Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memeroleh gambaran persepsi
siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi. Metode penelitian yang
digunakan metode deskriptif. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X, kelas XI
IPA, dan kelas XII IPA SMAN 5 Kota Bengkulu tahun ajaran 2008/2009 yang
berjumlah 517 siswa. Sampel penelitian ini adalah 105 siswa yang dipilih secara acak
berstrata ekual yang mewakili siswa kelas X, kelas XI IPA, dan kelas XII IPA.
Variabel yang diteliti adalah persepsi tentang hakikat biologi. Instrumen penelitian
yang digunakan berupa angket tertutup berbentuk skala Likert. Data yang diperoleh
dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi sebagai bangunan
pengetahuan sudah menyeluruh, ini ditunjukkan dengan tujuh dari delapan
pernyataan direspon setuju atau sangat setuju oleh sebagian besar siswa (lebih dari
80%), persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi sebagai cara
menyelidiki sudah menyeluruh, ini ditunjukkan dengan tujuh pernyataan direspon
setuju atau sangat setuju oleh sebagian besar siswa (lebih dari 80%), dan persepsi
siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi sebagai cara berpikir sudah
menyeluruh, ini ditunjukkan dengan delapan dari sembilan pernyataan direspon
setuju atau sangat setuju oleh sebagian besar siswa (lebih dari 80%).
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini kemajuan dalam bidang teknologi berlangsung amat pesat
(Poedjiadi, 2005), oleh karenanya abad XXI dikenal sebagai abad globalisasi dan
abad teknologi informasi (Depdiknas, 2003). Perkembangan teknologi ini sejalan
dengan perkembangan dalam bidang sains yang juga telah berlangsung dengan pesat
sekali terutama sejak abad ke-19 hingga sekarang. Sebagai contoh perkembangan
yang pesat di bidang biologi molekuler dan biologi seluler dalam beberapa dasawarsa
terakhir sepenuhnya menjadi dasar ilmiah utama untuk perkembangan teknologi
mutakhir. Selain itu, perkembangan bioteknologi, suatu teknologi yang didasarkan
pada biologi molekuler, diramalkan dapat meningkatkan kualitas manusia, dan
mampu menyediakan kesempatan kerja, pangan, dan energi yang diperlukan manusia
pada masa mendatang (Sardjoko, 1991).
Salah satu faktor penting terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut adalah kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas.
Apalagi di masa yang akan datang, kemajuan suatu bangsa dan negara sangat
ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki suatu bangsa dan
negara itu dalam menguasai iptek. Tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dicapai oleh suatu bangsa biasanya dipakai sebagai tolak ukur kemajuan bangsa itu
(Sumaji dkk, 1998). Indonesia sebagai negara berkembang harus menguasai dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan, khususnya sains, matematika dan
teknologi agar dapat mengimbangi arus globalisasi sehingga dapat berdiri sejajar
dengan negara-negara lain dalam perkembangan iptek (Anonim, 2007).
Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang sains (biologi) ini
merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Pengembangan kemampuan SDM dalam
bidang biologi merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan
dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia teknologi, termasuk
teknologi informasi. Oleh karena itu, untuk kepentingan pribadi, sosial, ekonomi, dan
lingkungan, siswa perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai agar menjadi
peserta aktif dalam masyarakat (Depdiknas, 2003).
Pengembangan kemampuan SDM dalam bidang biologi ini dapat dilakukan
melalui pendidikan formal di sekolah. Pemerintah telah merumuskan tujuan pelajaran
biologi di SMA dalam rambu-rambu KTSP (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah) berikut ini :
“1) Membentuk sikap positif terhadap biologi dengan menyadari keteraturan
dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa; 2)
Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis, dan dapat
bekerjasama dengan orang lain; 3) Mengembangkan pengalaman untuk dapat
mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, serta
mengomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis; 4)
Mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dengan
menggunakan konsep dan prinsip biologi; 5) Mengembangkan penguasaan
konsep dan prinsip biologi dan saling keterkaitannya dengan IPA lainnya serta
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap percaya diri; 6)
Menerapkan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya teknologi
sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia; 7) Meningkatkan
kesadaran dan berperan serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.” Pentingnya pemahaman tentang hakikat biologi sebagai bangunan pengetahuan,
biologi sebagai cara menyelidiki, dan biologi sebagai cara berpikir yang secara umum
ditunjukkan dalam rambu-rambu KTSP tersebut. Biologi merupakan salah satu
cabang Ilmu Pengetahuan Alam, ditinjau dari etimologinya, biologi berasal dari kata
bios dan logos. Bios berarti hidup, sedangkan logos pada umumnya diartikan
pembicaraan/ilmu, dalam arti yang lebih operasional, logos berarti berpikir
(reasoning) (BSCS, yellow version dalam Sudjoko, 1985). Dengan demikian
sasaran/obyek studi biologi ialah makhluk hidup.
Biologi sebagai bangunan pengetahuan mengacu pada kumpulan berbagai
konsep sains (biologi) yang sangat luas. Pengetahuan (produk) tersebut berupa fakta,
konsep, prinsip, hukum, dan teori (Budi, 1998). Pengetahuan (produk) biologi yang
dipelajari siswa SMA lebih menekankan pada fenomena alam dan penerapannya yang
meliputi beberapa aspek, dan secara umum terdapat dalam rambu-rambu KTSP
(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Aspek-aspek tersebut yaitu: 1) Hakikat
biologi, keanekaragaman hayati dan pengelompokan makhluk hidup, hubungan
antarkomponen ekosistem, perubahan materi dan energi, peranan manusia dalam
keseimbangan ekosistem; 2) Organisasi seluler, struktur jaringan, struktur dan fungsi
organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains,
lingkungan, teknologi, dan masyarakat; 3) Proses yang terjadi pada tumbuhan, proses
metabolisme, hereditas, evolusi, bioteknologi, dan implikasinya pada sains,
lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Biologi sebagai cara menyelidiki dalam sains (biologi) adalah sebuah proses
(aspek metode), yaitu metode memeroleh ilmu pengetahuan. Metode ini dikenal
sebagai metode ilmiah (Sarkim, 1998). Moore (1984) dalam Aryulina (2008),
menyebutkan cara-cara ilmiah dalam langkah-langkah sebagai berikut: mengajukan
pertanyaan, mengembangkan hipotesis secara induksi, membuat deduksi dari
hipotesis, menguji deduksi, menggunakan hasil pengujian untuk mendukung atau
tidak mendukung hipotesis.
Biologi sebagai cara menyelidiki yang disebutkan dalam rambu-rambu KTSP
(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah) adalah terkait dengan keterampilan proses.
Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis,
menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu memertimbangkan
keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan
menafsirkan data, serta mengomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis,
menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-
gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.
Biologi sebagai cara berpikir merupakan konstruksi pemikiran manusia
(Rohandi, 1998). Seperti aktivitas-aktivitas intelektual yang lain, sains (biologi) yang
terbaik adalah sebuah proses berpikir yang kreatif, intuitif, imajinatif, dan sosial
(Campbell dkk, 2002). Selain itu, para ilmuwan juga memiliki keyakinan, hasrat
ingin tahu yang besar, penalaran, sikap, dan nilai-nilai yang memotivasi mereka
untuk memeroleh jawaban terhadap masalah (Aryulina, 2008). Biologi sebagai cara berpikir yang disebutkan dalam rambu-rambu KTSP
(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah) adalah kemampuan berpikir analitis,
induktif, dan deduktif serta sikap ilmiah siswa. Sikap ilmiah tersebut yaitu jujur,
obyektif, terbuka, ulet, kritis, dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
Selain ditunjukkan dalam rambu-rambu KTSP tersebut, hakikat biologi juga
secara khusus sebagai bagian materi pelajaran juga disebutkan dalam rambu-rambu
KTSP bagian ruang lingkup materi yakni hakikat biologi. Meskipun demikian,
hakikat biologi juga tercakup di berbagai konsep yang dipelajari maupun proses
memelajari konsep tersebut.
SMAN 5 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah yang menerapkan KTSP
sejak tahun ajaran 2007/2008. Berdasarkan informasi dari salah satu guru biologi di
SMAN 5, siswa diduga hanya mengartikan biologi sebagai ilmu pengetahuan tentang
kehidupan. Pengertian biologi sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan
mencerminkan biologi sebagai bangunan pengetahuan, artinya berbagai pengetahuan
tentang kehidupan tercakup dalam biologi. Ini menunjukkan hakikat biologi
dipahami hanya satu aspek saja yaitu biologi sebagai bangunan pengetahuan.
Informasi mengenai persepsi siswa tentang hakikat biologi diperlukan dalam rangka
menciptakan pembelajaran biologi yang dapat mendorong berkembangnya
pengetahuan siswa yang lebih menyeluruh tentang biologi. Oleh karena itu, penelitian
yang dapat memberikan informasi tersebut penting dilaksanakan. B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah umum dari penelitian ini adalah ”Bagaimana persepsi siswa
SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi?” Adapun rumusan masalah
khususnya adalah:
1. Bagaimana persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi sebagai
bangunan pengetahuan?
2. Bagaimana persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi sebagai cara
menyelidiki?
3. Bagaimana persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi sebagai cara
berpikir?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memeroleh gambaran persepsi siswa
SMAN 5 Kota Bengkulu tentang hakikat biologi. Adapun tujuan khusus penelitian ini
adalah:
1. Memeroleh gambaran persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi
sebagai bangunan pengetahuan.
2. Memeroleh gambaran persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi
sebagai cara menyelidiki.
3. Memeroleh gambaran persepsi siswa SMAN 5 Kota Bengkulu tentang biologi
sebagai cara berpikir. 2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah pengembangan wawasan
pengetahuan siswa tentang hakikat biologi secara menyeluruh. Secara praktis
penelitian ini bermanfaat bagi guru dan pengelola sekolah sebagai informasi dan
masukan dalam perbaikan pembelajaran biologi yakni pembelajaran yang tidak hanya
menekankan biologi sebagai pengetahuan (konsep), tetapi juga biologi sebagai proses
dan cara berpikir, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di
sekolah.


