Kata Kunci : Formulasi Kebijakan, Model MACTOR dan Policy Netrwork Framework
Sebuah kebijakan tidak terjadi begitu saj. Sebagai solusi untuk mengatasi masalah-masalah publik, sebuah kebijakan melaui proses formulasi yang melibatkan banyak aktor di dalamnya. Tidak semua isu bisa dijadikan agenda kebijakan. Seperti halnya program peningkatan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Surabaya tidak dibuat tanpa proses seleksi isu dan formulasi kebijakannya. Peran para aktorlah yang akan membentuk isu-isu tersebut dijadikan agenda dan formula sebuah kebijakan yang akan dibuat. Oleh karena itu analisis terhadap aktor-aktor yang terlibat dalam proses formuliasi kebijakan akan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai lahirnya sebuah kebijakan pemerintah.
Dengan menggunakan model MACTOR dan model kerangka kerja policy network akan diperoleh gambaran mengenai peran aktor, siapa yang dominan mengendalikan isu menjadi agenda kebijakan, serta kepentingan para aktor yang terlibat.
Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dimana bertujuan mendeskripsikan temuan penelitian. Informasi dikumpulkan dari tiga informan utama yang sekaligus sebagai aktor melalui wawancara mendalam dan observasi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa aktor yang berperan dalam proses formulasi program peningkatan layanan pendidikan anak usia dini di Kota Surabaya adalah seorang agen negara, dalam hal ini anggota DPRD Kota Surabaya, serta dua aktifis/bunda PAUD dari kecamatan Pabean Cantian dan Tambaksari, hubungan antar aktor terjadi secara langsung dan tidak langsung dan aktor yang dominan adalah aktor agen negara, yakni anggota DPRD Kota Surabaya.


