarjo merupakan suatu bencana yang besar. Akibat dari meluapnya Lumpur Panas Lapindo perekonomian menjadi stagnant, dan terganggu, arus lalu lintas Gempol ke Surabaya menjadi lumpuh karena kecemasan akan bocornya tanggul sepanjang jalan. Karena arus lalu lintas yang tidak lancar maka suplay bahan-bahan yang diperlukan oleh perusahaan di Porong Sidorjo terhambat akibatnya trend penurunan produksi, investasi menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Kondisi investor yang melakukan investasi di BEJ khususnya yang memportofolio saham-saham yang berkaitan dengan perusahaan Lapindo Brantas melaksanakan aksi jual karena kekhawatiran dampak yang ditimbulkan oleh Lapindo Brantas, namun adapula investor yang tetap mengkoleksi saham-saham yang berhubungan dengan PT. Lapindo Brantas. Untuk memberikan perlindungan dan meminimalisasi resiko kerugian yang dialami oleh investor maka sangatlah penting mengukur kinerja EMITTEN yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Dengan mengukur kinerja Emitten, maka investor mempunyai Acuan saham-saham mana yang mempunyai kinerja yang menguntungkan untuk alternatif investasi di BEJ. Kinerja Emitten yang baik secara otomatis akan menguntungkan investor yang membeli saham perusahaannya. Dengan demikian pengukuran kinerja Emitmen sangatlah diperlukan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan.
Alternatif yang dipilih investor saat harga saham yang diportofoliokan berfluktuasi, cenderung melakukan aksi jual saham yang dimiliki lalu mengganti saham-saham lain, yang lebih baik dan lebih menguntungkan. Data awal harga saham sebelum kasus Lapindo Brantas dapat dilihat pada tabel 1, dimana kondisi harga saham pada lima bulan sebelum kasus Lapindo Brantas cenderung meningkat, baik dari index harga saham gabungan, maupun individu saham, dan tidak dapat diramalkan secara fundamental akan terjadi kondisi yang menggungcang harga saham yang secara teknikal dapat menimbulkan sentimen negatif.
Tabel 1. Harga Saham sektor Pertambangan Lima Bulan Sebelum kasus Lampindo Brantas
PTBA APEX BUMI ENRG MEDC ANTM IHSG RF
1 1,690 720 690 730 3,325 2,850 1,096.64 0.63
2 1,800 700 760 750 3,375 3,575 1,162.64 0.63
3 1,960 770 850 830 3,375 4,275 1,232.32 0.63
4 2,050 850 840 820 4,125 4,025 1,230.66 0.69
5 2,050 1,330 900 880 4,150 4,350 1,322.97 0.69
6 3,000 1,600 910 890 4,800 5,750 1,464.41 0.69
? 12,550 5,970 4,950 4,900 23,150 24,825 7,510 4

2091.67 995.00 825.00 816.67 3858.33 4137.50 1251.61 0.66

Sumber: Bursa Efek jakarta;diolah oleh penulis

Selanjutnya sektor pertambangan sebagai objek penelitian, terdapat beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang ada kaitannya dengan Lapindo Bratas serta perusahaan lainnya, seperti EMP, MEDCO, dan ANTM. Dan keenam perusahaan lainnya yang digolongkan termasuk pada sektor pertambangan.
Tabel 2. Harga Saham sektor Pertambangan Lima Bulan Setelah kasus Lampindo Brantas
PTBA APEX BUMI ENRG MEDC ANTM IHSG RF
Mei 1 3,350.00 1,350.00 830.00 730.00 3,975.00 4,450.00 1,329.99 2.43
Juni 2 3,150.00 1,400.00 830.00 650.00 3,725.00 4,625.00 1,310.26 2.43
Juli 3 3,275.00 1,750.00 660.00 660.00 3,800.00 5,200.00 1,351.65 2.43
Agus 4 3,400.00 1,700.00 550.00 550.00 3,600.00 5,400.00 1,431.26 2.43
Sept 5 3,375.00 1,620.00 540.00 540.00 3,475.00 5,500.00 1,534.62 2.69
Okt 6 3,450.00 1,580.00 770.00 520.00 3,325.00 6,950.00 1,582.63 2.69
? 20,000 9,400 4,180 3,650 21,900 32,125 8,540 15

3333.33 1566.67 696.67 608.33 3650.00 5354.17 2.52 0.66

Sumber: Bursa Efek jakarta;diolah oleh penulis
Pada tabel 2 diatas yaitu kondisi yang menunjukkan harga saham setelah Kasus Lapindo Brantas, dimana saham PTBA cenderung stabil, sedangkan APEX mengalami fluktuasi yang cenderung merata, dan BUMI melorot turun, sama halnya dengan EMP dan MEDCO, dan ANTAM mengalami hal yang menggembilrakan karena meningkat, sementara index harga saham gab ungan pada awalnya mengalamii penurunan, tetapi pada dua bulan terakhir juga mengalami peningkatan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya maka yang menjadi rumusan masalah yaitu “Apakah kinerja saham dalam sektor pertambangan mengalami penurunan setelah terjadinya kasus Lapindo Brantas”.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Mengetahui pengaruh yang ditimbulkan kasus Lapindo Brantas terhadap kinerja saham sektor pertambangan.
b. Mengukur kinerja saham setelah dan sebelum Lapindo Brantas.

2. Manfaat Penelitian
a. Sebagai bahan Acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi
b. Sebagai bahan pustaka bagi pihak yang ingin melakukan penelitian dengan obyek yang sama.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -