ABSTRAK : Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu melibatkan komponen-komponen belajar di dalamnya. Penggunaan media di dalam suatu proses belajar dapat berpengaruh pada timbulnya aktivitas-aktivitas siswa dalam belajar sehingga dapat berpengaruh pada tingginya hasil belajar yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009, karena media gambar charta diajarkan di kelasVII-G semester ganjil. Sampel diambil 1 kelas dari 9 kelas yang menjadi populasi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 10 Mataram pada sememester ganjil tahun pelajaran 2008/2009; untuk memperoleh data yang diperlukan, dipakai teknik pengumpulan data yang tepat yaitu untuk mengetahui aktivitas bertanya siswa dapat diperoleh dari lembar observasi. Data mengenai prestasi belajar siswa dapat diperoleh dari hasil test tertulis yang berbentuk pilihan ganda yang diberikan sebanyak 2 kali. Analisis aktifitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatifnya berupa lembar observasi. Sedangkan data kuantitatifnya berupa hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan kesimpulan yang didapat adalah adanya pengaruh yang positif pemanfaatan media terhadap aktivitas bertanya siswa dan prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009. Adapun saran yang ingin disampaikan media gambar dapat digunakan sebagai salah satu teknik untuk merangsang aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar
Kata Kunci: Media Gambar, Aktivitas bertanya, Ketuntasan Belajar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP
AKTIVITAS BERTANYA DAN KETUNTASAN BELAJAR
SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII
SMPN 10 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Diajukan Kepada Fakultas Pendidikan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Mataram Untuk Memenuhi
Salah Satu Syarat Guna Memperoleh
Gelar Sarjanan Pendidikan
OLEH
IVATUN FARAHDIBA
05 211 132
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
IKIP MATARAM
2009
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP
AKTIVITAS BERTANYA DAN KETUNTASAN BELAJAR
SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII
SMPN 10 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2008/2009
OLEH
IVATUN FARAHDIBA
05 211 132
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
IKIP MATARAM
JUNI 2009
LEMBAR PERSETUJUAN
Skripsi disusun Oleh : Eka Parestiawati
Nim : 05 211 077
Judul :Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Aktivitas Bertanya Dan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009
Telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji tanggal
Pembimbing I,
Ir. Edi M. Jayadi, MP.
Pembimbing II,
Iwan Doddy Dharmawibawa , S.Si, M.Si
Menyetujui
Jurusan Pendidikan Biologi
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram
Ketua Jurusan
An. Dekan
Drs. Sumarjan, M.Si
NIK. 335 090 90
HALAMAN PENGESAHAN
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR
TERHADAP AKTIVITAS BERTANYA DAN KETUNTASAN BELAJAR
SISWA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII SMPN 10 MATARAM
TAHUN PELAJARAN 2008/2009
OLEH :
IVATUN FARAHDIBA
05 211 132
Pembimbing I
Ir. Edi M. Jayadi, MP.
NIDN. Pembimbing II
Iwan Doddy Dharmawibawa , S.Si, M.Si
NIDN. 082 709 7501
Mengetahui :
Fakultas pendidikan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Mataram
Ketua Jurusan
An. Dekan
( Drs. Sumarjan, M.Si )
NIK. 335 090 906
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP
AKTIVITAS BERTANYA DAN KETUNTASAN BELAJAR
SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII
SMPN 10 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2008/2009
IVATUN FARAHDIBA
ABSTRAK : Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu melibatkan komponen-komponen belajar di dalamnya. Penggunaan media di dalam suatu proses belajar dapat berpengaruh pada timbulnya aktivitas-aktivitas siswa dalam belajar sehingga dapat berpengaruh pada tingginya hasil belajar yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009, karena media gambar charta diajarkan di kelasVII-G semester ganjil. Sampel diambil 1 kelas dari 9 kelas yang menjadi populasi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 10 Mataram pada sememester ganjil tahun pelajaran 2008/2009; untuk memperoleh data yang diperlukan, dipakai teknik pengumpulan data yang tepat yaitu untuk mengetahui aktivitas bertanya siswa dapat diperoleh dari lembar observasi. Data mengenai prestasi belajar siswa dapat diperoleh dari hasil test tertulis yang berbentuk pilihan ganda yang diberikan sebanyak 2 kali. Analisis aktifitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatifnya berupa lembar observasi. Sedangkan data kuantitatifnya berupa hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan kesimpulan yang didapat adalah adanya pengaruh yang positif pemanfaatan media terhadap aktivitas bertanya siswa dan prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009. Adapun saran yang ingin disampaikan media gambar dapat digunakan sebagai salah satu teknik untuk merangsang aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar
Kata Kunci: Media Gambar, Aktivitas bertanya, Ketuntasan Belajar.
ABSTRACT : Effective Study capable to entangle components learns in. Usage of media in a process learn can have an in with incidence of student activities in learning so that can have in with height result of learning is reached of student. Height of Activities inquiry student can give contribution to lifelines of student in learning and reaching interest learn which is wanted. This formula research internal issue is do there is influence of usage of media draw to inquiry activity and complete learn class student of VII SMPN 10 Mataram School Year 2008 / 2009. Data concerning activity enquire to be obtained from observation sheet while data concerning achievement learn student in obtaining from result of test. Formula which is used in analyzing inquiry activity and influence of usage of media chart to achievement learn that is using percentage formula. Result of research indicate that there is influence which are positive exploiting of media to activity enquire achievement and student learn class student of VII SMPN 10 Mataram School Year 2008 / 2009
Keyword: Media Charta, Activity inquiry, Achievement Learn
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN LOGO FAKULTAS ii
HALAMAN JUDUL iii
HALAMAN PERSETUJUAN iv
HALAMAN PENGESAHAN v
DEKLARASI vi
HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN vii
KATA PENGANTAR viii
ABSTRAK ix
DAFTAR ISI xi
DAFTAR TABEL xii
DAFTAR GAMBAR xiii
DAFTAR LAMPIRAN xiv
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 5
1.3 Tujuan Penelitian 5
1.4 Manfaat Penelitian 5
1.5 Definisi Operasional 6
1.6 Lingkup Penelitian 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA 9
2.1 Pengertian Media Pembelajaran 9
2.2 Kegunaan Media Pembelajaran 10
2.3 Jenis-Jenis Penelitian 11
2.4 Media Gambar 12
2.5 Belajar dan Prestasi Belajar 14
2.6 Aktivitas Bertanya 15
2.7 Ketentuan Belajar 17
2.8 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar 18
2.9 Kerangka Berfikir 21
2.10 Hipotesis 22
BAB III METODE PENELITIAN 23
3.1 Jenis Penelitian 23
3.2 Pendekatan Penelitian 23
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian 23
3.4 Rancangan Penelitian 24
3.5 Populasi dan Sampel 26
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 32
4.1 Hasil Penelitian 32
4.2 Pembahasan 36
BAB V PENUTUP 39
5.1 Kesimpulan 39
5.2 Saran 40
DAFTAR PUSTAKA 41
LAMPIRAN 42
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 3.1 Siklus Spiral Penelitian Tindakan Kelas .................................. 25
DAFTAR TABEL
Tabel
Tabel 1.1 Nilai Ujian Tengah Semester I Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun pelajaran 2008/2009. 3
Tebel 3.2 Indikator Persentase Aktivitas bertanya Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009. 30
Tabel 4.1 Perencanaan dan Tindakan Siklus Pembelajaran SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010. 32
Tabel 4.2 Hasil Observasi dan Refleksi PBM di SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010. 33
Tabel 4.3 Data Aktivitas Bertanya Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010. 35
Tabel 4.4 Data Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010. 35
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Rencana Pembelajaran Siklus I Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 42
Lampiran 2. Soal evaluasi siklus I Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 44
Lampiran 3. Kunci Jawaban Soal Siklus I Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 46
Lampiran 4. Data Hasil Evaluasi Siklus I Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 47
Lampiran 5. Analis Data Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 48
Lampiran 6. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus I
Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 . 49
Lampiran 7. Lembar Observasi Aktivitas Bertanya Siswa Kelas VII
SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 51
Lampiran 8. Pedoman Pengisian Lembar Observasi Aktivitas Bertanya Siswa
Kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 53
Lampiran 9. Data Aktivitas Bertanya Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 55
Lampiran 10. Analisis Data Aktivitas Bertaya Siswa Siklus I SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 56
Lampiran 11. Rencana Pembelajaran Siklus II Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 59
Lampiran 12. Soal Evaluasi Siklus II Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 61
Lampiran 13. Kunci Jawaban Soal Siklus II Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 62
Lampiran 14. Data Hasil Evaluasi Siklus II Siswa Kelas VII SMPN 10 Mataram
Tahun Pelajaran 2009/2010 63
Lampiran 15. Analisis Data Hasil Evaluasi Siklus II Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 64
Lampiran 16. Lembar Observasi Aktivitas Bertanya Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 66
Lampiran 17. Pedoman Pengisian Lembar Observasi Aktivitas Bertanya Siswa
Kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 67
Lampiran 18. Data Aktivitas Bertanya Siklus II Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 68
Lampiran 19. Analisis Data Aktivitas Bertanya Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 69
Lampiran 20. Daftar Nama Subjek Penelitian Siswa Kelas VII SMPN
10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 70
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tujuan Nasional Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia ke-4 antara lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dipertegas lagi dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003).
Untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar siswa menuju peningkatan mutu pendidikan diperlukan strategi dan program yang lebih efektif dan efisien. Termasuk di dalamnya sarana dan prasarana belajar guna menunjang proses yang positif terhadap prestasi belajar siswa. Media pembelajaran merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar, oleh sebab itu dalam pemilihan media harus melihat semua komponen dari perencanaan pembelajaran seperti tujuan, materi, pendekatan dan metode, serta bentuk evaluasi termasuk tingkat perkembangan intelektual siswa (Winataputra, 1993).
Kemampuan guru merupakan syarat utama keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya tidak hanya tergantung dari penguasaan cara atau teknik-teknik penyampaian materi pelajaran, tetapi guru harus pandai dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dan mampu menggunakan media pembelajaran, menggunakan media secara efektif dan efisien (Wahyana dan Winaputra, 2001). Peneliti berharap cara ini dapat meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran biologi, dan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan.
Menurut Mujadi, dkk (1994), pemakaian media dalam proses belajar mengajar sangat membantu siswa dalam memahami pesan dan informasi dari guru. Yang diinformasikan akan disampaikan kepada siswa dan terjadi kesesuaian informasi. Hal tersebut dapat mengatasi perbedaan pemahaman pada siswa mengenai suatu objek, menghindari ucapan-ucapan yang termasuk abstrak, menambah realitas dan yang sangat penting adalah pemberian pengalaman pada siswa. Siswa diharapkan pada akhir kegiatan proses belajar mengajar akan tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pada sekolah-sekolah yang maju banyak jenis media yang tersedia, tetapi pada sekolah yang kurang maju media pembelajaran biologi sangat kurang. Untuk pengajaran biologi tersedia media tiga dimensi seperti torso dan media dua dimensi seperti gambar-gambar berwarna berukuran besar.
Sistem pengajaran biologi di SMPN 10 Mataram belum mencapai hasil yang maksimal sehingga muncul anggapan bahwa penguasaan konsep - konsep biologi siswa SMPN 10 Mataram masih jauh dari yang diharapkan. Salah satu penyebab terjadinya hal ini karena dalam proses belajar mengajar biologi di sekolah, lebih bersifat abstrak dan kegiatannya lebih banyak terpusat pada guru.
Hasil observasi peneliti mendapatkan data bahwa hasil belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram berdasarkan arsip guru mata pelajaran biologi, nilai rata-rata pada ujian tengah semester tahun pelajaran 2008/2009 dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Nilai Ujian Tengah Semester I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009
Kelas Jumlah Siswa Nilai
Rata-Rata Siswa tidak tuntas Siswa yang tuntas
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
VIIA 30 7,80 7 23,33 23 76,66
VIIB 34 7,39 9 26,47 25 73,52
VIIC 35 82,24 11 31,42 24 68,57
VIID 36 7,09 12 33,34 24 66,67
VIIE 38 6,48 13 34,21 25 65,78
VIIF 36 7,55 9 25 27 75
VIIG 37 5,16 22 59,45 15 40,54
Sumber: Berdasarkan arsip guru Biologi
Data di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa Kelas VIIG pada bidang studi biologi belum mencapai ketuntasan klasikal. Siswa dinyatakan tuntas belajar secara individual apabila siswa tersebut mendapat nilai ? 65, siswa dinyatakan tuntas secara klasikal apabila 85% siswa mendapat nilai ? 65. Hal ini menunjukkan bahwa guru harus dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode tersebut adalah dengan menerapkan media gambar. Adanya media gambar mampu merangsang pemikiran siswa untuk memberikan pertanyaan kepada guru tentang materi yang belum dimengerti atau belum dipahami.
Terkait perihal di atas, Djamarah (2002), menyatakan fasilitas mengajar merupakan kelengkapan mengajar yang harus dimiliki oleh sekolah. Lengkap tidaknya alat peraga/media gambar, membuka peluang bagi guru untuk lebih kreatif mengajar. Fasilitas mengajar sangat membantu guru menuntaskan tugasnya mengajar di sekolah. Apabila dikaitkan dengan salah satu materi biologi pokok bahasan alat pencernaan, fasilitas mengajar berupa media gambar sangat membantu dalam menjangkau pemahaman siswa mengenai hal tersebut.
Media gambar sangat menunjang dan sangat membantu dalam memancing serta menumbuhkan aktivitas bertanya siswa dalam berlangsungnya kegiatan belajar mengajar siswa. Menyatakan bahwa pertanyaan dari siswa merupakan indikator tingkat pemikiran siswa dan akan dilakukan karena pengaruh adanya media dan pertanyaan guru. Aktivitas bertanya tersebut bukan tidak mungkin suasana belajar yang hidup dapat dicapai (Anonim, 2005).
Adanya media gambar sangat memungkinkan kegiatan belajar menjadi kondusif dan terarah. Dari uraian di atas maka peneliti mengangkat judul pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa mata pelajaran biologi kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
a. Apakah ada pengaruh penggunaan media gambar untuk meningkatkan aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009?
b. Apakah ada pengaruh penggunaan media gambar dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar dalam meningkatkan aktivitas bertanya pada siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009
b. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009
1.4 Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
1) Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pengembangan ilmu pendidikan khususnya pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun Pelajaran 2008/2009
2) Memberikan pengetahuan baru bagi peneliti dan lembaga pendidikan yang terkait guna dijadikan acuan atau referensi pada masa yang akan datang.
b. Manfaat Praktis
1) Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dalam mengembangkan strategi pembelajaran dan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pembelajaran terutama pembelajaran pada mata pelajaran biologi.
2) Guru
Sebagai salah satu pedoman bagi guru dalam memilih mode pembelajaran khususnya pada mata pelajaran biologi.
3) Siswa
Sebagai tolak ukur bagi siswa dalam upaya peningkatan belajar siswa secara bertahap dan berkelanjutan.
4) Peneliti
Dapat membuka wawasan dan pemikiran untuk memotivasi orang lain yang bergelut di dunia pendidikan pada umumnya serta dapat menelaah kembali fenomena yang timbul dalam dunia pendidikan.
1.5 Definisi Operasional
a. Media gambar
Menurut Rohani (1997), media gambar adalah penjelasan mengenai informasi, pesan, ide, sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahasa-bahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan. Adapun pendapat lain bahwa media gambar merupakan salah satu bentuk pendapat lain bahwa media gambar merupakan salah satu bentuk media pengajaran yang umumnya digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi di depan kelompok kecil (Arsyad, 2000).
Jadi yang dimaksud dengan media gambar dalam penelitian ini adalah penggunaan media charta dalam pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar pada siswa kelas VII SMPN 10 Mataram.
b. Aktivitas Bertanya
Aktivitas bertanya yaitu kegiatan yang dilakukan dalam rangka belajar dan langkah apa yang dilakukan dengan menggunakan kalimat interogatif yang memerlukan jawaban (Anonim, 2005).
Adapun maksud aktivitas bertanya dalam penelitian ini adalah kegiatan siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009 dalam pembelajaran yang sedang berlangsung dengan menggunakan media charta, diukur lewat pengamatan (observasi) menggunakan lembar observasi.
c. Ketuntasan belajar
Ketuntasan belajar adalah pendekatan yang memungkinkan para siswa belajar secara bersama-sama berdasarkan pembatasan bahan pelajaran yang cukup, dan pemberian bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar (Hamalik, 1994).
Ketuntasan belajar merupakan pembelajaran yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat sesuai peserta didik akan mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasil belajar secara maksimal seluruh badan yang dipelajari.
Maksud dari ketuntasan belajar dalam penelitian ini adalah tingkat penguasaan siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009 terhadap materi pelajran yang ditunjukkan dengan kemampuannya menjawab benar soal tes yang diberikan setelah PBM berakhir. Sebagai standar ketuntasan belajar digunakan pustaka yaitu, siswa dikatakan tuntas belajarnya jika proposi jawaban benar atau persen ketuntasan belajarnya jika di kelas tersebut terdapat ? 65%, suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya jika di kelas tersebut terdapat ?85% siswa telah mencapai ketuntasan individual.
1.6 Lingkup Penelitian
a. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009
b. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009
c. Objek Penelitian
Pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Media Charta
Media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik (Sudawan, 1995)
Media charta merupakan media untuk menumbuhkan minat belajar siswa, guna meningkatkan motivasi belajar, charta atau gambar mempunyai nilai plus bagi siswa dalam menggarap materi pembelajaran secara efektif dan efisien yang terkoordinir. Adapun alasan menggunakan media gambar adalah:
a. Gambar bersifat konkrit artinya melalui gambar siswa melihat dengan jelas tentang sesuatu hal yang dibicarakan
b. Gambar mengatasi batas waktu dan ruang, artinya : bahwa tampilan gambar dapat dihadirkan suatu keadaan di suatu tempat dalam ukuran waktu yang berbeda
c. Gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah atau mengatasi kekurangan daya mampu indera manusia artinya : Benda-benda yang sifatnya kasat mata dapat dibuat berdasarkan kebutuhan.
d. Gambar dengan mudah digunakan oleh guru untuk menentukan pikiran siswa ke suatu pemahaman (Hamalik, 1994).
2.2 Kegunaan media pembelajaran dalam PBM
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut : (Anonim, 2004).
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau usaha belaka).
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti misalnya:
1) Objek yang terlalu besar dapat digantikan dengan yang realistis, gambar, film bingkai, film atau model;
2) Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.
3) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu biasa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal
4) Konsep yang terlalu luas, dapat disesuaikan dalam bentuk film, film bingkai dan lain-lain.
Menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
1) menimbulkan kegairahan belajar
2) memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri muncul kemampuan dan minatnya.
c. Mengurangi kesulitan guru dalam mengatasi anak didik dengan latar belakang yang berbeda
2.3 Jenis-Jenis Media
Menurut Winataputra (1993), media pembelajaran berdasarkan jenisnya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Media asli hidup, seperti akuarium dengan ikan dan tumbuhannya herbarium dengan hewan darat dan tumbuhannya, kebun binatang dengan semua hewan yang ada, kebun percobaan, insektarium dan lain-lain.
b. Media asli mati, misalnya herbarium, taksiodermi, awetan dalam botol, bioplastik dan diorania (pameran hewan dan tumbuhan yang telah dikeringkan dan disusun seperti keadaan aslinya)
c. Media asli benda tak hidup, contoh : berbagai contoh mineral, kereta api, pesawat terbang, mobil, gedung dan papan tempel
d. Media asli tiruan atau model, contoh : model irisan bagian dalam bumi, torso tubuh manusia yang dapat dilepaskan dan dipasang kembali, model penampang melintang atang dikotil. Penampang daun, model globe, model atom, model DNA dan lain-lain.
e. Media grafik, misalnya : bagan, diagram, grafik, poster, piakat, gambar, foto, lukisan.
f. Media dengan, misalnya : program radio, program MP3, tape recorder
g. Media pandang dengar, misalnya : VCD, teleisi, slide bersuara
h. Media proyeksi, terdiri proeyksi diam (still proyection) misalnya slide, transparansi, proyeksi gerak (movie proyection) misalnya; film atau gambar gerak ukuran film 8 mm, 36 mm.
i. Media cetak misalnya : buku cetak, koran, majalah, komik.
2.4 Media Gambar
Untuk memperoleh gambar konkrit serta pengalaman langsung diperlukan alat peraga yang berfungsi untuk membantu mengkongkritkan pengalaman atau pengertian dalam proses belajar-mengajar. Peragaan adalah mewujudkan bahan yang diajarkan secara nyata baik dalam bentuk asli maupun tiruan sehingga siswa lebih memahami apa yang disampaikan oleh guru (Winataputra, 1993).
Media gambar (visual) ini dapat langsung dipandang tanpa bantuan proyektor atau layar. Beberapa keunggulannya : mampu menjadikan konsep abstrak menjadi lebih konkrit, mudah diperoleh, pembuatan dan penggunannya mudah dan relatif murah.
Beberapa keterbatasan antara lain: karena merupakan gambar dua dimensi maka diperlukan sederatan gambar dari sisi yang berbeda untk menampilkan dimensi ketiga, diperlukan gambar yang sederhana, baik dan jelas agar siswa tidak salah menginterpretasikannya. Selain itu juga media ini tidak dapat menunjukkan proses gerakan (Winataputra, 1993).
Salah satu peran penting yang dimainkan media gambar adalah menyediakan referensi konkret dari suatu ide. Kata-kata tidak dapat dilihat, dan suara (biasanya) diterima apa adanya. Namun visual adalah pengalaman ikonik, sehingga siswa mudah mengkaitkan materi pelajaran dengan ide-ide ditolaknya. Media gambar juga memotivasi siswa dengan mengaahkan perhatiannya. Memperhtahankan perhatiannya, dan memberikan pertanyaan kepada gurunya, serta menciptakan respon emosional. Selain itu media visual dapat menyederhanakan informasi yang sulit dipahami (Winataputra, 1993).
Jika dikaitkan dengan pengalaman yang diperoleh siswa yang belajar dengan media gambar memperoleh pengalaman yang mendekati riil. Proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian yang baik dan sempurna. Belajar dengan alat peraga dua dimensi merupakan alat antu yang efektif dalam mengikutsertakan indera dalam belajar-mengajar. Kelebihan lain media gambar ialah memberi kesempatan siswa dalam tugas yang nyata memperlihatkan rangsangan yang relevan, memperbesar motivasi dan minat belajar (Hamalik,1994).
2.5 Belajar dan Prestasi Belajar
Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya. Burton menyatakan learning is a change in the individual due to intruction of that individual and his environment, which feels a need and makes him more capable of dealing adeguately with his environment. Dalam pengertian ini terdapat kata “change” atau “perubahan” yang berarti bahwa seseorang telah mengalami proses belajar, akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuannya keterampilannya maupun aspek sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari ragu-ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan, kriteria keberhasilan dalam belajar ditandai dengan terjadi perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar (Usman, 1997).
Belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan memahami dan dengan mengalami itu si pelajar menggunakan panca indranya, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaanya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.
Abror (1993) membuat definisi belajar dengan tiga kriteria yaitu :
a. Bahwa belajar menimbulkan suatu perubahan (dalam arti tingkah laku, kapasitas) yang relatif tetap
b. Bahwa perubahan itu pada pokoknya, membedakan antara keadaan sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah dilakukan belajar.
c. Bahwa perubahan itu dilakukan melalui kegiatan usaha atau praktek yang disengaja atau diperbuat.
Suatu proses belajar akan menghasilkan hasil belajar. Hasil belajar ini nyata terlihat dari apa yang dilakukan oleh siswa yang sebelumnya tidak dapat diamati dan dapat dibuktikan dengan perbuatan. Hal ini sesuai dengan pernyatan Nasution (1982) yang mendefinisikan hasil belajar sebagai suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai pengetahuan untuk membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, penguasaan, dan penghargaan dalam diri pribadi individu yang belajar.
2.6 Aktivitas Bertanya
Bertanya adalah pertanyaan yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mengemukakan sesuatu yang ingin diketahuinya bertanya dapat antar siswa dengan siswa, antara siswa dengan orang lain, dan antara siswa dan guru sedangkan aktivitas bertanya adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka belajar dan langkah yang dilakukan kemudian.
Aktivitas bertanya merupakan perangsang yang dapat mendorong siswa dan guru untuk berpikir dan belajar, membangkitkan pengertian baru (Sudirman, 2006).
2.6.1 Tujuan Aktivitas Bertanya
Menurut Anonim (2005), penggunaan keteramplan bertanya secara tepat dapat mencapai beberapa tujuan :
a. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu sub pokok bahasan
b. Memusatkan perhatian siswa terhadap suatu sub pokok bahasan atau konsep
c. Mengembangkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
d. Menguji dan mengukur hasil belajar siswa
e. Mendorong siswa mengemukakan pendapatnya dalam diskusi
f. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi informasi
2.6.2 Kegunaan Aktivitas bertanya
Dalam sebuah pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna antara lain :
a) Mengenali informasi, baik administrasi maupun akademis
b) Mengecek pemahaman siswa
c) Membangkiktkan respon kepada siswa
d) Mengetahi hal-hal yang sudah diketahui siswa
e) Memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru
f) Untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa.
2.6.3 Komponen-komponen bertanya
a) Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, gunakan kata-kata yang mudah dipahami siswa, susunan kata-kata dalam pertanyaan perlu disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan siswa
b) Pemberian acuan, sebelum mengajukan acuan pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan
c) Pemusatan, gunakan pertanyaan dengan memulai pertanyaan yang berfokus luas kemudian dengan pertanyaan yang lebih khusus, yang berfokus sempit.
d) Pemberian waktu, pemberian berpikir berguna bagi siswa dalam menemukan dan menyusun jawaban
e) Pemindahan giliran, ajukanlah pertanyaan kepada seluruh siswa dalam kelas kemudian pilih beberapa siswa untuk menjawab dan menyebutkan nama siswa.
f) Pemberian tuntutan, yaitu pengungkapan pertanyaan dengan cara
2.7 Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai persyaratan penguasan kompetensi lebih lanjut. Untuk menentukan kategori ketuntasan berdasarkan standar kompetensi guru memilih topik bahasan yang menjadi beberapa tahapan sesai dengan uruan bahasan dan waktu yang tersedia dalam kurun waktu tertentu.
Untuk rencana pembelajaran tergantung pada struktur keilmuan. Untuk masing-masing pembelajaran telah direncanakan komponen tunggal yang sebagai indikator belajar tuntas. Adapun langkah yang dilakukan sebagai pembenahan pembelajaran untuk mencapai ketuntasan belajar.
a. Guru mengembangkan alat ukur hasil belajar yang bersifat formatif.
b. Menentukan skor atau standar kinerja siswa sebagai indikasi belajar tuntas. Biasanya skor 80 sampai 90 persen (benar jawabannya) dari evaluasi formatif dianggap siswa tidak mempunyai kesulitan dalam memahami materi tersebut.
c. Guru menggabungkan alternatif bahan pembelajaran dan prosedur untuk melakukan koreksi terhadap pembelajaran (Mariana, 2004).
Sebelum pembelajaran guru merencanakan tentang hal-hal yang akan dipelajari siswa sebagai acuan dalam belajar tuntas. Cara siswa mempelajarinya agar tuntas, dan tingkat belajar harus mereka capai untuk satuan pelajaran. Biasanya dalam pengembangan bahan ini, dapat memasukkan faktor-faktor yang diketahui dari pengembangan tentang hal-hal yang membantu siswa mencapai kesuksesan dalam mempelajari konsep-konsep tersebut. Adapun kriteria ketuntasan belajar.
1) Ketuntasan belajar dilihat secara kelompok maupun secara perorangan
2) Secara kelompok ketuntasan belajar dinyatakan telah dicapai jika 85% dari siswa dalam kelompok yang bersangkutantelah memenuhi kriteria ketuntasan yang belajar secara perorangan.
3) Secara perorangan, ketuntasan belajar dinytakan telah terpenuhi jika seorang (siswa) telah mencapai taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap unit bahan yang dipelajarinya.
2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Hasil belajar siswa dapat dilihat setelah mengadakan evaluasi, evaluasi pencapaian belajar siswa adalah salah satu kegiatan yang merupakan kewajiban bagi setiap guru atau pengajar. Dinyatakan kewajiban karena setiap pengajar pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya atau kepada siswa itu sendiri, bagaimana dan sampai dimana penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa tentang materi dan keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan (Purwanto, 1987).
Hasil belajar yang diperoleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor-faktor tersebut pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri sedangkan faktor eksternal yaitu berasal dari luar.
2.8.1 Faktor Internal
a) Keadaan Jasmani
Keadaan jasmani yang segar dan sehat akan membuat siswa belajar lebih baik. Kelesuan jasmani seperti mengantuk, lesu, kurang gizi, kelelahan menyebabkan siswa tidak dapat memusatkan perhatian pada pelajaran.
b) Kesehatan
Kondisi fisik yang tidak sehat membuat siswa tidak dapat belajar dengan tenang
c) Emosional
Emosional atau perasaan seperti sedih, takut, gembira, marah, cemas, rasa aman akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar.
d) Intelegensi atau kemampuan
Setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda, ada yang berkemampuan tinggi ada yang berkemampuan sedang dan yang rendah.
e) Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu seperti belajar, bekerja atau berolahraga. Motivasi datang dari diri sendiri (motivasi instrinsik) atau datang dari luar orang tersebut (motivasi ekstrinsik).
2.8.2 Faktor Eksternal
a. Lingkungan keluarga
Kurangnya perhatian orang tua, hubungan ayah dan ibu yang kurang harmonis dan lingkungan belajar yang kurang mendukung menyebabkan anak tidak dapat belajar dengan tenang.
b. Faktor Ekonomi
Keadaan ekonomi keluarga yang memperhatikan menyebabkan siswa kadang-kadang tidak ada waktu untuk belajar karena harus membantu orang tua untuk mencari nafkah.
c. Perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi dewasa ini yang demikian cepat akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa. Salah satu contohnya adalah televisi. Karena kurang kontrol dan bimbingan ornag tua menyebabkan anak lebih suka menonton televisi dari pada belajar.
2.9 Kerangka Berpikir
Dalam keseharinnya belajar siswa akan mengalami proses-proses berupa suatu aktivitas. Salah satunya adalah aktivitas bertanya yang merupakan sikap siswa yang ditunjukkan dengan cara mengajukan peranyaan tentang sesuatu yang tidak atau belum diketahui oleh siswa. Aktivitas bertanya akan timbul pada diri siswa merupakan proses belajar yang dapat menunjang cara berpikir siswa yang kritis terhadap suatu persoalan.
Ketuntasan belajar merupakan bukti konkrit, bahwa siswa telah belajar dan melakukan perubahan yang baik dalam belajarnya. Pentingnya ketuntasan belajar dalam setiap kegiatan pembelajaran merupakan indikator keberhasilan belajar.
Adanya suatu proses belajar mengajar yang ditunjang dengan berbagai media pembelajaran yang ada merupakan implementasi teknologi berpikir di dunia pendidikan. Salah satu media pembelajaran yang ditawarkan adalah media gambar yang dapat menunjang cara berpikir siswa dalam memahami dan menelaah materi-materi belajar yang disampaikan oleh guru dalam setiap proses belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas.
Adanya porsi lebih dalam setiap kegiatan belajar mengajar dengan melibatkan media gambar yang ditampilkan oleh guru pada saat kegiatan pembelajaran tentunya dapat menimbulkan pertanyaan pada benak siswa tentang sesuatu yang siswa lihat dalam hal ini aktivitas pertanyaan-pertanyaan yang ditimbulkan tersebut merupakan salah satu faktor pendukung tingginya cara berfikir kritis dan pemahaman siswa terhadap sesuatu yang disampaikan oleh guru sehingga dapat menunjang ketuntasan belajar yang akan dicapai oleh siswa.
2.10 Hipotesis
Menurut Suharsimi (1995) Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap suatu permasalahan peneliti, sampai terbukti melalui data-data terkumpul.
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris (Nazir, 1983).
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1) Penggunaan media gambar dalam pembelajaran biologi berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram
2) Penggunaan media gambar dalam pembelajaran biologi berpengaruh dalam meningkatkan persentase ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) karena gejala yang diamati dibuat secara sengaja untuk mengungkap pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa mata pelajaran biologi.
3.2 Pendekatan Penelitian
Pendekatan adalah suatu cara yang digunakan oleh peneliti dalam suatu penelitian tentang urutan-urutan bagaimana penelitian dilakukan (Nazir, 1983).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif, pendekatan kualitatif yaitu berkaitan dengan prestasi ketuntasan belajar siswa dan pendekatan kuantitatif yaitu berupa aktivitas bertanya dan seberapa besar siswa yang dapat menuntaskan pembelajaran yang telah dilakukan setelah proses belajar mengajar dengan menggunakan media gambar.
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian
a. Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakn di SMPN 10 Mataram Jl. Adi Sucipto No. 7 Kebon Roek Ampenan Mataram.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai dari 11 Februari sampai dengan 4 Maret 2009 pada semester II tahun pelajaran 2008/2009.
3.4 Rancangan Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengikuti siklus spiral PTK yang dikemukan dalam model Lewis yang ditafsirkan oleh Kemmis, seperti tercantum pada gambar 3.1
Siklus I
Gambar 3.1 Siklus spiral PTK (Suharsimi, 2006)
Secara lebih rinci prosedur dalam rencana penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
Siklus I
3.4.1 Perencanaan
a) Membuat skenario pembelajaran yang akan digunakan pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.
b) Menyusun lembar observasi, untuk melihat bagaimana kegiatan guru dan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar
c) Menyusun tes hasil belajar dalam dalam bentuk pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa
3.4.2 Observasi
Pelaksanaan observasi berdasarkan penelitian tindakan kelas, pelaksanaan observasi ini dilakukan bersama dengan pelaksanaan tindakan proses belajar mengajar (PBM) observasi dilakukan oleh satu orang pengamat yang berasal dari SMPN 10 Mataram
3.4.3 Refleksi
Hasil yang didapat tahap observasi oleh satu orang pengamat dikumpulkan dan dievaluasi untuk direfleksikan bersama (antara peneliti dan pengamat)
Hasil observasi akan dicatat dan digunakan sebagai acuan untuk merevisi rencana dan tindakan guru (peneliti) pada proses pembelajaran berikutnya .
Siklus II
Jika refleksi I memperoleh hasil yang kurang optimal, maka pada siklus II perlu melakukan revisi atau perbaikan pada siklus sebelumnya. Pada siklus ini akan dilakukan berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti/observer.
3.5 Setting Penelitian
a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek peneliti (Suharsimi, 2006), jadi populasi dapat diartikan sebagai seluruh individu (siswa) yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008-2009.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau perwakilan populasi yang diteliti (Suharsimi, 2002). Pendapat lain mengatakan bahwa sampel merupakan bagian kecil dari suatu populasi. Adapun teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah purposive sampel yang dilakukan dengan mengambil subjek bukan atas strata, random atau daerah tetapi di dasarkan atas tujuan tertentu. Teknik ini biasanya digunakan karena beberapa pertimbangan misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh, walaupun cara seperti itu diperbolehkan, yaitu bahwa peneliti bisa menemukan sampel berdasarkan tujuan tertentu, tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi (Suharsimi, 2006)
1) Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi
2) Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
3) Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.
Sampel yang diambil dari seluruh populasi kelas VII SMPN 10 Mataram yaitu kelas VIIA, VIIB, VIIC, VIID, VIIE, VIIF, VIIG, karena kelas VIIE merupakan kelas terendah ketuntasan klasikalnya dari semua kelas. Dari pertimbangan di atas maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas VIIG.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Teknik Dokumenter
Menurut pendapat para ahli metode dokumen yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger dan sebagainya (Suharsimi, 2002). Berdasarkan pendapat di atas, maka dalam penelitian ini data dokumenter yang digunakan adalah foto-foto siswa dan foto peneliti, selain foto-foto tersebut absensi siswa dapat dijadikan data dokumenter untuk mengetahui aktivitas bertanya dan ketuntasan belajar siswa.
b. Teknik Observasi
Menurut Ridwan (2004), observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek peneliti untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Adapun kegiatan observasi dilakukan guna melihat pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas bertanya menggunakan observasi catatan anekdot atau pedoman observasi.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dalam penelitian ini yang menjadi data observasi yaitu lembar observasi aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram tahun pelajaran 2008/2009, lembar observasi aktivitas bertanya siswa ini adalah acuan untuk melihat ketuntasan belajar siswa.
c. Teknik Tes
Tes yaitu serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, dan bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes diberikan pada waktu mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dilakukan tes akhir pada setiap siklus pembelajaran.
3.7 Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test hasil belajar dan observasi
a. Lembar Observasi (Catatan Anekdot)
Menurut Ridwan (2004), catatan anekdot adalah catatan penelitian mengenai segala sesuatu yang terjadi pada saat pengamatan berlangsung. Adapun penggunaan catatan anekdot yaitu untuk mengetahui aktivitas bertanya siswa.
b. Tes hasil belajar
Instrumen tes hasil belajar digunakan untuk menilai kualitas hasil belajar siswa setelah selesai pembelajaran tiap siklus, tes hasil belajar pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, berbentuk pilihan ganda. Soal tes hasil belajar diambil pada soal-soal standar dengan mengacu pada tujuan pembelajaran khusus yang telah dibuat.
Tes yang dibuat adalah tes objektif yang diberikan setelah pemberian materi untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi; berjumlah 20 soal.
3.8 Teknik Analisis Data
Secara umum, teknik analisis data yang digunakan dalam PTK ini adalah teknik analisis data secara statistik deskriptif. Menurut Wijaya (2002) analisis data dengan statistik deskriptif merupakan metode analisis data bukan tujuan menguji hipotesis. Analisis dengan statistik deskriptif meliputi perhitungan dengan persentase, rata-rata, media dan lain-lain.
a. Analisis data aktivitas bertanya
Untuk menentukan aktivitas bertanya siswa, maka dapat digunakan rumus persentase yaitu sebagai berikut (Majid, 2006):
Keterangan :
P = Persentase aktivitas bertanya
X = Jumlah siswa yang bertanya
n = Jumlah seluruh siswa
Untuk menentukan tinggi rendahnya aktivitas bertanya siswa, maka dapat ditentukan dengan tabel 3.2 berikut:
Tabel 3.2 Indikator persentase aktivitas bertanya siswa kelas VII-G SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009
No Persentase Aktivitas Bertanya Siswa (%) Kategori
1.
2.
3.
4. 70 – 100
56 - 75
40 - 55
Kurang dari 40 Sangat Aktif
Aktif
Cukup Aktif
Kurang Aktif
Sumber : Suharsimi, 2006
b. Analisis Data Tes Hasil Belajar
Analisis data hasil belajar digunakan untuk menjawab permasalahan peneliti. Keterlaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan media gambar. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang ditunjukan dengan kemampuannya menjawab dengan benar soal-soal tes yang diberikan setelah PBM berakhir. Sebagai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan Depdiknas kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMPN 10 Mataram yaitu siswa yang dinyatakan tuntas belajarnya jika proporsi jawaban siswa benar atau persen ketuntasan belajar ?65%. Suatu kelas dinyatakan tuntas belajarnya jika di kelas tersebut terdapat 85% siswa telah mencapai ketuntasan individual.
Data tes hasil belajar dalam proses pembelajaran dianalisa dengan menggunakan analisis ketuntasan hasil belajar secara klasikal minimal 85% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai ?65 (Ridwan, 2004). Dengan ketuntasan :
Keterangan
KK = Ketuntasan Klasikal
X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ?65
Z = Jumlah seluruh siswa
Hasil analisis ketuntasan Individual dan ketuntasan klasikal selanjutnya akan digunakan untuk mengetahui hasil ketuntasan belajar siswa mata pelajaran Biologi Pokok Bahasan Klasifikasi Mahluk Hidup di SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2008/2009.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari - 4 Maret 2009 pada kelas VII SMPN 10 Mataram. Data penelitian terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif, dalam penelitian ini terdiri atas 2 siklus.
A. Data Perencanaan dan Tindakan
Tabel 4.1 Perencanaan dan tindakan siklus pembelajaran SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Siklus Perencanaan Tindakan
1 I a. Mempersiapkan perangkat pembelajaran:
- Rencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP)
- Lembar kerja siswa (LKS)
- Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan
- Lembar observasi penelitian tindakan kelas
b. Koordinasi: dengan guru bidang studi yang bertindak sebagai observer dalam proses pembelajaran a. Dilaksanakan
Pada hari rabu tanggal 11 Februari 2009 selama IX pertemuan dengan waktu 3 x 45 menit materi pokok ekosistem, peranan dan fungsinya
b. Test evaluasi
Untuk siklus I selama 20 menit
2 II a. Mempersiapkan perangkat pembelajaran:
- Rencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP)
- Lembar kerja siswa (LKS)
- Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan
- Lembar observasi penelitian tindakan kelas
b. Koordinasi: dengan guru bidang studi yang bertindak sebagai observer dalam proses pembelajaran a. Dilaksanakan
Pada hari rabu tanggal 11 Maret 2009 selama IX pertemuan dengan waktu 3 x 45 menit materi pokok ekosistem, peranan dan fungsinya
b. Test evaluasi
Untuk siklus II selama 20 menit
B. Hasil Observasi dan Refleksi Tindakan
Pada setiap siklus pembelajaran telah dilakukan observasi oleh guru bidang studi biologi. Hasil observasi direfleksikan antara peneliti dan pengamat untuk memperbaiki pada siklus berikutnya. Beberapa catatan hasil observasi dan refleksi pada masing-masing siklus dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Hasil observasi dan refleksi PBM di SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Siklus Hasil Observasi Tindakan
I Guru masih kurang dalam menjelaskan tujuan pembelajaran. Guru harus menjelaskan lagi tujuan pembelajaran
Kurang memanfaatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan gambar Harus lebih memanfaatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan media gambar
Adanya beberapa siswa yang kelihatan masih ragu baik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru Harus sering menanyakan pada siswa tentang pemahaman siswa, dan harus berkeliling ke meja siswa untuk memantau kegiatan siswa.
Bimbingan guru masih kurang fokus pada siswa yang mempunyai daya serap kurang. Mengefektifkan bimbingan perorang.
II Pada siklus II hasil observasi sudah semakin baik dengan adanya refleksi pada siklus sebelumnya dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar tanpa adanya refleksi. Hal ini dinyatakan dengan keterlaksanaannya rencana pembelajaran yang sudah terlaksana seluruhnya dari yang direncanakan.
C. Data Aktivitas Bertanya
Data mengenai aktivitas bertanya siswa diperoleh dari lembar observasi yang dilakukan pada setiap pertemuan dengan observer guru mata pelajaran biologi kelas VII SMPN 10 Mataram, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan rumus persentase. Data mengenai aktivitas bertanya pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Data aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Deskriptor Siklus I Siklus II
1 Jumlah siswa 29 29
2 Jumlah siswa yang bertanya 4 11
3 Persentase aktivitas bertanya 69% 76%
4 Kategori Tidak aktif Aktif
Pada Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram selama proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar dapat dilihat peningkatan pada tiap siklus, pada siklus I terdapat 4 orang yang bertanya dengan persentase 69%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 11 orang dengan persentase 76% dengan kategori aktif.
D. Data Hasil Belajar
Hasil belajar siswa di dapat dari test yang diberikan kepada siswa yang berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal. Data hasil evaluasi setelah pembelajaran menggunakan media gambar dapat dilihat pada lampiran 4 dan 5 untuk siklus I. Analisis hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Data hasil belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Deskriptor Siklus I Siklus II
1 Jumlah siswa 29 29
2 Nilai tertinggi 80 100
3 Nilai terendah 40 50
4 Rata-rata 7,3 7,5
5 Jumlah siswa yang tuntas 22 27
6 Persentase ketuntasan 75% 93%
Pada Tabel 4.4 didapat dilihat bahwa, pada siklus I ketuntasan individualnya mencapai 75% hal ini belum menunjukkan ketuntasan klasikal, karena pada ketuntasan klasikal apabila siswa mencapai nilai ? 85% dari seluruh siswa yang mengikuti test, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar ini individu sudah termasuk ketuntasan klasikal karena persentase ketuntasannya 93%.
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan siklus penelitian tindakan kelas (PTK) selama dua siklus pembelajaran dapat diketahui bahwa daya serap siswa mengalami peningkatan yang cukup memuaskan. Hal ini dinyatakan dari adanya peningkatan rata-rata skor siswa, peningkat skor terendah dari siswa, dari jumlah siswa yang tuntas belajarnya mulai dari siklus I sampai siklus II.
A. Aktivitas Bertanya
Aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram pada bidang studi biologi baik pada siklus I maupun pada siklus II mengalami peningkatan, dapat dilihat pada Tabel 4.3 pada data tersebut terlihat bahwa siklus I terdapat 4 orang siswa yang bertanya dengan persentase 69% dan pada siklus II terdapat 11 orang yang bertanya dengan persentase 76%, dari tiap siklus menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aktivitas bertanya siswa dengan penggunaan media gambar dalam proses belajar dan mengajar, model pembelajaran menggunakan media gambar sangat efektif diterapkan pada saat belajar mengajar untuk merangsang aktivitas bertanya siswa.
Dalam belajar, siswa tidak dapat menghindari diri dari situasi yang akan menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan dalam belajar. Salah satu aktivitas yang dapat memberikan sumbangan positif bagi siswa adalah aktivitas bertanya. Melalui proses bertanya siswa dalam belajar secara aktif dan efisien terhadap masalah yang dihadapi dalam belajar. Hal tersebut dapat terjadi dengan cara menghadirkan media dalam belajar agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses komukasi yang disebut media (Rohani, 1997).
Mempergunakan media gambar sebagai alat bantu pengajaran, merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran khususnya pengajaran. Media pembelajaran akan sangat berperan dalam menyampaikan informasi, yang dapat siswa tangkap dan mencerna materi yang disampaikan, sehingga dapat merangsang pemikiran siswa untuk lebih memahami materi yang diberikan serta siswa dapat bertanya tentang yang dipahaminya.
B. Ketuntasan Belajar Siswa
Berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I terdapat 7 orang siswa yang belum mencapai ketuntasan individu dari 29 orang siswa, jumlah keseluruhan siswa di kelas VII G adalah 37 orang siswa tetapi yang mengikuti test hanya 29 orang. Hal ini dikarenakan siswa ada yang sakit. Persentase ketuntasan belajar yang dicapai siswa sebesar 75% dan nilai rata-rata yang diperoleh 7,3. sebagaimana dinyatakan oleh Nasution (1982) siswa dinyatakan tuntas secara individu apabila dalam proses belajar mengajar siswa mampu memperoleh nilai ? 60 dan dikatakan tuntas secara klasikal apabila siswa mencapai nilai ? 85%.
Mengingat tujuan dari penelitian dilakukan telah tercapai dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, sehingga pembelajaran menggunakan media gambar yang diterapkan pada pokok bahasan Ekosistem, peranan dan interaksinya dapat menentukan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
a. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran biologi dapat berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram, karena dapat dilihat pada setiap siklus I banyaknya siswa yang bertanya 4 orang siswa dengan persentase 69% dengan kategori tinggi, sedangkan pada siklus II siswa yang bertanya 11 orang siswa dengan persentase 76% dengan kategori sangat tinggi.
b. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran biologi dapat berpengaruh dalam meningkatkan persentase ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram baik secara individu maupun secara klasikal. Ketuntasan belajar siswa dapat dilihat pada tiap siklus, pada siklus I hanya 22 orang siswa yang tuntas dengan persentase 75% dan pada siklus II terdapat 27 orang yang tuntas dengan persentase 93%. Dari siklus I dan II terlihat adanya peningkatan maka siswa sudah mengalami ketuntasan belajar baik ketuntasan individu maupun ketuntasan klasikal di SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka saran-saran yang ingin disampaikan adalah:
a. Penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran merupakan salah satu langkah terbaik dalam menunjang proses belajar mengajar.
b. Bagi siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung terutama pada pembelajaran biologi agar selalu mempersiapkan diri terlebih dahulu, agar pada proses belajar dan pembelajaran dapat berlangsung baik dan apa yang disampaikan oleh dapat diterima dengan baik pula.
c. Kepada seluruh guru bidang studi biologi di SMPN 10 Mataram, dalam proses belajar mengajar memanfaatkan media yang ada disekolah baik itu media 2 dimensi, maupun media 3 dimensi karena penggunaan media dalam pembelajaran dapat memberikan informasi langsung kepada siswa sehingga dapat merangsang dan menggali pengetahuan siswa.
d. Bagi sekolah, komite sekolah dapat menyediakan fasilitas yang lebih memadai sampai menunjang proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
e. Diharapkan kepada peneliti lain untuk dapat melaksanakan penelitian dengan lingkup yang lebih luas dalam skripsi ini, sehingga dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan umumnya dan bidang studi IPA khususnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abror, A, 1993. Psikologi Pendidikan Yogyakarta: Tiara Wicana
Anonim, 2005. Sains. Jakarta: Depdiknas
______, UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional : Jakarta.
Arsyad, 2000.. Kegiatan Proses Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Djamarah, 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Majid, 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya
Mariana, 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Mujadi, Sukarno, Wiranto. 1994. Desain dan Pembuatan Alat Peraga IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Nazir, M. 1983. Metode Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta.
Nasution, S. 1982. Didaktik Azas-Azas Mengajar. Bandung.
Purwanto, M, 1987. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ridwan, 2004. Metode dan Teknik Menyusun Thesis, Bandung: Alfabeta.
Subroto, 2000. Metode Penelitian dalam Pendidikan. Bandung: Alfabet.
Sudawan, 1995. Petunjuk Teknik Pengajaran Biologi: PT. Gramedia Jakata.
Sudirman, S.A.M. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Press.
Suharsimi, A. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi: Rineka Cipta.
Suharsimi. 2002 Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Usman, U, 1997. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyana dan Winataputra. 2001. Perencanaan dan Pengelolaan Pembelajaran IPA. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.
Winataputra, 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Dirjen Dikti.
Lampiran 1. Rencana pembelajaran siklus I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Nama Sekolah : SMPN 10 Mataram
Kelas/Semester : VII/II
Mata Pelajaran : IPA (Biologi)
Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
Kompetensi Dasar : 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem
Indikator : 1. Mengidentifikasi satuan-satuan mahluk hidup
2. Menyebutkan macam-macam ekosistem
Alokasi waktu : 3 Jam pelajaran x 45 menit (1x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menyebutkan pengertian ekosistem
2. Menyebutkan macam-macam ekosistem
B. Materi Pembelajaran
Ekosistem, Peranan dan Interaksinya
C. Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tanya Jawab
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan awal
Memotivasi siswa : Dengan mengajukan pertanyaan misalnya, anak-anak apa itu ekosistem?
Jawaban : Hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungannya
2. Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan 1. Pengertian ekosistem
b. Guru menjelaskan macam-macam ekosistem
3. Kegiatan Penutup
a. Guru memberikan pertanyaan secara lisan untuk mengetahui daya serap siswa
E. Sumber Belajar’
- Buku paket yaitu IPA Biologi SMP Kelas VII, Semester II
- LKS
F. Penilaian
a. Teknis Penilaian
- Tes tertulis
- Bentuk instrumen: soal pilihan ganda
? Contoh soal pilihan ganda
1) Yang dimaksud dnegan eksistem adalah.......
a. Hubungan timbal balik antar mahluk hidup
b. Hubungan timbal balik antar mahluk tak hidup
c. Hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungannya
d. Hubungan timbal balik mahluk hidup dengan cahaya, air dan udara
2) Sekelompok tumbuhan padi disebidang sawah merupakan
a. Individu
b. Populasi
c. Komonitas
d. Ekosistem
? Skor nilai test pilihan ganda
1 10
2 10 +
Jlh 2 20
? Jawaban
1. C
2. B
Mataram, Februari 2009
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran
(SRI SUHARTI, S.Pd)
NIP. 610 021 576
Peneliti
(Eka Parestiawati)
Lampiran 2. Soal evaluasi siklus I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban dibawah ini dengan tepat
1. Yang dimaksud dengan eksistem adalah........
a. Hubungan timbal balik antar mahluk hidup
b. Hubungan timbal balik antar mahluk tak hidup
c. Hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungannya
d. Hubungan timbal balik mahluk hidup dengan cahaya, air dan udara
2. Sekelompok Tumbuhan padi disebidang sawah merupakan.....
a. Individu
b. Populasi
c. Komonitas
d. Ekosistem
3. Sebuah akuarium yang berisi ikan, tumbuhan air, air dan cahaya merupakan....
a. Habitat c. Populasi
b. Ekosistem d. Komunitas
4. Berikut ini yang merupakan kumpulan abiotik adalah........
a. jamur, bakteri, jagung
b. air, bakteri, tomat
c. padi, jagung dan tomat
d. tanah, air dan sinar matahari
5. Kumpulan populasi yang menempati daerah tertentu dapat dianggap sebagai
a. Populasi c. Komunitas
b. Ekosistem d. Habitat
6. Produsen dalam ekositem laut adalah.......
a. Jamur c. Zooplenkton
b. Fitoplakton d. Ikan kecil
7. Berikut ini yang bukan komponen abiotik adalah.....
a. Air c. Udara
b. Tanah d. Tumbuhan dan hewan
8. Satuan mahluk hidup dalam ekosistem yaitu........
a. Produsen, konsumen dan dekomposer
b. Bioma, biosfer dan atmosfer
c. Individu, populasi dan komunitas
d. Herbivora, karnivora dan amnivora
9. Faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh makluk hidup lain
a. Kesuburan tanah, air dan curah hujan
b. Angin, arah angin dan curah hujan
c. Air, cahaya matahari, dan curah hujan
d. Angin, cahaya matahari dan curah hujan
10. Perpindahan materi dan energi dari organisme yang satu keorganisme yang lain secara satu arah melalui proses makan dan dimakan disebut......
a. Rantai makanan
b. Jaring-jaring makanan
c. Piramida makanan
d. Aliran energi
Lampiran 3. Kunci jawaban soal siklus I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
1. C
2. B
3. D
4. D
5. D
6. B
7. D
8. C
9. D
10. A
Lampiran 4. Data hasil evaluasi siklus I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Nama Skor yang diperoleh Nilai % Ketercapaian Ketuntasan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
MUHAMMAD NUR 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 6 60 Tidak Tuntas
MUHAMMAD WAHIDIN 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
MUHAMMAD YAHYA 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 7 70 Tuntas
MUHARIYANI 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 5 50 Tidak Tuntas
MULIANI 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 5 50 Tidak Tuntas
MUNAWAR ARIF 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 7 70 Tuntas
MURNIATI 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
MUSLIHAN 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 4 40 Tidak Tuntas
MISTANUL SEPTIAH H 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 7 70 Tuntas
MUZAHAR 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
NACHLA 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NADIA ASMAWATI 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
NADIA SAFITRI 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NAUFAL HANIF 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 7 70 Tuntas
NENGAH YUNI AYU P 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 7 70 Tuntas
NENI MARLIANI 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 7 70 Tuntas
NETRI ARIANA W 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
NI KADE META O 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 80 Tuntas
NILA AYU HAPSARI 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 7 70 Tuntas
NIZAR ZULMI 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
NOVIYAN HADI 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 7 70 Tuntas
NUR DIANA 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NUR HARYANI 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 6 60 Tidak Tuntas
NUR HAYATI 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NUR HIDAYAH 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 6 60 Tidak Tuntas
NURKOMALA HIKMAH 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NURMALA 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
NURUL APNI 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
ODY SEPTIAMAH 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 4 40 Tidak Tuntas
Total 204
Rata-rata 7,3
Tertinggi 8
Terendah 4
Lampiran 5. Analisis data hasil belajar siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Ketuntasan belajar:
A. Perorang
1. Banyaknya siswa yang tuntas : 22
2. Banyaknya siswa yang mengikuti test : 29
B. Klasikal
Secara klasikal belum tuntas, karena pencapaian ketuntasan kurang dari 85%
Lampiran 6. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus I siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Mata Pelajaran : IPA (Biologi)
Kelas/Semester : VII/II
Tahun Pelajaran : 2009/2010
Petunjuk: Berilah tanda chek (V) pada kolom yang sesuai
No Aspek yang dinilai Penilaian
BS B C K
1 Kegiatan guru meliputi
1. Pendahuluan
a. Membangkitkan minat dan memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran ?
b. Memberikan apresesasi kepada siswa ?
2. Kegiatan inti
a. Penyampaian materi sesuai dengan skenario ?
b. Penegaturan waktu sesuai skenario ?
c. Pendampingan siswa selama proses pembelajaran berlangsung ?
3. Penutup
a. Bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan ?
b. Pemberian kesimpulan kepada siswa untuk bertanya ?
c. Menginformasikan materi selanjutnya ?
2 Kegiatan siswa
a. Kesiapan siswa mengikuti pembelajaran ?
b. Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ?
c. Interaksi siswa dengan guru ?
d. Interaksi siswa dengan siswa ?
e. Aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ?
f. Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil belajar ?
Lampiran 7. Lembar observasi aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Deskriptor Option Skor
Ya Tidak 1 2 3 4
1 Keberanian siswa dalam bertanya
a. tidak canggung
b. ekspresi wajah santai/tenang
c. tidak gugup/terburu-buru
?
? ?
?
2 Kemampuan siswa dalam mengemukanan pendapat
a. pendapat tentang pertanyaan yang dilontarkan
b. pendapat tentang komentar siswa
c. pendapat diri sendiri
?
?
?
?
3 Etika dalam bertanya
a. mengacungkan tangan untuk bertanya
b. menunggu giliran dalam bertanya
c. langsung bertanya
? ?
?
?
4 Kesesuaian isi pertanya dengan materi/topik
a. sesuai dengan isi materi
b. berkesinambungan dengan isi materi
c. ada kaitan dengan materi
? ?
?
?
5 Kesesuaian pertanyaan dengan waktu belajar/pelajaran
a. bertanya pada awal belajar
b. bertanya pada pertengahan/inti pelajaran
c. bertanya akhir pelajaran/pertemuan
?
? ?
?
6 Kelugasan dalam bertanya/berbicara
a. kalimat tidak terputus-putus
b. intonasi santai tidak seperti orang marah
c. bertanya pada akhir pelajaran / pertemuan
?
? ?
?
7 Kemampuan menyusun kalimat pertanyaan
a. sesuai dengan kata-kata pertanyaan (apa, mengapa, dimana, kapan, bagaimana, dll)
b. sesuai kata pertanyaan dengan konteks kalimat yang mengikutinya
c. mampu merangkai kata-kata dengan bahasa indonesia yang benar
?
? ?
?
8 Kemampuan dalam menanggapi / merespon pertanyaan guru/orang lain
a. mampu merespon pertanyaan guru
b. mampu merespon pertanyaan siswa lain
c. mampu mengaitkan pertanyaan guru dengan respon siswa lain
?
? ?
?
Mengetahui
Guru Bidang Studi
(SRI SUHARTI, S.Pd)
NIP. 610 021 576
Observer
Eka Parestiawati
NIM: 05 211 077
Lampiran 8. Pedoman pengisian lembar observasi aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Option :
Ya : Jika ada deskriptor yang tampak
Tidak : Jika tidak ada deskriptor yang tampak
Penskoran
Jika tidak ada deskriptor yang tampak : skor 1
Jika ada satu (1) deskriptor yang tampak : skor 2
Jika ada satu (2) deskriptor yang tampak : skor 3
Jika ada satu (3) deskriptor yang tampak : skor 4
Lampiran 9. Data aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Nama Siswa Skor Total
1 2 3 4 5 6 7 8
1 NADIA ASMAWATI 3 2 3 4 2 3 3 2 22
2 NI KADEK META O 3 2 3 3 2 4 3 2 22
3 M. YAHYA 4 2 2 3 3 3 4 2 23
4 NACHLA 4 2 3 3 2 3 3 2 22
JUMLAH 14 8 11 13 9 13 13 8 89
Lampiran 10. Analisis data aktivitas bertanya siswa siklus I SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Indikator persentase aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
No Persentase aktivitas bertanya (%) Kategori
1 76 – 100 Sangat tinggi
2 56 – 75 Tinggi
3 40 – 55 Cukup tinggi
4 < 40 Kurang
Skor maximal untuk masing-masing siswa yang bertanya = 32
Jumlah siswa yang bertanya = 4 x 32 = 128
Jumlah total skor siswa yang bertanya = 84
Lampiran 11. Rencana pembelajaran siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Nama Sekolah : SMPN 10 Mataram
Kelas/Semester : VII/II
Mata Pelajaran : IPA (Biologi)
Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
Kompetensi Dasar : 7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan
Indikator : 1. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan dan pengaruhnya
2. Menjelaskan pengaruh pencemaran air, udara dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya
Alokasi waktu : 3 Jam pelajaran (1x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
a. Menjelaskan tentang kerusakan lingkungan
b. Menjelaskan tentang pencemaran
B. Materi Pembelajaran
Pencemaran dan kerusakan lingkungan hubungan dengan aktivitas manusia
C. Metode Pembelajaran
a. Model : - Cl (Cooperatif Learning)
- Pengamatan
b. Metode : Diskusi informasi
- Penugasan
D. Langkah – langkah pembelajaran
a. Kegiatan pendahuluan
• Motivasi
- Pernahkah kalian melihat hutan gundul ?
• Prasyatan pengetahuan
- Pencemaran
b. Kegiatan inti
- Guru membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok (tiap kelompok terdiri dari 3 – 4 orang)
- Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk mencermati buku-buku yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran
- Peserta didik mendiskusikan pertanyaan – pertanyaan yang ada di LKS dengan kelompok masing-masing
- Guru berkeliling memeriksa kegiatan peserta didik
- Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara klasikal
- Memberi penghargaan sesuai dengan kinerja masing-masing kelompok.
c. Kegiatan penutup
- Guru membimbing siswa merangkum pelajaran
- Melakukan penilitian akhir dengan teft tertulis untuk uji kompetensi
E. Sumber Belajar
- Buku biologi kelas VII, semester II
- LKS
- Gambar
F. Penelitian Hasil Belajar
a. Teknik penilaian
- Tes tertulis
- Penugasan
b. Bentuk Instrumen
- Pilihan ganda
- Test uraian
c. Contoh instrumen
• Berikut ini yang tidak ada hubungannya dengan penebangan hutan adalah:
a. Menurunkan ketersediaan kayu
b. Meningkatkan suhu udara secara global
c. Menurkan ketersediaan air tanah
d. Meningkatkan kandungan oksigen air
• Test tertulis (uraian)
Kemukakan upaya yang harus dilakukan agar pencemaran terhadap air sumur dapat di tekan serendah-rendahnya
Rublik Penilaian
No. Skor
1.
2.
3.
4. Kesesuaian judul dengan isi
Pilihan kata
Hubungan antara paragrap
Eyd 15
25
35
25
Jumlah Skor 100
Mengetahui Mataram,
Guru Mata Pelajaram
(Sri Suharti. SP,d)
NIP.610 021 576 Peneliti
(Eka Parestiawati)
Lampiran 12. Soal Evaluasi siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban dibawah ini dengan tepat
1. Ekosistem berdasarkan asalnya dibedakan menjadi
a. Ekosistem akuatif
b. Ekosistem air tawar dan air
c. Ekosistem sawah dan hutan
d. Ekosistem alami dan buatan
2. Ekosistem dibuat oleh dua komponen utama yaitu......
a. Biotik dan komunitas
b. Biosfer dan pengurai
c. Biotik dan abiotik
d. Produsen dan konsumen
3. Sejumlah ikan yang hidup disungai disebut........
a. Individu c. Ekosistem ikan
b. Komunitas d. Populasi ikan
4. Disuatu taman terdapat sekelompok pohon pirus, sekelompok kuda, sekelompok kupu-kupu dan sekelompok mahluk hidup lainnya
a. Biosfer c. Populasi
b. Komunitas d. Ekosistem
5. Sebuah ekosistem dapat terjadi karena dibuat manusia ekosistem berikut yang termasuk ekosistem buatan adalah.......
a. Akuarium waduk dan perkebunan
b. Sawah, sungai dan danau
c. Waduk danau dan kolam
d. Sungai padang rumput dan waduk
6. Berikut ini adalah contoh komponen abiotik kecuali.........
a. Udara c. Pengurai
b. Air d. Tanah
7. Ekosistem laut dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan daya tembus sinar matahari ke dalam laut dan berdasarkan kedalaman laut.......
a. Zona literal dan zona batial
b. Zona literal dan zona fotik
c. Zona batial dan zona fotik
d. Zona fotik dan zona afotik
8. Contoh organisme alami kecuali adalah
a. Manusia c. Hewan
b. Pengurai d. Tumbuhan hijau
9. Contoh ekosistem alami kecuali adalah
a. Danau c. Sungai
b. Pengurai d. Laut
10. Mahluk hidup yang dapat menguraikan senyawa organik menjadi senyawa organik disebut......
a. Produsen
b. Abiotik
c. Konsumen
d. Dekomposer
Lampiran 13 Kunci jawaban soal siklus II siswa VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
1. D
2. C
3. D
4. C
5. A
6. C
7. D
8. D
9. B
10. D
Lampiran 14 Data hasil evaluasi siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
No. Nama Siswa SKOR YANG DIPEROLEH Nilai %
Ketercapaian Ketuntasan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Muhamad Nur 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 7 70 Tuntas
2 Muhamad Wahidin 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8 80 Tuntas
3 Muhamad Yahya 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
4 Muharyani 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90 Tuntas
5 Muliani 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8 80 Tuntas
6 Munawie Haris 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 8 80 Tuntas
7 Murniati 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
8 Muslihan 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8 80 Tuntas
9 Mustanul septian 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 7 70 Tuntas
10 Muzahar 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 6 60 Tidak Tuntas
11 Nachla 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 5 50 Tidak Tuntas
12 Nadia Asawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100 Tuntas
13 Nadia Safitri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100 Tuntas
14 Naufal Hanif 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8 80 Tuntas
15 Nengah Yuni A 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 7 70 Tuntas
16 Neni Marliani 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8 80 Tuntas
17 Netri Ariana W 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 7 70 Tuntas
18 Ni Kadek Meta O. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100 Tuntas
19 Nila Ayu Hapsari 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8 80 Tuntas
20 Nizar Zulmi 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
21 Nova Tuguh P 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 7 70 Tuntas
22 Novian Hadi 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 7 70 Tuntas
23 Nurdiana 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 7 70 Tuntas
24 Nurharyani 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 7 70 Tuntas
25 Nurlinda 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 7 70 Tuntas
26 Nurmala 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8 80 Tuntas
27 Nurul Suci H. 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 90 Tuntas
28 Peni Pebrianti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100 Tuntas
Total 220
Rata-rata 7,5
Tertinggi 10
Terrendah 5
Lampiran 15 Analisis data hasil evaluasi siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
Ketuntasan Belajar
a. Perorangan
1) Banyaknya siswa yang tuntas : 27
2) Banyaknya siswa yang mengikuti tert : 29
b. Klasikal
= 93 %
Lampiran 16 Lembar observasi aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
No. Deskriptor Option Skor
Ya Tidak 1 2 3 4
1 Keberanian siswa dalam bertanya
a. Tidak canggung
b. Ekspresi wajah santai/tenang
c. Tidak gugup/terburu-buru
?
? ?
?
2 Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat
a. Pendapat tentang pertanyaan yang dilontarkan
b. Pendapat tentang komentar siswa
c. Pendapat diri sendiri
? ?
?
?
3. Etika dalam bertanya
a. Mengucapkan tentang untuk bertanya
b. Menunggu giliran dalam bertanya
c. Langsung bertanya
?
? ?
?
4. Kesesuaian isi pertanyaan dengan materi/topik
a. Sesuai dengan isi materi
b. Berkesinambungan dengan isi materi
c. Ada kaitan dengan materi
?
? ?
?
5. Kesesuaian pertanyaan dengan waktu belajar/pelajaran
a. Bertanya pada awal belajar
b. Bertanya pada pertengahan/inti pelajaran
c. Bertanya pada akhir pelajaran / pertemuan
?
? ?
?
6. Kelugasan dalam bertanya/berbicara
a. Kalimat tidak terputus-putus
b. Intinasi santai tidak seperti orang marah
?
? ?
?
7. Kemampuan menyusun kalimat pertanyaan
a. Sesuai dengan kata-kata pertanyaan (apa, mengapa, dimana, kenapa, bagaimana, dll)
b. Sesuai kata pertanyaan dengan konteks kalimat yang mengikutinya
c. Mampu merengkai kata-kata dengan bahasa indonesia yang benar
?
? ?
?
8. Kemampuan dalam menanggapi/merespon pertanyaan guru/orang lain
a. Mampu merespon pertanyaan guru
b. Mampu merespon pertanyaan siswa lain
c. Mampu mengaitkan pertanyaan guru dengan respon siswa lain
?
V ?
?
Mengetahui
Guru Bidang Studi
(SRI SUHARTI, S.Pd)
NIP. 610 021 576
Observer
Eka Parestiawati
NIM: 05 211 077
Lampiran 17 Pedoman pengisian lembar observasi aktivitas bertanya siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
Option:
Ya : Jika ada defkriptor yang tampak
Tidak : Jika tidak ada deskriptor yang tampak
Penfkoran :
Jika tidak ada deskriptor yang tampak : skor 1
Jika ada satu (1) deskriptor yang tampak : skor 2
Jika ada dua (2) deskriptor yang tampak : skor 3
Jika ada tiga (3) deskriptor yang tampak : skor 4
Lampiran 18 Data aktivitas bertanya siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
No. Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Muhazar 4 2 3 4 2 4 3 3 25
2. Pani Pebrianti 4 2 3 4 2 4 3 2 24
3. Nurmala 4 2 3 4 2 4 4 2 25
4. M. Nur 4 2 2 4 2 4 4 2 24
5. Murniati 4 2 2 4 2 4 3 2 24
6. Muslihan 4 2 2 4 2 4 3 2 24
7. Netri Ariana 3 2 2 4 2 4 4 3 25
8. Nila Ayu H 4 2 3 4 2 4 4 2 25
9. Musliani 4 2 3 4 2 4 4 2 25
10. Nurlinda 3 2 3 4 2 4 4 3 25
11. Nurdiana 4 2 3 4 2 4 4 2 25
Jumlah 42 22 30 44 22 44 41 25 270
Lampiran 19 Analisis data aktivitas bertanya siswa siklus II siswa kelas VII SMPN 10 Mataram Tahun pelajaran 2009/2010
Skor maksimal untuk masing-masing siswa yang bertanya : 32
Jumlah siswa,yang bertanya II orang siswa = 11 x 23 : 352
Jumlah total siswa yang bertanya : 270


