ABSTRAKSI
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu
kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Diharapkan juga
informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar atau sesuai
syariah. Untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan
sejumlah rekening-rekening pada laporan keuangan, karena tidak semua metode
akuntansi yang biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam
skripsi ini bertujuan untuk menerapkan metode pengukuran dan penilaian rekening
untuk penghitungan zakat mal perusahaan. Dalam studi kasus ini, peneliti mencoba
menerapkannya pada CV Adi Komunika Enterprise yang merupakan perusahaan
dengan bentuk usaha dagang dan jasa.
Hasil analisis dalam skripsi ini menunjukkan bahwa CV Adi Komunika
Enterprise masih menggunakan metode pengukuran dan pengakuan yang
konvensional, maka dalam penghitungan zakatnya diperlukan penyesuaian metode
pengukuran dan pengakuannya. Perubahan yang terjadi terutama pada metode
pengukuran persediaan perusahaan. Karena CV Adi Komunika Enterprise memakai
kos historis sebagai atribut yang diukurnya dalam mengukur nilai persediaannya.
Sedangkan untuk penghitungan zakat, nilai pada saat penghitungan zakat (current
value) merupakan atribut yang diukur sebagai penilaian aset perusahaan, lebih
tepatnya menggunakan harga jual sekarang (current exit price). Dengan mengacu
pada aturan harta benda yang wajib dizakati, maka rekening-rekening yang
berhubungan dengan penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise secara
garis besar terdiri dari tiga golongan utama yakni; Kas, Persediaan, dan Utang. Zakat
mal CV Adi Komunika Enterprise dihitung dengan cara mengurangkan utang
terhadap jumlah kas dan persediaan dan mengalikannya dengan tarif zakat sebesar
2,575% atas dasar periode akuntansi selama 1 (satu) tahun masehi sebagai haulnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam era dimana pertanggungjawaban merupakan titik perhatian
dalam masyarakat, kegunaan akuntansi akan semakin dirasakan. Fungsi
akuntansi menjadi semakin penting, karena tujuan utama akuntansi adalah
menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak
yang berkepentingan. Informasi ekonomi yang dihasilkan akuntansi berbentuk
laporan keuangan, dimana laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan
informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan suatu organisasi bisnis yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan
bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak
menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi, karena secara umum hanya menggambarkan
pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk
menyediakan informasi nonkeuangan. Sementara itu informasi yang
dibutuhkan oleh pemakai laporan keuangan sangat beragam, dan hingga kini
selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan.
Hal ini dimungkinkan terjadi karena orientasi organisasi bisnis yang
cukup berkembang, dimana pada awal perkembangannya, organisasi bisnis
hanya mementingkan keuntungannya sendiri (profit-oriented), sehingga
sebuah organisasi bisnis akan melakukan apapun untuk mencapai tingkat
keuntungan yang dapat dicapainya.
Setelah itu berkembanglah orientasi organisasi bisnis yang lain, hal
tersebut disebabkan dengan adanya tuntutan akan etika bisnis yang lebih baik.
Sehingga organisasi tidak hanya menilai prestasinya dengan mengukur tingkat
nominal laba yang dicapai, tapi lebih dari itu yakni dengan menilai hubungan
organisasi bisnis dengan pihak-pihak yang terkait (stakeholder) seperti
pelanggan, pemasok, investor, dan pihak yang lain. Organisasi bisnis seperti
ini berarti telah memiliki orientasi yang mementingkan hubungan dengan
pihak-pihak yang terkait dengan lebih baik (stakeholders-oriented).
Selain dua orientasi organisasi bisnis di atas, berkembang pula orientasi
yang lain, terutama bagi masyarakat Islam, dimana dalam menjalankan
organisasi bisnis, Islam mengharuskan untuk menjalankan syariah sebagai
pedoman yang digunakan untuk berperilaku dalam segala aspek kehidupan.
Sehingga dalam menjalankan organisasi bisnis selalu menggunakan metafora
“amanah” yang bisa diturunkan menjadi metafora zakat, atau realitas
organisasi yang dimetaforakan dengan zakat. Ini berarti bahwa organisasi
bisnis orientasinya tidak lagi profit-oriented atau stakeholders-oriented, tetapi
zakat-oriented (Muhammad : 2000).
Persoalannya sekarang adalah bagaimana kaitan antara zakat dengan
akuntansi. Tidak lain adalah kita seharusnya dapat menggunakan informasi
yang dihasilkan oleh akuntansi untuk keperluan zakat. Dimana diharapkan
informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar. Untuk itu
diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan sejumlah rekeningrekening
pada laporan keuangan, karena tidak semua metode akuntansi yang
biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.
Meskipun banyak pembahasan tentang aturan syariah dalam
menjalankan organisasi bisnis, tetapi kebanyakan masih dalam tatanan etika
perusahaan secara global, sedikit sekali yang membahasnya dalam tingkatan
praktik. Terutama dalam pembahasan akuntansi syariah, sedikit sekali yang
membahas tentang praktik akuntansi syariah pada perusahaan secara umum,
karena perkembangan praktik akuntansi syariah sementara ini masih tertuju
pada perbankan syariah saja, sedikit sekali yang menyentuh praktik pada
organisasi bisnis yang lain.
Maka dari itu penulis mengambil judul “METODE PENGUKURAN
DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN
UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI
KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE”.
1.2. Ruang Lingkup Masalah
Agar penelitian yang dilakukan tidak terlalu melebar maka perlu
pembatasan masalah yang difokuskan pada penerapan teori pengukuran dan
pengakuan rekening-rekening laporan keuangan perusahan untuk
penghitungan zakat. Pada penelitian ini akan mengambil kasus pada laporan
keuangan CV Adi Komunika Enterprise, sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang jasa dan perdagangan, yang selanjutnya akan dilakukan penyesuaian
metode pengukuran dan pengakuan atas rekening laporan keuangannya guna
penghitungan zakat mal perusahaan tersebut.
1.3. Perumusan Masalah
Masalah yang akan diteliti adalah:
1.3.1. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan
keuangan yang digunakan CV Adi Komunika Enterprise dalam laporan
keuangannya?
1.3.2. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan
keuangan CV Adi Komunika Enterprise untuk tujuan penghitungan
zakat mal?
1.3.3. Bagaimanakah metode penghitungan zakat mal pada CV Adi
Komunika Enterprise?
1.4. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah:
1.4.1. Untuk mengetahui metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening
laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise.
1.4.2. Untuk menerapkan metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening
laporan keuangan yang sesuai syariah, guna penghitungan
zakat mal CV Adi Komunika Enterprise.
1.4.3.Untuk menghitung zakat mal CV Adi Komunika Enterprise.
1.5. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan penerapan
teori akuntansi syariah yang ada pada tatanan praktik perusahaan non
perbankan, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan dagang,
sehingga mempermudah pemahaman akan teori akuntansi syariah yang
berlaku.
Penelitian ini juga berguna untuk mempermudah pemilik CV Adi
Komunika Enterprise dalam menghitung zakat mal perusahaannya dengan
hanya menggunakan laporan keuangan yang sudah tersedia lalu menyesuaikan
metode pengukuran dan pengakuan beberapa rekening yang memang
diperlukan sesuai dengan syariah.
Penelitian ini diharapkan juga dapat menyumbangkan metode praktik
yang dapat digunakan dalam perusahaan yang sejenis dengan perusahaan yang
diteliti guna penghitungan zakat mal.
1.6. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyusunnya sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bagian ini berisi beberapa sub bab yang membahas tentang
latar belakang, ruang lingkup masalah, perumusan masalah, tujuan
penelitian, dan kegunaan penelitian ini dilakukan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Pada bagian ini penulis melandaskan teori untuk penelitiannya
dengan terlebih dahulu membahas zakat, mulai dari; pengertian
zakat, harta benda yang wajib dizakati, zakat perdagangan, zakat
perusahaan, dan sedikit uraian tentang perbedaan zakat, infak,
sedekah, dan pajak. Selanjutnya penulis mulai membahas pijakan
teori dari penerapan dalam penelitian ini dengan membahas; tujuan
akuntansi syariah, Asumsi dasar laporan keuangan syariah, prinsip
akuntansi syariah, karakteristik kualitatif laporan keuangan syariah,
dan akhirnya penulis menutupnya dengan pembahasan tentang
konsep pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan
syariah.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini, penulis menjelaskan pendekatan metode penelitian
yang digunakan untuk penulisan skripsi, beserta jenis dan sumber
data yang dipakai serta metode pengumpulannya. Setelah itu
penulis menjelaskan metode analisis yang digunakannya dalam
penelitian ini.
BAB IV : PEMBAHASAN
Dalam bab ini, penulis akan mulai membahas penelitiannya dari
pengungkapan profil perusahaan, deskripsi metode pengukuran dan
pengakuan elemen laporan keuangan perusahaan, dan penerapan
metode pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan yang
sesuai syariah untuk penghitungan zakat mal.
BAB V : PENUTUP
Disini akhirnya penulis membuat kesimpulan atas hasil
penelitiannya dan memberikan saran berdasarkan hasil
penelitiannya.

