analisis pengaruh giro,tabungan, dan deposito terhadap kredit

abstraks: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang terdiri dari Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu Jumlah Kredit Yang Diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Variabel-variabel bebas tersebut diduga memiliki pengaruh yang signifikan baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya.

Penelitian ini dilakukan terhadap Laporan Keuangan Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007. Untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat digunakan analisis regresi linear berganda.. Hasil analisis menunjukkan Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu Jumlah Kredit Yang Diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Demikian juga secara parsial Jumlah Tabungan dan Simpanan Berjangka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan. Hanya saja secara secara parsial variabel Jumlah Giro tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit yang Diberikan.

Keadaan ini menunjukkan bahwa variasi variabel Jumlah Tabungan dan Simpanan Berjangka relevan digunakan sebagai prediksi dalam mengelola penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.. Implikasi dan saran bagi penelitian mendatang juga diuraikan di bagian akhir penelitian ini.

Kata kunci : Giro, Tabungan, Simpanan Berjangka, dan Kredit yang diberikan.

1.4. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud disini adalah serangkaian metode yang digunakan untuk mempelajari suatu obyek tertentu.

Peranan metode dalam proses penulisan tugas akhir ini sangat penting, karena baik buruknya hasil penulisan ilmiah tergantung dari metode yang digunakan. Metode ini digunakan sebagai pedoman dalam mendapatkan data dan menganalisis pengaruh Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

1.4.1. Klasifikasi Data

Jenis data yang diperlukan dalam analisis penulisan tugas akhir ini diklasifikaskan menjadi data menurut sifatnya yang meliputi data kuantitatif dan data kualitatif, serta data menurut sumbernya yaitu data sekunder, sedangkan jenis data menurut waktu pengumpulannya yaitu data time series (pooling data), kemudian menurut skala pengukurannya yaitu data rasio. Untuk metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Adapun metode penulisan data yaitu metode deskripsi, eksposisi.

1.4.1.1. Jenis Data Menurut Sifatnya

Jenis Data Menurut Sifatnya terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif (Kuncoro, 2001: 23):

1. Data Kualitatif
“Data kualitatif yaitu data yang tidak dapat diukur dalam skala numeric atau tidak berbentuk angka. Data kualitatif merupakan data yang tidak dapat dihitung dan diukur dengan angka.”

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, data Kualitatif yang diperlukan adalah berupa keterangan mengenai landasan teori dan gambaran umum perusahaan.

2. Data Kuantitatif
“Data kuantitatif yaitu data yang dapat diukur dalam skala numeric atau berbentuk angka”. Dalam hal ini data kuantitatif yang diolah adalah laporan keuangan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. sejak IPO tahun 2003 hingga tahun 2007.

1.4.1.2. Jenis Data Menurut Sumber Data

Jenis Data Menurut Sumber Datanya terdiri dari:

1. Data Primer
Data Primer (primary data) yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber yang diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data ini dikumpulkan melalui observasi dan wawancara pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

2. Data Sekunder
Data sekunder (secondery data) yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi”. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu landasan teori, gambaran umum perusahaan, dan laporan keuangan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. sejak IPO 2003 hingga tahun 2007 yang diperoleh dari buku-buku referensi, buku panduan, brosur-brosur dan internet yang memuat informasi yang diperlukan.

1.4.1.3. Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya

Dalam penelitian ini hanya menggunakan satu obyek penelitian dengan data yang diambil berupa data time series. Data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kegiatan selama periode tersebut. Data yang diperoleh dan diolah adalah berupa laporan keuangan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. sejak IPO 2003 hingga tahun 2007.

1.4.2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Namun dalam penelitian ini lebih banyak menggunakan studi pustaka, sedangkan observasi dan wawancara digunakan untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan serta mengecek kebenaran data yang diperoleh dari studi pustaka.

Adapun pengertian studi pustaka adalah metode pengumpulan data untuk memperoleh informasi dengan jalan mencari, membaca dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang dibaca dari sumber tertentu. Dalam studi pustaka penelitian ini dilakukan dengan membaca, dan mencatat referensi yang ada di perpustakaan Politeknik Negeri Semarang, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, program pasca sarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro, dan Universitas Bank Jateng serta sumber data lain yang dipublikasikan melalui internet (www.bi.go.id, www.jsx.co.id, dan lain-lain) mengenai perihal yang akan diteliti.

1.4.3. Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah metode deskripsi dan metode eksposisi.

1. Metode Deskripsi
Deskripsi adalah bentuk penulisan yang bertalian dengan pelukisan kesan panca indra terhadap suatu objek (Keraf, 2001 dalam Pedoman Tugas akhir, 2002). Metode ini menggambarkan segala sesuatu mengenai obyek dengan menggunakan kalimat-kalimat. Dalam hal ini, penulis memaparkan kesan atau hasil mengenai gambaran umum obyek penelitian P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

2. Metode Eksposisi
Eksposisi adalah tulisan yang bertujuan untuk memberikan penjelasan atau informasi (Keraf, 2001 dalam Pedoman Tugas akhir, 2002). Untuk mencapai hal itu, maka sesuai dengan fakta dan data hendaknya dimanfaatkan secara proporsional sesuai dengan relevansinya. Dalam metode eksposisi ini, penulis mempergunakan model analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS yang diolah lewat komputer untuk mengolah data yang ada.

1.4.4. Identifikasi Variabel

Dalam penulisan Tugas Akhir nantinya, dirancang untuk mengetahui pengaruh variabel Jumlah giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Deposito Berjangka terhadap Kredit Yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Adapun variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah Kredit Yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. sedangkan variabel bebas (independen) yaitu : Jumlah giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Deposito Berjangka dari laporan keuangan yang dipublikasikan.

1.5. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah pembahasan dalam laporan Tugas Akhir ini, maka dalam penyusunanya akan disajikan secara sistematis tentang “Analisis Pengaruh Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka Terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.” sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, pokok masalah, tujuan dan kegunaan, metode penelitian, serta sistematika pembahasan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai landasan teori yang berhubungan dengan penulisan Tugas Akhir seperti Pengertian Bank, Teori Perbankan, Status Bank Rakyat Indonesia, Pengertian Giro, Pengertian Tabungan, Pengertian Simpanan Berjangka, Pengertian Kredit Yang Diberikan, Hipotesis, Kerangka Pemikiran Teoritis, dan Teknik Analisis Data.

BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini diuraikan tentang sejarah singkat berdirinya P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), Bidang Usaha Yang Dijalankan BRI, Struktur dan Manajemen, serta Proses Recruitment Karyawan.

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi deskripsi variabel penelitian Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, Jumlah Simpanan Berjangka, Jumlah Kredit Yang Diberikan, dan Statistik Diskriptif Variabel Penelitian serta Analisis Data dan pembahasan hasil penelitian.

BAB V : PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan, implikasi, keterbatasan dan saran.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Bank

Menurut Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 Tentang perbankan , bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada mayarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.

2.2. Teori Perbankan

Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, pada dasarnya bank dapat dibedakan menurut jenisnya yaitu:

1. Bank Umum (Comersial Bank)
2. Bank Perkreditan Rakyat

Namun secara teoritis perbankan dapat dikelompokkan menurut fungsinya, pemilikan, bentuk, hukum, dan penciptaan uang giral sebagai berikut :

a. Berdasarkan fungsi, dibagi menjadi :
• Bank Sentral (Bank Indonesia)
• Bank Umum
• Bank Perkreditan Rakyat.

b. Berdasarkan kepemilikan, dibagi menjadi :
• Bank milik Negara (Bank Pemerintah Pusat)
• Bank Pemerintah Daerah
• Bank Swasta Nasional (devisa dan non-devisa)
• Bank Asing
• Bank Campuran

c. Berdasarkan bentuk hukum, dibagi menjadi :
• Bank Umum berupa perusahaan perseroan (persero), perusahaan daerah, koperasi dan perseroan terbatas.
• Bank Perkreditan Rakyat berupa salah satu : perusahaan daerah, koperasi, perseroan terbatas, dan bentuk lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

d. Berdasarkan Penciptaan Uang Giral :
• Bank primer sebagai bank sentral dan bank umum pencipta uang giral.
• Bank sekunder sebagai perantara penyaluran kredit (bank tabungan, bank pembangunan, bank hipotik) yang tidak menciptakan uang giral.

2.3. Status Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia didirikan pada tanggal 18 Desember 1968 berdasarkan Undang-Undang No.21 tahun 1968. Bank Rakyat Indonesia adalah salah satu bank umum milik Negara / Pemerintah dengan bentuk badan hukum Perusahaan Perseroan (Persero) sejak tanggal 29 April 1992. Bank Rakyat Indonesia telah melakukan Penawaran Umum Saham Perdana / Initial Public Offering (IPO) berdasarkan peryataan pendaftaran tanggal 31 Oktober 2003. Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tanggal 10 November 2003, dan pada saat yang bersamaan seluruh saham BRI juga dicatatkan. Kini Bank Rakyat Indonesia memiliki nama resmi “P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk”.

2.4. Pengertian Giro

Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, BG, atau surat perintah penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sedangkan Jumlah Giro yang dimaksud adalah total keseluruhan Giro yang dihimpun oleh bank dalam periode tertentu.

2.5. Pengertian Tabungan

Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu.

Sedangkan Jumlah Tabungan yang dimaksud adalah total keseluruhan Tabungan yang dihimpun oleh bank dalam periode tertentu.

2.6. Pengertian Simpanan Berjangka

Simpanan Berjangka atau Deposito (time deposit = deposito berjangka) adalah simpanan dari pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.

Sedangkan Jumlah Simpanan Berjangka yang dimaksud adalah total keseluruhan Simpanan Berjangka yang dihimpun oleh bank dalam periode tertentu.

2.7. Pengertian Kredit Yang Diberikan

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Sedangkan yang dimaksud dengan Jumlah Kredit yang Diberikan adalah total keseluruhan Kredit yang disalurkan atau diberikan kepada masyarakat oleh bank dalam periode tertentu.

2.8. Hipotesis

Dari uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Diduga bahwa variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2. Diduga variabel Giro secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

3. Diduga variabel Tabungan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

4. Diduga variabel Simpanan Berjangka secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2.9. Kerangka Teoritis

Berdasarkan hipotesis yang diajukan mengenai “Analisis Pengaruh Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka Terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.”, maka dalam penelitian, ini diajukan 3 (tiga) variabel yang diduga berpengaruh terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. yaitu: Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Simpanan Berjangka. Maka dalam bahasan ini akan disampaikan kerangka pemikiran teoritis yang menggambarkan suatu kerangka konseptual yang merupakan panduan dan sebagai perumusan hipotesis dalam bentuk model pemikiran sebagai berikut :

GAMBAR.1 KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS

(Sumber : Diolah dari Pengkajian literatur dan dikembangkan demi penelitian)

2.10. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Adapun persamaan yang digunakan adalah:

Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3 e
Dimana:
Y = Jumlah Kredit Yang Diberikan
a = Konstanta
b1, b2 = Koofisien regresi untuk masing-masing variabel
X1 = Jumlah Giro
X2 = Jumlah Tabungan
X2 = Jumlah Simpanan Berjangka
e = Variabel penggangu (diasumsikan harganya = 0)

2.10.1. Uji Asumsi Klasik

Gujarati, Damodar (2003) menyatakan bahwa dalam menganalisis regresi berganda perlu menghindari penyimpangan asumsi klasik.

Asumsi klasik merupakan asumsi dasar yang harus dipenuhi agar model analisis regresi dapat digunakan dalam menganalisis. Adapun asumsi klasik yang akan di uji dalam penelitian ini meliputi:

1. Uji Normalitas
Menurut Ghozali, Imam (2005) Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, atau variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid.

Pada prinsipnya, normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar keputusanya adalah:
• Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
• Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Multikolonieritas
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji multikolonieritas bertujuan menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen.

Jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0.90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas.

3. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penggangu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi.

Deteksi untuk mengetahui ada tidaknya auto kerelasi dilakukan dengan menggunakan besaran Durbin-Watson (DW). Panduan mengenai angka DW untuk mendeteksi auto korelsi bisa dilihat pada tabel DW. Mengacu pada pendapat Santoso, Singgih (2001), secara umum dapat diambil patokan sebagai berikut:
• Apabila D-W < -2 atau D-W > +2 berarti terdapat autokorelasi.
• Apabila -2 < D-W < +2 berarti tidak terdapat autokorelasi.

Model regresi yang baik terhindar dari masalah autokorelasi.

4. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi dan Y sesungguhnya) yang telah di-studentizied.

Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

2.10.2. Pengujian Hipotesis

4.2.2.1. Uji signifikansi simultan (uji statistik F)

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas (independen) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependen).

Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Menentukan formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol, atau

H0: b1 = b2 = b3 = 0

Artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat (Y).

• Hipotesis alternatif (Ha) yang hendak diuji adalah apakah tidak semua parameter dalam model sama dengan nol, atau

Ha: b1 ? b2 ? b3 ? 0
(minimal satu dari tiga variabel tidak sama dengan nol)

Artinya, ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat (Y).

b. Menentukan taraf nyata dan F tabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari F tabel (db1) = k – 1; (db2) = n – k

c. Mencari F hitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.

d. Menentukan kriteria pengujian.
Apabila :
• F hitung > F tabel, maka H0 ditolak atau Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat (Y).
• F hitung < F tabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat (Y).

e. Membuat kesimpulan.

4.2.2.2. Uji signifikansi Individual (Uji statistik t)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan apakah variabel bebas (independen) secara parsial / individual yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (dependen).

Prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Menentukan formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) dalam model sama dengan nol, atau

H0 : bi = 0

Artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y).

• Hipotesis alternatif (Ha) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) dalam model tidak sama dengan nol, atau

Ha : bi ? 0

Artinya, ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y).

b. Menentukan taraf nyata dan t tabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari t tabel (db) = n – 2

c. Mencari F hitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.

d. Menentukan kriteria pengujian.
Apabila :
• t hitung > t tabel, maka H0 ditolak atau Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y).
• t hitung < t tabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y).

e. Membuat kesimpulan.

2.10.3. Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi digunakan untuk mengukur kuat atau tidaknya hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Koofisien korelasi minimal -1 dan maksimal +1 atau -1 < r < +1. Klasifikasi tingkat derajat hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 1: DERAJAT HUBUNGAN r
r Derajat Hubungan
0
0,01 – 0,20
0,21 – 0,40
0,41 – 0,60
0,61 – 0,80
0,81 – 1,00 Tidak berkolerasi
Sangat lemah
Lemah
Sedang
Kuat
Sangat kuat

2.10.4. Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur prosentase pengaruh variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Koefisien Determinasi dirumuskan sebagai berikut :

KD = r2 x 100%
Dimana :
KD = Koefisien Determinasi
r = Koefisien Korelasi

2.10.5. Koefisien Non Determinasi

Koefisien Non Determinasi digunakan untuk mengukur prosentase pengaruh faktor lain terhadap variabel terikat (dependen). Koefisien Non Determinasi dirumuskan sebagai berikut :

KND = 100% - KD
Dimana :
KND = Koefisien Non Determinasi
KD = Koefisien Determinasi

BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1. Sejarah Berdirinya Bank Rakyat Indonesia

3.1.1. Masa Penjajahan Belanda

Pada tahun 1894 Patih Banyumas Raden Bei Aria Wirjaatmadja mendirikan DE PURWOKERTOSCE HULP EN SPAARBANK DER INLANDSCEHOOFDEN (Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pribumi Purwokerto) yang pada waktu itu banyak diantara pejabat pangreh praja (pegawai negeri) bangsa Indonesia terlibat hutang dengan bunga tinggi dan kesulitan dalam pengasurannya.

Awalnya kegiatan bank hanya untuk menyimpan angsuran dari pinjaman kas masjid. Atas izin E. Seisburgh, Raden Bei Wirjaatmadja memperluas penggunaan kas masjid untuk pinjaman para pegawai negeri, petani, tukang yang terjerat hutang. Tanggal 16 Desember 1895, didirikanlah Bank Perkreditan Rakyat pertama di Indonesia dengan nama HULP EN SPAARBANK DER IRLANDDSCHE BESTUURS AMTENAREN (Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi) atau disebut Bank ”Priyayi” karena selain milik dan didirikan oleh pegawai pangreh praja yang dikenal kaum priyayi, karena tujuan utama pendirian bank ini adalah untuk membantu para priyayi bangsa Indonesia pribumi agar terhindar dari para pelepas uang atau rentenir. Bank tersebut kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan tanggal 16 Desember 1895 dijadikan hari kelahiran BRI. Atas jasa-jasanya Raden Bei Wirjaatmadja dikenal sebagai Bapak Perkreditan rakyat.

Bank ”Priyayi” mengalami reorganisasi setelah asisten residen E. Seirburh Banyumas diganti oleh W.P.D De Wolf Van Westerrode tahun 1897, kemudian berganti nama menjadi POERWOKERTOSCHE HULP SPAAR EN LANDBOUW CREDIETBANK (Bank Bantuan, Simpanan dan Kredit Usaha Tani Purwokerto) dan diproyeksikan menjadi sentral dari bank-bank koperasi dipedesaan. Perkembangannya tahun 1898 lebih dikenal masyarakat sebagai VOLKSBANK (Bank Rakyat).

W.P.D De Wolf Van Westerrode mengadakan berbagai penelitian mengenai masalah-masalah perkreditan rakyat di Indonesia bahwa perkreditan tersebut perlu ditangani secara sehat dan dilaksanakan dengan baik, oleh Pemerintah Hindia Belanda dibentuklah lembaga-lembaga yang disebut VOLKSCREDIETWEZEN (Urusan Perkreditan). Pemerintah Hindia Belanda semakin menyadari pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap bank rakyat. Oleh karena itu didirikan CENTRALE VOOR HET VOLKSCREDIETWEZEN, akan tetapi kondisi VOLKSBANK semakin memprihatinkn karena campur tangan sentral kas di bidang manajemen dan ditemukan adanya penyelewengan lainnya.

Maka atas usulan Mr. Th. A. Fruin dibentuklah AVB (ALGEMEENE VOLKSCREDIET BANK). Tujuannya adalah menyatukan bank-bank setempat guna menghindari kesulitan financial yang mengakibatkan kebangkrutan.

3.1.2. Masa Penjajahan Jepang

Pemerintahan Jepang menguasai lembaga-lembaga vital dan semua bank tanpa terkecuali AVB ditutup, kemudian pada tanggal 3 Oktober 1942, AVB dengan cabang-cabangnya di Jawa dan Madura dibuka kembali dan berganti nama menjadi SYMIN GINKO. Pemerintah militer Jepang, cabang-cabang SYMIN GINKO di wilayah Indonesia tidak dimasukkan dalam satu koordinasi namun dipecah-pecah sesuai dengan pembagian wilayah Angkatan Bersenjata Jepang dan masing-masing berdiri sendiri. Dengan kantor pusat Jakarta dibawah kekuasaan Angkatan Darat Jepang yang beroperasi di Jepang.

Selama pemerintahan Jepang AVB mengalami perubahan menjadi SYOMIN GINKO dan pelaksanaanya mengalami banyak hambatan dikarenakan kurangnya tenaga kerja untuk mengisi jabatan-jabatan yang ditinggalkan oleh para administratur bangsa Belanda. Tahun 1942 diikuti oleh kondisi perekonomian yang tidak menentu karena nilai tukar mata uang yang terus merosot dan menyebabkan bank desa mengalami kemunduran.

3.1.3. Masa 17 Agustus 1945-1959

Pada tanggal 17 agustus 1945 keadaan SYOMIN GINKO diambil alih oleh orang-orang pribumi dan tanggal 22 Februari 1946 melalui Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 telah diresmikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi satu-satunya bank Pemerintah Negara Republik Indonesia. Barulah setelah itu BRI terbentuk tanggal 5 Juli 1946. Kondisi operasional BRI terhenti selama kurang lebih satu tahun karena di Indonesia terjadi Agresi Militer Belanda tahun 1947 oleh NICA.
Adanya perjanjian Roem Royen mengakibatkan BRI beroperasi lagi dan mulai tanggal 1 Januari 1950, BRI terbagi menjadi dua yaitu Bank Rakyat Indonesia Serikat (BARRIS) dan BRI Negara Bagian. Tanggal 20 April 1951, BRI ditetapkan menjadi Bank Menengah dan tekah dikeluarkan UU No. 21 tahun 1951 tentang penghapusan AVB yang keduanya menjadi BRI. Mulai tanggal 25 September 1956, BRI menjadi Bank Devisa berdasarkan Surat Edaran Moneter No. SEKR/BRI/B28 tanggal 25 September 1956.

3.1.4. Masa 1959-1965

Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945, sehingga sistem perekonomian diselenggarakan kembali dengan kepribadian bangsa. Sesuai dengan jiwa dan tujuan pasal 33 UUD 1945 yakni berdasarkan pada asas gotong royong dan kekeluargaan, maka melalui Perpu No. 41 tahun 1960 terbentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani dan Nelayan dan “Nederlandsce Handels Mataschepij” (NHM). Berdasarkan Penetapan Presiden No. 09 tahun 1965 BKTN diintegrasikan dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (BIUKTN).

Penetapan Presiden tersebut berjalan satu bulan kemudian keluar Penetapan Presiden No. 17 tahun 1965 tentang pendirian bank tunggal milik negara dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam pendirian bank tunggal ini BIUKTN eks BRI dan BTN diintegrasikan kedalamnya dengan nama Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural, sedang BIUKTN eks NHM diintegrasikan kedalamnya dengan nama Bank Indonesia Bidang ekspor Impor.

3.1.5. Masa 1966-Sekarang

Perjalanan BRI dalam kancah perkembangan pembangunan tentunya tidak terlepas dari situasi dan kondisi perekonomian saat itu. Memasuki babak baru pada tahun 1966 telah ada perubahan fenomena dalam bentuk perubahan-perubahan yang fundamental yang tentunya akan berpengaruh terhadap tugas BRI selaku Bank Pemerintah. Berdasarkan UU No. 21 tahun 1968 tentang BRI, maka Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural diganti menjadi BRI. Selanjutnya UU No. 21 tahun 1968 tersebut dicabut dan diganti dengan UU No. 07 tahun 1992 tentang Perbankan. Berdasarkan PP No. 21 tahun 1992 tentang penyesuaian bentuk Badan Hukum BRI menjadi Perseroan (Persero), segala hak dan kewajiban, kekayaan serta pegawai BRI beralih kepada PT. BRI (Persero) dibuat dihadapan Notaris Muhani Salim. SH di Jakarta pada tanggal 31 Agustus 1992, No. 133 dan disahkan Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan No. C2-6584 HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992 diumumkan dalam berita Negara RI No. 73 tanggal 11 September 1992, tambahan berita Negara No. 34 tahun 1992.

Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai Unit Kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor Cabang(Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT,3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

Setelah melewati sejarah panjang, maka BRI saat ini telah mencapai umur 100 tahun lebih. Dikeluarkannya paket Deregulasi dan Regulasi di Bidang Perbankan, UU pokok Perbankan yang baru, perkembangan teknologi yang terus-menerus dan era globalisasi serta perubahan status BRI menjadi Persero, secara drastis telah mengubah posisi dan penampilan BRI dalam arena industri perbankan yang datangnya dari lembaga bukan bank, menuntut BRI beroperasi sebagai bank komersial dalam arti yang sebenarnya, sejajar dengan BUMN dan bank Swasta lainnya. Sampai dengan saat ini BRI terus tumbuh menjadi bank yang besar dan kompleks dalam situasi bisnis yang secara dinamis terus berubah, maka untuk mendukung dan mempertahankan keberhasilan, BRI perlu meningkatkan daya saing yang merupakan satu keharusan agar tetap menguasai pangsa pasar.

Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI yang terakhir, ruang lingkup kegiatan BRI adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya dengan melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, termasuk melakukan kegiatan sesuai dengan prinsip syariah.

3.2. Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) Bank BRI.

Sampai dengan saat ini BRI terus tumbuh menjadi bank yang besar dan kompleks dalam situasi bisnis yang secara dinamis terus berubah, maka untuk mendukung dan mempertahankan keberhasilan, BRI perlu meningkatkan daya saing yang merupakan satu keharusan agar tetap menguasai pangsa pasar. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menjadi bank BUMN Go-Public yang ditandai dengan penawaran umum saham perdana BRI.

Dalam rangka penawaran umum saham perdana BRI, berdasarkan pernyataan pendaftaran tanggal 31 Oktober 2003, Pemerintah Republik Indonesia, melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyetujui untuk melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering (“IPO”)) sebesar 3.811.765.000 lembar saham biasa BRI bersamaan dengan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih.

Penawaran umum saham perdana meliputi penawaran kepada masyarakat internasional (Peraturan 144A dari Perundang-undangan Sekuritas dan peraturan “S”) dan penawaran kepada masyarakat Indonesia. BRI menyerahkan pendaftarannya kepada Badan Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) dan pernyataan pendaftaran tersebut telah menjadi efektif berdasarkan Surat Ketua
Bapepam No. S-2646/PM/2003 tanggal 31 Oktober 2003.

Penawaran umum saham perdana BRI meliputi 3.811.765.000 saham dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham dengan harga jual Rp875 (Rupiah penuh) per saham. Selanjutnya, opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 saham dan opsi penjatahan lebih sejumlah 571.764.000 saham masing-masing dengan harga Rp875 (Rupiah penuh) setiap saham telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan 3 Desember 2003. Setelah IPO BRI dan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih dilaksanakan oleh Penjamin Pelaksana Emisi, Negara Republik Indonesia memiliki 59,5% saham di BRI (Catatan 28a). Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tanggal 10 November 2003, dan pada saat yang bersamaan seluruh saham BRI juga dicatatkan.

3.3. Bidang Usaha yang dijalankan BRI

Bidang usaha yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. berkaitan dengan fungsi intermediari yaitu menghimpun dan menyalurkan dana. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyediakan berbagai macam produk perbankan dari produk penghimpunan dana, penyaluran dana, dan pelayanan bank.

3.3.1. Produk Penghimpunan Dana

1. Giro
Giro merupakan simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Giro pada Bank Rakyat Indonesia terdiri dari:

a. GiroBRI Rupiah
GiroBRI adalah Giro Bank Rakyat Indonesia berupa simpanan dalam bentuk mata uang rupiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat untuk pemenuhan kebutuhan perbankan anda.

b. GiroBRI Valas
GiroBRI adalah Giro Bank Rakyat Indonesia berupa simpanan dalam bentuk mata uang US Dollar yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat untuk pemenuhan kebutuhan perbankan anda. Spesifikasi khusus dan giro dalam valuta asing ini tidak diberikannya buku cek atau bilyet giro untuk nasabah. Bila nasabah ingin melakukan penarikan maka dapat dilakukan dengan cara mengajukan permohonan tertulis dengan mengisi formulir penarikan

2. Tabungan
Tabungan merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau bilyet giro dan atau alat lain yang dipersamakan dengan itu. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyediakan bermacam-macam produk tabungan yang telah disesuaikan dengan tuntutan jaman atau teknologi serta kebutuhan masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut:

a. BritAma
BRITAMA merupakan jenis tabungan yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dan menurut kesepakatan antara kedua belah pihak. Produk tabungan BRITAMA ini telah dilengkapi dengan fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sehingga nasabah dapat dengan mudah melakukan penarikan disetiap mesin ATM BR1 tanpa dibatasi oleh waktu, antrian panjang dan bersifat online. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan nasabah dengan cepat melakukan transaksi

b. SIMASKOT
Simaskot adalah Simpanan Masyarakat Perkotaan di BRI Unit pelaksana Simaskot, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat, dan frekuensi pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldo rekening mencukupi

c. SIMPEDES
Tabungan Simpedes atau simpanan masyarakat pedesaan Bank Rakyat Indonesia adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan dengan mata uang rupiah yang dapat dilayani di Kantor Cabang Khusus / Kanca / KCP / BRI Unit, yang penyetoran dan pengambilannya tidak dibatasi baik frekuensi maupun jumlahnya sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku

d. Tabungan Haji
Tabungan Haji atau ONHBRI merupakan sarana untuk melunasi atau melakukan penyetoran ongkos naik haji dalam jangka waktu yang tidak terbatas melalui sarana hubungan terlebih dahulu.

3. Deposito
Deposito Bank Rakyat Indonesia merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bank BRI menyediakan berbagai macam Deposito, diantaranya adalah:

a. DEPOBRI Rupiah
DEPOBRI Rupiah adalah Deposito Bank Rakyat Indonesia dalam bentuk mata uang rupiah. DEPOBRI Rupiah Memberikan kenyamanan dalam investasi dana Anda. Anda dapat leluasa memilih jangka waktu DepoBRI Anda, mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan. Saat jatuh tempo, Anda dapat leluasa untuk menikmati bunga secara tunai atau diinvestasikan kembali kedalam pokok Deposito atau ditransfer kerekening yang anda kehendaki.

b. DEPOBRI Valas
DEPOBRI Valas adalah Deposito Bank Rakyat Indonesia dalam bentuk mata uang US Dollar. DEPOBRI Rupiah Memberikan kenyamanan dalam investasi dana Anda. Anda dapat leluasa memilih jangka waktu DepoBRI Anda, mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan. Saat jatuh tempo, Anda dapat leluasa untuk menikmati bunga secara tunai atau diinvestasikan kembali kedalam pokok Deposito atau ditransfer kerekening yang anda kehendaki.

c. Deposito On Call (DOC)
Deposit On Call (DOC) adalah simpanan (deposito) atas nama pihak ketiga (perorangan, perusahaan, yayasan/ dana pensiun, dan lain-lain) atau bank yang penarikannya dapat dilaksanakan dengan syarat pemberitahuan sebelumnya. Pemberitahuan tersebut dapat dilakukan nasabah secara lisan (via telepon) atau secara tertulis (via facsimile) kepada Kantor Cabang BRI.

d. SertiBRI
SERTIBRI adalah Sertifikat Deposito Bank Rakyat Indonesia dengan jangka waktu tetap (fixed time), atas pembawa (atas unjuk) yang dapat diperjual belikan atau dipindahtangankan kepada pihak ketiga

3.3.2. Produk Penyaluran Dana

1. Mikro
Penyaluran dana untuk khusus untuk mikro yaitu berupa Kredit Umum Pedesaan (Kupedes). Kupedes adalah suatu fasilitas kredit yang disediakan oleh BRI Unit (bukan oleh Kantor CabangBRI atau Bank lain), untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang layak

2. Retail
a. Kredit Agunan Kas
Kredit Agunan Kas adalah kredit yang jaminannya dapat berupa surat-surat berharga untuk mencukupi besaran plafon kredit yang diajukan.

Persyaratan utama pengajuan kredit dengan agunan kas adalah Nasabah mempunyai Asli Surat Berharga berikut:
- Setoran Kas (rekening simpanan di BRI) baik Rupiah ataupun Valas, atau
- Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, dan jenis simpanan lainya yang diterbitkan BRI, atau
- Sertifikat Bank Indonesia yang pembelianya diageni BRI.

b. Kredit Express
Kredit Express adalah kredit yang diberikan bagi para professional khususnya dokter, notaris, akuntan dan bidan, yang berminat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Express. Hal-hal penting yang perlu dicermati adalah jangka waktu kredit yang disesuaikan dengan jenis kredit yaitu :
- Kredit investasi jangka waktu maksimal 5 tahun; dengan sharing dana sendiri minimum sebesar 35 %
- Kredit modal kerja maksimal 3 tahun; dengan sharing dana sendiri minimum sebesar 30 %

c. Kredit Investasi
Kredit Investasi merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada para nasabahnya untuk keperluan modal. Kredit tersebut tidak dimaksudkan untuk keperluan penanaman modal melainkan untuk keperluan perbaikan atau penambahan barang modal beserta fasilitas-fasilitas lainnya yang berhubungan dengan hal tersebut, misalnya untuk membangun pabrik gudang atau mengganti mesin produksi

d. Kredit Modal Kerja
Kredit Modal Kerja merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan persyaratan dan prosedur khusus, guna pembiayaan modal yang dipergunakan untuk kelancaran suatu usaha

e. Kredit Modal Kerja Ekspor
Layanan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMK Ekspor) yaitu fasilitas kredit untuk tujuan pembiayaan pre-export (Pembiayaan untuk produksi atau pembelian barang-barang untuk diekspor) dan pembiayaan post-export (pembiayaan untuk melakukan negosiasi wesel ekspor).

f. Kredit Modal Kerja Impor
Kredit Modal Kerja Impor (KMK – Impor) adalah fasilitas kredit yang disediakan bagi pembiayaan aktivitas pembiayaan seluruh/sebagian kegiatan transaksi impor, khususnya yang berhubungan dengan L/C impor.

g. Kredit Modal Kerja Konstruksi
Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMK Konstruksi) merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja bagi kontraktor yang memperoleh kontrak kerja/surat perintah kerja/penyelesaian suatu proyek. Selain fasilitas KMK Konstruksi, untuk pengerjaan suatu proyek, kepada kontraktor dapat diberikan fasilitas Bank Garansi.

h. Kretap
Kredit Kepada Golongan Berpenghasilan Tetap (Kretap) merupakan salah satu pelayanan perbankan yang ditawarkan Bank BRI, untuk para karyawan berpenghasilan tetap. Anda dapat memanfaatkan fasilitas Kretap untuk memenuhi berbagai keperluan apapun sesuai kebutuhan produktif maupun kebutuhan konsumtif Anda.

3.3.3. Produk Jasa Layanan

1. Transfer
Layanan transfer adalah layanan pengiriman uang baik dalam bentuk mata uang rupiah maupun valas melalui Bank Rakyat Indonesia. Transfer di BRI dapat dilakukan melalui :
a. Teller di Kantor Cabang BRI atau BRI Unit.
b. ATM BRI

2. Kliring
Kliring adalah proses penyampaian suatu surat berharga yang belum merupakan suatu kewajiban bagi Bank, dimana surat berharga tersebut disampaikan oleh Bank Penarik, hingga adanya pengesahan oleh Bank Tertarik melalui lembaga kliring, yang dinyatakan dalam mata uang rupiah.

Warkat yang dapat diteruskan adalah cek, bilyet Giro, surat bukti penerimaan transfer, nota kredit dan warkat-warkat lainnya yang disetujui oleh Bank Sentral (BI).

3. Inkaso
Inkaso adalah penagihan oleh Bank yang bertindak untuk dan atas nama seseorang kepada seseorang atas dasar suatu hak tagihan dalam bentuk surat berharga. Surat berharga yang merupakan tagihan yang digolongkan sebagai warkat inkaso adalah Cek, Bilyet Giro (BG), Aksep/Promes, dan Kuitansi yang sudah ditandatangani serta sudah jatuh tempo.

4. CEPEBRI
CEPEBRI adalah surat berharga yang diterbitkan dalam nilai rupiah dengan cirri-ciri sebagai berikut:
- Terpercaya, aman, praktis dan fleksibel.
- Dijamin dengan seluruh harta kekayaan BRI.
- Jumlahnya sesuai nominal yang tercetak, baik dalam angka maupun huruf.

CEPEBRI merupakan jasa layanan kepada nasabah dalam bentuk cek berjalan dengan tanpa membuka rekening giro, seorang nasabah dapat membeli cek tersebut, sehingga seorang nasabah Iebih aman dalam perjalanan karena tanpa harus membawa terlalu banyak uang tunai. CEPEBRI berlaku tanpa batas, atau dengan kata lain sepanjang belum diuangkan tetap berlaku.

5. Western Union (WU)
Western Union (WU) adalah layanan tercepat untuk pengiriman uang dan penerimaan uang diseluruh dunia. Setiap pengiriman uang dilindungi oleh system keamanan kelas dunia dan dapat diverifikasi dengan control Number maupun password yang dapat anda pilih sendiri. Western Union memberikan jaminan bahwa uang anda akan dibayarkan penuh dengan cepat dan pada orang yang tepat. Uang yang anda kirim dapat segera diterima setelah anda mengirimnya. Western Union menggunakan tehnologi elektronik terbaru dan jaringan komputer kami akan melayani pengiriman uang anda secara cepat di lebih dari 190 negara di dunia.

6. Safe Deposit Box (SDB)
Save Deposit Box (SDB) merupakan bentuk layanan BRI untuk penitipan atau tempat penyimpanan barang dan surat berharga, sehingga nasabah tidak perlu meyimpan barang dan surat berharga tersebut di rumah karena kekhawatiran akan keamanannya.

7. Payment Point
Payment Point merupakan jasa yang diberikan oleh BRI pada pihak ketiga (baik nasabah maupun bukan nasabah) untuk menyelesaikan tagihan-tagihan yang tidak berkaitan langsung dengan BRI. Sebagai contoh penerimaan setoran ONH, setoran pembayaran pajak dan telepon. Sedangkan untuk jasa-jasa pembayaran lain seperti phone banking dan internet banking untuk sementara masih digunakan untuk kegiatan intern bank fasilitas on line antar cabang dengan kantor pusat. Payment Point atau disebut juga Bill Payment adalah sarana pembayaran tagihan publik dengan memanfaatkan fasilitas ATM dan layanan di Teller BRI.

3.4. Struktur dan Manajemen.

Bagan mengenai Struktur Organisasi Bank Rakyat Indonesia dapat dilhat pada GAMBAR 4. STRUKTUR ORGANISASI BANK RAKYAT INDONESIA.

3.4.1. Kantor dan Jumlah Karyawan

Kantor pusat BRI berlokasi di Gedung BRI I, Jl. Jendral Sudirman Kav. 44-46, Jakarta. Pada Tanggal 31 Desember 2007, BRI memiliki Kantor Wilayah, Kantor Inspeksi, Kantor Cabang, dan Unit sebagai berikut:

Kantor Wilayah = 14
Kantor Inspeksi = 12
Kantor Cabang Dalam Negeri = 340
Kantor Cabang Khusus = 1
Kantor Cabang/Kantor Perwakilan di Luar Negeri = 3
Kantor Cabang Pembantu (KCP)/Kantor Kas Bank = 230
BRI Unit = 4.300
Pos Pelayanan Desa = 100
Kantor Cabang Syariah (“BRI Syariah”) = 27
KCP BRI Syariah = 18

Pada Tanggal 31 Desember 2007, BRI memiliki Kantor Cabang Luar Negeri yang berlokasi di Cayman Islands dan 2 Kantor Perwakilan yang berlokasi di New York dan Hong Kong.

Jumlah karyawan BRI pada Tanggal 31 Desember 2007 adalah 38.120 orang.

3.4.2. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI pada tanggal 31 Desember 2007 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BRI tanggal 22 Mei 2007 yang dinyatakan dengan akta notaris Imas Fatimah, S.H., No. 40 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama/Independen : Bunasor Sanim
Komisaris : Saiful Yusuf
Komisaris : Agus Pakpahan
Komisaris : Agus Supriyanto
Komisaris Independen : Bangun Sarwito Kusmuljono
Komisaris Independen : Baridjussalam Hadi
Komisaris Independen : Aviliani

Direksi:
Direktur Utama : Sofyan Basir
Direktur : Agus Toni Soetirto
Direktur : Sarwono Sudarto
Direktur : Sulaiman Arif Arianto
Direktur : Sudaryanto Sudargo
Direktur : Leni Sugihat
Direktur : Suprajarto
Direktur : Asmawi Syam
Direktur : Bambang Soepeno

3.4.3. Susunan Komite Audit

Susunan Komite Audit BRI pada tanggal 31 desember 2007 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Komisaris No. B.166-KOM/12/2007 tanggal 5 Desember 2007 adalah sebagai berikut:

Ketua : Aviliani
Anggota : Bunasor Sanim
Anggota : Saiful Yusuf
Anggota : Dedi Budiman Hakim
Anggota : H. C. Royke Singgih

3.4.4. Sususnan Dewan Pengawas Syariah

Susuna Dewan Pengawas Syariah pada tanggal 31 Desember 2007 berdasarkan Surat Keputusan Direksi BRI No. 150-DIR/SDM/04/2006 tanggal 17 April 2006 adalah sebagai berikut:

Ketua : Asjmuni Abdurrahman
Anggota : Karnaen Perwataatmaja
Anggota : Cholid Fadlulloh

3.5. Proses Recruitment Karyawan

Suatu perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas guna memajukan perusahaan tersebut. Dalam recruitment yang telah di laksanakan oleh kantor pusat BRI adalah untuk mengisi karyawan atau pegawai pada tingkat pimpinan dan staf, sedangkan recruitment yang ada di Kanwil, Kanca, dan unit untuk calon pegawai pelaksana dan pegawai dasar. Kualifikasi-kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh seseorang supaya dapat menjadi pegawai di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura, berdasarkan Surat Keputusan NOKEP: 005- Vll/KC/SDMJO4/2005 tentang Tim Seleksi Administrasi dan Wawancara Awal Perekrutan Calon Pekerja Kantor Cabang dan Bank Rakyat Indonesia Unit tahun 2005 di Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Semarang Pattimura, hal-hal yang perlu disampaikan berkaitan proses rekruitmen calon pegawal Kanca dan Bank Rakyat Indonesia yaitu:

1. Dalam proses seleksi rekruitmen calon pegawai Kanca dan Bank Rakyat Indonesia Unit akan dilakukan dalam 4 tahap proses seleksi/tes yaitu sebagai berikut:
a) Test administrasi dan wawancara awal dilaksanakan oleh Kantor Cabang dan bertempat di Kantor Cabang.
b) Test psikologi (tes intelegensi dan psikotes) dilakukan oleh Kantor Wilayah dan bertempat di Kantor Wilayah.
c) Test wawancara akhir dilakukan oleh Kantor Wilayah dan bertempat di Kantor Wilayah.
d) Test kesehatan dilakukan oleh Kantor Wilayah dan bertempat di Kantor Wilayah.

2. Time Schedule rekruitmen pekerja Kantor Cabang, Bank Rakyat Indonesia Unit dan Kantor Wilayah Bank Rakyat Indonesia Semarang, tahap test dan kegiatan rekruitmen yaitu sebagai berikut:
a) Pembukaan lowongan.
b) Seleksi administrasi lamaran.
c) Test wawancara awal.
d) Test psikologi.
- Tes intelegensi.
- Psikotes.
e) Test wawancara akhir.
f) Test kesehatan.
g) Penerimaan dan pengarahan training.
h) Pendidikan disendik (sentral pendidikan) Bank Rakyat Indonesia Yogyakarta.
i) Penempatan di Kantor Cabang

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Variabel Penelitian

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, terdapat 4 (empat) variabel yaitu: Jumlah giro, Jumlah Tabungan, Jumlah Deposito Berjangka, dan Jumlah Kredit Yang diberikan. Keempat variabel tersebut dikelompokkan dalam dua variabel yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Dalam penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (independent) yang terdiri dari Jumlah giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Deposito Berjangka terhadap variabel terikat (dependent) yaitu Jumlah Kredit Yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Hubungan antara kedua variabel tersebut adalah tinggi rendahnya variabel terikat dipengaruhi oleh perilaku variabel bebasnya, artinya apabila salah satu atau lebih variabel bebas berubah maka akan mengakibatkan variabel terikatnya berubah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Jumlah Kredit Yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. sesuai dengan permasalahan dan model yang telah dijelaskan yaitu Jumlah giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Deposito Berjangka. Berikut ini adalah data penelitian yang digunakan berasal dari Laporan Keuangan Publikasi Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. melalui Bank Indonesia (http://www.bi.go.id/).

4.1.1. Jumlah Giro

Giro pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. terdiri dari GiroBRI Rupiah dan GiroBRI Valas. Dalam hal ini yang dimaksud Jumlah Giro adalah total seluruh Giro yang terdapat dalam Laporan Keuangan Publikasi Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007. Adapun rekapitulasi mengenai Jumlah Giro tersebut dapat dilihat pada LAMPIRAN I. Berikut adalah Grafik Jumlah Giro pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007 beserta deskripsi mengenai variabel Jumlah Giro tersebut.

GAMBAR 3. GRAFIK JUMLAH GIRO PADA BANK BRI

Keterangan:
N / Banyak Data = 51 bulan (Oktober 2003 - Desember 2007)
Minimum = Rp. 12.040.721.000.000,00
Maximum = Rp. 37.145.735.000.000,00
Median/Nilai Tengah = Rp. 24.593.228.000.000,00
Mean/rata-rata = Rp. 18.748.999.333.333,00

Banyaknya data mengenai variabel Jumlah Giro yang diteliti adalah sebanyak 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 dampai dengan Desember 2007. Selama 51 bulan tersebut, jumlah Giro terkecil sebesar Rp.12.040.721.000.000,00 tepatnya pada bulan Februari tahun 2004. Sedangkan jumlah Giro terbesar sebesar Rp.37.145.735.000.000,00 tepatnya pada bulan Desember tahun 2007. Dari data tersebut tampak bahwa selama kurun waktu selama 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 sampai dengan Desember 2007, Jumlah Giro mengalami fluktuatif yang cenderung naik pada tiap bulanya dengan rata-rata Jumlah Giro sebesar Rp.18.748.999.333.333,00 yang lebih kecil dari nilai tengahnya yaitu sebesar Rp.24.593.228.000.000,00.

4.1.2. Jumlah Tabungan

Tabungan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. terdiri dari BRITAMA, SIMASKOT, SIMPEDES, dan Tabungan Haji. Dalam hal ini yang dimaksud Jumlah Tabungan adalah total seluruh Tabungan yang terdapat dalam Laporan Keuangan Publikasi Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007. Adapun rekapitulasi mengenai Jumlah Tabungan tersebut dapat dilihat pada LAMPIRAN I. Berikut adalah Grafik Jumlah Tabungan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007 beserta deskripsi mengenai variabel Jumlah Tabungan tersebut.

GAMBAR 4. GRAFIK JUMLAH TABUNGAN PADA BANK BRI

Keterangan:
N / Banyak Data = 51 bulan (Oktober 2003 - Desember 2007)
Minimum = Rp. 32.467.782.000.000,00
Maximum = Rp. 72.268.811.000.000,00
Median/Nilai Tengah = Rp. 52.368.296.500.000,00
Mean/rata-rata = Rp. 48.517.220. 235.294,00

Banyaknya data mengenai variabel Jumlah Tabungan yang diteliti adalah sebanyak 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 dampai dengan Desember 2007. Selama 51 bulan tersebut, jumlah Tabungan terkecil sebesar Rp.32.467.782.000.000,00 tepatnya pada bulan Oktober tahun 2003. Sedangkan jumlah Tabungan terbesar sebesar Rp.72.268.811.000.000,00 tepatnya pada bulan Desember tahun 2007. Dari data tersebut tampak bahwa selama kurun waktu selama 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 sampai dengan Desember 2007, Jumlah Tabungan mengalami fluktuatif meski tidak sefluktuatif Jumlah Giro yang cenderung naik pada tiap bulanya dengan rata-rata Jumlah Tabungan sebesar Rp.48.517.220. 235.294,00 yang lebih kecil dari nilai tengahnya yaitu sebesar Rp.52.368.296.500.000,00.

4.1.3. Jumlah Simpanan Berjangka

Simpanan Berjangka pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. yang dimaksud adalah Deposito yang terdiri dari DEPOBRI Rupiah, DEPOBRI Valas, Deposito On Call (DOC), dan SertiBRI. Dalam hal ini yang dimaksud Jumlah Simpanan Berjangka adalah total seluruh Simpanan Berjangka yang terdapat dalam Laporan Keuangan Publikasi Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007. Adapun rekapitulasi mengenai Jumlah Simpanan Berjangka tersebut dapat dilihat pada LAMPIRAN I. Berikut adalah Grafik Jumlah Simpanan Berjangka pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007 beserta deskripsi mengenai variabel Jumlah Simpanan Berjangka tersebut.

GAMBAR 5. GRAFIK JUMLAH SIMPANAN BERJANGKA PADA BANK BRI

Keterangan:
N / Banyak Data = 51 bulan (Oktober 2003 - Desember 2007)
Minimum = Rp. 23.853.353.000.000,00
Maximum = Rp. 56.060.710.000.000,00
Median/Nilai Tengah = Rp. 39.957.031.500.000,00
Mean/rata-rata = Rp. 33.440.526.725.490,00

Banyaknya data mengenai variabel Jumlah Giro yang diteliti adalah sebanyak 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 dampai dengan Desember 2007. Selama 51 bulan tersebut, jumlah Simpanan Berjangka terkecil sebesar Rp.23.853.353.000.000,00 tepatnya pada bulan Mei tahun 2004. Sedangkan jumlah Simpanan Berjangka terbesar sebesar Rp.56.060.710.000.000,00 tepatnya pada bulan Desember tahun 2007. Dari data tersebut tampak bahwa selama kurun waktu selama 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 sampai dengan Desember 2007, Simpanan Berjangka mengalami fluktuatif yang cenderung naik pada tiap bulanya dengan rata-rata Jumlah Simpanan Berjangka sebesar Rp.33.440.526.725.490,00 yang lebih kecil dari nilai tengahnya yaitu sebesar Rp.39.957.031.500.000,00.

4.1.4. Jumlah Kredit yang Diberikan

Kredit yang Diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. terdiri dari Kredit Mikro yaitu KUPEDES dan Kredit Retail yang terdiri dari Kredit Agunan Kas, Kredit Express, Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Modal Kerja Ekspor, Kredit Modal Kerja Impor, Kredit Modal Kerja Konstruksi, Kretap, serta kredit dalam bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan hal itu yang diberikan oleh P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Dalam hal ini yang dimaksud Jumlah Kredit yang Diberikan adalah total seluruh Kredit yang Diberikan yang terdapat dalam Laporan Keuangan Publikasi Bulanan P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007. Adapun rekapitulasi mengenai Jumlah Kredit yang Diberikan tersebut dapat dilihat pada LAMPIRAN I. Berikut adalah Grafik Jumlah Kredit yang Diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai Oktober tahun 2003 sampai dengan desember tahun 2007 beserta deskripsi mengenai variabel Jumlah Kredit yang Diberikan tersebut.

GAMBAR 6. GRAFIK JUMLAH KREDIT YANG DIBERIKAN PADA BANK BRI

Keterangan:
N / Banyak Data = 51 bulan (Oktober 2003 - Desember 2007)
Minimum = Rp. 46.476.654.000.000,00
Maximum = Rp.113.853.335.000.000,00
Median/Nilai Tengah = Rp. 80,164,994.500.000,00
Mean/rata-rata = Rp. 74.644.792.862.745,00

Banyaknya data mengenai variabel Jumlah Kredit yang Diberikan yang diteliti adalah sebanyak 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 dampai dengan Desember 2007. Selama 51 bulan tersebut, jumlah Kredit yang Diberikan terkecil sebesar Rp.46.476.654.000.000,00 tepatnya pada bulan Oktober tahun 2004. Sedangkan jumlah Kredit yang Diberikan terbesar sebesar Rp.113.853.335.000.000,00 tepatnya pada bulan Desember tahun 2007. Dari data tersebut tampak bahwa selama kurun waktu selama 51 bulan yaitu mulai bulan Oktober tahun 2003 sampai dengan Desember 2007, Jumlah Kredit yang Diberikan tidak sefluktuatif variabel lainya yang cenderung naik pada tiap bulanya dengan rata-rata Jumlah Kredit yang Diberikan sebesar Rp.74.644.792.862.745,10 yang lebih kecil dari nilai tengahnya yaitu sebesar Rp.80,164,994.500.000,00.

4.1.5. Deskripsi Seluruh Variebel

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, rekapitulasi data penelitian dapat dilihat pada LAMPIRAN I. Berikut adalah Grafik mengenai perbandingan fluktuasi keempat variabel yang terdiri dari Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Kredit yang Diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mulai bulan Oktober 2003 sampai dengan Desember 2007.

GAMBAR 6. GRAFIK JUMLAH KREDIT YANG DIBERIKAN PADA BANK BRI

Dari grafik tersebut, terlihat bahwa seluruh variabel penelitian yaitu Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, Jumlah Simpanan Berjangka, dan Jumlah Kredit yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. mengalami fluktuatif yang cenderung naik pada tiap bulanya. Dari data tersebut penulis hendak meneliti pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Simpanan Berjangka terhadap Jumlah Kredit yang diberikan pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

4.2. Analisis Data

Kemampuan beberapa variabel bebas dalam memprediksi Jumlah Kredit yang diberikan dapat diukur dengan signifikan atau tidaknya pengaruh beberapa variabel bebasnya. Apabila pengaruh beberapa variabel bebas terhadap Jumlah Kredit yang diberikan signifikan, berarti variabel-variabel tersebut dapat disimpulkan mampu memprediksi Jumlah Kredit yang Diberikan. Sebaliknya jika pengaruh antara variabel-variabel tersebut terhadap Jumlah Kredit yang diberikan tidak signifikan berarti bahwa, variabel-variabel tersebut tidak mampu memprediksi Jumlah Kredit yang diberikan.

Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Adapun persamaan yang digunakan adalah:

Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3 + e
Dimana:
Y = Jumlah Kredit Yang Diberikan
a = Konstanta
b1, b2 = Koofisien regresi untuk masing-masing variabel
X1 = Jumlah Giro
X2 = Jumlah Tabungan
X2 = Jumlah Simpanan Berjangka
e = Variabel penggangu (diasumsikan harganya = 0)

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, untuk mengetahui apakah dalam model regresi data terbebas dari masalah autokorelasi, multikolinearitas, normalitas dan heteroskedastisitas, diperlukan pengujian terhadap keseluruhan variabel dengan menggunakan uji asumsi klasik.

4.2.1. Pengujian Asumsi Klasik

Asumsi klasik merupakan asumsi dasar yang harus dipenuhi agar model analisis regresi dapat digunakan dalam menganalisis. Adapun asumsi klasik yang di uji dalam penelitian ini meliputi:

1. Uji Normalitas
Menurut Ghozali, Imam (2005) Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, atau variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid.

Pada prinsipnya, normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar keputusanya adalah:
• Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
• Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

GAMBAR 8. UJI NORMALITAS

(Sumber : Data Sekunder yang diolah dengan SPSS, Tahun 2008)

Dengan melihat tampilan grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual terlihat titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Sedangkan pada grafik Histogram menunjukan pola distribusi normal dan tidak menceng (skewness). Kedua grafik ini menunjukan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Hal ini menunjukan bahwa uji statistik pada penelitian ini adalah valid.

2. Uji Multikolonieritas
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji multikolonieritas bertujuan menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas (independent).

Jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0.90 atau 90%), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas.

TABEL 2. COEFFICIENT CORRELATIONS
Variabel Simpanan Berjangka Giro Tabungan
Simpanan Berjangka 1 -0.162774 -0.567917579
Giro -0.162774004 1 -0.665676578
Tabungan -0.567917579 -0.66567658 1
(Sumber : Data Sekunder yang diolah dengan SPSS, Tahun 2008)

Melihat hasil besaran korelasi antar variabel independen, tampak bahwa hanya variabel Tabungan yang mempuyai korelasi yang cukup tinggi dengan variebel Giro dengan tingkat korelasi sebesar 0.6658 atau sekitar 67%. Oleh karena itu korelasi ini masih dibawah 90%, maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolonieritas yang serius. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel independent dalam model regresi yang diteliti.

3. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penggangu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Model regresi yang baik terhindar dari masalah autokorelasi.

Deteksi untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi dilakukan dengan menggunakan besaran Durbin-Watson (D-W). Panduan mengenai angka D-W untuk mendeteksi auto korelsi bisa dilihat pada tabel DW. Mengacu pada pendapat Santoso, Singgih (2001), secara umum Panduan mengenai angka D-W dapat diambil patokan sebagai berikut:
• Apabila D-W < -2 atau D-W > +2 berarti terdapat autokorelasi.
• Apabila -2 < D-W < +2 berarti tidak terdapat autokorelasi.

TABEL 3. MODEL SUMMARY(b)
R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
0.987784602 0.975718421 0.974168533 3000009.466 0.387076748
(Sumber : Data Sekunder yang diolah dengan SPSS, Tahun 2008)

Dari hasil perhitungan SPSS diketahui nilai D-W (pada kolom Durbin-Watson) sebesar 0,3871. Nilai tersebut lebih besar dari -2 dan kurang dari +2. Hal itu menunjukan bahwa nilai D-W ada diantara -2 dan +2 (-2 < 0,3871 < +2). Maka dapat disimpulkan dalam model regresi linier ini tidak terdapat problem autokorelasi.

4. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali, Imam (2005) uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi dan Y sesungguhnya) yang telah di-studentizied.

Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

GAMBAR 9. GRAFIK SCATTERPLOT

Dari grafik scatterplots terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi dalam penelitian ini layak dipakai utnuk memprediksi Jumlah Kredit yang Diberikan berdasarkan masukan variabel independen yaitu Jumlah Giro, Jumlah Tabungan, dan Jumlah Simpanan Berjangka.

4.2.2. Pengujian Hipotesis

Didalam penulisan Tugas Akhir ini, sesuai dengan pokok permasalahan diajukan 4 (empat) hipotesis yang diuji. Model yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berikut adalah berikut adalah hasil analisis regresi linier berganda yang dirangkum dalam TABEL 4.

TABEL 4. RANGKUMAN HASIL REGRESI LINIER BERGANDA
Variabel Koefisien Regresi t Signifikasi r
Konstanta (a) -19510590790000 -6.3511 0.0000
Giro (X1) -0.302264503 -1.3981 0.1687 -0.1998
Tabungan (X2) 1.899771969 12.4248 0.0000 0.8756
Simpanan Berjangka (X3) 0.228790821 2.1151 0.0397 0.2948
Variabel terikat: Kredit yang diberikan (Y)
N = 51 Ftabel (? = 5 %) = 2.8024
R = 0.9878 Signifikasi = 0.0000
R2 = 0.9757 t tabel (? = 5 %) = 1.6766
Fhitung = 629.5412
(Sumber : Data Sekunder yang diolah dengan SPSS, Tahun 2008)

Dari data diatas maka pengujian dari masing-masing hipotesis yang diajukan adalah:

4.2.2.1. Pengujian Hipotesis 1

Pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan uji signifikansi simultan (uji statistik F) untuk melihat apakah variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas (independent) yang dimasukkan dalam model secara bersama-sama / simultan mempunyai pengaruh yang siginifikan terhadap variabel terikat (dependent). Adapun prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama/simultan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
• Hipotesis alternatif (Ha) : ada pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama/simultan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

b. Taraf nyata dan Ftabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari Ftabel (db1) = 3 ; (db2) = 51 – 1 – 3 = 47
Maka, Ftabel = 2,8024 (lihat tabel F pada LAMPIRAN)

c. Nilai Fhitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.
Pada hasil perhitungan SPSS (lihat TABEL 4. halalaman 75) dapat diketahui: Fhitung = 629,5412

d. Kriteria pengujian.
Apabila :
• Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak atau Ha diterima
• Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak

e. Kesimpulan.
Karena Fhitung = 629,5412 > Ftabel = 2,8024 , maka H0 ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama/simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga hipotesis 1 yang menyatakan “Diduga variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama/simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.” diterima.

4.2.2.2. Pengujian Hipotesis 2

Pengujian hipotesis 2 dilakukan dengan uji signifikansi individual / parsial (uji statistik t) untuk melihat apakah variabel Giro secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

uji statistik t pada dasarnya menunjukkan apakah variabel bebas (independent) yang dimasukkan dalam model secara parsial / individual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (dependent). Adapun prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Giro secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
• Hipotesis alternatif (Ha) : ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Giro secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

b. Taraf nyata dan ttabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari ttabel (db) = n – 2 = 51 – 2 = 49
Maka, ttabel = 1,6766 (lihat tabel t pada LAMPIRAN)

c. Nilai thitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.
Pada hasil perhitungan SPSS (lihat TABEL 4. halalaman 75) dapat diketahui: thitung = -1,3981

d. Kriteria pengujian.
Apabila :
• thitung > ttabel atau thitung < -(ttabel), maka H0 ditolak atau Ha diterima
• -(ttabel) < thitung < ttabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak

e. Kesimpulan.
Karena -(ttabel) = -1,6766 < thitung = -1,3981 < ttabel = 1,6766 , maka H0 diterima atau Ha ditolak. Hal ini berarti bahwa variabel jumlah Giro secara parsial / Individual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga hipotesis 2 yang menyatakan “Diduga variabel jumlah Giro secara parsial / individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.” ditolak.

4.2.2.3. Pengujian Hipotesis 3

Pengujian hipotesis 3 dilakukan dengan uji signifikansi individual / parsial (uji statistik t) untuk melihat apakah variabel Tabungan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

uji statistik t pada dasarnya menunjukkan apakah variabel bebas (independent) yang dimasukkan dalam model secara parsial / individual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (dependent). Adapun prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Tabungan secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
• Hipotesis alternatif (Ha) : ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Tabungan secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

b. Taraf nyata dan ttabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari ttabel (db) = n – 2 = 51 – 2 = 49
Maka, ttabel = 1,6766 (lihat tabel t pada LAMPIRAN)

c. Nilai thitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.
Pada hasil perhitungan SPSS (lihat TABEL 4. halalaman 75) dapat diketahui: thitung = 12,4248

d. Kriteria pengujian.
Apabila :
• thitung > ttabel atau thitung < -(ttabel), maka H0 ditolak atau Ha diterima
• -(ttabel) < thitung < ttabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak

e. Kesimpulan.
Karena thitung = 12,4248 > (ttabel) = 1,6766 , maka H0 ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variabel jumlah Tabungan secara parsial / Individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga hipotesis 3 yang menyatakan “Diduga variabel jumlah Tabungan secara parsial / individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.” diterima.

4.2.2.4. Pengujian Hipotesis 4

Pengujian hipotesis 4 dilakukan dengan uji signifikansi individual / parsial (uji statistik t) untuk melihat apakah variabel Simpanan Berjangka secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

uji statistik t pada dasarnya menunjukkan apakah variabel bebas (independent) yang dimasukkan dalam model secara parsial / individual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (dependent). Adapun prosedur uji statistiknya adalah sebagai berikut:

a. Formulasi Hipotesis :
• Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Simpanan Berjangka secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
• Hipotesis alternatif (Ha) : ada pengaruh yang signifikan antara variabel jumlah Simpanan Berjangka secara parsial / individual terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

b. Taraf nyata dan ttabel
• Taraf nyata 0,05 (5%)
• Derajat kebebasan dari ttabel (db) = n – 2 = 51 – 2 = 49
Maka, ttabel = 1,6766 (lihat tabel t pada LAMPIRAN)

c. Nilai thitung dengan melihat hasil perhitungan SPSS.
Pada hasil perhitungan SPSS (lihat TABEL 4. halalaman 75) dapat diketahui: thitung = 2,1151

d. Kriteria pengujian.
Apabila :
• thitung > ttabel atau thitung < -(ttabel), maka H0 ditolak atau Ha diterima
• -(ttabel) < thitung < ttabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak

e. Kesimpulan.
Karena thitung = 2,1151 > (ttabel) = 1,6766 , maka H0 ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variabel Jumlah Simpanan Berjangka secara parsial / Individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga hipotesis 4 yang menyatakan “Diduga variabel Jumlah Simpanan Berjangka secara parsial / individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.” diterima.

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil pengujian secara bersama-sama / simultan dengan menggunakan uji signifikansi simultan (uji statistik F), terhadap hipotesis 1 (satu) pada TABEL 4. halaman 75, menyatakan bahwa seluruh variabel independent secara bersama-sama / simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependent. Dengan signifikasi sebesar 0,0000 (lihat TABEL 4. halalaman 75) maka dapat dikatakan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah sangat signifikan karena jauh lebih kecil dari 1% atau 0,01. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggabungan Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Keadaan ini menunjukkan bahwa penggabungan variabel Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka sangat relevan digunakan sebagai prediksi dalam pengelolaan penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

Nilai derajat hubungan R atau koefisien kolerasi simultan (R) sebesar 0,9878 (lihat TABEL 2) menunjukkan hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependent) sangat kuat karena diatas 0,80 (lihat TABEL 1. halaman 30). Sedangkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9757 (lihat TABEL 4. halalaman 75) menunjukkan kontribusi dan variabel-variabel independent dalam menerangkan variabel dependent-nya sebesar 97,57%. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka dalam menjelaskan variasi penyaluran Kredit Yang Diberikan sebesar 97,57% dan 2.43% sisanya adalah Koefisien Non Determinasi yaitu prosentase pengaruh faktor lain terhadap variabel terikat (dependent) dengan kata lain 2.43% penyaluran Kredit Yang Diberikan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Pengaruh variabel bebas bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) yang besar menunjukkan penggabungan variabel-variabel Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka, sangat relevan digunakan sebagai prediksi dalam mengelola penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. di masa yang akan datang.

Namun dari hasil pengujian secara parsial / individual dengan menggunakan uji signifikansi Individual (Uji statistik t), terhadap hipotesis 2 (dua) pada TABEL 4. halalaman 75, menyatakan bahwa variabel independent X1 secara parsial / individual memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap variabel dependent. Dengan signifikasi sebesar 0,1687 (lihat TABEL 4. halalaman 75) maka dapat dikatakan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah tidak signifikan karena jauh lebih besar dari 5% atau 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Jumlah Giro tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Keadaan ini menunjukkan bahwa variabel Jumlah Giro tidak relevan digunakan sebagai prediksi dalam pengelolaan penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

Selain itu nilai derajat hubungan r atau koefisien kolerasi simultan (r) untuk variabel X1 sebesar 0,1998 (lihat TABEL 4. halalaman 75) menunjukkan hubungan antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) sangat lemah karena dibawah 0,20 (lihat TABEL 1. halalaman 30). Pengaruh variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) yang tidak signifikan menunjukkan variabel Jumlah Giro tidak relevan digunakan sebagai prediksi dalam mengelola penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. di masa yang akan datang.

Hal tersebut dimungkinkan terjadi dikarenakan Giro merupakan jenis simpanan berskala besar yang tidak memiliki batas pengambilan. Sehingga dana yang berhasil dihimpun oleh pihak bank berupa Giro ditempatkan pada aktiva lain yang lebih memiliki likuditas yang tinggi. Hal ini bertolak belakang dengan dugaan semula bahwa variabel Jumlah Giro berpengaruh terhadap penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk

Sedangkan dari hasil pengujian secara parsial / individual dengan menggunakan uji signifikansi individual (Uji statistik t), terhadap hipotesis 3 (tiga) pada TABEL 4. halalaman 75, menyatakan bahwa variabel independent X2 secara parsial / individual memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Dengan signifikasi sebesar 0,0000 (lihat TABEL 4. halalaman 75), maka dapat dikatakan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sangat signifikan karena jauh lebih kecil dari 1% atau 0,01. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Jumlah Tabungan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Keadaan ini menunjukkan bahwa variabel Jumlah Tabungan sangat relevan digunakan sebagai prediksi dalam pengelolaan penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

Nilai derajat hubungan r atau koefisien kolerasi simultan (r) untuk variabel X2 sebesar 0,8756 (lihat TABEL 4. halalaman 75) menunjukkan hubungan antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) sangat kuat karena diatas 0,80 (lihat TABEL 1). Pengaruh variabel bebas bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) yang sangat signifikan menunjukkan bahwa variabel Jumlah Tabungan sangat relevan digunakan sebagai prediksi dalam mengelola penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. di masa yang akan datang.

Begitu pula dengan hasil pengujian secara parsial / individual dengan menggunakan uji signifikansi Individual (Uji statistik t), terhadap hipotesis 4 (empat) pada TABEL 2, menyatakan bahwa variabel independen X3 secara parsial / individual memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Dengan signifikasi sebesar 0,0397 (lihat TABEL 4. halalaman 75), maka dapat dikatakan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah signifikan karena lebih kecil dari 5% atau 0,05 dan lebih besar dari 1% atau 0,01. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Jumlah Simpanan Berjangka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Keadaan ini menunjukkan bahwa variabel Jumlah Simpanan Berjangka relevan digunakan sebagai prediksi dalam pengelolaan penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

Nilai derajat hubungan r atau koefisien kolerasi simultan (r) untuk variabel X3 sebesar 0,2948 (lihat TABEL 4. halalaman 75) menunjukkan hubungan antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) adalah lemah karena diatas 0,20 dan dibawah 0,40 (lihat TABEL 1). Pengaruh variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) yang signifikan menunjukkan variabel Jumlah Simpanan Berjangka sangat relevan digunakan sebagai prediksi dalam mengelola penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. di masa yang akan datang.

Dari TABEL 4. halalaman 75 yang telah diuji masing-masing hipotesisnya, maka dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = -19.510.590.790.000 + 1,899771 X2 + 0,228790 X3 + e

Dalam model regresi linier berganda tersebut, variabel Jumlah Giro (X1) tidak dimasukkan dalam persamaan karena setelah dilakukan pengujian secara parsial, variabel bebas Jumlah Giro (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Variabel terikat Jumlah Kredit yang Diberikan (Y).

Dari persamaan tersebut menunjukan bahwa nilai konstanta sebesar -19.510.590.790.000. Artinya bahwa Kredit yang Diberikan akan -Rp.19.510.590.790.000 apabila variabel Jumlah Giro, Tabungan, dam Simpanan berjangka bernilai 0 (nol). Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi Jumlah Tabungan (X2) sebesar 1,899771 yang berarti setiap penambahan variabel Tabungan (X2) sebesar Rp.1 akan meningkatkan Jumlah Kredit yang Diberikan sebesar Rp.1,899771 dengan asumsi X3 tetap. Sedangkan nilai koefisien regresi Jumlah Simpanan Berjangka (X3) sebesar 0,228790 yang berarti setiap penambahan variabel Simpanan Berjangka (X3) sebesar Rp.1 akan meningkatkan Jumlah Kredit yang Diberikan sebesar Rp.0,228790 dengan asumsi X1 tetap.

Meski variabel Jumlah Tabungan dan Simpanan Berjangka sama-sama memiliki pengaruh yang signifikan, namun dari hasil pengujian hipotesis 3 dan 4 tersebut menunjukan bahwa Jumlah Tabungan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dibandingkan variabel Simpanan Berjangka. Simpanan masyarakat berbentuk Tabungan dianggap lebih aman untuk disalurkan dalam bentuk Kredit karena cenderung lebih mengendap dibandingkan Simpanan Berjangka yang akan segera dicairkan saat jatuh tempo pencairan.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan variable bebas (dependen) yang terdiri dari Jumlah Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka dan variable terikat (independent) Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menunjukkan bahwa:

1. Hasil pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka secara bersama-sama / simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian hipotesis 1 diterima.

2. Hasil pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa variabel Jumlah Giro secara parsial / individual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian hipotesis 2 ditolak.

3. Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukkan bahwa variabel Jumlah Tabungan secara parsial / individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian hipotesis 3 diterima.

4. Hasil pengujian hipotesis 4 menunjukkan bahwa variabel Jumlah Simpanan Berjangka secara parsial / individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian hipotesis 4 diterima.

5. Hasil analisis juga diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9757 menunjukkan variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka memiliki kontribusi dalam menerangkan variabel Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebesar 97,57%. dan 2,43% dipengaruhi oleh variabel lain yg tidak diteliti.

5.2. Implikasi

Diterimanya beberapa hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan dari jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka perlu dipertimbangkan dalam memprediksi penyaluran Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

Untuk ilmu ekonomi, khususnya manajemen perbankan hasil studi ini dapat menjadi dukungan bahwa jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan agar pengelolaan penyaluran Kredit menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

5.3. Keterbatasan

Peneliti menyadari adanya keterbatasan yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian. Adapun keterbatasan-keterbatasan yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian ini, antara lain :

1. Obyek penelitian pada penelitian ini hanya 1 (satu) bank yaitu pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. yang mungkin hasil penelitian akan berbeda pada bank-bank lain.

2. Variabel terikat (dependen) yang digunakan dalam penelitian hanya 1 (satu) yaitu Jumlah kredit yang diberikan, padahal besar kemungkinan penghimpunan dana dari masyarakat mempengaruhi variabel terikat (dependen) lainya secara signifikan khususnya Jumlah Giro yang ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jumlah Kredit Yang Diberikan Pada P.T. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

3. Jumlah data yang diolah terbatas yang hanya dalam rentang waktu 4 tahun lebih 3 bulan yaitu laporan keuangan bulanan mulai Oktober 2003 sampai dengan Desember 2007.

4. Selain itu penulis juga memiliki berbagai keterbatasan termasuk waktu penelitian yang terbatas dan pemahaman yang kurang serta keterbatasan lain yang ada pada penulis.

5.4. Saran

Adapun Saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu sebagai berikut:

1. Disarankan untuk melakukan penelitian pada obyek yang berbeda atau gabungan beberapa oyek penelitian yang berbeda karena dimungkinkan menunjukkan hasil yang berbeda.

2. Disarankan disarankan untuk melakukan penelitian dengan terikat (dependen) yang berbeda atau bervariasi untuk mengetahui apa saja yang dipengaruhi secara siginifikan oleh variabel-variabel jumlah penghimpunan dana dari masyarakat yang terdiri dari Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka.

3. Data laporan keuangan yang diteliti hendaknya hingga periode akhir yang dapat diteliti.

4. Sebelum dilakukan pengajuaan proposal penelitian, hendaknya telah dipirkirkan kesiapan penulis untuk dalam menghadapi kendala yang akan timbul dalam penelitian tersebut. Kalau perlu dilakukan penelitian awal sebelum memulai penelitian yang sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ghozali, Imam (2005) “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, Damodar (2003) “Basic Econometris”. Amerika, New york : The. Mc Graw. Hill Companies.

Hasan, Iqbal (2004) “Analisi Data Penelitian dengan Statistik”. Jakarta : Bumi Aksara.

http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202007/LK%20Auditan%20Per%2031%20Desember%202007/Bank%20Rakyat%20Indonesia%20(BBRI)/BRI%20-%2031%20Desember%202007%262006%20_Ind_%20PCL-Release.pdf

http://www.bi.go.id/

http://www.google.com/

http://www.jsx.co.id/

http://www.idx.co.id/

Kasmir (2004) “BANK & LEMBAGA KEUANGAN LAINYA”. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Keraf, Gorys (2001) “Komposisi. Jakarta” : Nusa Indah.

Kuncoro, Mudrajad dan Suharjono. 2002. “MANAJEMEN PERBANKAN Teori dan Aplikasi”. Yogyakarta: BPEE-YOGYAKARTA

Reed, Edward W. (1995) “BANK UMUM”. Jakarta: Bumi Aksara

Riyanto, Prof. Dr. Bambang (1997) “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”. Yogyakarta : BPFE.

Santoso, Singgih (2001) “Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik”. Jakarta: PT Elex Media Komputindo


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -